Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
annisa putri qirani


__ADS_3

"Makanan sudah siap " nisa dari belakang mengagetkan keduanya.


"Wah bau nya wangi, enak nih kaya nya" canda bu sari,


"Nisa memang pandai masak dik" ucap bu ratih


"Ia sama seperti ibu nya " timpa bu sari menggoda kakaknya.


"Maaf ya bude masakan nya hanya ini saja, tak ada masakan yang istimewa" ucap anisa,


"Ini juga sudah istimewa sayang, karna kamu yang buatkan" jawab bu sari,


"Terimakasih bude " ucap anisa.


"Nak maaf tolong ambilkan air ibu yang di atas meja itu ya" suruh bu ratih


"Ia bu" anisa pun mengambil air ibu nya.


"Dik tolong jangan bahas dulu tentang masalah kita ya, takut nya anisa dengar" bisik bu ratih pada adik nya,


"Ia mba" jawab bu sari.


Sedih di rasa bu sari setiap melihat anisa gadis polos baik hati itu ternyata anak dari laki-laki bejat yang sudah menodai kakak nya.


Tapi nisa tidak bersalah dalam hal ini (pikir bu sari).


"Ini bu air nya,dan ini obat nya" anisa duduk "Terimakasih nak" jawab bu ratih.


Merekapun makan bersama dengan penuh kehangatan,saling melepas rindu yang teramat besar dengan penuh canda tawa.


"Oh ya,nisa sekarang berapa tahun mba?" tanya bu sari,


"Sebentar lagi umur kamu 20 tahun ya nak?" jawab tanya bu ratih,


"Ia bu" jawab nisa.


"Tak terasa kamu semakin dewasa nak,ibu sangat sayang sekali sama kamu, kelak kamu dewasa dan sudah menikah kamu jangan lupakan ibumu ya nak" ucap bu ratih sedih.


"Loh ibu ko bicara nya begitu,siapa bilang anak ibu sudah dewasa,ini anak ibu masih cilik kok" anisa coba mengusili ibu dan memeluk nya.


Bu sari pun tersenyum senang melihat kakak dan sepupu nya bahagia.


"Oh ya bude, bude naik apa kesini?" tanya anisa kepada bude nya.


"Bude naik mobil angkutan umum nak, entah berapa kali naik turun bude bisa sampai kesini,letih rasa nya badan bude" jawab bu sari.


" Oh ya nisa paham bude mau nisa pijitin kan?" jawab nisa tersenyum.


"Nah loh itu kamu paham " jawab bu sari.


" Yasudah sebentar ya nisa bawa minyak angin nya dulu bude, " jawab nisa.


"Dia memang anak yang baik nak, sekali dia kenal dengan seseorang dia akan mudah dekat dengan orang itu, ya termasuk kamu" ucap bu ratih.


"Ia mba persis macam mba" jawab bu sari, kedua kakak beradik itu bercanda.


"Ayo bude sini biar nisa bantu ringankan rasa letih nya" ucap nisa usil.


"Ya sebentar nis bude kesana" jawab bu sari.


Nisapun memijat punggung bude nya,


Mereka larut dalam pembicaraan yang mengasikan, mereka saling bicara tentang satu sama lain.


"Oh ya nis disini ada sekolah gak?" tanya bu sari,

__ADS_1


"Sekolah dari sini jauh bude , dulu nisa sampai harus berjalan dari pagi berangkat sekolah karna takut telat" jawab nisa.


"Kenapa gak mondok sayang?"tanya bu sari


"Nisa sangat ingin sekali mondok,guru guru nisa pun dulu menyarankan nisa mondok biar tidak pulang pergi sekolah,tapi ibu gimana,kasihan sendiri" jawab nisa.


"Ia tak apa yang penting sekarang kamu harus jadi anak solehah berbakti pada orangtua mu ya " ucap bu sari menasihati nisa.


"Amin, ia bude,semoga nisa bisa menjadi anak yang berbakti pada ibu" jawab nisa.


Mereka asik bercanda dan tertawa bersama.


Di ruang tengah bu ratih sedang teringat akan kenangan bapak nya, tanpa terasa air mata nya menetes.


(Terimakasih pak,ternyata bapak tidak membenci puspa,bahkan bapak sedikitpun tidak meninggalkan puspa,setiap puspa melangkah bapak selalu ada untuk puspa, meski bukan tangan dan jiwa bapak yang selalu dekat dengan puspa, tapi dengan adanya pak hasan,bapak sudah membuktikan bahwa bapak begitu menghawatirkan puspa),


Curahan hati bu ratih yang sangat rindu dengan bapak nya.


Di kamar nisa dan bu sari pun berbincang kembali.


"Oh ya bude, paman kenapa tidak ikut?" tanya nisa.


"Paman mu sudah tiada nak, pamanmu meninggal kecelakaan motor saat mau berangkat mengajar" jawab bu sari.


"Innalilahi, maaf bude nisa gak tau" jawab nisa.


"Gak apa-apa nak,bude sudah ihlas,ini kan sudah takdir allah kita tidak bisa menolak,semoga kelak kami bisa berkumpul lagi di surga nya allah " jawab bu sari.


"Aamiin bude, tapi kalau boleh tau, pakde sudah lama meninggal?" tanya nisa


"Sudah 6 bulan pakde meninggal, bude ingat saat itu pakde mu pamit mau pergi mengajar ngaji, tidak biasa nya pakde mu bilang (bu nanti kalo pakde sudah tiada bapa mau di buatkan qur'an seperti ini) pakde mu ingin sekali foto nya di buatkan alqur'an" ucap bu sari curhat


"Loh ko jadi bercerita begini ya kita" sambung bu sari.


