Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
Annisa pamit


__ADS_3

Mereka semua nampak terlihat sangat bahagia, seakan tak ada beban kesedihan yang mereka rasa.


Tawa amara ,senyum azlina dan canda nya alvin membuat bu sari tetap semngat menata hidup meski harus berjuang sendirian.


"Terimakasih anak-anakku, kalian lah tujuan hidup ibu yang sebenar nya"(Ucap hati bu sari menyemangati diri).


"Ayo sekarang kita ke rumah bu haji dulu,"ajak bu sari,


"Ayo" amara bersemangat, karena akan menemui kakak nya.


Merekapun pergi ke rumah bu haji,menemui annisa dan bu puspa,sekalian pamit untuk kembali melanjutkan perjalanan.


"Assalamualaikum" salam bu sari,


Merekapun masuk ke dalam rumah, karena di dalam rumah terdengar ramai orang yang sedang berbincang,


Dan ternyata di dalam rumah , bu haji ,bu puspa, ust ridwan masih bercakap cakap mengenai perjalanan nya nanti di hantar oleh ust ridwan.


"Pantas saja dari tadi saya ucap salam tidak ada yang menjawab, ternyata sedang asik ngobrol disini ya semua nya" ucap bu sari.


"Eh ia bu, mari sini duduk, ini loh ,ibu suruh nak ridwan mengantarkan kalian ke terminal, biar ibu nya annisa aman di perjalanan nya,tidak usah naik turun angkutan umum atau ojek, kasihan kan" Jawab bu haji,


"Kenapa gak sekalian antar ke depan pintu rumah nya saja nek" sahut putri dari belakang, baru keluar dari kamar nenek ny,


"Kan biar tahu alamat rumah nya annisa,jadi nanti kalau mau melamar tidak pusing lagi, hihi" putri menggoda om nya (ust ridwan).


Bu haji pun tersenyum dengan candaan cucu nya itu,


Bu sari pun ikut menggoda annisa,


"Kamu benar juga ya put, kalau sampai depan pintu rumah ,bisa juga kalau mau langsung lamaran" Ucap bu sari,


Semua tersenyum, annisa hanya merespon dengan sedikit kesal,


"Apaan sih" ucap nya.


"Ada yang marah nih," ucap putri menyenggol kawan nya,


"Enggak , aku gak marah kok, masa ia aku bisa marah sama kamu"jawab annisa,


Suasana rumah semakin hangat saat ust ridwan menjawab,


" Oh ia kenapa tidak langsung lamaran saja ya" jawab nya,


Semua orang di rumah tertawa bahagia seperti keluarga.


Amara ,azlina dan alvin pun ikut tertawa melihat suasana di rumah bu haji,


"Oh ya bu haji,sebelum nya terimakasih untuk semua bantuan nya, mohon maaf kami merepotkan bu haji"ucap bu sari,


"Sama-sama nak, tidak ada yang direpotkan ko, Malah ibu merasa senang dengan kedatangan kalian" jawab bu haji,


"Sama-sama bu, saya juga titip anak-anak bu,sekira nya mereka nakal,ibu jangan sungkan untuk menghukum mereka ya bu" pesan bu sari serius.


"Anak-anak ibu, azlina,alvin dan amara,mereka anak yang baik dan tidak bermasalah ko, ibu tenang saja, mereka anak-anak yang soleh" jawab bu haji,


"Ia bu terimakasih, sekali lagi saya mohon maaf atas segala nya, mungkin sebentar lagi kami pamit "jawab bu sari lagi,


Bu haji menyuruh ust ridwan untuk menyiapkan mobil nya terlebih dahulu,


"Nak,mobil mu sudah siap" tanya bu haji,

__ADS_1


"Ia bu ,saya sudah siap kan" jawab ust ridwan.


"Padahal tidak usah repot-repot di antar loh bu, Kasihan ust ridwan harus bulak-balik kesana kemari " ucap bu sari,


"Ndak apa-apa nak, selamat sampai tujuan ya" jawab bu haji.


Semua santri putri melihat keluarga annisa hendak di antar oleh ust ridwan,


"Wahhh bagus ya annisa, baru semalam saja dia mondok disini,pulang nya langsung di hantarkan ust ridwan" celoteh salah satu santri putri,


Ukhti dina pun melihat dari kejauhan,terlihat mata nya memerah seakan tidak menyukai kedekatan keluarga annisa dengan keluarga bu haji.


" Kami pamit ya bu, terimakasih sekali lagi " ucap bu puspa pada bu haji,


"Sama-sama bu puspa,saya menunggu jawaban ibu, semoga ibu mau memikirkan nya ya" jawab bu haji.


Nisa yang sedari tadi tidak terlalu puas dengan jawaban ust ridwan, perihal pertanyaan seputar ceramah nya karena terpotong oleh putri, tambah merasa penasaran dengan ucapan bu haji kepada ibu nya.


(Apa yang sebenarnya ibu dan bu haji bicarakan)


"Ia bu ,saya akan memikirkan nya lagi" jawab bu puspa.


