Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Permainan terbaca


__ADS_3

"Iya Xavier, Tante harap kamu tidak mengelak dan berkilah, bagaimanapun anak Tante, Aira yang akan menanggung semuanya, kamu lelaki nggak punya bekas, sedangkan Aira?" kali ini Lita ikut angkat bicara, sedangkan Aira justru ketakutakan, dia tidak menyangka kalau Lita akan nekat datang menemui kedua orang tua Xavier, dan menceritakan hal itu.


"Kapan aku dan Aira melakukannya?" tanya Xavier, dia merasa tidak pernah melakukan apapun kepada Aira, karena selama ini Xavier selalu berusaha menjaga Aira.


"Tunggu, maksud Tante malam waktu aku dan Aira pergi?" Xavier mulai mengingat sesuatu, saat dia pergi ke club malam dan berakhir dia merasakan hal yang aneh pad tubuhnya.


"Aira, kamu jangan cuman diam aja dong, kamu harus membela diri kamu sendiri," Lita mendesak Aira untuk membuat pengakuan bahwa dia dan Xavier sudah pernah melakukan hubungan itu.


"Aira tidak akan mengakui apapun, karena tidak ada hal terjadi pada kami," ucap Xavier dengan penuh percaya diri.


"Kami memang pergi ke club, dan aku merasakan ada hal aneh pada tubuhku, sampai aku hampir kehilangan kesadaran. Tapi, saat itu jelas aku melihat Keysha dan asistennya menjemput kami, dan aku di bawa pulang" terang Xavier, membuat Adelle dan juga Reyhan bernapas lega, tapi tidak dengan Aira dan Lita.


"Sekarang aku tahu, ternyata ini rencana kamu Aira, kamu ingin menjebakku?" tanya Xavier menyudutkan Aira.


"Aira, ada apa ini?" bisik Lita dengan nada amarah yang tertahan.


"Tidak ada masalah Ibu Lita, yang jadi masalah rencana kalian gagal, kalian tidak berhasil menipu anak saya," kata Adelle.


"Xavier, jadi malam itu, kamu dan Keysha?" Aira menatap Xavier dengan tatapan tidak percaya, dia jelas tahu kejadian apa selanjutnya yang terjadi antara Xavier dan Keysha.


"Iya, kamu jelas tahu yang terjadi antara suami dan istri, itu lebih baik dari pada aku melakukannya sama kamu. Aku nggak menyangka Aira, bahwa kamu punya pikiran selicik itu," terang Xavier, mengungkapkan kekecewaannya. Xavier pun memilih pergi, karena dia merasa sudah tidak ada hal yang harus dijelaskannya lagi.


"Xavier, tunggu!" Aira mengejar Xavier, dia tidak mau kehilangan kekasihnya, orang yang Aira yakini bisa menyelamatkan hidupnya.


"Bagaimana, Bu Lita? Apa ada yang perlu dijelaskan lagi?" Adelle dengan santainya bertanya demikian, dia yakin saat ini Lita tengah menanggung malu.


"Tidak, terimakasih. Kalau begitu saya permisi," Lita pun pamit, dia merasa malu atas apa yang terjadi tadi.


Sedangkan kini, Aira mencoba mengetuk pintu mobil Xavier, dia berusaha menjelaskan kepada Xavier, tapi sepertinya Xavier tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Aira.


"Aira hentikan!" Plakkk! suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Aira, Lita menarik Aira dan menampar wajah putrinya yang tengah memohon kepada Xavier.


"Cukup! Ayo pulang!" Lita menarik paksa Aira menuju mobil, kebetulan tadi dia datang ke sini menggunakan taksi.


"Mah, ada yang harus aku jelaskan," Aira mencoba mengiba pada ibunya, berharap Lita memberikannya waktu, supaya bisa menperbaiki hubungannya dengan Xavier. Akan tetapi, rupanya Lita sedang tidak berbelas kasih, dia terus memaksa Aira untuk ikut pergi dengannya. Xavier melihat dengan jelas, bagaimana perlakuan LIta pad Aira, dan baru kali ini Xavier melihat sisi lain dari ibu kekasihnya itu.


