
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
__ADS_1
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
__ADS_1
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.
"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,
"Benarkah, bukan karena kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Harun peuh selidik. Selama ini, Aira memang tidak berterus terang soal Xavier.
"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.
'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.
-//-
Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.
"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.
"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.
"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.
"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.
"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.
"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.
"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
__ADS_1