
Dan pada ahirnya bu ratih pun tersenyum melihat keceriaan anak semata wayang nya.
"Oh ya bude, sepulang kita ke yogya bude gak mau mampir ke pondok nya anak anak?"tanya annisa.
"Tentu nak, niat bude sebelum sampai rumah, bude mau jenguk dulu anak-anak bude sebentar ,sebab jalan ke pondok searah dengan rumah kita di yogya" jawab bu sari.
"Alhamdullilah ,nisa jadi bisa ketemu dengan adik adik nisa ya" jawab nisa bahagia.
Bu sari dan bu ratih pun tersenyum, meski dalam benak bu ratih ketakutan itu semakin membesar,
Namun ia tidak mau ketakutan itu terlihat oleh anak nya, bu ratih nampak menarik nafas nya dalam-dalam.
"Bissmillah" ucap bu ratih.
Merekapun akhir nya berangkat menuju jalan raya dengan berjalan kaki menapaki jalan hutan terang yang sesekali terdengar suara serangga di pepohonan.
"Apa mba kuat berjalan jauh kesana?" tanya bu sari.
"Insyallah mudah-mudahan kuat dik"jawab bu ratih.
"Apa kita masih bisa kembali kesini lagi nak?" tanya bu ratih sedih.
"Insyallah pasti bisa bu" jawab nisa sambil menggandeng tangan bu ratih.
"Ibu masih kuat berjalan " tanya nisa.
"Insyallah sebentar lagi sampai jalan raya, nanti kita naik bus atau angkutan umum ya mba?" jawab sari.
Di tengah perjalanan seorang kakek tua bertanya kepada mereka.
"Assalamualaikum nak ratih,hendak kemana kah kalian?" tanya si kakek tua.
"Alaikumsalam kek kodir, kami hendak pergi menjenguk ibu saya di yogya kek." jawab bu ratih.
"Dik nisa ikut" tanya nya lagi,
"Ia kek, nisa ikut temani ibu " jawab nisa.
"Kalau begitu hati-hati di jalan nya ya nak, sampaikan salam kakek untuk ibu kamu, semoga cepat sehat kembali," jawab kakek.
"Aamiin, ia kek terimakasih doa nya, kakek disini juga baik baik saja ya, semoga kakek sehat selalu, ratih titip rumah kek,insyallah ratih kembali lagi kesini" jawab bu ratih menyalami kakek kodir.
Kakek kodir adalah tetangga dekat rumah bu ratih beliau sudah tua renta, namun masih kuat bertahan hidup sendiri di tempat terpencil.
Kakek kodir sudah bu ratih anggap sebagai bapak kedua nya, karna semasa bu ratih terusir, kakek kodir dan almarhum nenek julaiha lah yang mengurus bu ratih dari semasa hamil,melahirkan dan sampai nisa besar sekarang pun kakek kodir selalu hadir membantu mereka.
"Doakan kami ya kek, ingat kakek jangan terlalu kecapean,kasihan badan nya nanti sakit, ratih tidak ada disini siapa yang membantu kakek" ucap ratih,
"Ia nak, selamat sampai tujuan,doa kakek selalu yang terbaik untuk kalian" jawab kek kodir.
"Kalau begitu kami pamit ya kek, assalamualaikum" salam bu ratih.
"Alaikumsalam wr wb" jawab kek kodir.
Merekapun melanjutkan perjalanan nya menuju jalan raya.
"Kasihan sekali kakek itu mba,di usia nya yang sudah senja apa tidak ada anak-anak yang mengurus nya?" tanya bu sari.
"Dulu kakek kodir hidup berdua dengan istri nya,anak anak nya tak ada kabar berita saat mereka pergi merantau ke kota,istri nya pun meninggal tak lama setelah mba tiba di tempat ini, jadi sekarang kek kodir hidup sendirian," jawab bu ratih.
__ADS_1
"Loh ko ada ya anak yang tega menelantarkan orangtua nya ya" ucap bu sari.
"Kita tidak boleh berburuk sangka dik,barangkali anak-anak nya pun sekarang sedang mencari kek kodir, kita berdoa saja semoga kakek kodir baik-baik saja" jawab bu ratih.
"Aamiin" nisa mengamini doa ibu nya.
Merekapun tiba di pinggir jalan raya, mereka duduk istirahat sejenak melepas penat di sebuah warung, "Maaf bu mau tanya,bus yang arah yogya sudah lewat" tanya bu sari kepada tukang warung.
"Oh belum mba, mungkin sebentar lagi" jawab nya,
"Oh ya terimakasih ya bu" jawab bu sari.
Sambil menunggu bus datang bu sari menawar kan kakak nya untuk memakai cadar.
"Oh ya mba maaf sebelum nya, mba apa lebih baik pakai cadar dulu sementara saat tiba di rumah" ucap bu sari.
