Aku & Bintang

Aku & Bintang
Tidak boleh menggantungkan perasaan


__ADS_3

Kini bintang telah berada di apartemen nya. dia beraktivitas seperti biasa. walaupun kadang dia menunggu kabar dari rai. namun dia tetap mengerti kalau rai sedang sibuk.


hari terus berlalu. namun berbeda dengan aqnes. dia malah sering berkomunikasi dengan Brian walaupun dia masih saja menanyakan lee. namun dengan sabar Brian selalu memberikan informasi yang Aqnes inginkan.


walaupun Bintang juga di sibukan dengan kegiatan nya, namun terkadang dia juga terpikirkan rai.


"kenapa dia sama sekali tidak memberiku kabar? bukankah jika selesai konser selalu ada liputan tentang grup mereka, dan aku dengar konser yang akan di adakan minggu depan adalah konser terakhir mereka, dan sepertinya manajemen nya memberikan libur panjang.! tapi kenapa rai masih tidak bisa menghubungiku" gumam nya panjang lebar sambil mengoleskan slai ke roti nya.


Disebuah kamar hotel. Rai menatap layar hp nya dengan wajah lesu. mereka baru saja selesai mengadakan pertemuan.


"apakah aku harus menghubungi Bintang? apakah dia menunggu kabar dariku?" lirih nya.


Tiba-tiba dia dikagetkan oleh suara seseorang dari belakang.


"kenapa bro.!" Suara Gaga terdengar sambil menepuk pundak Rai dai belakang.


"lu ga, bikin kaget aja.! kenapa lu tiba-tiba masuk ke kamar gue?" tanya rai sambil mengantongi hp nya.

__ADS_1


"gue itu udah ngetuk pintu beberapa kali, tapi gada jawaban, terus gue masuk aja lagian pintu nya gak di kunci. dan lu masih ga sadar kalau gue masuk.!" jawab nya sambil merebahkan tubuh nya di tempat tidur Rai.


Rai hanya menghela nafas lalu duduk di sebuah kursi tepat di depan tempat tidur.


"lu kenapa si? kenapa melamun lagi mikirin apa?" Gaga terus bertanya kepada rai.


"siapa yang melamun gue gak melamun.!" bantah Rai.


"Rai..!" panggil Gaga.


"lu tau kan, minggu ini konser terakhir kita. Dan seperti yang udah di jelasin saat pertemuan tadi, kalau bang Dendy nyuruh kita untuk fokus agar bisa memberikan penampilan yang terbaik.!" ucap gaga mewanti-wanti rai.


"iya gue tau kok.!" jawab Rai dengan cepat.


"terus kenapa lu malah terlihat banyak pikiran, gue perhatiin lu dari beberapa hari ini. Dan jangan bilang kalau lu baik-baik aja, karena lu gabisa bohongin gue" Tegas Gaga.


"Gue baik-baik aja ga.! gue cuma--" ucapan rai terhenti.

__ADS_1


"cuma apa?' tanya gaga penasaran.


"gue cuma kepikiran sama dia aja.! sampai sekarang gue belum menghubungi dia" jawab Rai.


"Dia.?" lanjut Gaga. "Maksud lu cewek yang terakhir kita temui di apartemen itu?" Rai hanya mengangguk mendengar pertanyaan dari gaga.


"Lu masih ada hubungan sama dia?Gue kira lu udah putusa sama dia" Lanjut gaga.


"Gua gak jadian sama dia, karena selama ini gue deket sama dia tanpa ada status yang pasti, tapi gue sayang sama dia" balas Rai


Mendengar ucapan Rai membuat Gaga berdiri dan menghampiri Rai.


"Rai...Lu gabisa kaya gitu.! lu inget terakhir kali kita keluar dari asrama? gue rasa bang Dendy udah tau. dan lu pasti sudah sangat tau apa larangan dari manajemen. terlebih kita lagi tour kayak gini. Lu harus ambil keputusan rai lu gaboleh gantungin cewek kayak gini,dan lu harus sadar posisi dan tanggung jawab lu saat ini.!" ucap Gaga dengan setengah emosi.


Rai seakan tak percaya mendengar ucapan dari Gaga. ada rasa kesal juga di dalam hatinya namun semua yang di katakan teman nya itu adalah hal yang benar. "gue tau ga, tapi--" ucapan mereka terhenti saat tiba-tiba seseorang memasuki kamar.


"hyeong..!" suara yang khas dari anggota termuda di grup mereka.

__ADS_1


__ADS_2