Xavier menghela napasnya, dia tidak mau ikut campur, biar bagaimanapun Aira sudah salah karena berniat menjebaknya, dan permainan Aira jelas sudah terbaca sekarang. Xavier, segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.


"Iya Xavier, Tante harap kamu tidak mengelak dan berkilah, bagaimanapun anak Tante, Aira yang akan menanggung semuanya, kamu lelaki nggak punya bekas, sedangkan Aira?" kali ini Lita ikut angkat bicara, sedangkan Aira justru ketakutakan, dia tidak menyangka kalau Lita akan nekat datang menemui kedua orang tua Xavier, dan menceritakan hal itu.


"Kapan aku dan Aira melakukannya?" tanya Xavier, dia merasa tidak pernah melakukan apapun kepada Aira, karena selama ini Xavier selalu berusaha menjaga Aira.


"Tunggu, maksud Tante malam waktu aku dan Aira pergi?" Xavier mulai mengingat sesuatu, saat dia pergi ke club malam dan berakhir dia merasakan hal yang aneh pad tubuhnya.


"Aira, kamu jangan cuman diam aja dong, kamu harus membela diri kamu sendiri," Lita mendesak Aira untuk membuat pengakuan bahwa dia dan Xavier sudah pernah melakukan hubungan itu.


"Aira tidak akan mengakui apapun, karena tidak ada hal terjadi pada kami," ucap Xavier dengan penuh percaya diri.


"Kami memang pergi ke club, dan aku merasakan ada hal aneh pada tubuhku, sampai aku hampir kehilangan kesadaran. Tapi, saat itu jelas aku melihat Keysha dan asistennya menjemput kami, dan aku di bawa pulang" terang Xavier, membuat Adelle dan juga Reyhan bernapas lega, tapi tidak dengan Aira dan Lita.


"Sekarang aku tahu, ternyata ini rencana kamu Aira, kamu ingin menjebakku?" tanya Xavier menyudutkan Aira.


"Aira, ada apa ini?" bisik Lita dengan nada amarah yang tertahan.


"Tidak ada masalah Ibu Lita, yang jadi masalah rencana kalian gagal, kalian tidak berhasil menipu anak saya," kata Adelle.


"Xavier, jadi malam itu, kamu dan Keysha?" Aira menatap Xavier dengan tatapan tidak percaya, dia jelas tahu kejadian apa selanjutnya yang terjadi antara Xavier dan Keysha.


"Iya, kamu jelas tahu yang terjadi antara suami dan istri, itu lebih baik dari pada aku melakukannya sama kamu. Aku nggak menyangka Aira, bahwa kamu punya pikiran selicik itu," terang Xavier, mengungkapkan kekecewaannya. Xavier pun memilih pergi, karena dia merasa sudah tidak ada hal yang harus dijelaskannya lagi.


"Xavier, tunggu!" Aira mengejar Xavier, dia tidak mau kehilangan kekasihnya, orang yang Aira yakini bisa menyelamatkan hidupnya.


"Bagaimana, Bu Lita? Apa ada yang perlu dijelaskan lagi?" Adelle dengan santainya bertanya demikian, dia yakin saat ini Lita tengah menanggung malu.


"Tidak, terimakasih. Kalau begitu saya permisi," Lita pun pamit, dia merasa malu atas apa yang terjadi tadi.


Sedangkan kini, Aira mencoba mengetuk pintu mobil Xavier, dia berusaha menjelaskan kepada Xavier, tapi sepertinya Xavier tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Aira.


"Aira hentikan!" Plakkk! suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Aira, Lita menarik Aira dan menampar wajah putrinya yang tengah memohon kepada Xavier.


"Cukup! Ayo pulang!" Lita menarik paksa Aira menuju mobil, kebetulan tadi dia datang ke sini menggunakan taksi.


"Mah, ada yang harus aku jelaskan," Aira mencoba mengiba pada ibunya, berharap Lita memberikannya waktu, supaya bisa menperbaiki hubungannya dengan Xavier. Akan tetapi, rupanya Lita sedang tidak berbelas kasih, dia terus memaksa Aira untuk ikut pergi dengannya. Xavier melihat dengan jelas, bagaimana perlakuan LIta pad Aira, dan baru kali ini Xavier melihat sisi lain dari ibu kekasihnya itu.