"Nak,ibu berangkat ya" ucap bu sari kepada anak-anak nya,


"Ia bu ,selamat sampai tujuan ya,jangan lupa nanti kabari kami kalau sudah sampai" jawab alvin.


Merekapun menyalami ibu nya.


"Ka nisa, kembali kesini lagi ya, azlina jadi kesepian lagi gak ada ka nisa" ucap azlina,


"Insyallah nanti ka nisa sekali-kali main kesini tengok adik-adik ka nisa yang comel ini" nisa mencubit pipi amara dan azlina,


"Aduh ka nisa sakit" jawab amara.


Fitri berlari ke arah annisa untuk berpamitan,


"Nis"


Teriak fitri hah heh huh kecapean,


"Untunglah masih keburu, kamu mau pulang sekarang ya?aduh kenapa gak seminggu lagi aja sih " lanjut fitri dengan nada kecapean.


"Ia fit, maaf ya jika aku ada salah kata atau merepotkan mu" ucap annisa,


"Gak ada ko,justru aku yang minta maaf karena sering mencandai mu " ucap nya.


"Sama-sama fit, kalau begitu aku pamit ya fit, salam buat ukhti dina dan semua nya" jawab nisa.


"Loh kamu ikut ya put" tanya fitri kepada putri,


"Ia dong" jawab putri jutek,


"Ih aku ikut juga dong, lumayan nih jalan-jalan" Jawab fitri memaksa ikut.


"Gak muat tau" jawab putri,


"Ah kamu nih, ayolah aku ikut" fitri masih memaksa.


Saat putri seolah hendak membuka pintu mobil, dia langsung berbalik kembali ke arah fitri sambil berkata " TAPI BOHONG" Hihihi.


Semua pun tertawa melihat tingkah fitri dan putri.

__ADS_1


Amara terdengar paling kencang suara tertawa nya, Ust ridwan pun tiba,


"Mari masuk" ucap nya,


"Kami pamit ya bu assalamualaikum" pamit bu puspa.


"Ia bu waalaikumsalam ,hati-hati di jalan ya"jawab bu haji.


Merekapun masuk ke dalam mobil.


"Put,jaga nenek dulu ya, " ucap ust ridwan kepada putri.


"Beres om, "jawab putri.


Ust ridwan pun masuk ke dalam mobil, merekapun berangkat ,tak lupa mereka berdoa sebelum pergi.


"Aku pikir kamu benar-benar mau ikut put?" tanya fitri serius,


"Kalau aku ikut nanti nenek sama siapa" jawab putri,


"Ya kan ada banyak santri lain" jawab fitri,


"Bilang saja kamu mau ikut jalan-jalan ya kan?" Jawab putri sambil masuk ke dalam rumah bu haji,


Fitri pun mengikutinya.


Hubungan fitri dan putri bisa di katakan dekat, sehingga setiap mereka celoteh satu sama lain, mereka tak ada yang tersinggung.


Itulah teman, pikir mereka.


"Oh ya nek, putri mau tanya, tadi nenek sempat bicara sama ibu nya annisa,kaya nya serius ? apa itu nek" tanya putri.


"Oh itu, nenek ingin annisa mengikuti tes seleksi beasiswa santri berprestasi, karena nenek melihat ada yang berbeda dengan annisa, dia mempunyai pontensi untuk lulus " jawab bu haji,


"Oh itu kirain putri, nenek mau menjodohkan annisa dengan om ridwan" jawab putri cengengesan,


"Mudah-mudah saja,jika ada jodohnya,kenapa tidak, nenek juga menyukai nisa" jawab bu haji berharap.


"Loh kan ust ridwan mau bu haji jodoh kan dengan saya" sahut fitri,


Merekapun tersenyum .


"Sudah ah ibu mau lanjutkan tadarus ibu ya, kalian jaga rumah " ucap bu haji meninggalkan mereka.


Di lain tempat,ukhti dina yang mendengar seluruh santri putri di sekitar nya membicarakan kedekatan annisa dan ust ridwan, merasa ingin marah, hatinya merasa panas setia mendengar nama nisa, tapi dia bisa menahan amarah nya, karena dia sadar ,amarah hanya akan membuat hatinya rusak.


"Asstagfirullah, kenapa aku harus merasa iri dengan kedekatan mereka" ucap nya sambil berwudhu.


Sementara di dalam mobil , bu puspa memulai perbincangan,


"Oh ya nak ridwan, boleh kan ibu bertanya?" ucap bu puspa,


"Ia bu ,ada apa?" jawab nya gugup,


" Umur nak ridwan berapa tahun? tanya nya,


"Oh itu , saya kira ibu mau tanya apa ,hihi,


Ya kelihatan nya saya umur berapa menurut ibu?" Jawab ust ridwan.


"Ibu lihat ,kamu masih muda" jawab bu puspa,

__ADS_1


Suasana pun mulai terasa hangat saat bu puspa memulai pembicaraan di dalam mobil.


bersambung


__ADS_2