
"Jamkkanman (tunggu sebentar)" ucap lee
"Aku ingin melihat ke dalam" dia mendekat ke arah pintu.
"Issh..mau apa lu, gaboleh biarin brian istirahat" jimy coba menghalangi dan terjadilah keributan kecil.
"Lee.!" Ucap rai seketika menghentikan mereka.
"Bener kata jimy, kita gaboleh ganggu brian biarkan dia istirahat dan sepertinya kita juga harus kembali ke kamar kita masing-masing" ucap nya.
"Tapi hyeong.!" Sahut lee dengan memelas.
"Denger gak apa kata rai..Ayo.!!" Gaga menimpali sambil merangkul pundak lee. Dan akhirnya mereka pergi ke kamar masing-masing. Sambil berlalu pergi jimy memandangi pintu kamar brian.
"Come on brian.!! Lu harus sembuh besok adalah konser terakhir dan jangan membuat galaxy kecewa karna penampilan lu terganggu" gumam nya sambil merebahkan tubuh nya. Di kamar hotel yang sepi dia hanya menatap langit-langit.
Dia meratapi keadaan nya sendiri, demi mengejar impian nya dia jauh dari orang tua dan keluarga, dan saat sedang sakit seperti inipun dia harus memulihkan kondisinya sendiri terlebih banyak penggemar yang menanti penampilan mereka. Tidak ada seseorang yang spesial yang memperhatikan nya. Kecuali ke empat anggota grup. "Hemmm." Suara hembusan nafas nya.
"Drt..drt.." hp nya bergetar membuat brian membuka matanya lagi. Dia sudah hampir memejamkan matanya.
"Lu kemana aja kok gada kabar?" Dibaca nya isi chat yang masuk. Dan ternyata itu dari aqnes.
"Maaf, aku seharian sibuk banyak yang harus kita siapkan" balas nya.
"Oh gitu.! gue kira lu lupa apa yang gue minta" balasan chat dari aqnes membuat brian terdiam seketika.
Selama berkomunikasi dengan aqnes dia selalu meminta di kirim foto atau video lee. Bahkan dia lebih sering menanyakan keadaan lee di bandingkan brian.
"Emang lu minta apa?" Balas brian, dia memang tidak ingat apa yang aqnes minta karna beberapa hari ini dia merasa tidak enak badan bahkan hari ini dia harus di panggilkan doker oleh bang dendy.
Tak lama panggilan masuk dari aqnes, dan brian langsung menjawab nya
"Halo.. iiihh lu gimana si masa lupa apa yang gue minta. Gue kan minta lu tanyain ke lee dia bakal pulang ke korea atau enggk dan kalau pulang kira-kira kapan dan lu juga belum kirim PAP ke gue beberapa hari ini!" Gerutu nya membuat brian tidak punya kesempatan untuk berbicara.
"Uhukk.." brian sesekali batuk sebelum menjawab pertanyaan aqnes.
"Brian, lu gapapa?" Tanya aqnes
"Emm.. gapapa kok, aku cuma lagi gaenak tenggorokan aja.!". Jawab brian dengan coba menstabilkan suaranya agar tidak terdengar seperti orang yang sedang sakit.
"Tenggorokan lu sakit.!! Aduh... Kok bisa sih padahal kan besok kalian konser." Gerutu aqnes.
"Gak terlalu serius kok, aku tinggal minum vitamin aja sama istirahat" balas brian.
__ADS_1
"Hemm.. yakin lu? Yaudah lu istirahat aja sory ya gue ganggu padahal lu lagi kurang vit. Yaudah kalo gitu" aqnes hendak mengakhiri obrolan nya.
"Oke.." jawab brian singkat.
"Lu cepet sembuh, inget apa yang gue minta jangan lupa. Yaudah meet istirahat" ucap nya lalu panggilan telepon itu berakhir.
Sore hari di sebuah restoran.
Bintang sedang berjalan masuk, dia ingin menemui seseorang karena ada urusan pekerjaan. Namun langkah nya terhenti saat sebuah monitor yang cukup besar sedang meliput suasana menjelang konser grup "star light" terlihat panjangan nya antrian penonton yang akan memasuki tempat konser.
"Hem.. semoga konser kalian berjalan lancar" ucap nya sambil berdiri dan terus memperhatikan berita itu.
"Ehem.." suara deheman seorang laki-laki mengejutkan nya. Dia langsung menoleh dan betapa terkejutnya saat tau siapa yang ada di samping nya.
"Loh..juna,kok kamu bisa ada disini?sejak kapan" ucap bintang dengan spontan.
"Beberapa menit yang lalu saat aku masuk ke restoran, dan melihat kamu mematung disini.! Lagi apa?" Tanya nya lagi sambil menatap layar yang sedari tadi bintang lihat. Karena juna sudah melihat bintang sejak dia masuk ke dalam dan dilihat nya bintang sedang memperhatikan ke layar monitor.
"Oh ya.. kok aku gatau kamu datang" balas nya.
"Masa sih.! Mungkin kamu terlalu fokus lihat berita di sana.!" Tunjuk nya sambil tersenyum.