Xavier menghela napasnya, dia tidak mau ikut campur, biar bagaimanapun Aira sudah salah karena berniat menjebaknya, dan permainan Aira jelas sudah terbaca sekarang. Xavier, segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.


"Iya Xavier, Tante harap kamu tidak mengelak dan berkilah, bagaimanapun anak Tante, Aira yang akan menanggung semuanya, kamu lelaki nggak punya bekas, sedangkan Aira?" kali ini Lita ikut angkat bicara, sedangkan Aira justru ketakutakan, dia tidak menyangka kalau Lita akan nekat datang menemui kedua orang tua Xavier, dan menceritakan hal itu.


"Kapan aku dan Aira melakukannya?" tanya Xavier, dia merasa tidak pernah melakukan apapun kepada Aira, karena selama ini Xavier selalu berusaha menjaga Aira.


"Tunggu, maksud Tante malam waktu aku dan Aira pergi?" Xavier mulai mengingat sesuatu, saat dia pergi ke club malam dan berakhir dia merasakan hal yang aneh pad tubuhnya.


"Aira, kamu jangan cuman diam aja dong, kamu harus membela diri kamu sendiri," Lita mendesak Aira untuk membuat pengakuan bahwa dia dan Xavier sudah pernah melakukan hubungan itu.


"Aira tidak akan mengakui apapun, karena tidak ada hal terjadi pada kami," ucap Xavier dengan penuh percaya diri.


"Kami memang pergi ke club, dan aku merasakan ada hal aneh pada tubuhku, sampai aku hampir kehilangan kesadaran. Tapi, saat itu jelas aku melihat Keysha dan asistennya menjemput kami, dan aku di bawa pulang" terang Xavier, membuat Adelle dan juga Reyhan bernapas lega, tapi tidak dengan Aira dan Lita.


"Sekarang aku tahu, ternyata ini rencana kamu Aira, kamu ingin menjebakku?" tanya Xavier menyudutkan Aira.


"Aira, ada apa ini?" bisik Lita dengan nada amarah yang tertahan.


"Tidak ada masalah Ibu Lita, yang jadi masalah rencana kalian gagal, kalian tidak berhasil menipu anak saya," kata Adelle.


"Xavier, jadi malam itu, kamu dan Keysha?" Aira menatap Xavier dengan tatapan tidak percaya, dia jelas tahu kejadian apa selanjutnya yang terjadi antara Xavier dan Keysha.


"Iya, kamu jelas tahu yang terjadi antara suami dan istri, itu lebih baik dari pada aku melakukannya sama kamu. Aku nggak menyangka Aira, bahwa kamu punya pikiran selicik itu," terang Xavier, mengungkapkan kekecewaannya. Xavier pun memilih pergi, karena dia merasa sudah tidak ada hal yang harus dijelaskannya lagi.


"Xavier, tunggu!" Aira mengejar Xavier, dia tidak mau kehilangan kekasihnya, orang yang Aira yakini bisa menyelamatkan hidupnya.

__ADS_1


"Bagaimana, Bu Lita? Apa ada yang perlu dijelaskan lagi?" Adelle dengan santainya bertanya demikian, dia yakin saat ini Lita tengah menanggung malu.


"Tidak, terimakasih. Kalau begitu saya permisi," Lita pun pamit, dia merasa malu atas apa yang terjadi tadi.


Sedangkan kini, Aira mencoba mengetuk pintu mobil Xavier, dia berusaha menjelaskan kepada Xavier, tapi sepertinya Xavier tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Aira.


"Aira hentikan!" Plakkk! suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Aira, Lita menarik Aira dan menampar wajah putrinya yang tengah memohon kepada Xavier.


"Cukup! Ayo pulang!" Lita menarik paksa Aira menuju mobil, kebetulan tadi dia datang ke sini menggunakan taksi.


"Mah, ada yang harus aku jelaskan," Aira mencoba mengiba pada ibunya, berharap Lita memberikannya waktu, supaya bisa menperbaiki hubungannya dengan Xavier. Akan tetapi, rupanya Lita sedang tidak berbelas kasih, dia terus memaksa Aira untuk ikut pergi dengannya. Xavier melihat dengan jelas, bagaimana perlakuan LIta pad Aira, dan baru kali ini Xavier melihat sisi lain dari ibu kekasihnya itu.


