Aksara Mila

Aksara Mila
Aku, Kamu, Dia dan Mereka


__ADS_3

Sudah 20 menit berlalu tapi Mila tak kunjung kembali juga ke kelas.


Membuat Seno bertanya-tanya. "Ssssstttt, Ssssttttttt. Yana! Yan." Panggil Seno dengan setengah berbisik. Tempat duduknya tepat di belakang Yana.


"Haa, apaaa?" jawab Yana yang sedang asik tertidur di mejanya.


"Mila mana? ke kamar mandi lama amat?" Tanya Seno gelisah. Dia tak bisa mengerjakan soal-soalnya.


"Sakit perut kali." Sautnya dengan ketus. Yana kesal tidurnya diganggu oleh ocehan Seno.


"Check sonooo,,,!" Perintahnya dengan menarik baju belakang Yana.


"Gue laki, Nyet! Ya kali masuk ke toilet cewek." Teriak Yana yang makin kesal dengan ocehan Seno yang makin berisik.


Merasa terganggu dengan suara berisik Seno dan Yana. Bu Yanti menegur mereka. "Seno, kamu sudah selesai?"


"Aaaa anu, Bu. Belum, Bu." Seno menggaruk kepalanya bingung.


"Lalu kenapa gelisah dan berisik sekali? Ada yang kesulitan?" Tanya Bu Yanti.


"Ah engga kok, Bu." Seno pura-pura kembali mengerjakan tugasnya.


"Lalu ada apa? Kamu mau ke toilet?" Tanyanya lagi.


Ketika Seno ingin menjawab, Iya. Tangan Bian sudah mengacung lebih dulu.


"Saya, Bu. Saya yang mau izin ke toilet." Bian bangkit dari tempat duduknya.


"Ya sudah, silahkan. Jangan di tahan." Bu Yanti mempersilahkannya untuk pergi ke toilet.


"Lah, kok jadi dia sih?" gerutu Seno. Dia kesal melihat Bian main nyerobot begitu saja.


"Tadi Ibu tawarkan kamu tidak mau, Seno?" Mendengar Seno ngedumel kesal sendiri di belakang.


"Ih bukan ke Ibu kok ngomongnya." Katanya mengelak.


"Lalu ke siapa?"


"Yana, Bu. Yana." Seno melempar alasannya pada Yana.


Mendengar temannya membuat gaduh kelas. Yana menaruh kepalanya di meja. Mengisyaratkan pada Seno untuk tidur saja. Daripada dia membuat kelas menjadi berisik. Ya itulah contoh kecil dari Seno. Si pembuat gaduh kelas karna ocehannya yang kadang tak penting. Selalu kena hukuman karna mulutnya yang berisik bak kenalpot racing.


Di luar kelas Bian mencari Mila. Dia bergegas ke toilet cewek yang letaknya bersebrangan dengan toilet cowok. Bian sengaja menunggu Mila di depan pintu lalu dengan tak sengaja mendengar isak tangisnya. Tak selang beberapa lama. Mila keluar dari toilet sambil menyeka air matanya. Mila tak menyadari, jika ada yang menunggunya di depan pintu. Bian memegang lengan Mila dan membuatnya terkejut. Bian ingin menanyakan padanya, apakah dia baik-baik saja? Tapi sebelum dia berucap. Mila langsung melepaskan tangannya dan pergi kembali ke kelas. Bian terheran dengan sikap Mila yang tiba-tiba acuh padanya. Mengapa dia tiba-tiba mendadak cuek dan menghindarinya?


"Sudah, Mila?" Tanya Bu Yanti. Saat melihat Mila sudah kembali sehabis dari toilet.


Mila mengangguk mengiyakan perkataannya sambil berjalan ke tempat duduknya. Dia tak menjawab karna tak ingin teman-temannya mendengar suaranya yang sehabis menangis.


"Ke toilet apa ke pasar? Lama banget!" sindir Cila memancing emosinya. Dia adalah Ketua Genk Kampak sebutan dari Mila.


"Iya. Abis beli CABE!" balas Mila menohok.


Lalu anak-anak tertawa mendengar celotehan Mila yang balik menyindir keras Cila.


