
Nisa memang tidak biasa jauh dari ibunya,entah nanti dia akan sanggup atau tidak,berpisah dari ibunya,
Setiap hari mereka selalu bersama,maka tak heran jika Bu Puspa akan merasa kehilangan jika nisa jadi pergi meninggalkan dirinya untuk kuliah,
Nisa pun menyeka air mata ibunya yang mulai menetes,nisa coba menenangkan ibunya dengan semua ucapan nya,
"Ibu doakan saja nisa,semoga nisa bisa jadi anak yang berhasil,sukses,bisa buat ibu bangga" ucap nisa yakin dengan tekad membahagiakan ibunya,
Bu Puspa pun tersenyum,dan mengepal tangan anaknya,dia yakin dengan tekad yang di miliki nisa untuknya,Bu Puspa yakin,anaknya akan bisa membuat bangga dirinya,
"Ibu percaya kepadamu nak,jangan sia-siakan peluang ini ya" pesan Bude Puspa,
Nisa pun menganggukkan kepalanya dan memeluk ibunya lagi,suasana di kamar pun berganti haru,
Keesokan harinya,nisa bersiap menuju kantor desa, di temani bude nya,
Dia ingin menanyakan perihal KTP yang di buatnya kemarin,
"Ayo bude" ajak nisa bersemangat,
"Sebentar nak," jawab bu sari sambil masih beres-beres rumah,
Bu Puspa pun membantu adiknya membereskan bawaan untuk ke ladang,
Karena sepulang mengantar nisa ke kantor desa,mereka akan langsung pergi ke ladang jagung milik nya, nisa pun terus memanggil bude nya tak sabar ingin segera berangkat,
Bu sari pamit kepada kakak dan ibunya,begitupun dengan nisa,
"Bu sari berangkat ya,sari langsung ke ladang,insyallh sesudah duhur,sari sudah pulang " pamit Bu sari,
"Ia nak,hati-hati ya" jawab bu ayu,
Puspa tidak jadi ikut,karena Bu ayu melarangnya,padahal Puspa sangat ingin ikut ke ladang untuk membantu adiknya,Bu ayu khawatir akan kesehatan Puspa jika terlalu kelelahan,
Sepanjang jalan,nisa dan bu sari bercengkrama,mereka membicarakan tentang tes seleksi yang akan di ikuti nisa nanti,
Ternyata,dulu Bu sari pun juga sempat ikut tes seleksi,namun lulus di PTN yang jauh dari daerahnya, Bu sari lulus di PTN yang ada di kota Bali,sehingga pak Suhendar tidak mengijinkannya untuk mengambil beasiswanya,karena terlalu jauh,
Bu sari sempat memaksa agar pak Suhendar mengijinkannya, mengambil beasiswa itu,namun pak suhendar tetap tidak mengijinkannya,dan akhirnya Bu sari pun melanjutkan mondok nya di pesantren Manarul Huda, masih daerah yogya,
Jadi setidaknya Bu sari berpengalaman dalam dunia tes seleksi beasiswa,
"Oh ya nis,nanti saat kamu daftar seleksi,kamu harus teliti memilih lokasi PTN yang akan kamu tuju,karena itu berpengaruh loh,jangan sampai kejadian yang bude alami dulu,terjadi sama kamu" ucap bu sari,
Nisa pun bertanya,dan bu sari pun menceritakan tentang pengalamannya dulu saat mengikuti tes seleksi beasiswa masuk PTN, Bu sari menceritakan pengorbanan nya demi ingin lulus beasiswa,Bu sari sampai harus berjalan kaki keliling kota Bandung,karena saat itu Bu sari mendapat lokasi tes di kota Bandung,
Bu sari yang saat itu baru pertama kali menginjakan kaki di kota kembang,merasa bingung,mencari alamat lokasi tes,dan akhirnya,dia bertemu dengan mas Fikri,
__ADS_1
Ya,mas Fikri yang menjadi pelabuhan hatinya,bapak dari anak-anaknya,
Kali pertama Bu sari bertemu dengan mas fikri,saat itu Bu sari sedang kebingungan mencari alamat lokasi tes,padahal tes akan di mulai setengah jam lagi,Bu sari sempat pasrah karena tak kunjung menemukan lokasinya ,dan akhirnya dia menepi di suatu mushola kecil pinggir jalan,dia duduk termenung,dan mas Fikri pun menghampiri nya,
"Assalamualaikum, dik sari ya" tanya mas Fikri,
Bu sari merasa heran,kenapa dia tau namanya,padahal dia tidak mengenal laki-laki itu,Bu sari pun waspada,karena Bu sari takut,laki-laki yang memanggilnya berniat jahat padanya,
"Waalaikumsalam, apa kita saling kenal" tanya bu sari waspada,
"Ini dik,dompet dik sari jatuh,saya temukan di pinggir jalan sana" mas Fikri menunjuk jalan,tempat dia menemukan dompet sari,
Sari pikir laki-laki yang menghampirinya adalah orang jahat,tapi ternyata,sari salah sangka,dia pun menerima dompet nya,dan berterimakasih kepada laki-laki itu,
