Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Makan malam


__ADS_3

"Bunda senang loh, melihat hubungan kalian  yang semakin membaik, dan semoga seterusnya akan seperti ini y?" ucap Adelle penuh harap.


"Iya, Ayah juga bahagia, jika melihat rumah tangga kalian semakin harmonis, dan semoga kalian bisa cepat memberikan Ayah dan Bunda cucu." ucap Reyhan menimpali, seraya menyuapkan makanan ke dalam mullutnya.


"Entahlah Yah, Bun. Apakah pernikahan yang di awalai dengan kebohongan, akan terus berjalan dengan baik-baik saja? atau mungkin bisa hancur kapanpun," jawab Xavier tiba-tiba. Membuat Keysha, Adelle dan Reyhan terkejut.


'Maksud Kak Xavier apa sih, bahas masalah ini di sini, nggak tahu tempat banget,' batin Keysha kesal.


"Maksud kamu Xavier?" tanya Adelle dengan was-was.


"Apa Bunda tahu, kalau ternyata Keysha yang meminta pada Papah Farhan, supaya dijodohkan dengan ku." jawab Xavier seraya tersenyum kearah Keysha, seolah mengejek bahwa dia bisa membongkar semuanya di hadapan kedua orang tua Xavier.


"Benarkah itu Keysha?" tanya Adelle meminta kepastian dari Keysha. Semua mata menatap Keysha, membuat Keysha merasa disudutkan.


"Benar Bun." jawab Keysha seraya menundukkan wajahnya.


"Waah, bagus dong kalau begitu. Selama ini, Bunda merasa nggak enak, karena Keysha harus menikah dengan Xavier. Bunda merasa kalau Xavier juga kurang pantas bersanding dengan Keysha," ucap Adelle, dia pun menggenggam tangan Keysha. "Tapi, sekarang Bunda merasa lega, karena Keysha ternyata menaruh hati unutuk Xavier. Bunda berharap, seterusnya perasaan kalian terus di pupuk," harap Adelle.


Keysha tersenyum, dia tidak menyangka kalau ternyata ayah dan ibu mertuanya, justru mendukungnya. Keysha beralih menatap Xavier  yang terlihat tidak puas dengan jawaban dengan kedua orang tuanya.


"Lihat, kan Kak Xavier, Ayah an juga Bunda tidak masalah tentang hal itu, justru mereka mendukung aku, dan berharap kalau pernikahan kita akan langgeng. Apa sekarang, kamu berubah pikiran?" batin Keysha, tersenyum mengejek ke arah Xavier .


"Sial, kenapa begini?" Xavier, tidak menyangka kalau ternyata, dukungan justru diberikan untuk Keysha.

__ADS_1


"Ya sudah, kalian lanjut makan dulu, Bunda mau ke dapur sebentar," ucap Adelle.


"Bunda, Keysha bantu ya?" Keysha menawarkan bantuan untuk ibu mertuanya.


"Jangan, udah biar Bunda aja, lagi pula Bunda cuman mau minta tolong siapa disiapkan cemilan kok," jawab Adelle menolak bantuan menantunya dengan halus.


"Lihat kan Kak, tidak terjadi apapun," bisik Keysha pada Xavier, sedangkan Xavier hanya diam menahan kesal.


Sekarang, yang Xavier pikirkan, bagaimana kisah cintanya dengan Aira, mau di bawa ke mana hubungannya dengan Aira? Xavier yakin, setelah ini orang tuanya tidak akan setuju jika Xavier menceraikan Keysha, kecuali Keysha sendiri yang mengajukannya.


Setelah makan malam, mereka semua beralih ke ruang keluarga, mereka membahas seputar pekerjaan dan juga membahas seputar rumah tangga Adelle dan Reyhan. Adelle dan Reyhan sebagai orang tua, dan sudah paham tentang bagaimana kisah rumah tangga, memberikan petuah dan juga saran untuk Keysha dan Xavier yang baru menyelami bahtera rumah tangga.


"Ini pernikahan, sakral. Jangan dibuat mainan, apalagi ada pikiran untuk mengakhiri pernikahan, karena meskipun perceraian itu diperbolehkan, tapi perceraian juga sangat dibenci oleh Yang Mahakuasa," ujar Reyhan memberikan petuah.


"Meskipun, awalnya pernikahan kalian mungkin tidak didasari oleh cinta, tapi Ayah dan Bunda berharap, seiring berjalannya waktu cinta akan tumbu di antara kalian berdua," harap Reyhan dan Adelle.


Mendengar petuah dan saran dari kedua orang tuanya, hati Xavier menolak, karena dia tidak bisa bertahan dengan Keysha, apalagi Xavier sudah berjanji kepada Aira, bahwa dia akan kembali pada Aira.


Setelah berbincang cukup lama, Xavier dan Keysha pun pamit pulang.


"Hati-hati ya kalian, dan harus sering-sering main," ucap Adelle memperingatkan.


"Iya Bunda, nanti kalau aku dan Kak Xavier ada waktu luang lagi," janji Keysha. Setelah berpamitan, Keysha dan Xavier pun masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Bun? Apa aman?" tanya Reyhan nampak was-was.


"Udah, Ayah tenang aja. Aman kok, percaya sama Bunda," jawab Adelle nampak yakin.


.


.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba saja, Xavier merasakan panas sekujur tubuhnya, Xavier sampai sudah menyalakan AC mobil, namun baginya itu sama sekali tidak membantu.


"Kenapa sih, Kak?" tanya Keysha yang heran dengan gerak-gerik Xavier.


"Panas banget, iya nggak sih?" tanya Xavier pada Keysha.


"Apanya? orang dingin kok," jawab Keysha heran.


Akhirnya, mereka berdua sampai di rumah. Xavier langsung keluar dari mobil namun dalam keadaan sempoyongan. Keysha terkejut dan membantu Xavier. Xavier yang mencium aroma parfum Keysha begitu wangi serta melihat leher mulus Keysha, entah kenapa dia merasa terangsang.


"Pak, tolong!!" seru Keysha meminta tolong, seraya menahan tubuh Xavier yang terasa berat. Tidak lama, beberapa pelayan datang menolong dan membawa Xavier menuju kamarnya. Setelah semua pelayan pergi, Keysha pun menutup pintu dan membantu Xavier untuk melepaskan sepatu yang dikenakan.


"Kak, aku panggil Dokter ya?" ucap Keysha yang nampak khawatir dengan keadaan suaminya.


"Jangan." cegah Xavier dengan suara yang serak. Keysha sadar, ada yang berbeda dengan Xavier.

__ADS_1


'Kak Xavier, ngapain ngeliatin aku gitu ya?' batin Keysha heran.


__ADS_2