Xavier menghela napasnya, dia tidak mau ikut campur, biar bagaimanapun Aira sudah salah karena berniat menjebaknya, dan permainan Aira jelas sudah terbaca sekarang. Xavier, segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.


"Iya Xavier, Tante harap kamu tidak mengelak dan berkilah, bagaimanapun anak Tante, Aira yang akan menanggung semuanya, kamu lelaki nggak punya bekas, sedangkan Aira?" kali ini Lita ikut angkat bicara, sedangkan Aira justru ketakutakan, dia tidak menyangka kalau Lita akan nekat datang menemui kedua orang tua Xavier, dan menceritakan hal itu.


"Kapan aku dan Aira melakukannya?" tanya Xavier, dia merasa tidak pernah melakukan apapun kepada Aira, karena selama ini Xavier selalu berusaha menjaga Aira.


"Tunggu, maksud Tante malam waktu aku dan Aira pergi?" Xavier mulai mengingat sesuatu, saat dia pergi ke club malam dan berakhir dia merasakan hal yang aneh pad tubuhnya.


"Aira, kamu jangan cuman diam aja dong, kamu harus membela diri kamu sendiri," Lita mendesak Aira untuk membuat pengakuan bahwa dia dan Xavier sudah pernah melakukan hubungan itu.


"Aira tidak akan mengakui apapun, karena tidak ada hal terjadi pada kami," ucap Xavier dengan penuh percaya diri.


"Kami memang pergi ke club, dan aku merasakan ada hal aneh pada tubuhku, sampai aku hampir kehilangan kesadaran. Tapi, saat itu jelas aku melihat Keysha dan asistennya menjemput kami, dan aku di bawa pulang" terang Xavier, membuat Adelle dan juga Reyhan bernapas lega, tapi tidak dengan Aira dan Lita.


"Sekarang aku tahu, ternyata ini rencana kamu Aira, kamu ingin menjebakku?" tanya Xavier menyudutkan Aira.


"Aira, ada apa ini?" bisik Lita dengan nada amarah yang tertahan.


"Tidak ada masalah Ibu Lita, yang jadi masalah rencana kalian gagal, kalian tidak berhasil menipu anak saya," kata Adelle.


"Xavier, jadi malam itu, kamu dan Keysha?" Aira menatap Xavier dengan tatapan tidak percaya, dia jelas tahu kejadian apa selanjutnya yang terjadi antara Xavier dan Keysha.


"Iya, kamu jelas tahu yang terjadi antara suami dan istri, itu lebih baik dari pada aku melakukannya sama kamu. Aku nggak menyangka Aira, bahwa kamu punya pikiran selicik itu," terang Xavier, mengungkapkan kekecewaannya. Xavier pun memilih pergi, karena dia merasa sudah tidak ada hal yang harus dijelaskannya lagi.


"Xavier, tunggu!" Aira mengejar Xavier, dia tidak mau kehilangan kekasihnya, orang yang Aira yakini bisa menyelamatkan hidupnya.


"Bagaimana, Bu Lita? Apa ada yang perlu dijelaskan lagi?" Adelle dengan santainya bertanya demikian, dia yakin saat ini Lita tengah menanggung malu.


"Tidak, terimakasih. Kalau begitu saya permisi," Lita pun pamit, dia merasa malu atas apa yang terjadi tadi.


Sedangkan kini, Aira mencoba mengetuk pintu mobil Xavier, dia berusaha menjelaskan kepada Xavier, tapi sepertinya Xavier tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Aira.


"Aira hentikan!" Plakkk! suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Aira, Lita menarik Aira dan menampar wajah putrinya yang tengah memohon kepada Xavier.


"Cukup! Ayo pulang!" Lita menarik paksa Aira menuju mobil, kebetulan tadi dia datang ke sini menggunakan taksi.