"Gak apa-apa bude,biar nisa lebih dekat lagi dengan keluarga ibu,karna setau nisa, nisa cuma punya ibu saja di dunia ini,tapi allhamdulillah ternyata keluarga nisa banyak" jawab nisa merasa senang.


"Oh ya kah, allhamdulillah nisa ternyata punya banyak adik juga" jawab nisa.


"Ya nisa nanti bisa main sama anak-anak bude kalo mereka libur mondok ya" jawab nisa.


"Anak-anak bude mondok juga ya?" tanya nisa.


"Ia allhamdulillah mereka mondok, oh ya nis jika seandainya kamu dan ibumu bude ajak pulang ke yogya apa kamu mau ikut?" tanya bu sari.


"Mmm nisa tidak tahu bude,ibu yang bisa memutuskan, nisa ikut ibu saja" jawab nisa.


"Tapi kamu bisa kan bujuk ibu mu supaya bisa ikut?nenek mu ingin sekali bertemu dengan ibumu?" ucap bu sari


"Jadi nisa masih punya nenek?" tanya nisa.


"Punya sayang,keluarga kamu masih banyak d yogya sana" jawab bu sari.


"Tapi kenapa ibu tidak pernah menceritakan keluarga nya kepada nisa " tanya nisa.


"Mungkin ada satu alasan yang membuat ibumu tidak bisa menceritakan semua nya kepadamu nak,kamu jangan berburuk sangka ya sama ibu kamu" ucap bu sari.


"Ia bude" jawab nisa sedih, terheran kenapa ibu nya seakan menyembunyikan jati diri dan keluarga nya dari dirinya.


"Ternyata pijitan kamu enak juga ya" ucap bu sari usil,


"Bude bisa aja" jawab nisa,


"Ia loh,ibu kamu gak bisa pijat sehebat kamu ini" bu sari memuji pijatan nisa.


Dari ruang tengah bu ratih memanggil nisa,

__ADS_1


"Nak,"


" Ia bu sebentar" nisa menyelesaikan pijatan bude nya,


"Bude ibu sudah memanggil nisa,bude bagaimana sekarang?sudah enakan?" tanya nisa,


"Allhamdulillah sudah nak, ya temui ibu mu"jawab bu sari,


"Ada apa bu" tanya nisa kepada ibu nya.


"Nak ibu ingin bicara sesuatu sama kamu" jawab bu ratih,


"Bicara apa bu,ibu tidak apa-apa kan?obat ibu habis?biar nisa buatkan lagi ya" jawab nisa.


"Ndak nak,bukan itu, ibu tidak apa-apa, ibu ingin bicara sesuatu sama kamu, sebelum nya ibu minta maaf sama kamu karna ibu tidak terus terang tentang keluarga ibu" ucap bu ratih menyesali kesalahan nya,


"Memang ny ibu kenapa tidak terus terang tentang ini sama nisa bu?"tanya nisa serius.


"Ibu hanya takut kehilangan kamu nak" jawab bu ratih sedih.


Anisa memeluk ibu nya.


"Sudah bu ,ibu jangan bersedih ya,nisa tidak akan pergi ko,nisa tidak akan tinggalkan ibu walau sesaat" jawaban nisa menenangkan hati ibu nya.


"Sekali lagi maafkan ibu atas semua kebohongan ibu nak" bu ratih memeluk erat anisa ,seakan tak ingin dia lepaskan,


Bu sari yang sedari tadi melihat ikut meneteskan air mata haru bahagia melihat kakak dan sepupu nya berpelukan.


"Nah kalo sudah begini jadi bolehkan kita kembali ke yogya?" bu sari mengajak nisa dan kakak nya kembali berkumpul bersamanya di Yogya.


"Untuk itu nisa ikut ibu saja,"jawab nisa.


Dalam hati bu ratih ada keinginan besar untuk kembali ke kampung halaman nya,tapi masa lalu yang teramat kelam membuat dirinya tidak yakin untuk kembali, rasa takut dan malu kian menyelimuti jiwa dan raga nya.


"Ibu masih belum siap untuk kembali nak" jawab bu ratih.


"Yasudah kalau begitu mba sekarang lebih baik istirahat saja dulu ,biar mba cepat sehat kembali" jawab bu sari.


Ahir nya merekapun terlelap mengistirahatkan hati dan jiwa nya masing masing, di pertengahan malam nisa terbangun karna suara batuk ibu nya, Ternyata ibu nya saat itu pun sedang terbangun solat malam, nisa terus melihat ke arah ibu nya, di pandangnya dari jauh, terlihat dengan jelas suara lirih penyesalan yang teramat besar dari hati bu ratih saat berdoa.


Meski nisa tidak mendengar doa apa yang sedang ibu nya panjatkan,namun nisa begitu melihat keseriusan doa ibu nya itu, nisa pun kembali terlelap.


Besok nya bu ratih terlihat sedang mempersiapkan baju-baju anisa,


"Ibu mau kemana bu" tanya nisa.


"Setelah berpikir semalaman,ibu memutuskan untuk mengabulkan keinginan bude mu nak" jawab bu ratih.


"Allhamdulillah,apa itu artinya ibu mau ikut bude kembali ke yogya?"tanya nisa.


"Ia nak,tapi....."


"Sudah tidak ada tapi tapi an,, mba aman ko selagi adik mba ada di sisi mba" timpa bu sari.


"Bagaimana nanti jika ibu tidak mau bertemu mba dik,mba takut itu "jawab bu ratih cemas.


"Ibu tenang saja, kan ada nisa putri ibu,,ia putri ibu ANNISA PUTRI QIRANI" tegas nisa ceria.


rasa takut


hanya akan membuatmu lemah


dan kehilangan kepercayaan diri


hadapilah rasa takut itu

__ADS_1


dan teruslah melangkah.


Bersambung


__ADS_2