Aku & Bintang

Aku & Bintang
Dia di sana


__ADS_3

"Gimana keadaan lo?" tanya jimy begitu mereka sampai di ruang rawat inap Brian. Terlihat brian sedang menyandarkan tubuh nya dan dia sudah terlihat membaik.


"gue udah baikkan kok.! tinggal nunggu pemulihan aja terus keluar deh dari ruangan ini.!" jawab nya dengan mood yang sudah terlihat sangat bosan.


"Mwo? (apa) keluar.! Memang nya dokter sudah berikan ijin kepadamu?" timpal lee.


"belum sih" sahut brian dengan menyeringai.


"Jam berapa kalian sampai?" Tanya nya pada teman aggotanya.


"kami sampai pagi tadi dan langsung ke asrama" Jawab rai yang duduk di sofa. "Apa yang dokter bilang?" Dia menanyakan riwayat penyakit brian.


"ahk. tidak ada hal yang serius rai. gue cuma kecapean aja mungkin makanya tubuh gue jadi drop. kurang istirahat dan sistem imun gue menurun" Brian coba menjawab sebisanya agar teman-teman nya tidak khawatir.


"jinjja.!(yakin) hanya itu saja. Kau tidak ada kena penyakit yang parah brian?" lee ikut lagi bertanya.


"Memang nya lu berharap brian kena penyakit apa?" Jimy menimpali dengan sedikit sewot.

__ADS_1


"Bukan begitu jim" bantah lee.


"Sudah-sudah.. lo itu sama lee selalu aja ribut gak dimana gak dimana. ini kita lagi di rumah sakit, kebiasaan.!" Bentak gaga. "Lo udah makan brian sama minum obat?" tanya nya kini pada brian.


"udah,gue juga udah makan kok. cuma ya gitu makanan disini gada yang enak. makanya gue pengen cepat-cepat keluar" Brian sedikit mengadu pada Gaga.


"Kalau gitu kita pesan makanan. sama minuman bersoda enak kayaknya.!" timpal jimy


PLAKK..!! Gaga menimpal pundak jimy


"Gila lu.!" ucap gaga. Plakk...!! jimy mendapat satu keplakan lagi kali ini membuat nya kesal.


"aaarkh..sakit.! ngapain lu ikutan ngeplak gue.!" jimy benar-benar geram karena lee ikut mengeplak pundak nya.


"Mana ada minuman soda apakah kau mau membunuh brian.!" Bantah lee


Semua terkekeh melihat tingkah jimy dan lee yang selalu saja begitu dari awal mereka bergabung tidak ada yang berubah dengan sifat mereka. Gaga,rai dan brian sudah sangat memakluminya.

__ADS_1


Sambil bercengkrama Brian memencet tombol on pada hp nya untuk menghidupkan nya setelah seharian di charger. Begitu hp nya menyala terlihat lah banyak notif panggilan yang tak terjawab dan beberapa pesan masuk.


"Aqnes.!" batin brian sambil menatap hp nya.


Dia coba membaca satu persatu pesan dari aqnes dengan sangat hati-hati agar tidak ketahuan oleh anggota yang lain. Namun rai dapat melihat gerak-gerik brian.


"Keluarga lu udah tau kan.?" tiba-tiba dia bertanya membuat brian sangat terkejut.


"a- udah. Bang dendy yang ngabarin kayak nya, kemarin dia bilang ke gue.!" jawab nya gugup sambil jarinya menekan layar hp agar pesan yang sudah dia ketik bisa terkirim.


"Bagus deh kalau gitu" lanjut rai. Sedangkan brian hanya menyeringai kaku. Lalu dia menaruh hp nya di meja dan lanjut mengobrol dengan yang lain.


Sambil asik mengobrol rai juga tidak lepas dari hp nya. tanpa sengaja dia menekan aplikasi Whatt**app. Dia menscroll dengan bosan dan berhenti saat nama bintang terlihat dimana obrolan nya sudah berada sangat bawah.


"Bintang!" Gumam nya.. Diapun seketika ingat kepada bintang yang selama ini dia abaikan bahkan terakhir kali dia melihat obrolan nya kalau dia akan mengabari bintang lagi. Namun sampai lebih satu bulan rai tidak pernah mengirimi kabar kepada bintang.


"Selamat, semuanya berjalan lancar.!" Salah satu caption yang bintang tulis di unggahan akun sosial medianya nya dengan foto langit pagi hari yang masih gelap dan masih menampakan kilauan bintang.

__ADS_1


Rai memandangi unggahan itu. Namun yang membuat nya terkejut adalah lokasi yang bintang ambil yaitu kota yang baru saja rai tinggalkan.


"Dia lagi ada di sana? Sejak kapan? apa dia menonton konser kami diam-diam atau.!!" Rai begitu terkejut mengetahui keberadaan bintang.


__ADS_2