Bintang merasa sedikit malu dia sedikit salah tingkah.
"Kamu udah selesai atau baru mau masuk?" Ucapan juna terpotong saat bintang teringat sesuatu dan dia menepuk jidat nya.
"Kenapa?" Juna semakin heran
"Aku mau ketemu seseorang ada meeting, duh pasti orang nya udah nunggu lama, juna.! Aku harus masuk sekarang" ucap nya dan hendak berjalan.
"Ok..silahkan." juna menatap bintang yang sudah berlalu sambil terkekeh karena tingkah bintang. Saat sedang fokus terhadap sesuatu dia sering lupa dengan hal lain. Sifat nya yang seperti itu tidak pernah hilang dari dulu.
"Maaf pak. Klien kita sudah menunggu" ucap seseorang ber jas hitam menghampiri nya. Membuat tawa juna terhenti. Dia coba bersikap cool lagi di hadapan sekretaris nya.
"Baiklah" sahut nya mengikuti sekretaris nya masuk.
Setelah hampir satu jam lebih juna dan bintang berada di restoran tersebut walaupun mereka berada di room yang berbeda.
"Terimakasih, semoga project kita tidak ada halangan.!" Ucap seseorang kepada bintang.
"Wah saya yang harusnya berterimakasih karena kamu mau memepercayakan nya ke pada saya, dan sudah mentraktir di restoran bintang lima seperti ini" balas bintang kepada lawan bicaranya. Dia ruapaya telah membicarakan pekerjaan dengan seseorang yang lumayan dia kenal dan usia mereka juga seumuran sehingga sedikit santai saat mengobrol. Bintang masih berbincang sebelum akhirnya keluar dari restoran.
Dari jauh juna yang baru saja keluar telah memperhatikan bintang.
__ADS_1
"Terimakasih" ucap sekretaris nya kepada klien yang telah melakukan meeting dengan mereka. Juna pun berjabatan tangan sebelum mereka berpisah.
"Mari pak" ucap sekretaris nya mempersilahkan juna untuk berjalan terlebih dahulu.
"Tunggu.!! Apa jadwal saya setelah ini? Apakah ada pertemuan lagi?" Tanya nya
"Tidak ada pak tadi yang terakhir, bapak hanya memeriksa berkas dan menadatangai nya untuk tinjauan hotel cabang-" belum selesai sekretaris nya berbicara juna sudah menghentikan nya. Mata nya tetap fokus kepada bintang dia ingin sekali cepat menghampiri nya.
"Cukup.! Aku akan memeriksanya besok, aku ada urusan sekarang dan tidak bisa kembali ke hotel. Kamu boleh kembali ke hotel menggunakan taxi, ini" juna menyerahkan beberapa lembar uang sebagai ongkos sekretaris nya kembali.
"E- maaf pak tidak perlu saya bisa menggunakan kartu debit saja" sekretaris nya menolak uang itu.
"Tidak apa-apa ambil saja. Terserah mau kamu pakai atau tidak."
"Baiklah" dengan terpaksa dia mengambil uang itu. "Tapi bapak mau kemana?" Tanya nya. "Aku harus menemui seseorang dulu, sudah kamu boleh kembali sekarang" perintah nya.
Karena tidak mau terlalu banyak bertanya dan sudah pasti juna tidak akan suka. Dia langsung berjalan keluar membawa tas kerja juna.
Saat hendak melangkah tiba-tiba tangan bintang di tarik. Dan seketik membuat langkah nya terhenti.
"Juna.!" Dia kembali terkejut melihat juna tiba-tiba menggenggam pergelangan tangan
Nya.
Bintang kemudian mentapa tangan nya dan merasa tidak nyaman.
"Um..sory.. aku mau memanggil kamu tapi takut gak denger lagi kayak tadi." Ucap nya saat melihat bintang merasa tidak nyaman.
"Iy-iya gapapa" balas bintang. Kemudian mereka melepaskan tangan nya.
"Kamu baru selesai?" Tanya juna
"Iya.. kamu?" Bintang balik bertanya lagi. Karena dia merasa heran kenapa bisa bertemu lagi dengan juna saat dia akan keluar.
"Aku juga baru selesai..emh, apa kamu ada urusan lagi setelah ini?" Tanya juna dengan canggung.
"Gak ada sih, kenapa emang?" Bintang sedikit curiga sepertinya juna akan mengajak nya pergi.
"Kalau kita ngobrol dulu gimana? Sebentar aja, bisa kan?" Juna menatap bintang.
"Tuh kan gue bilang juga apa.!" Gerutu bintang sambil terdiam.
"Sebentar aja kok, aku juga gak akan macem-macem tenang aja.!" Ucap juna dengan sedikit bercanda.
__ADS_1
"Emm..yaudah" jawab bintang. Juna hanya bisa tersenyum. "Tapi gak lama kan? Soal nya aku gak bawa mobil. Kita mau masuk lagi ke dalam?" Tanya nya.
"Enggak.! Kita ke tempat lain. Tenang aja aku bawa mobil, ayo.!" Ajak juna. Dan mereka berjalan menuju mobil juna. Dan pergi dari restoran itu.