"Sudah-sudah jangan berisik. Shila dan Mila jaga ucapannya." Tegur Bu Yanti pada mereka berdua.


Cila adalah musuh bebuyutan Mila. Mereka sering berseteru, dan beradu argumen. Tapi ya gak sampe jambak-jambakan sih. Tepatnya belum. Cila adalah Ketua Genk AxePink. Dia menyebut dirinya paling cantik dan cute di kelas. Padahal tetot,,,!


Ada 5 personil Genk Axepink. Mereka adalah Ayana, Netha, Diana, Aqila, dan Cila. Sebenernya nama aslinya itu Shila tapi karna emang ngarep di bilang imut dia menyebutnya Cila . Padahal bagusan juga nama aslinya kan?


Oke gue kenalin sedikit tentang pribadi mereka.

__ADS_1


Ayana, dia yang paling gak banyak bicara di antara teman-temannya. Penurut sekaligus pesuruh mereka dan paling sering di korbankan.


Netha, tangan kanannya Cila. Selalu ingin bersaing dengannya soal berat badan yang ideal. Selalu tampil modis dan sexy. Dia paling setia dengan Cila. Kemana Cila pergi pasti ada dia dan selalu menjadi support sistemnya.


Diana, tangan kirinya Cila. Si manusia kompor yang selalu menciptakan percikan api pada teman-temannya. Informan merangkap tukang gosip.


Aqila, panggilannya Qila. Yang paling dekat dengan Ayana. Gak banyak bicara persis seperti Aya. Tapi banyak pacar iya. Diam-diam tapi busuk juga hatinya. Serigala berbulu domba. Ya tepatnya seperti itu.


Nah ini si ketua genx mereka.


Shila, biasa di panggil Cila. Biang kerok dari segala masalah yang ada di kelas. Si ketua yang selalu tampil cetar. Dia anak tajir, modis dan juga royal. Gak mau kalah saing dengan siapapun. Tidak suka pengkhianat. Jika ada yang melakukannya, apalagi teman dekatnya sendiri. Dia tak segan-segan untuk langsung mendepaknya detik itu juga.


Bel istirahat berbunyi dan pelajaran pun berakhir. Seluruh anak-anak berhamburan keluar kelas dan memadatkan kantin sekolah. Menyerbu warung mie ayam dan bakso. Hanya Mila yang tidak meninggalkan kelas. Dia berdiam diri di kelas memendamkan kepalanya di atas meja. Yana mengajaknya untuk keluar sekolah tapi dia menolak dengan alasan nanti menyusul. Mila enggan untuk beranjak kemana pun. Dia hanya ingin tidur agar suasana hatinya membaik dan moodnya kembali.


Di kantin Cila dan teman-temannya berkumpul membicarakan Mila.


"Cil, tadi lu liat gak sih matanya si Mila?" Diana memulai pembicaraan saat mereka sedang asik makan.


"Engga, ngapain banget! Kerajinan, lihatin mata dia. Iyuwh,,,,,!" katanya dengan menunjukkan mimik wajah jijik.


"Serius, Cil. Tadi tuh gue liat, kek sembab-sembab gitu matanya. Kaya abis nangis deh." Diana makin serius dengan obrolannya.


"Masa?" Cila berhenti makan. Dia mulai terpancing dengan ucapan Diana. "Ihhhh tau ahhh! Mau makan ajaaa. Bahas itu nanti, okeeee." Cila mengabaikan hal itu dan lanjut makan dengan lahap.


"Lu gak diet?" tanya Netha yang heran melihat Cila tidak diet hari ini.


"Gak ah, bosen!" jawabnya dengan mulut penuh makanan.


Lalu mereka tertawa melihat Cila yang hari ini absen dengan dietnya. Biasanya Cila hanya memakan sepotong roti dan juga yogurt. Mungkin efek dijemur di lapangan tadi. Di tambah lagi dengan tugas-tugas yang menumpuk. Jadi nafsu makannya memuncak dan mengaku kalah pada perutnya kali ini.


Di warung tongkrongan.


"Eh, Bi! Lu kok tadi maen nyerobot aja sih. Udah tahu gue mau ke toilet duluan." kata Seno kesal.


