
"Kamu tidak akan pernah tahu rasa nya seperti ibu nak, kamu tidak akan tahu" jawab bu puspa menyentak nisa.
Terkejut annisa mendengar jawaban ibu nya, Rasanya baru kali ini ibu nya menyentak dirinya,
"Harap kamu mengerti ya nis" bu sari yang saat itu pun terkejut, coba membuat annisa mengerti.
"Ya bude" jawab annisa mencoba paham.
(Annisa paham bu, annisa tidak akan pernah merasakan apa yang ibu rasakan ,karena annisa tidak mempunyai seorang ayah yang bisa nisa banggakan) dalam hati annisa sedih.
"Sudah mba, mba yang tenang ya,mba boleh menangis sesuka mba, tapi mba jangan berlarut dalam penyesalan dan kesedihan mba" ucap bu sari,
"Kasihan nisa mba" bisik bu sari melanjutkan.
Bu puspa yang tersadar dirinya telah membuat hati annisa sedih, ahirnya bangkit dan memanggil annisa,
"Nak, sini sayang" panggil ibunya,
"Maafkan ibu ya, ibu terbawa suasana, sampai ibu membuat hati kamu terluka" ucap nya
" Nisa paham ko bu, " jawab nisa,
Bu puspa memeluk nya erat,
"Maafkan ibu nak," bu puspa memeluk annisa sambil menangis sedih,
"Ibu akan memberi tahu sesuatu padamu nak" ucap bu puspa
Bu sari terkejut dengan ucapan kakak nya,
(Apa mba mau memberi tahu annisa tentang siapa dia sebenarnya)pikir bu sari.
Nisa pun penasaran dengan apa yang ingin ibu nya beri tahu.
"Ibu mau beri tahu nisa apa bu" tanya annisa curiga,
"Ibu mau beri tahu kamu tentang segala nya, dan mungkin sebelum kamu tau dari orang lain, ibu ingin kamu tau dari ibu sendiri" ucap bu puspa, Annisa semakin penasaran.
(Apa mungkin ibu mau menjelaskan tentang siapa aku sebenarnya) annisa tak bisa menahan rasa ingin tahu nya.
"Mba, mau bicara apa memang nya" tanya bu sari seolah tak ingin ada sesuatu yang terjadi di antara mereka,
Pertanyaan bu sari tak di hiraukan oleh kakak nya,
Hingga bu puspa pun menjelaskan siapa dirinya.
"Nak, ibu adalah anak tertua dari 2 bersaudara, yaitu ibu dan bude mu, bapak ibu seorang guru sepuh di sebuah majlis, namanya bapak Suhendar . kakek mu begitu di hormati oleh semua orang, Setiap orang yang bertemu dengan kakek mu,mau itu yang muda atau lebih tua dari nya,mereka selalu menyalami tangan nya, kakek mu sangat baik dan bijaksana, sampai semua orang selalu menerima setiap keputusan yang kakek mu buat,
mau itu tentang hukum, aturan atau pun yang lain nya, kakek mu menjadi salah seorang yang berperan di kampung nya"
__ADS_1
Jelas bu puspa,
"Kakek mu sangat menyayangi istri dan keluarga nya, begitupun dengan ibu, dia sangat menyayangi dan membanggakan ibu , kakek mu selalu ingin ibu menjadi yang terbaik dari yang berbaik,mau itu dari segi pendidikan ataupun prestasi,"
Lanjut nya,
"Tapi ibu,......." saat bu puspa akan melanjutkan percakapan nya, terdengar suara wanita renta mengucapkan salam,
"Assalamualaikum" dengan nada yang lemah terbata bata.
"Alaikum salam" jawab bu sari,
"Nek imah," ucap bu sari melanjutkan,
Bu puspa pun menghentikan cerita nya, dia terkejut melihat nek imah ada di dekat nya,
"Ya allah nek imah," bu puspa memeluk nek imah,
"Nek apa kabar nek, " tanya bu puspa penuh air mata melihat nek imah.
Nek imah adalah istri dari pak hasan, kawan baik pak suhendar,bahkan saking dekat nya mereka sudah seperti keluarga , nek imah pun selalu membantu mengurus bu puspa da bu sari sewaktu kecil, mereka sudah menganggap nya ibu kedua di kehidupan nya, karena nek imah sama baik nya dengan ibu nya .
