
Waktu terus berjalan mereka sudah bersiap untuk menemui stylist nya dan mengganti warna rambut mereka.
Di tengah-tengah waktu menunggu rai mengirim pesan kepada bintang.
"Aku sudah sampai, apa kamu udah balik lagi ke jakarta?" Tanya nya
"Syukur deh kalo gitu, besok aku baru balik ke jakarta, kamu lagi gak sibuk?" Bintang balik bertenya
"Hari ini gak terlalu sibuk, mungkin besok dan seterus nya kita mulai banyak acara"
"Oh gitu, acara musik nya kapan?"
"Dua hari lagi, tapi besok kita akan berkunjung ke gedung manajemen di sini untuk bertemu beberapa rekan dan juga junior kita di sini" jelas rai
"Yaudah kamu lanjut lagi aja" ucap bintang
"Aku kabarin lagi nanti" balas rai
"Iyah,aku tunggu" jawab bintang singkat.
Setelah itu rai memasukan lagi hp nya.
Tak lama suara hp berbunyi dan semua anggota sibuk menoleh ternyata suara hp brian.
"Brian handphone kamu bunyi" ucap lee
Brian yang sedang tertidur di kursi kemudian terbangun dan membuka mata nya.
"Aqnes" ucap nya dalam hati
"Halo" ucap brian
"Halo brian, lu kok gak ngabarin lagi sih katanya mau ketemu lagi" gerutu aqnes
"Oh iya sory aku lupa, aku udah gak di jerman" ucap nya.
"Hah" teriak aqnes.
Seketika brian menjauhkan hp nya dari telinga.
"Terus dimana dong?" Tanya aqnes
__ADS_1
"Aku di hongkong, kita mau ada acara festival musik jadi kemarin aku langsung kembali ke sini" jawab nya
"Oh gitu, kok lu gak bilang" ucap aqnes
"Sory sory" sahut brian
"Yaudah deh, eh ngomong-ngomong lu lagi bareng sama lee dong?" Ucap aqnes
Brian hanya menoleh ke arah lee.
"Iya, tapi kita lagi sibuk, nanti aku hubungi lagi yah" jawab brian
"Yah sayang banget..yaudah deh kalo gitu, dah brian" ucap aqnes
"Dah.." sahut brian dengan pelan kemudian dia mematikan sambungan telepon nya.
Seharian mereka sibuk dengan jadwal nya, hinggal kembali ke hotel malam hari.
"Hyeong..." Ucap lee di depan pintu kamar rai
"Apa?" Jawab rai singkat
"Apa kau tidak merindukan ku" tanya nya dengan sedikit memelas.
"Kau ini kebiasaan" teriak lee sambil menarik baju jimy
"Aw..baju gue lepasin" teriak jimy
Namun lee tidak melepaskan tangan nya dan manarik jimy untuk keluar lagi. Seperti biasa terjadi lah keributan antara mereka.
"Kalian ini kenapa?" Ucap brian yang baru datang dan hendak masuk namun jimy menarik baju nya seperti apa yang di lakukan lee kepadanya.
"Aww..apa-apaan sih lu jim.! lepasin gue mau masuk" teriak brian
"Rai...tolongin gue.!!" Teriak nya namun rai hanya diam tak menghiraukan mereka
"Jimy..dalam hitungan ketiga lu gak lepasin baju gue awas lu" ancam brian
"Suruh lee lepasin dulu baju gue" jawab nya
"Lee..kau mau mati..!!" Ancam brian
__ADS_1
"Tidak hyeong.." teriak nya
"Apa? Hyeong.!! Sudah ku bilang jangan panggil hyeong" teriak brian.
Dia memang tidak suka jika lee memanggil nya hyeong walaupun usianya memang lebih tua dari lee.
"Ampung hyeong" jimy ikut ikutan.
"Jimy.!!" Teriak lee
Kemudian mereka berdua melepaskan tangan nya dan berlari ke arah rai.
"Awas kalian" teriak brian
Brian coba menangkap lee dan jimy yang naik ke tempat tidur rai.
Sedangkan rai hanya duduk sambil memainkan hp.
Mereka berdua terus bermain-main di atas tempat tidur rai.
Tiba-tiba lee menginjak kaki rai tanpa sengaja.
"Awwwwww...." Teriak rai
Seketika trio itu berhenti dan saling bertatapan.
"Keluar kalian.!!!!!" Teriak rai kemudian mereka bertiga langsung kabur karena takut rai marah.
"Bruuukk" rai menutup pintu kemudian mengunci nya.
Raipun kembali ke tempat tidur dengan meringis kesakitan.
"Kenapa mereka selalu saja ribut" gerutu nya
"Hanya di depan kamera saja mereka diam, gue penasaran sama fans nya apa yang di sukai dari cowok-cowok setengah dewasa itu..Aww....kaki gue" lirih nya.
Tak lama bunyi notif dari hp nya lalu rai melihat nya.
Sebuah pesan chat masuk, setelah melihat foto profil dari nomer tersebut rai tidak langsung membacanya.
"Laura...mau apa dia ngehubungi gue" gumam nya dalam hati.
__ADS_1
Kemudian dia menaruh lagi hp nya dan tertidur, rai lebih memilih mengabaikan pesan itu.