"Asstagfirullah,untunglah, terimakasih mas" ucap sari,
"Sama-sama"
Sari pun menanyakan alamat lokasi tes seleksi kepada pria itu,berharap dia tau dan mau membantunya,
"Mas,saya mau tanya,apa mas tau lokasi ini" sari memperlihatkan alamat lokasi yang dia tulis Kepada laki-laki itu,
Laki-laki itupun nampak menggaruk kepalanya,mengingat lokasi yang sari tunjukan,
"Ya saya tau,ini masih jauh dik," ucap nya,
Nisa melihat jam kecil di tangannya,yang menunjukan waktu tes akan segera di mulai,
Tentu saja sari tidak menolak,karena saat itu waktunya tidak memungkinkan untuk menolak bantuannya,
Sari pun menaiki motor laki-laki itu,
Sari tak banyak bicara,dia hanya fokus pada waktu yang sebentar lagi akan di mulai,
"Allhamdulillah kita sudah sampai" ucap laki-laki itu,
Nisa pun berucap syukur dan berterimakasih kepada laki-laki itu,karena sudah mengantarkan sari tepat pada waktu nya,dari belakang seseorang menyapa laki-laki itu,
"Assalamualaikum pak," salah seorang siswa tempat lokasi tes sari menyapa laki-laki itu,
"Waalaikumsalam ,"siswa nya pun menyalami laki-laki itu,
Kemudian siswa itupun berlalu,sari pun baru menyadari,ternyata laki-laki itu adalah salah seorang guru di sekolah tempat sari akan tes seleksi,
Sari pun bergegas ke ruang tes,akhirnya diapun menemukan ruangan nya dan duduk paling depan,
Tes pun di mulai,dan ternyata pengawas nya adalah laki-laki yang mengantar dirinya tadi,
__ADS_1
"Muhammad Fikri Abdillah"
Tertera jelas nama nya di atas saku baju laki-laki itu,
Sari pun terkejut,ternyata laki-laki yang mengantar dan menolongnya adalah seorang guru di sekolah itu, sari pun tertunduk malu,
"Ya ampun,ternyata laki-laki itu adalah guru disini" ucap sari dalam hati,
Tes pun dimulai,dengan cepat dan teliti sari menyelesaikan tes nya,sampai bel pun berbunyi,pertanda waktu mengerjakan tes habis, peserta harus meninggalkan lembar jawaban nya di atas meja,
Sari pun keluar dari ruangan nya,
(Rasanya tadi aku tidak sopan memanggil guru itu dengan panggilan mas) pikir sari di luar ruangan,
Pak Fikri pun keluar dari ruangan dengan membawa lembar jawaban peserta tes seleksi,sari yang melihat ingin meminta maaf,karena tidak sopan memanggilnya mas tadi,
"Assalamualaikum pak," salam sari,
Pak Fikri pun menjawab salam sari,dia bertanya kenapa,
"Sebelumnya saya minta maaf,Karena lancang sudah memanggil bapak dengan panggilan mas tadi,saya tidak tau kalau bapak ternyata ..."
Ucapan sari terhenti,karena pak Fikri langsung menepis nya,
"Tidak apa dik,panggil mas juga tidak apa-apa" jawab pak Fikri tersenyum,
Keduanya pun berbincang saling memperkenalkan diri,sari menceritakan tentang dirinya yang berasal dari yogya,dia sendiri ke Bandung untuk mengikuti tes beasiswa, sari tidur di salah satu pondok yang ada di Bandung,namun tempatnya jauh dari lokasi tes nya,
Mereka pun semakin akrab dan dekat, sampai hari tes terkahir pun tiba,sari berharap dirinya akan lulus di PTN yang dia inginkan,
Seminggu kemudian pengumuman kelulusan pun keluar,dan ternyata allhamdulillah sari lulus,hanya saja,sari lulus di PTN Bali,
Betapa terkejutnya sari melihat hasil tesnya yang menyatakan lulus,
(Pasti bapak dan ibu akan bangga) harap sari dengan hasil nya,
Sepulang dari Bandung,sari menyampaikan hasil tes nya kepada kedua orangtuanya,dan ternyata,harapan sari harus pupus,kerena pak Suhendar tidak mengijinkan dirinya untuk pergi kuliah ke Bali,
Betapa hancurnya hati sari saat itu.
.........
"Oh jadi pertemuan bude dan paman itu yah?" Nisa menggoda Bu sari dengan cerita tentang mas Fikri kepadanya,
Sari pun tersenyum mengingat almarhum suaminya,
"Ya bude ingatkan ya,pkok nya nanti kamu harus teliti memilih PTN yang akan kamu tuju,sebisa mungkin yang daerah sini lah,jangan jauh-jauh" pesan Bu sari.
__ADS_1
Nisa pun mengerti dengan apa yang bude nya bicarakan,
Bersambung