Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Salah sangka


__ADS_3

"Apa, mencari tahu soal Keysha?" Aira terdengar tidak suka dengan jawaban pelayan Xavier, mengenai Xavier yang saat ini tengah mencari tahu soal Keysha.


'Kenapas sih, Xavier justru lebih perduli sama Keysha, harusnya dia cariin aku dulu, malah sibuk urusin Keysha,' batin Aira kesal.


"Ya sudah, kalau begitu saya permisi ya," Aira memutuskan untuk pergi kare, yang dia cari tidak ditemukan. Aira langsung masuk ke dalam mobil, kemudian dia tersenyum saat mengingat infomarsi yang dia dapatkan. Kabar kecelakaan pesawat yang ditumpangi oleh Keysha, jelas membuat Aira begitu senang. Itu artinya, jalannya untuk bersatu dengan Xavier, semakin berada di depan mata.


"Dari pada aku sibuk nyari Xavier, mending aku perawatan untuk mempercantik diri," ujar Aira dia pun melajukan mobilnya menuju ke tempat spa.


-//-


Selesai makan siang, Keysha berkeliling rumahnya, lebih tepatnya ke taman, yang dulu biasa dia gunakan saat bersantai, di sana ada ayunan yang biasa Keysha bisa sampai ketiduran sembari membaca novel. Keysha sangat merindukan rumahnya dulu, tempat nyaman tempatnya untuk pulang.

__ADS_1


"Gimana perasaan Kak Xavier, setelah tahu aku selamat?" tanya Keysha tiba-tiba, Xavier memang mengikuti Keysha, dan dia berada di belakang Keysha sekarang.


"Jelas aku merasa lega, Key, aku sangat bersyukur karena kamu tidak menjadi korban. Tapi kenapa kamu bertanya begitu?" tanya Xavier heran.


"Bukankah, Kak Xavier sangat membenci ku?" Keysha berbalik menatap Xavier, "Kak Xavier sangat ingin kita berpisah, bukankah akan lebih mudah jika aku benar-benar pergi? Kak Xavier bisa bersama dengan Aira," jelas Keysha.


Xavier nampak mengehela napasnya dalam. "Kamu tanggung jawab ku Key, jadi aku harus bisa menjaga kamu. Kalau terjadi sesuatu pada kamu, maka aku akan sangat merasa bersalah," jawab Xavier dengan tenang.


Keysha naik ke atas ayunan, dan duduk di sana, Xavier hanya memperhatikan, ayunan itu terbuat dari kayu, di atasnya ada sudah ada selimut dan bantal yang tiap hari akan selalu di bersihkan. Keysha mulai membaringkan diri dan memejamkan matanya, tidak perduli dengan keberadaan Xavier, Keysha merasa hatinya sangat lelah, dia butuh istirahat sekarang. Tidak lama, Keysha benar-benar sudah terlelap, sepertinya dia sangat kelelahan. Xavier diam-diam tersenyum, tanganya terulur menyentuh anak rambut yang menghalangi mata Keysha karena tertiup angin.


'Istirahat lah, aku tahu kamu sangat lelah, Key," ucap Xavier dengan lirih.

__ADS_1


Adelle dan Lailla diam-diam memperhatian interaksi antara Keysha  dan Xavier, mereka berdua begitu bahagia melihat kedekatan Xavier dan Keysha. Mereka merasa bahwa Xavier sudah mulai membuka hati untuk Keysha.


"Semoga, Xavir dan Keysha semakin dekat, dan kita bisa segera menimang cucu," ucap Adelle berbisik.


"Ammiinn, aku juga berharap begitu," Lailla tidak menampik, dia juga sangat ingin memiliki cucu, apalagi Keysha juga putri tunggalnya.


"Aku kaget, saat Xavier katanya menangis, bahkan dia seperti tidak bertenaga saat tahu kabar buruk itu," Adelle menceritakan soal Xavier, yang dia juga tahu dari pelayan di kediaman rumah Xavier.


"Apa itu sudah diartikan, bahwa Xavier sudah mulai menyukai Keysha?" tanya Lailla.


"Aku yakin sebenarny ada perasaan itu untuk Keysha, hanya saja Xavier belum menyadarinya," jawa Adelle dengan sangat yakin.

__ADS_1


__ADS_2