Akhir Sujud Annisa

Akhir Sujud Annisa
Ladang kita


__ADS_3

Nisa dan bu sari pun tiba di tepi ladang,mereka berteduh di saung bilik bambu miliknya,


Bu sari pun membereskan makanan yang di bawanya untuk semua pekerja,orang yang bekerja di sawah dan ladang nya kurang lebih 16 orang, tapi kalau sedang masa panen tiba,entah panen padi atau jagung,pekerja nya akan tambah banyak lagi,Bu sari pun memanggil salah seorang pekerjanya,


"Bi Itoh,sini sebentar" panggil bu sari melambaikan tangannya kepada bi itoh


Bi Itoh pun berjalan menghampiri bu sari,dia pun membawa makanan manis yang di bawakan Bu sari untuk nya dan yang lain,mereka sangat senang kala Bu sari datang,karena tidak semua orang yang mempunyai sawah dan ladang,akan memberi pekerjanya makan,


Itu sebabnya para pegawai Bu ayu sangat setia bekerja di ladangnya,kebaikan dan ketulusan keluarga bu ayu,membuat mereka tidak ingin mengecewakan keluarga bi ayu,


Para pekerja pun berhenti sejenak untuk menyantap makanan yang di bawakan Bu sari untuk mereka,


Sementara itu,nisa dan bu sari jalan-jalan menyusuri ladangnya,nisa banyak bertanya tentang ladang dan sawah keluarganya,


Bu sari pun menceritakan,bahwa sawah dan ladang yang kini di garapnya,adalah peninggalan almarhum bapaknya,semasa hidup beliau dan bu ayu selalu mengurus ladang dan sawahnya bersama pak Hasan dan kawannya yang lain,


Namun setelah pak Suhendar tiada,Bu ayu tidak sanggup mengurus ladang dan sawahnya sendirian,sehingga dia menyuruh sari dan Fikri untuk mengurusnya,ladang mereka semakin maju setelah mas Fikri yang menggarapnya,kemampuannya dalam segi pemasaran,membuat hasil panen padi dan jagungnya selalu laku dengan harga yang cukup menguntungkan,dan karena berkat mas Fikri lah sampai sekarang,lebih dari untung yang di dapat,selalu dia bagikan kepada pegawainya sebagai bonus,dan terkadang mas Fikri pun selalu membagikan sebagian hasil panennya kepada tetangga dan anak yatim di sekitar rumahnya,


Tapi tak sedikit pula,ada pegawainya yang memanfaatkan kebaikannya dengan mengkhianati mas Fikri,namun mas Fikri tetap memaafkan orang yang telah mengkhianati nya,dan di antara nya adalah mas Broto,orang yang dulu sempat mengkhianati mas Fikri dengan cara menyelundupkan sebagian hasil panen jagungnya,Kimi dia menjadi kepercayaan Bu sari mengelola ladang jagungnya,karena Bu sari percaya,mas Broto kala itu hanya di suruh oleh lawan bapaknya,untuk membuat rugi ladang miliknya,dan sampai sekarang ladang mereka cukup maju dengan bantuan mas Broto,


Umurnya memang tidak jauh dari bapaknya sari,itu sebabnya,meskipun sari bisa di katakan majikan,namun sari selalu sopan kepada semua yang lebih tua darinya,termasuk mas Broto,


"Asslamualikum nak sari,"salam pak Broto,


"Waalaikumsalam pak,"jawab sari,

__ADS_1


Pak Broto pun memberi tahu,kalau masa panen akan segera tiba,sari pun banyak bertanya tentang apa saja yang harus di butuhkan,dan berapa orang yang akan membantunya,pak Broto pun menceritakan semua yang harus di butuhkan nya,dan siapa saja yang akan membantunya,


Nisa pun memperhatikan pembicaraan bude dan pak Broto tentang ladangnya,dalam hati,nisa sangat memuji budenya,karena setelah bapak dan suami nya tiada,dia mampu mengelola semua nya sendirian,


