
Bu ayu merasa,niat nisa mencari keberadaan ayahnya memang di rasa benar, karena mau bagaimanapun baik buruk nya pria itu,dia tetap ayah nya nisa,
Bu ayu pun berpikir, bagaimana jika anaknya (Puspa)sampai mengetahui hal ini,apakah anaknya akan menyetujui?
Mereka kembali berbincang ke hal yang lain,
Sari pun tiba,dari ladang nya, dia terlihat sangat kelelahan karena harus berjalan jauh,dengan terik matahari yang begitu panas,
Sari duduk menyender di luar sisi tembok rumahnya,menikmati sejuknya angin desa yang bertiup kencang ,menghilangkan kelelahan dan kepanasan terik matahari yang menerjangnya.
Bu ayu mendekatinya dan bertanya tentang keadaan ladangnya,
"Kamu lelah nak?" Tanya Bu ayu,
"Ia bu, cuaca sangat terik sekali,kasihan juga tadi yang kerja di ladang,mereka sangat kelelahan dan kepanasan," jawab sari,
"Biar nanti kita tambahkan lagi upah mereka," ucap bu ayu,
"Ia bu,kasihan mereka" jawab bu sari,
Keluarga bu ayu terkenal sangat baik kepada orang-orang yang bekerja di ladangnya,
Kalau sedang masa panen,dengan hasil yang melimpah,Bu ayu tak lupa memberi zakatnya kepada semua pegawai nya terlebih dahulu,kemudian Bu ayu selalu membagi sebagian hasil nya lagi kepada tetangga mereka ,dan infaq untuk beberapa masjid di kampungnya,
Itu sebabnya Rizki keluarga bu ayu begitu berkah dan melimpah, tak pernah mereka kekurangan sedikitpun,meski penghasilan mereka terlihat pas-pasan, mereka selalu mensyukuri apa yang mereka terima.
Saat bu ayu hendak menceritakan sesuatu kepada sari tentang nisa, nek imah pamit untuk pulang,
"Saya pamit ya bu, assalamualaikum" salam nek imah,
"Ia bi,hati-hati ya" Bu ayu dan sari menjawab salam nek imah,
Bu sari menanyakan,kenapa nek imah ada di rumah nya,
Bu ayu pun menceritakan semua yang nek imah ceritakan tadi kepadanya,tentang nisa yang di ganggu sekelompok pria saat hendak ke rumah nek imah,dan pak Anjar menolong nya,
Bu ayu pun menceritakan tentang obrolan nisa dan pak Anjar,tentang niatan nisa untuk mencari ayah kandung nya.
Bu sari nampak tak terkejut dengan semua yang ibunya ceritakan, karena dia pun tau dengan niatan nisa untuk mencari ayahnya,
Namun bu sari sangat terkejut dengan berita nisa di ganggu sekelompok pria, dia sangat cemas dan khawatir,
"Lalu bagaimana nisa sekarang bu?" Tanya sari
"Dia sedang menemani ibunya istirahat di kamarnya" jawab bu ayu
Bu sari berpikir,bagaimana caranya mengalihkan niatan nisa agar tidak terlalu memikirkan cara mencari ayahnya,
Karena Bu sari tidak setuju,dengan niatan nisa untuk mencari ayahnya,Bu sari sangat benci dengan laki-laki yang telah menodai kehormatan kakaknya, sumber penderitaan kakaknya,itu sebab nya Bu sari tidak ingin nisa mencari ayahnya,
Berbalik dengan Bu ayu,yang setuju,jika nisa mencari ayahnya,karena Bu ayu paham, nisa adalah wanita, jika suatu hari nanti dia akan menikah,selagi ayahnya masih hidup,maka wali nikah nya harus oleh ayah kandungnya,
__ADS_1
"Bu,kenapa nisa tidak kita kuliah kan saja, nisa anak yang pandai loh, bahkan Bu haji siti ingin sekali nisa bisa kuliah" saran sari pada ibunya, agar nisa tidak terlalu memikirkan ayahnya.
"Itu saran yang bagus juga,nanti kita bicarakan lagi dengan nisa dan mbak mu nya langsung ya" jawab bu ayu.
