Aku & Bintang

Aku & Bintang
Satu gerakan agar lebih dekat


__ADS_3

Pagi hari bintang sudah bersiap untuk ke gedung perusahaan B'fashion. Ia sangat senang dan atusias ia juga mengenakan setelan dari brand fashion itu.


Tentu saja karena dia salah satu influencer yang bekerjasama dengan mereka.


Berbeda dengan kondisi di asrama yang sangat rusuh, semua anggota sedang bersiap di bantu asisten dan juga staff mereka yang sibuk membawa barang-barang keperluan mereka.


"Kita udah telat ini" sahut bang dendy


Tak lama mereka keluar dan masuk dalam mobil.


Seperti biasa anggota pakai dua mobil yang berbeda kali ini bang dendy tidak satu mobil bersama mereka melaikan bersama beberapa staff dan stylist.


Di dalam mobil rai sesekali tersenyum karena ia tahu bahwa hari ini dia akan bertemu dengan bintang.


"Huuuh" ia menghela nafas


"Kenapa?" Tanya jimy


"Gapapa, gue gak sabar aja pengen ket..." Ia tak melanjutkan ucapannya


"Pengen apa?" Tanya jimy memastikan


"Pengen cepet-cepet kelarin kerjaan" jawab rai berbohong.


Merekapun masih dalam perjalanan.


Sedangkan bintang sudah tiba di sana terlebih dahulu.


"Bintang...akhirnya kita ketemu lagi bagaimana kabar kamu?" Ucap renaldi


"Baik pak, terimakasih" ucap bintang yang sudah duduk di ruangan ada juga beberapa orang


"Sebentar lagi kita mulai yah nanti kita rekaman duluan sebelum mereka datang" ucap bu christie


"Baik bu" sahut bintang


"Ini script nya, kamu gak perlu makeup atau prepare lagi bareng team?" Tanya renaldi


"Gak usah pak" jawab bintang


"Ok! oiya anggil saja renaldi, umur kita kan gak jauh beda apa lagi kamu senior saya waktu masih kuliah" ucapnya


"Kalau di sini kan beda lagi" sahut bintang dan merekapun tertawa.


Bintang akhirnya melakukan rekaman di salah satu ruangan aula yang telah di ubah jadi set untuk syuting.


Bersama bu christie dan beberapa staff nya ada juga pihak-pihak lain, mereka sedang menjelaskan produk baru yang telah launching dan akan launchig juga beberapa model baru untuk musim akhir tahun.


Produk dari fashion tersebut tidak di jual di dalam negeri. Namun menargetkan pasar luar negeri terutama hongkong karena di sana juga terdapat kantor dari brand fashion tersebut.


Setelah beberapa saat mereka sudah tiba di gedung itu, kini sedang berjalan masuk ke ruangan untuk bersiap.


Hampir setengah jam akhirnya mereka masuk ke aula.

__ADS_1


"Dia udah di sini" ucap rai dalam hati karena melihat bintang masih dalam kegiatan syuting dan sedang on frame namun sudah mau mengakhiri rekamannya.


"Kenapa aku selalu terpesona liat kamu,walaupun kamu lagi diem kaya gitu" gumam rai sambil tersenyum memandang bintang


"Rai" teriak brian


"Oh iya" ia pun tersadar dan menghampiri anggota yang lain.


Kemudian bersamaan detik itu bintang sudah selesai, kini ia sedang berjalan hendak keluar dari aula.


Merekapun berjalan lawan arah dan jarak mereka semakin dekat.


Saat tubuh mereka berpapasan,rai memberanikan diri, ia menyentuh jari tangan bintang sambil berjalan, walapun mereka tidak saling bertatapan.


Setelah keluar dari aula


"Haaaa....ya ampun" ucap bintang kemudian menghentikan langkahnya dan menyandarkan tubuh nya ke dinding.


Ia masih tak percaya akan apa yang baru saja terjadi, dia kemudain menyentuh dadanya karena jantungnya sangat berdebar agar lebih tenang.


"Kenapa bintang?" Ucap renaldi yang baru saja keluar


"Oh gapapa-gapapa" jawab nya.


"Kita makan dulu bersama yang lain, ayo" ajak renaldi


"Baik pak" jawab bintang mengikuti renaldi


Setelah beberapa jam bintang selesai makan dan dia masih ada di gedung tersebut, ia melihat hp nya dan membaca sebuah pesan.