Karena nisa hidup di pedalaman,jadi nisa tidak asing lagi dengan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar ladang,nisa memetik dedaunan dan bunga-bunga kecil,untuk dia rangkai menjadi sebuah hiasan,setelah terkumpul,nisa duduk di bawah pohon kelapa untuk berteduh dan membuat sebuah Bandu yang cantik,



"Wah cantik sekali nak" ucap salah seorang ibu-ibu yang bekerja disana,


Nisa pun terkejut dengan pujiannya,dia berterimakasih dan memberikan bandu yang di buatnya tadi kepada ibu tersebut,


Bu sari pun melihat dari kejauhan,dia tersenyum melihat kemampuan nisa yang alami,Bu sari berharap yang terbaik untuk sepupunya itu,Bu sari pun berjalan mendekati nisa,


"Ajari bude bikin Bandu seperti itu dong nis"ucap bu sari pada nisa


"Ya,bude mau bikin buat mereka,lucu kan kalau amara pakai di atas jilbabnya?"tanya Bu sari,


"Cocok bude, nisa ajari ya"


Nisa pun mengajari budenya membuat Bandu yang di buat nisa,Bu sari ingin membuat bandu itu untuk kedua anak perempuannya di pondok,


Tapi setelah di pikir-pikir, Bu sari pun jadi dapat ide,membuat Bandu yang lucu seperti yang nisa buat untuk di produksi dan di pasarkan,lumayan buat nambah keuangan keluarganya,


Nisa pun mendukung ide budenya,karena nisa bisa membuat Bandu itu juga di ajari ibunya,

__ADS_1


"Bude tau gak?sebenarnya ibu loh yang sudah ajari nisa bikin Bandu ini" ucap nisa,


"Bude tidak heran kalau ibu kamu yang ajari,karena memang ibu kamu itu tangannya terampil,di tangan ibu kamu,sesuatu yang biasa bisa jadi luar biasa" jawab bude sari,sembari merangkai dedaunan dan bunga yang di kumpulkan nisa,


Dulu Puspa memang anak yang rajin,selain pintar,tangannya juga terampil membuat aneka hiasan dari bahan apapun,bahkan saat sekolah dulu,untuk menyambung bekal nya,dia menerima pesanan teman-temannya membuat aneka pas bunga,Bros dan lain-lain nya yang bisa di jual lagi.


"Jadi begitu ya bude,ternyata ibu mempunyai banyak bakat juga ya" ucap nisa,


"Oh ya nis,ibu kamu kan maksa bude mau bantu urus ladang buat isi waktu nya,bagaimana kalau kita suruh ibu kamu buat aneka hiasan yang bisa di jual lagi,jadi ibu kamu ada kegiatan,tanpa harus keluar rumah" ide Bu sari,


Nisa sangat setuju,karena itu lebih aman untuk ibunya,di kampung nya juga belum ada yang jasa membuat aneka hiasan,jadi Bu sari bisa manfaatkan bakat keterampilan kakaknya,Bu sari pun berharap kakaknya bisa menerima ide nya,dan setuju dengan niatnya.


.....................


Hari pun semakin terang,sebentar lagi masuk waktu duhur,Bu sari dan nisa bersiap kembali pulang ke rumahnya,karena takut terlalu siang,nanti ibunya cemas,


"Ayo nis,sebentar lagi duhur,kita pulang" ajak bu sari


Nisa pun menganggukkan kepalanya,dia pun tak lupa pamit kepada semua orang yang ada disana,dengan berpesan dirinya akan kembali lagi ke ladang besok,


Bu sari pun membawa wadah makanannya yang terasa ringan,setelah di bagikan kepada pegawainya,


"Pak,kami pamit ya,kalau ada apa-apa jangan sungkan,bilang saja" ucap bu sari pada pak Broto,


Pak Broto pun menganggukkan kepalanya, menuruti perkataan Bu sari,

__ADS_1


Dan akhirnya merekapun pulang kembali ke rumahnya,dengan membawa oleh-oleh berbagai ranting,dedaunan,dan bunga-bunga kecil untuk ibunya.


Bersambung


__ADS_2