"Mah, ada yang harus aku jelaskan," Aira mencoba mengiba pada ibunya, berharap Lita memberikannya waktu, supaya bisa menperbaiki hubungannya dengan Xavier. Akan tetapi, rupanya Lita sedang tidak berbelas kasih, dia terus memaksa Aira untuk ikut pergi dengannya. Xavier melihat dengan jelas, bagaimana perlakuan LIta pad Aira, dan baru kali ini Xavier melihat sisi lain dari ibu kekasihnya itu.


Xavier menghela napasnya, dia tidak mau ikut campur, biar bagaimanapun Aira sudah salah karena berniat menjebaknya, dan permainan Aira jelas sudah terbaca sekarang. Xavier, segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.


"Iya Xavier, Tante harap kamu tidak mengelak dan berkilah, bagaimanapun anak Tante, Aira yang akan menanggung semuanya, kamu lelaki nggak punya bekas, sedangkan Aira?" kali ini Lita ikut angkat bicara, sedangkan Aira justru ketakutakan, dia tidak menyangka kalau Lita akan nekat datang menemui kedua orang tua Xavier, dan menceritakan hal itu.


"Kapan aku dan Aira melakukannya?" tanya Xavier, dia merasa tidak pernah melakukan apapun kepada Aira, karena selama ini Xavier selalu berusaha menjaga Aira.


"Tunggu, maksud Tante malam waktu aku dan Aira pergi?" Xavier mulai mengingat sesuatu, saat dia pergi ke club malam dan berakhir dia merasakan hal yang aneh pad tubuhnya.


"Aira, kamu jangan cuman diam aja dong, kamu harus membela diri kamu sendiri," Lita mendesak Aira untuk membuat pengakuan bahwa dia dan Xavier sudah pernah melakukan hubungan itu.


"Aira tidak akan mengakui apapun, karena tidak ada hal terjadi pada kami," ucap Xavier dengan penuh percaya diri.


"Kami memang pergi ke club, dan aku merasakan ada hal aneh pada tubuhku, sampai aku hampir kehilangan kesadaran. Tapi, saat itu jelas aku melihat Keysha dan asistennya menjemput kami, dan aku di bawa pulang" terang Xavier, membuat Adelle dan juga Reyhan bernapas lega, tapi tidak dengan Aira dan Lita.


"Sekarang aku tahu, ternyata ini rencana kamu Aira, kamu ingin menjebakku?" tanya Xavier menyudutkan Aira.


"Aira, ada apa ini?" bisik Lita dengan nada amarah yang tertahan.


"Tidak ada masalah Ibu Lita, yang jadi masalah rencana kalian gagal, kalian tidak berhasil menipu anak saya," kata Adelle.


"Xavier, jadi malam itu, kamu dan Keysha?" Aira menatap Xavier dengan tatapan tidak percaya, dia jelas tahu kejadian apa selanjutnya yang terjadi antara Xavier dan Keysha.


"Iya, kamu jelas tahu yang terjadi antara suami dan istri, itu lebih baik dari pada aku melakukannya sama kamu. Aku nggak menyangka Aira, bahwa kamu punya pikiran selicik itu," terang Xavier, mengungkapkan kekecewaannya. Xavier pun memilih pergi, karena dia merasa sudah tidak ada hal yang harus dijelaskannya lagi.


"Xavier, tunggu!" Aira mengejar Xavier, dia tidak mau kehilangan kekasihnya, orang yang Aira yakini bisa menyelamatkan hidupnya.


"Bagaimana, Bu Lita? Apa ada yang perlu dijelaskan lagi?" Adelle dengan santainya bertanya demikian, dia yakin saat ini Lita tengah menanggung malu.


"Tidak, terimakasih. Kalau begitu saya permisi," Lita pun pamit, dia merasa malu atas apa yang terjadi tadi.


Sedangkan kini, Aira mencoba mengetuk pintu mobil Xavier, dia berusaha menjelaskan kepada Xavier, tapi sepertinya Xavier tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Aira.


"Aira hentikan!" Plakkk! suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Aira, Lita menarik Aira dan menampar wajah putrinya yang tengah memohon kepada Xavier.


"Cukup! Ayo pulang!" Lita menarik paksa Aira menuju mobil, kebetulan tadi dia datang ke sini menggunakan taksi.


