Aku & Bintang

Aku & Bintang
Berteduh bersama di paviliun


__ADS_3

Rai sesekali mencari bintang namun ia tidak menemukannya.


Ia kemudain berjalan ke luar ruangan, menyusuri tempat itu tiap sudut tak lama ia melihat bintang sedang berjalan ke arah bangunan semacam paviliun.


"Bintang" ucap nya kemudain bintang menoleh.


"Ya..kamu udah selesai" tanya nya yang terkejut melihat rai menghampiri nya


"Belum, kita mau pindah lokasi di depan" jawab rai


"Terus, kenapa kamu kesini kan belum selesai" tanya bintang dengan heran


Di dalam ruangan..


Salah satu crew melihat ke arah luar jendela


"Mendung sekali,sepertinya akan hujan" ucap nya kemudian dia mentap semua anggota


Belum juga ia lama berbicara beberapa menit kemudian hujan pun turun.


"Ah.. hujan" ucap bintang yang berada di belakang bersama rai.


"Aduh gimana nih, kamu cepet ke dalem" ia menyurun rai masuk.


"Kita ke sana" ajak rai kemudain berlari menggandeng tangan bintang.


"Aduh gimana nih? Kok malah hujan" gumam nya karena khawatir.


"Emang kenapa kalo hujan?" tanya rai


"Kan kamu lagi pemotretan belum selesai" ucap nya


"Mana deras banget lagi" ia memandang ke depan sesekali mengintip ke arah langit


Paviliun itu berada di belakang bangunan, dan jalanan menuju ke sana kanan kirinya di penuhi tanaman seperti taman sehingga tidak terlalu terlihat hanya atap nya yang bisa terlihat dari bangunan utama.


Hanya ada mereka berdua di sana.

__ADS_1


"Kamu kenapa gak masuk ke dalem, kalo di cariin gimana?" Bintang berkata lagi


"Kamu nyuruh aku hujan-hujanan" sahut rai sambil menghadap ke arah bintang.


"Iya gak gitu maksud aku, tadi harusnya kamu jangan keluar akhir nya jadi kejebak hujan di sini" ucap bintang


"Gapapa kalo kejebak nya sama kamu" sahut nya sambil tersenyum


Bintang kemudian melihat wajah rai dan menghela nafas.


"Ini pake, biar kepala kamu gak basah" ucap nya memakaikan topi yang ia kenakan kepada rai.


Karen badan rai lebih tinggi membuat bintang harus sedikit berjinjit.


Tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan dengan cepat rai memegang kedua tangan bintang.


Merekapun bertatapan.


"Awas jatuh" ucap rai sambil melepaskan tangannya perlahan


"Kamu masih nyimpen topi ini" ucap nya kemudaian melepaskan topi itu


"Sayang topi nya atau orang nya" tanya rai dengan jahil sambil tersenyum ke arah bintang.


"It...itu.. sayang topi nya kan masih bagus" jawab nya dengan gugup


Rai hanya tersenyum melihat bintang,


Karena hujan cukup deras di sertai angin kencang membuat bintang merasa dingin ia coba menghangatkan tubuh nya dengan kedua tangannya.


Rai yang melihat itu kemudain melepas jaket nya dan memakaikan pada bintang.


"Eh gapapa, nanti kamu dingin cuma pakai kaos kaya gitu doang" ucap nya kepada rai


"Gapapa dari pada kamu kedinginan, kaya nya bakal lama deh.. sini kita duduk aja" ajak rai sambil memegang kedua bahu bintang.


Dan merekapun duduk berdampingan, tak lama hp rai berbunyi.

__ADS_1


"Iya" jawab nya


"Lu dimana?" Tanya gaga


"Gue di paviliun belakang, hujan nya deras banget gue gabisa masuk sekarang" jawab rai


"Yaud....." baru saja gaga hendak menjawab


Tiba-tiba


Kilat di sertai sura petir sangat kencang


JELEGERRRR.... Membuat sambungan telpon mereka terputus


"Aaaaaa...astaga" teriak bintang menutup telingan nya


Kemudian suara petir yang kedua membuat bintang semakin takut.


"Sini" ucap rai kemudain merangkul tubuh bintang dengan satu tangannya.


"Aduh aku takut banget kenapa ada petir nya juga sih" gumam nya dengan lirih


"Tenang aja kan ada aku" sahut rai kemudain dia memeluk bintang dengan erat.


Hujan masih berlangsung hari semakin gelap mereka masih terjebak di paviliun, rai masih memeluk bintang kini bintang malah tertidur di pelukan rai.


Rai menyenderkan tubuh nya ke dinding agar lebih nyaman,dia menatap wajah bintang dengan lekat sambil tersenyum.


Kemudian bintang terbangun dan perlahan membuka matanya, ia menengadahkan kepalanya dan menatap wajah rai begitu juga dengan rai yang menatap bintang.


Semakin lama semakin dekat wajah mereka, nafas berat rai bahkan bisa terdengar oleh bintang, semakin dekat jarak mereka hanya beberapa centi saja "Cupp.." rai kemudian mengecup bibir bintang.


Bintang yang terkejut hanya bisa diam,mereka masih bertatapan. Kini mereka berdua mendekatkan wajah masing-masing


"Cup..cup.." mereka berciuman lagi. Bitang mulai hanyut dalam suasana dia bahkan memejamkan matanya ia merasakan debaran di hatinya bahkan ia merasa jangtung nya berdetak sangat cepat.


Saat rai coba melakukan ciumannya lebih dalam lagi, tiba-tiba bintang tersadar dan melepaskan bibir nya dari rai.

__ADS_1


"Emm...ma..maaf" ucap bintang dengan lirih dia juga coba melepaskan tubuh nya dari rai


Saat itupun rai menarik nya lagi dan memeluk tubuh bintang "diam" ucap nya dengan lembut.


__ADS_2