"Yang kebeletkan bukan lu doang." jawabnya dengan santai.


"Yeeeeeee! Selow dong lu,,,!" suara Seno makin ngegas.


"Lah yang ngegas juga elu." Bian sedikit terpancing emosinya.


"Udahlah, Sen. Gak usah diributin. Gituan doang." lerai Yana.


Bian mengurungkan niatnya untuk duduk. Dia langsung meninggalkan tongkrongan dan kembali ke dalam sekolah. Sebelum kembali ke kelas, dia mampir ke kantin untuk membeli minuman matcha kesukaan Mila. Bian juga mencarinya di kantin tapi tidak terlihat. Setelah mendapatkan minumannya, dia bergegas ke kelas untuk memberikan itu pada Mila. Sebagai permintaan maafnya karna tak mengangkat teleponnya semalam. Tapi ternyata di dalam kelas Mila tidak sendiri. Sudah ada Tian yang menghampirinya lebih dulu.


"Mil, bangun. Milaaaa." Tian menggoyang-goyangkan tubuh Mila.


"Apaan sih, Tiannnn? Ganggu deh ah. Ngantukkkkkk!" kata Mila dengan mata yang terpejam.


"Bangun. Ini minum dulu." paksa Tian padanya. Lalu menyodorkan minuman yang dibawanya.


Mila pun bangun dari tidurnya dan senyumnya langsung mengambang di bibirnya. "Thanks, Tiannnn. Tahu aja balikin mood gue." Mila menerima minuman yang Tian berikan.


Dibalik tembok depan kelas, Bian mendengarkan percakapan mereka berdua dengan hati kesal. Dia tak berhasil memberikan minumannya lebih dulu dari Tian. Sampai-sampai tangannya meremas gemas botol minuman itu. Arsya yang melihat sahabatnya melamun di depan kelas menegurnya.


"Lah lu kenapa, Bi? Bukannya diminum malah dipegangin doang. Sini buat gue." tegur Arsya.


Arsya adalah satu-satunya teman Bian di sekolah. Sebenarnya Bian juga dekat dengan Mila tapi dia lebih dari teman baginya. Mereka dekat sejak Bian menjadi Osis dan Mila bendaharanya. Tapi saat itu Bian tak fokus pada perasaannya karna kesibukan di Osis. Padahal Mila juga punya perasaan yang sama denganya. Tapi mereka saling diam dan tak menggubris hal itu. Akhirnya Mila tak terlalu memikirkan perasaannya terlalu mendalam. Namun perasaan itu masih ada sampai sekarang di hati keduanya. Ditambah sekarang mereka juga sekelas.


Bian memberikan minumannya pada Arsya dan langsung pergi. "Lu mau kemana Bi?" teriak Arsya. Bian pergi meninggalkannya tanpa berucap apa-apa. Arsya hanya menggeleng bingung. Dia pun masuk ke dalam kelas dan menyapa Mila. "Hallo Mila, are you okey?"


"I'am good, Sya." sapa balik Mila pada Arsya.

__ADS_1


"Ih kita samaan minumannya. Kamu coklat aku matcha," Arsya menunjukkan minumannya.


"Tumben minum gituan?" tanya Mila heran.


"Ini dari Bian. Tadi dikasih di depan pintu," menunjuk keluar kelas.


Mila mengerutkan dahinya. Menelaah keadaan dan menyadarinya. Jika, Bian telah mendengar perbincangan dia dengan Tian. Lalu salah sangka dan mengira, Bian cemburu dengan Tian. Mila tersungkur lesu lagi di mejanya. Tubuhnya lemas seketika. Pikiranya sudah aneh-aneh lagi saja. Kenapa hari ini begitu menyebalkan baginya?


"Yah, Mil. Diminum kali, masa tidur lagi?" Tian kecewa melihatnya tersungkur lagi di meja.


Yana dan yang lain masuk lagi ke dalam sekolah. Seno masih kepikiran dengan apa yang terjadi dengan Mila di toilet. Seno mendengar Mila menangis di sana dari adik kelasnya yang sedang dekat dengannya. Seno pun menceritakannya pada Yana.


