
"eum..jun.!" panggil bintang membuka pembicaraan. "kita mau kemana?" dia bingung sebenarnya juna akan membawanya kemana.
"ke kafe gimana?" jawab juna
"kafe.! tapi aku baru aja makan gak mungkin aku harus makan lagi" ucap nya.
"kalau begitu kita ke bioskop saja bagaimana?" ajak juna secara random.
"dengan pakaian kamu yang seperti ini?" celetuk bintang menatap juna.
"eum..tenang saja aku punya baju ganti atau aku bisa membelinya dulu" juna terlihat sangat santai.
"dulu saat di luar negeri kita juga sering pergi ke bioskop, kamu masih ingat kan?" tiba-tiba juna membicarakan masa lalu mereka.
Bintang hanya tersenyum masam menanggapinya. "iya" sahut nya singkat.
Juna telah mengganti jas nya dengan jaket boomber namun dia lupa tidak membawa sepatu ganti. akhirnya dia mengajak bintang untuk mampir ke sebuah store untuk membeli sepatu sebelum mereka pergi ke bioskop.
"aku rasa gak masalah kalau kamu pakai sepatu itu.!" ungkap bintang sambil berjalan dan menatap sepatu juna.
"oh ya.! tapi aku merasa ini sangat aneh dan gak sesuai" balas juna.
Bintang terkekeh melihat tingkah juna yang berhenti sejenak lalu memutar badan nya.
"kamu itu memang gak pernah berubah dari dulu selalu saja detail dalam urusan penampilan" celetuk bintang. tanpa sadar juna menatap nya sambil tersenyum.
__ADS_1
"kamu mau beli di store mana?" tanya bintang
sedangkan juna sedang melihat-lihat.
"bagaimana kalau kesitu saja.!" ucap mereka bersamaan sambil menunjuk store dengan brand ternama. lalu mereka tersenyum bersama.
kini juna sedang melihat-lihat sepatu.
"kamu mau ambil yang itu?" tanya bintang saat juna memandangi satu model sepatu.
"sepertinya model ini cocok buatku.!" balas juna sambil melihat detail sepatu itu.
"yaudah ambil aja itu size berapa kamu kan pakai size 42" ucap bintang sambil mengambil satu lagi pasangan dari sepatu itu. juna hanya tersenyum menatap bintang. bagaimana tidak
setelah selesai berbelanja. akhirnya kini mereka sudah duduk di dalam studio. sambil menunggu film nya mulai. Bintang memilih menonton genre horror karena dia tidak suka drama/romance. sedangkan juna lebih suka action. namun kali ini dia menuruti bintang.
Juna adalah tipikal laki-laki yang sangat sensitif terhadap mistis makanya dari dulu dia tidak suka dengan film horror.
"juna kamu baik-baik aja kan?" tanya bintang karena dilihat dari gelagatnya juna seperti sudah sangat ketakukan.
"i'am okay.!" jawab nya dengan gugup.
bintang tersenyum melihat juna ketakutan.
jreeeeeeeenggggg...tiba dimana adegan hantu itu keluar membuat juna tidak bisa lagi menahan nya.
__ADS_1
"aaaaaaaaaaa..." teriak nya dia langsung menyusup pada bintang. tak hanya dia seorang banyak penonton lain juga berteriak namun bintang malah tertawa terbahak-bahak. dan membiarkan juna mengumpat padanya.
"ternyata kamu masih takut nonton horror.!" bintang masih terkekeh.
"ap- apa setan nya masih ada?" tanya nya sambil menyenbunyikan wajah nya.
"udah gak ada.ayo lihat kedepan bentar lagi juga selesai kok film nya. sayang tau kalau kamu gak nonton" ajak bintang.
sepanjang pemutaran film. juna hanya menggenggam erat tangan bintang.
Kini mereka sudah keluar dari studio.
"kamu masih takut?" tanya bintang.
"enggak lah.. kan kita udah selesai.!" jawab nya berusahan cool di depan bintang.
"kalau gitu lepasin dong.!" bintang mengangkat tangan nya yang masih di genggam oleh juna. dengan cepat juna melepaskan nya dan bintang hanya tertawa.
"ak-aku ke toilet dulu" ucap juna lalu dia pergi meninggalkan bintang.
di dalam toilet dia hanya bergumam.
"aaarrgh.. sial.! bisa-bisanya gue ketakutan di depan bintang. bisa hilang harga diri gue.!" gerutunya
"tapikan mau gimana lagi. gue sangat takut. sudahlah lagipula bintang terlihat sangat senang" ucap nya sambil tersenyum. setelah beberapa menit akhirnya dia keluar dan menghampiri bintang yang duduk menunggunya.
__ADS_1