Bu ratih yang paham akan maksud adik nya pun menyetujui saran nya,
Bu sari menawar kan kakak nya memakai burdah/cadar guna menghindari bertemu nya warga yang mengenali diri nya agar tidak timbul perkara yang tidak di ingin kan.
"Ya boleh dik, biar sekarang mba pakai" jawab bu ratih.
"Tapi kita bukan bermaksud mempermainkan burdah ya mba,mudah2an setelah ini mba mungkin bisa istiqomah memakai nya" ucap bu sari menenangkan hati.
"Loh kenapa harus memakai ini bu" tanya anisa,
"Tidak apa apa nak," jawab bu ratih
"Uhuk uhuk " suara batuk Bu ratih.
"Ibu minum dulu bu,mungkin sebentar lagi bus nya datang" jawab anisa.
"Allhamdulillah ahirnya bus nya tiba" ucap bu sari,
Merekapun menghentikan laju bus dan naik ke dalam bus.
Pada saat itu tempat duduk bus penuh, hanya tersisa 3 jok,
"Nis kamu gapapa duduk di belakang kami" tanya bu sari.
"Ia tidak apa-apa bude, biar nisa di belakang saja, ibu duduk dengan bude" jawab anisa.
Bu sari dan bu ratih duduk berdua , sementara nisa duduk di belakang,
Nisa satu jok dengan seorang pria.
"Maaf boleh saya duduk disini?" tanya anisa pada pria tersebut,
"Duduk saja" jawab pria dingin.
Bus pun kembali melaju, tujuan pertama sebelum datang ke rumah ibu nya bu ratih, mereka akan mampir ke pondok terlebih dahulu,
Beberapa menit kemudian laju bus di rasa semakin kencang, hingga saat bus belok kanan anisa yang duduk sebelah pria tersebut tidak sengaja menabrakkan diri nya karena terpelanting.
"Asstagfirullah , maaf mas " ucap anisa melihat pria itu,
Reflek pria tersebut pun menahan tubuh anisa, mereka saling memandang beberapa saat.
"Astagfirullah maaf mba saya tidak sengaja" ujar pria tersebut.
__ADS_1
"Saya yang minta maaf mas,saya tidak bisa menahan pegangan tangan saya " jawab nisa.
"Ia sama-sama" jawab pria tersebut gugup.
"Ibu tidak apa-apa bude" tanya nisa ke depan jok,
"Sedikit sakit nak,tapi tidak apa-apa, tidak ada yang perlu di khawatir kan" jawab bu ratih.
"Ya sukur lah, tapi ini masih jauh gak bude" tanya nisa.
"Sebentar lagi sampai nak" jawab bu sari.
Jantung nisa masih terasa berdegup kencang, setelah tak sengaja memandang pria di sebelah nya,
Wajahnya yang rupawan,membuat setiap wanita pasti kan jatuh hati melihatnya.
(Kenapa jantung ini di rasa berdegup kencang ya) ucap hati anisa tersipu malu.
(Wajah nya sangat tampan) nisa tersenyum sendiri.
"Aduh apaan sih ..eling nis eling,, astagfirullah" nisa beristigfar, tersadar dari khayalnya.
Sekitar 30 menit kemudian,akhir nya bus sampai depan gerbang pondok anak nya bu sari.
"Allhamdulillah ahir nya kita sampai mba" ucap bu sari.
"Allhamdulillah " jawab bu ratih terlihat lelah,
"Mba masih kuat kan " tanya bu sari,
"Insyallah, mba kuat dik" jawab bu ratih.
"Sini, biar nisa bantu ibu turun" nisa memopoh tubuh ibunya,
Saat hendak turun di pintu bus tiba-tiba bu ratih Anfal "Ibu" nisa terkejut.
Untunglah, sang pria menahan tubuh bu ratih yang pingsan dari belakang, sehingga tubuh bu ratih tidak terjatuh,
Pria itupun membantu memopoh tubuh bu ratih, memindahkan nya ke tempat yang lebih aman di dekat pondok pesantren "Ust ridwan" ucap bu sari.
"Loh bude kenal dengan laki-laki ini" bisik nisa.
"Terimakasih ustad, ustad sudah menolong mba saya" ucap bu sari pada pria yang telah menolong bu ratih.
"Sama-sama bu ,mari kita bawa ke poskestren di dalam " jawab sang pria.
Ternyata pria yang duduk di sebelah anisa di bus adalah salah satu ustad di pesantren anak nya bu sari menimba ilmu, beliau memang masih muda tapi ilmu nya sudah bisa di katakan baik,karena selain murid, beliau juga salah satu anak dari pemimpin pesantren tersebut,
Pesantren miftahul jannah nama nya.
Ahirnya bu ratih pun di bawa ke poskestren (posko kesehatan pesantren) untuk di beri pengobatan.
bersambung
note:
kakek kodir \= tetangga Bu ratih
ustad ridwan \=ustad di pondok pesantren miftahul jannah
__ADS_1