Nek imah tidak mengenal sosok yang memeluk nya, dia hanya mengenal suara dan tatapan mata nya,
"Rasanya nenek mengenal kamu nak?" tanya nek imah pada puspa
Bu sari bingung harus menjawab apa kepada nek imah,
" Ini saudari sari nek, "jawab bu sari,
" Saudarimu , pantaslah dia memeluk nenek" jawab nya , tidak menyadari kalau yang memeluk nya adalah puspa,
"Nenek sedang apa disini?" tanya bu sari,
"Nenek mau membersihkan makam nya bapak nak" Jawab nek imah dengan punggung nya yang sudah bongkok,
"Sudah sari bersihkan ko nek, nek imah jangan kesini sendirian, nanti kalau ada sesuatu yang terjadi sama nenek bagaimana?"
Ucap bu sari.
"Nenek rindu dengan bapak, makanya nenek kesini" Nek imah tersenyum sambil mendekati makam pak hasan.
Makam pak hasan berada di samping kanan pak suhendar, sementara makam nya mas fikri (suami sari) ada di samping kiri pak suhendar, mereka di makam kan satu baris.
"Ya, tapi nenek tidak usah memaksakan toh, kan banyak tetangga lain yang bisa mengantarkan,nanti jangan sendirian ya" jawab bu sari.
"Nanti pulang nya bareng dengan sari ya" ajak bu sari.
Bu puspa pun terdiam untuk sementara, dia terlihat bahagia bisa melihat nek imah dalam keadaan sehat wal afiat, meski usia nya sudah renta.
__ADS_1
(Apakah kedatangan nek imah, pertanda kalau saat ini belum saat nya aku menceritakan semua nya pada annisa) pikir bu puspa.
"Loh ini siapa, anak muda?"tanya nek imah kepada annisa,
"Annisa nek" jawab nisa menyalami tangan nek imah.
"Wajah nya ko nenek berasa kenal?tapi siapa ya?" Jawab nek imah linglung,
Annisa pun tersenyum pada nek imah,
"Puspa, ya wajah nya mirip dengan puspa" jawaban nek imah mengagetkan semua nya,
" Tapi hanya mirip saja ya kan sari?"tanya nek imah kepada sari,
"Ia nek" jawab bu sari, tak banyak bicara karena sedih dengan jawaban nek imah yang masih mengingat puspa.
"Puspa dimana ya sekarang?nenek sangat ingin bertemu dengan nya, nenek sangat rindu dengan puspa" ucap nek imah.
(Andai nek imah tahu, kalau aku ada di hadapan mu nek) Bu puspa semakin tak kuasa menahan kerinduan nya.
"Ibu, kok ibu tidak jujur sama nenek itu,kalau ibu ada disini" bisik annisa pada ibunya.
"Belum saat nya nak,kamu diam dulu ya" jawab bu puspa,
"Ia bu" annisa pun menunduk.
"Andai puspa tau, betapa banyak rahasia yang belum dia ketahui sebelum bapak nya meninggal" Ucap nek imah.
" Maksud nek imah rahasia apa?" tanya bu sari,
Setelah bu puspa terusir dari keluarga nya,sari langsung mengasingkan diri ke pondok nya dulu ia belajar, jadi setelah kejadian naas itu, sari tidak banyak mengetahui apa-apa mengenai keluarga nya.
" Rahasia yang menyebabkan suami ibu meninggal nak " jawab nek imah sedih,
"Maksud nek imah, pak hasan" tanya bu sari,
"Ia nak," nek imah menangis.
" Sudah 20 tahun nenek menyimpan rahasia ini dalam-dalam, nenek pikir ,nenek akan membawa rahasia ini sampai nenek tiada, tapi setelah melihat gadis itu, nenek sangat teringat dengan puspa," Lanjut nek imah dengan air mata nya yang menetes, sambil melihat annisa.
"Kemari nak"
Nek imah menyuruh annisa duduk di samping nya, di samping makam pak hasan.
Annisa pun menuruti keinginan nek imah,
" Biar nenek ceritakan, satu rahasia pada kalian, terutama kepadamu nak sari,rahasia yang akan membuka kebenaran segala nya" ucap nek imah,
" Kebenaran apa nek?memangnya apa yang terjadi dengan pak hasan ?" tanya sari penasaran.
__ADS_1
bu puspa pun mendengarkan setiap ucapan nek imah,
bersambung