Mereka pun duduk kembali di teras depan nya,menikmati semilir angin siang,
Di dalam kamar, Bu Puspa dan nisa sedang asik bercanda,membicarakan tentang kerinduannya akan kampung kecil kelahirannya,
"Apa kabar dengan kakek kodir ya Bu,nisa jadi rindu"ucap nisa,
"Ibu juga khawatir dengan kakek kodir,mudah-mudahan saja dia baik-baik saja," jawab bu Puspa berharap, keadaan kampung kecil dan kakek nya sehat-sehat di sana,
"Oh ya Bu,tadi nisa bertemu dengan pak Anjar" ucap nisa,
Nisa sengaja membicarakan pak Anjar kepada ibunya, nisa ingin memancing ibunya,untuk menceritakan masa remaja nya dengan pak anjar,
"Ternyata,pak Anjar itu orangnya baik ya Bu" lanjut nisa,
Bu Puspa pun tertunduk,dia teringat akan masa lalu nya dengan temannya (pak Anjar),
Puspa ingat saat Anjar mengejar cinta Puspa,sampai rela berpisah dengan ayahnya hanya untuk mendekati dan mengejar cintanya,
Namun,karena fokus dengan cita-cita Puspa,dia tidak menerima cinta Anjar, Puspa sangat ingin membuat keluarga nya bangga,tanpa harus memikirkan percintaan,kala itu,
Meskipun sudah beberapa kali cinta Anjar di tolak oleh puspa,dia tidak menyerah,dia terus mendekati Puspa,dan setia menjadi sahabatnya,
Sahabat yang selalu ada kala suka dan duka,
Sempat hubungan mereka dekat dan hampir jadian,namun kala itu pak Joko (ayah Anjar)sangat menentang hubungan keduanya,
Keduanya kerap konflik,perkara keputusan untuk warga-warga nya dulu, padahal pak Suhendar dan pak Joko dulunya teman akrab,namun saat pak Suhendar di angkat sebagi sesepuh di kampungnya, saat itu hubungan keduanya menjadi renggang,
Saat hubungan pak Anjar dan puspa semakin dekat, pak Anjar sempat melawan keputusan ayahnya untuk meninggalkan dan menjauhi Puspa,
Anjar sangat mencintai Puspa,itu sebabnya dia melawan keputusan ayahnya.
Hingga saat ini,perasaan Anjar kepada puspa,mungkin masih sama seperti dahulu,
Bu Puspa tersadar dari ingatannya,
"Ya pak Anjar memang orang yang baik nak" jawab bu puspa pada nisa
"Nisa sangat menyukai ketulusan pak Anjar,saat menolong kita Bu" ucapnya lagi.
Dari belakang,sari mengejutkan bisa dan bu Puspa,
"Hayo kalian sedang bicarakan apa?" Tanya sari,
"Kamu dik,mengagetkan saja,ini nisa sedang bicarakan pak Anjar" jawab bu Puspa,
"Bukannya,pak Anjar mantan terindah mbak ya?" Jawab bu sari mengusili kakaknya,
__ADS_1
"Apaan sih kamu,enggak"Bu Puspa mengelak,
Nisa pun tersenyum,melihat ibunya tersipu malu di goda budenya,
Tapi nisa tidak tahu,kalau pak Anjar sempat dekat dengan ibunya dulu,nisa mengira bude nya hanya bercanda kepada ibunya.
"Oh ya nis,apa kamu sudah pikirkan yang bude bicarakan tadi?" Tanya Bu sari pada nisa,
"Pikirkan tentang apa bude" nisa balik tanya,
"Itu loh,tentang lanjut sekolah kamu?" Bu sari mengingatkan,
Nisa pun mengingat perkataan bude na pagi tadi,tentang menyuruhnya untuk melanjutkan studi nya,
Nisa pun tertunduk,bingung harus menjawab apa,
Sebenarnya,nisa juga memang ingin melanjutkan sekolahnya,
Tapi,itu dia, nisa tidak mau merepotkan orang lain dari segi pembiayaan nya,
"Nisa tidak tau bude"jawab nisa masih ragu,
"Ini saran bude ya,
Tadi bude dan nenekmu sudah bicara,sebaiknya kamu lanjutkan sekolah kamu, kamu jangan pikirkan Masalah biaya sekolahmu,kamu fokus saja dengan cita-citamu,kamu itu pandai loh,sayang kalau tidak di kembangkan" saran bu sari,
Bu Puspa yang sedari tadi mendengarkan, menyukai saran adiknya,dia setuju dengan saran adiknya untuk nisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang universitas, karena bagaimanapun,nisa berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik dari dirinya,
"Mbak setuju kan?"tanya Bu sari pada kakaknya,
Bu Puspa pun mengangguk,setuju.
"Saran bude mu itu benar loh nak, kamu jangan khawatirkan masalah biaya nya,insyallah ibu mampu kok" ucap bu Puspa,
"Tapi Bu" ucap nisa tertahan,
(Andai ibu tahu,kalau nisa sangat ingin mencari ayah nisa) dalam hati nya,
"Nanti malam,kamu solat istikharah lah,minta petunjuk pada Allah,apa yang terbaik bagi kamu ya" jawab bu Puspa menenangkan hati Nisa,
"Baiklah Bu,"nisa pun keluar dari kamar ibunya,
Nisa duduk termenung di luar teras rumah, dia memikirkan ucapan ibu dan saran budenya,
Dalam hati nisa,
Dia juga ingin membuat bangga ibunya,tapi dia juga ingin mencari ayahnya,
(Apa aku harus minta saran kepada pak Anjar).
Bersambung
__ADS_1
Assalamualaikum sahabat Annisa,
Jangan lupa vote like dan koment nya ya ☺️🙏🏻