
Rai berjalan ke arah studio. iya, studio yang tidak terlalu besar namun di sanalah mereka sering mengerjakan project-project mereka, membuat lagu atau kegiatan lainnya. Namun ia baru sadar jimy dan lee belum kembali lagi ke asrama. Ia melihat jam sudah menunjukan pukul 22.33
Di kafe
"Kaya nya gue kenal deh sama dua cowok yang barusan masuk" gumam seorang perempuan.
"Emang siapa?" Tanya temannya
"Mmmmmm... Kaya.." ia coba berpikir
"Kaya lee sama jimy" ucap nya dengan kencang membuat pengunjung kafe menatap mereka.
"Mmmmmmp mppp.." mulut nya di bekap oleh teman duduk nya.
"Aduh lu apa apaan sih bin, gue engap tau" Gerutu nya.
"Lagian lu kalo ngomong jangan asal nes, dimana ada jimy sama lee disini" ucap nya dengan nada pelan karena melihat kondisi kafe mulai ribut. Banyak pengunjung yang mencoba mendekati privat room untuk memastikan.
"Gue yakin, ayo..!" ajak aqnes kepada bintang temanya.
Mereka pun menerobos gerombolan orang yang menunggu di depan privat room.
"Misi misi.. air panas air panas" ucap aqnes
Kemudian mereka pun berhasil menerobos gerombolan orang-orang dan sampai di depan pintu namun di hadang oleh petugas keamana kafe.
"Maaf mba anda gaboleh masuk" ucap petugas tersebut.
"Nggak pak kita gabakal masuk, mau ngintip aja boleh?" aqnes menjawab dengan entengnya
"Aduhh..." Suara bintang yang berdiri di samping aqnes, karna dorongan dari belakang akhir nya merekapun terjatuh menimpa salah satu petugas hingga pintu sedikit terbuka.
Dan di lihat nya lee dan jimy di dalam ruangan, aqnes pun semakin histeris
"Leeeee." Teriaknya.
Namun tubuh nya sudah di tarik lagi oleh petugas keamanan.
Di luar kafe, driver coba menghubungi staff di asrama untuk segera menyusul, karena banyak sekali fans yang bergerumun ia takut petugas keamanan kewalahan. Di tambah para wartawan yang baru saja datang.
"Halo.. apa staff sudah berangkat?" Tanya nya kepada seseorang lewat telpon.
"Sudah pak, tunggu saja beberapa menit lagi
Jangan keluar sebelum staff datang" perintah rai
__ADS_1
"Tapi rai, yang di dalam hanya jimy dan lee, saya tidak ikut masuk" jawab nya dengan sedikit panik.
"Apa.!!! Apa bapak nggak bisa masuk ke dalam?" tanya nya
"Sepertinya gak bisa rai, di sini sangat tidak terkondisikan banyak sekali orang,tapi saya sudah menegaskan ke petugas keamanan di kafe untuk coba menahan fans sampai staff kita datang, dan mereka akan keluar lewat pintu darurat" ucapnya
Rai mematikan sambungan telponnya.
Kemudian berlari ke ruang tengah dan menyalakan tv. Dan benar saja sudah banyak berita.
"Breaking news. Seorang fans melihat anggota star light, yang kemungkinan lee dan jimy sedang berada di sebuah kafe di daerah xxx.. kini banyak fans yang sedang menunggu mereka keluar. Dan para wartawan yang ingin memastikan ikut menunggu di luar kafe"
Begitulah berita yang rai tonton di sebuah stasiun tv.
Brian dan gaga datang menghampiri rai dan melihat berita tersebut. Dengan cemas brian coba menghubungi jimy.
POV lee & jimy
Di dalam privat room. Lee dan jimy mulai panik.
tiba-tiba "Leeee..."
mereka mendengar teriakan dari luar, bukan dari luar bahkan seorang fans yang terjatuh tepat di depan pintu tersebut.
"kamchagiya( bikin kaget saja)" lee menatap dua perempuan rerjatuh di depan pintu, kemudian di bantu oleh staf keamanan untuk berdiri dan menjauh dari pintu.
