
Karena keasyikan bercerita,tak terasa merekapun tiba di kantor desa,
"Loh ternyata kita sudah sampai ya" ucap bu sari,
"Saking senengnya bude mengenang masa lalu bude,jadi gak nyadar,kita sudah sampai, hihi"jawab nisa tersenyum,
Mereka pun masuk dan menanyakan informasi tentang KTP nisa,Bu sari bertanya kepada karyawannya,dan ternyata KTP belum selesai,paling 3-4 hari lagi,baru selesai,
Bu sari pun keluar ruangan,dan mencari nisa,
Bu sari tidak menemukan sepupunya itu,dia kebingungan,kemana hilangnya nisa,
Kemudian Bu sari pun coba menyusuri setiap ruangan kantor desa,
Terdengar suara 2 orang yang sedang berbincang di satu ruangan,Bu sari coba lihat di balik jendela,dan ternyata, nisa dan pak Anjar terlihat sedang membicarakan hal yang serius,Bu sari pun penasaran dengan apa yang mereka bicarakan,
"Lebih baik,menurut bapak,kamu fokus saja dulu dengan tes kuliah kamu,biar nanti bapak yang coba cari petunjuk tentang ayahmu," ucap pak Anjar pada nisa,
Sari begitu terkejut mendengar nasihat pak Anjar kepada sepupunya itu,ternyata nisa juga menceritakan keinginan mencari ayahnya kepada pak Anjar, Bu sari sangat kecewa kepada nisa,karena nisa masih bersikeras untuk mencari ayahnya, laki-laki yang sangat Bu sari benci,
Nisa pun menuruti nasihat pak Anjar dengan legowo, nisa percaya sepenuhnya kepada pak Anjar,bahwa dia akan membantunya mencari ayahnya, nisa pun berterimakasih kepada pak Anjar,karena sudah memberikan pilihan yang baik untuknya,
"Kalau kamu fokus pada tes kuliah kamu,insyallah nanti kamu pun akan menemukan jalan menuju arah yang kamu tuju," lanjut pak Anjar masih menasihati Annisa,
"Ia pak,terimakasih atas sarannya,nisa merasa lebih baik sekarang,tapi tadi bude tanyakan, ktp nisa belum siap pak" ucap nisa,
"Ya,semua butuh proses kan nak,paling 2 hari an lagi,ktp kamu sudah siap, memangnya kapan kamu mau berangkat ke pondok nya?" Tanya pak Anjar,
Nisa pun belum tau,kapan dia akan berangkat ke pondok untuk bimbingan,karena semalam Bu hj tidak membahas kapan harus kesana,
Merekapun mengakhiri pembicaraan nya,Nissa sangat senang sekali bisa bertukar cerita dengan pak Anjar,dia merasa nyaman,
(Andai aku punya ayah, seperti pak Anjar) khayalan nisa,
Nisa pun keluar dari ruangan pak Anjar, begitupun dengan pak Anjar,dia mengantar nisa ke depan pintu kantornya,
Bu sari yang sedari tadi menunggunya,merasa kesal kepada nisa,di tambah nisa meminta bantuan pak anjar untuk mencari ayahnya,membuat bu sari semakin kecewa,
__ADS_1
(Andai kamu tau nis,betapa bude sangat membenci laki-laki yang menjadi ayahmu,bude tidak ingin melihat laki-laki yang telah membuat hidup kakakku menderita) Bu sari kecewa dengan keinginan nisa,
Nisa pun menghampiri bude nya,Bu sari pun nampak kesal ,dia tak banyak bicara kepada nisa,Bu sari pun langsung mengajaknya pulang,karena hari sudah mulai siang,dia harus segera pergi ke ladang mengantar makanan untuk para pekerjanya,
Nisa pun menuruti budenya untuk segera pulang,sepanjang jalan Bu sari tidak sedikitpun bicara kepada nisa,
Nisa pun merasa heran,kenapa bude nya tidak bicara sedikitpun kepadanya,padahal biasanya ,bude nya selalu berisik cerita ini itu,
"Bude,apa bude baik-baik saja" tanya nisa memulai keheningan diantara keduanya,
Bu sari tak menjawab pertanyaan nisa,dia seolah tak mendengar ucapannya,Bu sari hanya fokus berjalan menuju ladangnya,
Nisa semakin tidak enak hati melihat tingkah bude nya yang bersikap dingin kepadanya,nisa pun menghentikan langkahnya,
"Kalau kamu mau pulang,kamu pulang saja,kalau kamu mau ikut ke ladang ikuti saja" sahut bude nya cetus,saat menyadari langkah nisa terhenti,