Renaldi hanya tersenyum melihat bintang seperti nya dia tau sesuatu.


Kini anggota star light masih melakukan syuting dan ini adalah baju terakhir mereka.


"Ok cut" ucap salah satu staff dari pihak fashion tersebut.


"Woah...akhirnya selesai juga terimakasih banyak" ucapnya


"Tidak perlu ada yang di ulang lagi, sudah cukup bagus" ucap bu christie kepada staf nya


Kemudian mereka bertepuk tangan, semua anggota di bantu staff dan stylist mereka sedang melepaskan baju.


Tak lama mereka keluar untuk jamuan makan siang. Di jalan menuju ruangan.


"Lee..aku ada urusan kalian duluan saja" ucap rai


"Kemana?" Tanya jimy


"Aku sudah bilang bang dendy, kalian makan duluan saja" jawab rai kemudian dia berjalan berpisah dengan temannya.


Gaga dan lee masih menatap rai.


Rai berjalan dengan cepat untuk sampai ke salah satu ruangan.Dengan perlahan dia membuka pintu ruangan itu. Ternyata bintang sudah ada di dalam.

__ADS_1


"Udah dari tadi" tanya nya kemudian duduk di samping bintang


"Oh enggak juga" jawab nya dengan canggung


"Sory yah lama,kita baru selesai" ucap rai


"Gapapa kok tadi aku juga abis makan dulu sama yang lain, dan baru aja kesini" ucap nya


"Oiya kamu bukannya ada jamuan makan siang yah" tanya bintang


"Aku enggak makan" jawab rai


"Kenapa? Apa karena kamu harus cepet-cepet kesini? Kalo gitu nanti aja bicaranya kalo kamu udah makan" ucap nya sambil hendak berdiri


"Aaa..bintang, aku lagi diet karena kitakan harus pemontretan" sahut rai sambil menahan tangan bintang.


"Oh gitu" ucapnya singkat sambil tetap berdiri


"Kamu gamau duduk" tanya rai sambil tersenyum lalu rai menggeser kursi bintang agar lebih dekat dengannya.


"Kamu mau bicara apa?" Tanya rai sambil melepaskan tangan bintang


"Ak..aku? Bukannya kamu yang nagajak kesini" jawab bintang dengan malu-malu


"Kan kamu yang mau jelasin sesuatu" ucap rai sedikit mengerjain bintang.


"Iya...emm itu... tapi bukannya aku udah bilang lewat telpon soal malam itu" jelas bintang


"Kamu cuma bilang kalau malam itu kamu lagi di luar bareng temen cowok kamu" ucap rai


"Iya emang bener,waktu kamu telpon aku lagi makan bareng temen aku, tapi kamu malah tiba-tiba matiin telponnya" sahut bintang dengan nada lirih


"Apa aku salah? Kamu juga gak ada kabar lagi setelah malam itu" tanya rai


"Itu karena aku bingung harus ngomong apa ke kamu, aku mau ngehubungi kamu lagi tapi takut ganggu kan kamu bilang kalo kamu masih ada kegiatan, dan saat kemarin aku ngehubungi lagi,kam....kamu juga cuek ke aku jadi aku pikir kamu marah gara-gara kejadian itu" ucap bintang panjang lebar


kemudian dia merasa malu mengungkapan semuanya kepada rai sambil menunduk dan mengigit bibir nya dia tidak berani menatap rai.


Rai hanya terdiam mendengar ucapan bintang, kemudain dia membungkukan badanya agar bisa melihat wajah bintang.


"Aku gak marah sama kamu"ucap rai kemudian dia menarik kursi bintang dan sekarang mereka benar-benar berhadapan sangat dekat.


"Jaa..jadi kamu gak marah?" Tanya bintang yang menatap rai


Sedangkan rai hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepada bintang.


"Huh...syukur deh kalo kamu gak marah" sahut bintang dengan lega kemudain dia juga tersenyum kepada rai.


Akhirnya mereka bertatapan, semakin lama semakin intens dan tatapan rai semakin dalam. Rai perlahan mendekatkan wajah nya ke arah bintang.


"Astaga....astaga dia mau ngapain? Jantung gue berasa mau copot" gumam nya dalam hati


tiba-tiba saja.

__ADS_1


"Hyeong?" Teriak seseorang dari luar membuat mereka terkejut.


__ADS_2