
Kini mereka sudah tiba di ruang latihan
"Wow...welcome back, gimana udah siap?" Ucap koko menyambut mereka yang sudah berganti baju dan masuk ke ruang latihan.
"Siap koh, gimana kabarnya?" ucap brian yang kemudaian saling merangkul memberi salam
"Koh, hari ini gak sampe larut kan?" Tanya jimy sambil sibuk merapihkan rambut nya sambil berdiri di depan cermin yang luas di ruangan itu.
"Kita lihat saja nanti, kita streching dulu ayo" ucap nya.
Setelah streching dan latihan beberapa jam akhirnya mereka break.
Lee sudah menghampiri meja dan mengambil botol minum, kemudian dia menyomot gimbap.
"Lee..kalau kau makan sekarang itu akan keluar semua" teriak gaga
"Aniyo (tidak) hyeong" sahut nya kemudain berjalan lagi menghampiri mereka.
"Sekali lagi, kemudain kalian akan rehearsal lagu" ucap koko, sambil menghampiri guru vokal mereka yang duduk di pinggir.
"One,two,three" teriak koko sambil menepuk tangaannya.
Kemudain mereka melakukan lagi dance practice dan di lanjut dengan rehearsal lagu. Untuk tampil besok.
Setelah hampir setengah jam akhirnya mereka selesai kini mereka sudah berkumupul di tengah-tengah ruangan itu setelah beberapa menit beristirahat.
"Apa ini buat abang?" Sahut bang dendy sambil membawa kotak makanan berisi gimbap dan menyerahkan minuman.
__ADS_1
"Oh..gaga tadi siang buat itu" ucap rai sambil menerima botol minuman dan membagikan ke semua anggota.
"Wah..sang koki akhirnya turun lagi ke dapur" ucap bang dendy dengan sedikit bercanda
"Ini enak ga, hebat kamu" ia mengacungkan jempol nya kepada gaga.
Kemudain mereka makan bersama dan berbincang.setelah beberapa saat ada suara hp berbunyi mereka menoleh karena hp mereka memang berada di pinggir ruangan di tas mereka masing-masing ada juga yang di letakan di kursi dan meja.
"Oh.. rai hp kamu bunyi" teriak koko
Rai kemudain bangun dan berjalan mengambil hp nya. Saat ia tau siapa yang menghubunginya kemudian dia menoleh ke arah teman-temanya.
Dia masih menatap hp nya, kemudain panggilan itu berhenti. Rai sangat ragu untuk menjawabnya tak lama hp nya berdering lagi dan rai langsung menjawabnya.
"Iya halo" ucap nya.
"Aku baru selesai latihan" jawab rai singkat
"Oh baru selesai latihan, gapapa yaudah kalo gitu kamu pasti cape, silahkan lanjut aja" ucap bintang
"Iya" ucap rai kemudain mematikan sambungan telponya dan merenung.
"Kenapa kamu baru menghubunginku, apa baru ada waktu? dan kenapa hati gue rasanya sesak kalau ingat suara itu" ucap nya dalam hati
"Rai" teriak brian memecah lamunan nya.
Kemudian rai menghampiri lagi mereka.
__ADS_1
Malam hari bintang masih terjaga sampai larut malam dia tidak bisa tidur.
Perasaanya begitu berbeda, jantungnya berdebar bukan karena dia sedang senang tapi karena dia merasa sikap rai berubah dan cara dia bicarapun seakan dingin.
"Apa dia marah ke gue, kenapa nada bicaranya seperti itu gak kaya biasanya" ucap bintang sambil duduk di tempat tidur.
"Dia mungkin denger suara frans, tapi kalaupun denger kenapa dia harus marah
Dan kenapa dada gue jadi sesak gini" ucap bintang dengan lirih kemudian dia merasa ingin menangis matanya sudah mulai berkaca-kaca.
"Stop bintang, kendaliin diri lu" ucap nya sambil berdiri.
"Kalau emang dia marah gara-gara denger suara frans dia harus jelasin ke gue kenapa dia marah dan sikap nya jadi beda biar jelas"
Ucap nya sambil membuka hp dan mengetik sesuatu.
"Maaf kalau aku ganggu waktu kamu"
"Ada hal yang mau aku bicarain ke kamu, bukan sesuatu yang terlalu penting"
"Tapi kalau kamu mau, kita bisa bertemu"
"Kamu gak perlu bales chat ini sekarang"
"Aku bakal nunggu sampai kamu ada waktu"
Itu lah beberapa kalimat yang ia kirim kepada rai.
__ADS_1
Kemudain dia membaringkan tubuh nya dan menutup mukanya dengan bantal, seakan tak percaya ia mengirim pesan seperti itu kepada rai.