
Dengan langkah cepat rai naik menuju kamar nya.
Ia kemudian mengambil hp dan keluar lagi dari kamar,dia berpapasan dengan gaga
"Mau kemana lagi?" Tanya nya
"Gue ada urusan dulu bentar" jawab rai sambil fokus ke hp.
Ia berjalan ke balkon di lantai itu,sedikit jauh dari kamar sehingga kalau bicara lewat telpon tidak akan terdengar.
"Jadi dia bales chat gue" ucap rai
"Dia tidur belum yah" gumam nya
Kemudian dia menelpon bintang.
Deringan pertama belum ada jawaban.
Sedangkan di apartemen bintang,ia sudah terlelap dan hp nya masih ia pegang.
Akhirnya ia terbangun karena hp nya terus bergetar.
"Halo" ucap rai
"Hmm iya " jawab nya masih dengan mata tertutup
"Kamu udah tidur ya, sory yah aku baru selesai" ucap rai
"Iya gapapa kok" sahut bintang
"Jadi gimana kamu mau?" Rai bertanya lagi
"Iya" jawab bintang dengan setengah sadar
"Yesss" ucap rai dalam hati sambil tersenyum
"Kalo besok kita ketemu dulu kamu bisa gak?" Tanya nya lagi
__ADS_1
"Hem..bisa kok, kamu dateng aja kesini" jawab nya
"Kemana?" Tanya rai
"Ke apartemen lah" jawab bintang.
Di balkon atas rai masih bingung dengan ucapan bintang.
"Serius dia minta gue dateng ke apartemen dia gak sadar atau gimana nih!" gumam rai dalam hati, tapi seperti kesempatan dalam kesempitan rai malah terus bertanya.
"Alamat nya di mana?" Tanya rai dengan ragu
Bintang memberi alamat dengan jelas
Sambil tersenyum dia mendengarkan ucapan bintang.
"Ok kalau gitu besok pagi aku kesana, yaudah kamu lanjut tidur yah" ucap rai kemudian dia mematiakan sambungan telponnya.
Setelah dia menutup jendela pembatas di balkon itu, dan berjalan menuju kamar dengan terus tersenyum. Seperti nya malam ini dia akan tidur pulas.
Pagi haripun tiba.
Setelah beberapa saat, dengan lega bintang keluar dari kamar mandi dan mengecek hp nya.
"Aku kesana pagi-pagi"
"Supaya gak ada wartawan atau orang yang lihat"
Ia membaca chat masuk dari rai, ia lihat chat itu di kirim tadi malam.
"Kesana pagi-pagi" ucap nya dengan heran
"Kesana kemana maksud dia ke bali? Tapi dia bilang supaya gak di lihat wartawan"
Bintang semakin bingung. Kemudian dia meliat riwayat panggilan telpon dan di lihat nomer yang terakhir menghubungi nya adalah rai.
"Bukannya tadi malem gue telponan sama aqnes ya" gumam nya.
__ADS_1
Seteleh beberapa saat dia baru sadar.
"Aaaaaa....." Dia bertriak kemudian menjatuhkan tubuh nya ke tempat tidur.
Berbeda suasana.
Di asrama rai sudah bangun dan sudah bersiap, saat jam 06:40 ia turun menghampiri bang dendy di dalam ruangan meeting.
"Tok..tok.." rai mengetuk pintu
"Iya masuk" teriak bang dendy dari dalam
"Bang, sudah bangun? Atau abang tidur di sini?" Tanya nya
"Tidur di sini karena semalam masih mengobrol sampai larut" jawab nya
"Kamu mau kemana?" Tanya nya
"Soal yang kemarin bang, pagi ini aku mau ngurus sesuatu dulu gak lama kok seteleh selesai aku balik lagi" jawab rai
"Oh iya bang lupa, yasudah sama staff gak?" Tanya nya
"Gausah bang hanya sebentar" jawab rai
"Ok hati-hati inget pesan abang" ucap nya
"Siap bang, aku pergi dulu" ucap rai ia hendak keluar tapi membalikan lagi badan
"Ada apa?" Tanya bang dendy
"Kunci mobil nya bang" jawab rai dengan malu
"Oohh... Ahahaha abang gak tau, siapa yang megang kunci pak?" Tanya bang dendy kepada satu staff yang duduk di samping nya
"Coba tanya driver di bawah rai, pak pur kalo gak yang satu nya" ucap staff itu
"Iya, permisi bang" ucap nya sambil menutup pintu.
__ADS_1
Setelah beberapa saat ia meminta driver untuk mengeluarkan mobil dan sedikit bertanya tentang daerah apartemen itu.
"Baik pak, terimakasih" ucap nya yang sudah berada di dalam mobil, kemudain dia langsung menjalankan mobil nya.