" Bude ,kenapa sebenarnya,apa nisa buat salah dengan bude?"tanya nya lagi,
"Kamu pikirkan saja " jawab bu sari masih ketus,
Nisa pun berpikir,apa yang telah dia perbuat,hingga membuat hati bude nya terluka,membuat sikap nya berubah menjadi dingin kepadanya,
"Kamu cari saja laki-laki itu,tapi jangan coba lagi untuk kembali menemui ibumu"
Betapa terkejutnya nisa mendengar ucapan budenya,nisa merasa bersalah,karena memang dari awal,Bu sari tidak menyetujui niatnya untuk mencari ayahnya,
"Maafkan nisa bude,"nisa meminta maaf dengan menangis memeluk budenya,
Bu sari tak merespon pelukannya,dia coba melepaskan pelukan nisa dari dirinya,
"Apa kamu sama sekali tidak memikirkan perasaan ibu dan bude mu?" Tanya Bu sari pada nisa,
Nisa terus meminta maaf pada budenya,
Tepat di bawah pohon yang rindang,dengan angin yang bertiup cukup kencang, keduanya berhenti,nisa terus menangis,dia tak menyadari,kalau keputusannya untuk tetap mencari ayahnya dengan meminta bantuan pak Anjar,telah melukai hati budenya,
Bu sari pun menceritakan semua pembicaraan nisa dan pak Anjar,yang dia dengar di ruangan tadi, Bu sari pun nampak meneteskan air mata di pipinya,
__ADS_1
"Maafkan nisa bude,jika memang niat nisa salah,nisa minta maaf," nisa tertunduk pasrah,berharap bude nya mau memaafkannya,
Bu sari memang tidak menepis,jika seandainya nanti takdir akan membawa Nisa pada ayahnya,karena,Bu sari pun tau,se hina nya pria itu, dia tetap ayah kandungnya,
Namun untuk saat ini,Bu sari belum bisa melupakan saat dimana dirinya menyaksikan sendiri penderitaan kakaknya dulu,tangisan kakaknya dan ucapan kasar bapaknya masih terngiang di ingatan bu sari,
Bu sari merasa bersalah pada dirinya,karena saat kejadian malam itu,dia meninggalkan kakaknya,dan dia tidak bisa membela kakaknya,
Itu sebab nya sampai saat ini, Bu sari menyimpan kebencian yang teramat dalam kepada pria yang telah berbuat dzolim kepada kakaknya,dan itu juga alasannya,kenapa Bu sari tidak mengijinkan nisa untuk mencari ayahnya,
Bu sari pun mengalah dan memaafkan nisa,karena dia sadar,sikapnya berlebihan pada nisa,
"Bude mohon sama kamu nak,kamu fokus saja dengan masa depanmu,buatlah bangga ibumu,buatlah senyum bahagia di wajahnya,dan angkatlah derajatnya dengan prestasimu "
Ucap bu sari pada nisa,
"Ia bude,nisa akan berusaha membahagiakan ibu,nisa janji,nisa akan buat ibu bangga pada nisa" jawab nisa,
Bu sari pun memeluk nisa,mereka saling berpelukan satu sama lain,
(Nisa juga janji,akan mencari keadilan untuk ibu) lanjut nisa dalam hati,
Mereka pun saling menyeka air matanya masing-masing,Bu sari tersadar bahwa hari semakin terang,dia harus cepat mengantarkan makan untuk pegawainya,
Dan merekapun segera melangkahkan kembali langkahnya yang sempat terhenti,
"Ayo nis,hari sudah semakin terang" Bu sari terburu-buru,
Nisa pun mengikuti dari belakang,dengan langkah yang cepat membawa makanan untuk semua pegawai neneknya,
........
Merekapun tiba di ladang, terlihat bapak-bapak sedang mencangkul tanah,membereskan rerumputan dan merapikan tanahnya untuk di tanami jagung kembali,
Sedangkan ibu-ibu,sedang memilih dan memetik jagung yang sudah matang untuk di kumpulkan terlebih dahulu sebelum di jual,
Sungguh pemandangan yang membuat kita harus selalu bersyukur,dimana alam terhampar luas, sawah dan ladang yang hijau memikat mata,semilir angin yang membuat hati sejuk,meski terik menyengat di kulit,sungguh ,nikmat mana lagi yang kau dusta kan.
__ADS_1
Bersambung
Mohon vote,like dan koment nya ya sahabat Annisa 🙏🏻