
Sepanjang perjalanan frans hanya terdiam menahan amarah dan rasa kecewanya.
*******
Mereka bertiga sudah kembali lagi ke hotel
"Bagaimana rai hasilnya?" Tanya bang dendy yang menghampirinya ke kamar.
"Oh tidak apa-apa bang, sara sakit nya di akibatkan karena aku terlalu banyak begerak mungkin karena ngedance tapi tidak ada hal serius kata dokter" padahal itu semua adalah pernyataan yang dia buat sendiri karena dokter tidak mengatakan hal seperti itu.
"Yasudah istirahat, besok kita langsung ke su****baya" Perintah nya kemudian dia keluar dari kamar rai.
Setelah bang dendy keluar, rai langsung membaringkan tubuh nya dan tersenyum penuh kemenangan.
Besok mereka akan berangkat ke luar kota untuk jadwal konser ke dua mereka.
********
Pagi hari aqnes dan keluarganya sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan.
Dia meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke luar kota karena ingin menonton konser.
"Boleh yah pah, mah.!" Rayu nya
"Kamu ini bagaimana, lagi ada papah kok malah di tinggalin ke luar kota.!" Sahut papah nya.
"Kan papah juga mau berangkat lagi ke luar negeri" dia menjawab dengan sebal
"Emang kamu mau pergi sama siapa?" Tanya papah nya.
"Emmmm...sendiri kayak nya pah, biasanya aku sama bintang tapi dia kebetulan ada kerjaan jadi gabisa nemenin aku"
__ADS_1
Frans hanya melirik ke arah aqnes saat mendengar nama bintang di sebut.
"Jadi kamu mau berangkat sendiri" mamah nya terkejut.
Aqnes hanya mengangguk.
"Gabisa..!!" Mamah nya melarang dengan tegas.
"Aaaakh...mamah, kan cuma dua hari aja mah, aku berangkat pagi terus besok sore nya aku udah balik lagi"
"Pokok nya gaboleh, kalau ada yang nemenin baru boleh mamah gak ijinin kalau kamu berangkat sendiri.!"
Aqnes seketika melirik kakak nya yang duduk di sebelah nya. Frans pun melirik nya dengan wajah heran.
"Kak.." ucap nya.
"No way.!" Sahut frans sambil meninggal kan meja makan.
********
Tiba-tiba hp nya berbunyi, tanpa melihat siapa yang menghubungi dia langsung menjawab nya.
"Iya halo"
"Hai..kamu lagi apa?"
"Rai.!!" Sahut nya kemudian dia menatap hp nya ternyata benar rai yang menghubungi.
"Aku lagi di jalan, mau meeting"
"Oohhh gitu..sama siapa?"
__ADS_1
"Aku sendiri"
"Yaudah kalau gitu kamu fokus nyetir aja, aku cuma mau denger suara kamu, oh iya satu lagi aku juga lagi di perjalanan mau ke bandara"
"Emmm...yaudah kamu hati-hati" Setelah mengucapkan salam perpisahan bintang akhirnya menutupu panggilan telepon nya.
*******
"Hyeong..." Ucap lee yang duduk di sebelah nya.
"Tadi malam kalian membiacarakan apa saja, kenapa lama sekali?" Ia bertanya dengan penasaran.
"Kepo..!" Sahut rai meledek lee.
"Iiishh" Dia berdesis
"Tapi hyeong, dia juga datang bersama laki-laki, dia siapanya?"
Mendengar pertanyaan lee menbuat rai seketika tertingat dengan sosok laki-laki yang semalam bersama bintang.
"Siapa dia? Mereka terlihat sangat akrab"
Dia coba mengingat nya, sepertinya wajah nya sudah tidak asing dan dia pernah melihat nya tapi dimana?
Dia kini berpikir dengan serius.
"Gue kayak nya udah pernah liat dia, tapi dimaana yah?" Gumam nya dalam hati.
Melihat hyeong nya yang tiba-tiba terdiam membuat lee memperhatikan nya, semakin rai menunjukan raut wajah yang bingung lee semakin dalam menatap nya.
"Apa?" Tanya rai seketika.
__ADS_1
"Anio(tidak)" sahut lee dengan wajah kaget lalu dia menyandarkan tubuh nya.