"Yan, Mila kenapa sih? Kayanya hari ini jutek banget! Gak asik lah sumpah deh kalo dia kaya gitu. Terus katanya juga di nangis tadi di toilet."


Yana heran dengan ucapan Seno yang bilang dia nangis di toilet. "Belom cerita dia. Nanti juga baik lagi. Udah biarin dulu aja. Lagi ada masalah sama nyokapnya mungkin. Lu tau darimana dia tadi nangis?" katanya penasaran.


"Yah palingan juga dari korban gombalannya, Yan." saut Wahyu dengan mulut yang asik mengunyah cemilan.


Seno meremas mulut Wahyu dan merebut cemilannya. Amar hanya tertawa melihat kucing dan tikus itu. Sampainya mereka di kelas, Seno langsung menghampiri Mila. Dan melihat Tian yang sudah duduk di hadapan Mila.


"Buset, Tian. Lu gercap banget sih. Udah duluan aja. Pantes tadi langsung kabur. Taunya udah disini aja." teriak Seno dan langsung duduk di samping Mila. "Milaaa. Milaaa,,," panggil Seno dengan manja.


"Lu kenapa ganggu banget sih Sen?" merasa terganggu dengan suara Seno. Lantas dia bangun dari tidurnya dan pergi. Mila berencana pergi ke perpustakaan agar tidak ada yang mengganggu tidurnya.


"Ya ampun, Mil. Masih galak aja. Mila, mau kemanaaaa?" melihat Mila pergi dari kelas.


"Lu sih, Sen! Gangguin aja heran. Di bilang biarin aja dulu." kata Yana.


Tian pasrah melihat Mila pergi dan tak berniat mengejarnya. Tian pikir Mila tak ingin diganggu saat ini. Saat Mila hendak ke perpustakaan. Dia melihat Bian yang sedang berbicara dengan Qila. Salah satu personil genx kampak yang juga menyukai Bian. Mila menghentikan langkahnya dan sedikit menguping pembicaraan mereka. Sepertinya mereka cukup akrab. Mereka serius membicarakan tugas yang diberikan Pak Hamzah. Qila bertanya tentang yang tak dia mengerti pada Bian.


"Makasih ya, Bian. Nanti coba aku pelajarin ulang. Kalo gitu aku duluan ya," Qila melambaikan tanganya.


"Oke," katanya, singkat. Tak membalas lambaian tangan Qila.


Melihat Mila dihadapannya membuat Qila menyapanya. Tapi Mila tak balik menyapanya, malahan langsung membalikkan badannya. Dia tau pasti Mila telah cemburu padanya karna melihat Bian yang dekat juga dengan dirinya. Tanpa Mila mengetahui hal itu sebelumnya. Qila sengaja mendekati Bian hanya untuk main-main saja. Sekaligus untuk dapat membantunya saat dia tak mengerti tentang tugas-tugas sekolah. Ya bisa di bilang manfaatin otaknya Bian aja.


Sekarang Mila yang gantian salah sangka dengan Qila dan Bian. Hmm,, sepertinya sudah ada bumbu-bumbu percintaan segiempat nih. Bian yang mendengar Qila memanggil Mila. Segera berpaling, tapi Mila sudah keburu pergi dengan cepat masuk ke kelas. Sekarang gantian dia yang heran. Mengapa Mila kabur saat melihat dia berdua dengan Qila? Apakah Mila cemburu?


Bel masuk berbunyi dan pelajaran berlanjut. Suasana sekolah menuju siang hari cukup hening. Saat anak-anak sudah masuk dalam kelas dan menerima pelajaran. Terik matahari bersaing dengan angin yang berhembus kencang dan menyapa dengan ramah. Ada yang mulai mengantuk karna kekenyangan makan. Ada yang juga asik ngobrol dengan teman sebangkunya dan mengabaikan guru yang sedang mengajar di depan. Ada juga yang melamun karna memikirkan sesuatu. Seperti Mila yang sedang melamun dengan menatap kosong kearah jendela. Sambil bertanya di dalam hatinya. Ada kedekatan apa Bian dan Asty? Apakah ada hubungan yang serius antara mereka berdua? Atau hanya ketakutannya saja?