"Jim bagaimana ini? " Lee sedikit berteriak kepada jimy dengan wajah panik.
Yang ia lihat jimy juga tidak bisa melakukan apa-apa selain menunggu staff datang. Karena jimy tau staff akan menyusul saat brian menelpon dan memintanya untuk tetap menunggu di dalam.
POV lee & jimy off
Di tengah-tengah kerumunan.
"Nes udah ayo kita keluar aja, gue takut nih banyak banget orang" ajak bintang kepada teman nya yang tetap ngotot ingin menunggu lee dan jimy keluar
Karena yang ia tau, teman nya memang fans fanatik grup boy band tersebut.
"Aduh bintang, lu gimana si gue gak mau keluar ada pacar gue di dalem ini kesempatan gue bisa ketemu langsung sama mereka,tunggu dulu sebentar lagi" ucap nya
Aqnes berkata seperti itu karna ingin meyakinkan bintang agar tetap mau menemani nya.
"Pacar pacar..lagian mereka itu gakan keluar lu liat kan banyak banget fans sama wartawan" bintang tetap membujuk temannya itu.
Kemudian aqnes mencoba mengingat sesuatu, ia langsung menarik tangan bintang dan keluar dari kerumunan menuju ka arah luar kafe.
__ADS_1
Namun bintang heran, teman nya malah menuntun nya ke belakang kafe dan menuju pintu darurat. Bintang seperti melihat baru saja ada orang yang masuk menuju pintu darurat pria yang menggunakan topi, aqnes yang sudah berlari duluan tidak menghiraukan panggilan bintang.
"Brukkkk.." terdengar suara pintu terbuka
Jimy dan lee yang berada di dalam ruangan kaget mengetahui seseorang yang datang.
"Hyeong" ucap lee dengan wajah kaget melihat rai datang
"Cepat lee keluar,kami akan berjalan di depan" ucap salah satu staff yang kemudian mengawal jimy dan lee keluar di ikuti rai.
Mereka yang merasa sudah aman mencoba tetap berjalan keluar, namun tiba-tiba mereka di kejutkan oleh seorang perempuan.
"Lee.." teriaknya.
Akhirnya staff dan yang lain berjalan dengan cepat.
"Lee..boleh minta foto sebentar" ucap nya lagi sambil berusaha menerobos staff yang mengawal mereka.
Belum sampai parkiran ternyata banyak fans dan wartawan mengetahui mereka keluar lewat pintu darurat kemudian mencoba mengejar mereka.Aqnes pun mencoba mengejar lee dan jimy yang sudah berlari di kawal oleh staff.
Rai ikut berlari dengan di ikuti staff pengawal, namun tiba-tiba ia menabrak seorang perempuan hingga terjatuh.
"Aww.." teriak perempuan itu
"Kamu gapapa?" Tanya rai kemudian membantunya berdiri saat melihat wajah nya ia merasa seperti tidak asing dengan perempuan itu.
"Gapapa kok,tapi.." ia tidak melanjutkan dan melihat ke belakang fans sudah mulai berlari ke arah mereka.
Tiba-tiba tangan nya di tarik oleh rai dan akhir nya mereka berlari bersama untuk menghindari fans dengan satu staff yang mengawalnya, karena rai terpisah dari jimy dan lee.
Mereka tetap berlari sampai akhirnya menemukan mobil yang sudah menunggu kedatangan rai.Mobil itu sengaja menunggu di pinggir jalan yang lumayan agak jauh dari kafe.
Rai kemudian berhenti menunggu staff membuka pintu mobil. Di tatap nya perempuan itu kemudian rai melepas topi yang ia pakai.
"Hati-hati, aku harus pergi" ucap nya sambil memakaikan topi. Namun bintang hanya terdiam menatap rai seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Hingga akhirnya rai masuk ke dalam mobil dan mereka berpisah.
"Bintanggggggg..." Teriak aqnes dari jauh
Memecah lamunan nya.
"Lu gapapa kan? Sory ya tadi gue ninggalin lu" ucap nya lagi sambil memegang tangan bintang
"Gue gapapa, ayo pulang ini udah malem" ajak bintang sambil menarik tangan aqnes.
__ADS_1