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Bel pulang sekolah pun berdering. Anak-anak membubarkan diri dari kelas untuk pulang. Mila masih dalam diamnya. Sepulang sekolah dia biasanya pulang bersama dengan Yana. Pokoknya dimana ada Mila di situ pasti ada Yana. Mereka terpisah hanya saat di rumah saja. Ya karna jelas mereka beda rumah. Dan saat mereka sedang bertengkar. Itu pasti karna mereka sedang berbeda pendapat atau Mila yang sedang ngambek pada Yana karna suatu hal.


Yana menjaga Mila layaknya adik dan kakak. Keluarga mereka juga saling mengenal baik karna kebetulan mereka bertetangga. Cuma beda satu komplek saja. Kedekatan mereka makin dekat karna Mila dan Yana, yang kebetulan satu sekolah di SMA yang sama. Orangtua Yana sering menitipkan Yana dan Yuna pada orangtua Mila jika mereka harus pergi untuk bekerja di luar kota. Orangtua Yana, mereka pekerja yang sangat sibuk. Jadi sering meninggalkan mereka berdua untuk waktu yang cukup lama.


Kedekatan Yana dan Mila terkadang membuat teman-temannya mengira mereka berpacaran. Tapi nyatanya tidak. Menaruh perasaan pada satu sama lainnya saja tidak. Mereka murni hanya bersahabat saja. Jika ada yang mendekati Mila, harus bisa dekat juga dengan Yana. Ya karna pendapat Yana akan selalu didengar oleh Mila. Salah satunya adalah Tian. Dia sekarang cukup dekat dengan Mila karna usulan dari Yana. Yana mempercayakannya untuk menjaga Mila, jika dia tidak masuk sekolah.


Pernah suatu ketika Yana tidak masuk ke sekolah karena sakit. Mila dan Cila berseteru. Cila melabrak Mila karna cowo yang di taksirnya mendekati Mila. Padahal cowo itu hanya menolong Mila karna bukunya jatuh karna tertabrak olehnya. Lalu dia menolong Mila untuk membawakan bukunya. Itu pun Mila menolak bantuannya. Pada saat kejadian itu Cila melihatnya dan membuatnya salah paham. Cila langsung melabrak Mila dan bilang kalau Mila sok kecentilan karna godain gebetannya.


Dari situlah awal mula mereka menjadi musuh bebuyutan. Mila tak terima dengan sikap Cila yang main kasar. Bahkan dia hampir menyiram Mila dengan air mineral. Untungnya terselamatkan oleh Tian yang tak sengaja lewat di depan mereka. Tian langsung melindungi Mila dan akhirnya dialah yang terkena siraman air itu. Padahal cowo itu juga baru gebetannya belum fix pacaran. Itulah kelakuan Cila yang tak masuk akal bagi Mila.


Lalu keesokan harinya Yana menegur Cila. Namun Cila makin mengolok-olok Mila dan bilang kalau dia payah karna tukang ngadu dan beraninya bawa bodyguard. Itu makin membuat Mila kesal dan geram padanya. Yah seperti itulah resenya Cila. Setelah kejadian itu, Mila meminta Yana untuk tidak ikut campur. Urusan dia dan Cila biarkan menjadi urusannya karna itu masalah cewek sama cewek. Jika ribut pun, parah-parahnya ya paling cuma jambak-jambakan aja. Yana pun berjanji untuk tidak ikut campur lagi masalah mereka. Dia juga tau Mila pasti bisa menyelesaikannya sendiri.


Kedekatan Tian dan Mila saat ini masih sebatas mengagumi dalam diam. Dia masih belum berani untuk mengutarakan perasaannya langsung pada Mila. Dia takut kalau itu bertepuk sebelah tangan karna dia juga tau tentang kedekatan Mila dengan Bian. Yang mana sekarang Mila juga mulai memperlihatkan lagi ketertarikannya pada Bian. Tapi sepertinya ada penghalang juga antara Bian dan Mila yaitu Qila. Jadi pada siapakah mereka akhirnya?


Apakah Tian dan Mila ?


Atau Mila dan Bian ?


Atau juga Bian dan Qila ?


Atau bisa juga Qila dan Tian ?

__ADS_1


__ADS_2