"Mah, ada yang harus aku jelaskan," Aira mencoba mengiba pada ibunya, berharap Lita memberikannya waktu, supaya bisa menperbaiki hubungannya dengan Xavier. Akan tetapi, rupanya Lita sedang tidak berbelas kasih, dia terus memaksa Aira untuk ikut pergi dengannya. Xavier melihat dengan jelas, bagaimana perlakuan LIta pad Aira, dan baru kali ini Xavier melihat sisi lain dari ibu kekasihnya itu.


Xavier menghela napasnya, dia tidak mau ikut campur, biar bagaimanapun Aira sudah salah karena berniat menjebaknya, dan permainan Aira jelas sudah terbaca sekarang. Xavier, segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.


"Iya Xavier, Tante harap kamu tidak mengelak dan berkilah, bagaimanapun anak Tante, Aira yang akan menanggung semuanya, kamu lelaki nggak punya bekas, sedangkan Aira?" kali ini Lita ikut angkat bicara, sedangkan Aira justru ketakutakan, dia tidak menyangka kalau Lita akan nekat datang menemui kedua orang tua Xavier, dan menceritakan hal itu.


"Kapan aku dan Aira melakukannya?" tanya Xavier, dia merasa tidak pernah melakukan apapun kepada Aira, karena selama ini Xavier selalu berusaha menjaga Aira.


"Tunggu, maksud Tante malam waktu aku dan Aira pergi?" Xavier mulai mengingat sesuatu, saat dia pergi ke club malam dan berakhir dia merasakan hal yang aneh pad tubuhnya.


"Aira, kamu jangan cuman diam aja dong, kamu harus membela diri kamu sendiri," Lita mendesak Aira untuk membuat pengakuan bahwa dia dan Xavier sudah pernah melakukan hubungan itu.


"Aira tidak akan mengakui apapun, karena tidak ada hal terjadi pada kami," ucap Xavier dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Kami memang pergi ke club, dan aku merasakan ada hal aneh pada tubuhku, sampai aku hampir kehilangan kesadaran. Tapi, saat itu jelas aku melihat Keysha dan asistennya menjemput kami, dan aku di bawa pulang" terang Xavier, membuat Adelle dan juga Reyhan bernapas lega, tapi tidak dengan Aira dan Lita.


"Sekarang aku tahu, ternyata ini rencana kamu Aira, kamu ingin menjebakku?" tanya Xavier menyudutkan Aira.


"Aira, ada apa ini?" bisik Lita dengan nada amarah yang tertahan.


"Tidak ada masalah Ibu Lita, yang jadi masalah rencana kalian gagal, kalian tidak berhasil menipu anak saya," kata Adelle.


"Xavier, jadi malam itu, kamu dan Keysha?" Aira menatap Xavier dengan tatapan tidak percaya, dia jelas tahu kejadian apa selanjutnya yang terjadi antara Xavier dan Keysha.


"Iya, kamu jelas tahu yang terjadi antara suami dan istri, itu lebih baik dari pada aku melakukannya sama kamu. Aku nggak menyangka Aira, bahwa kamu punya pikiran selicik itu," terang Xavier, mengungkapkan kekecewaannya. Xavier pun memilih pergi, karena dia merasa sudah tidak ada hal yang harus dijelaskannya lagi.


"Xavier, tunggu!" Aira mengejar Xavier, dia tidak mau kehilangan kekasihnya, orang yang Aira yakini bisa menyelamatkan hidupnya.


"Bagaimana, Bu Lita? Apa ada yang perlu dijelaskan lagi?" Adelle dengan santainya bertanya demikian, dia yakin saat ini Lita tengah menanggung malu.


"Tidak, terimakasih. Kalau begitu saya permisi," Lita pun pamit, dia merasa malu atas apa yang terjadi tadi.


Sedangkan kini, Aira mencoba mengetuk pintu mobil Xavier, dia berusaha menjelaskan kepada Xavier, tapi sepertinya Xavier tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Aira.


"Aira hentikan!" Plakkk! suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Aira, Lita menarik Aira dan menampar wajah putrinya yang tengah memohon kepada Xavier.


"Cukup! Ayo pulang!" Lita menarik paksa Aira menuju mobil, kebetulan tadi dia datang ke sini menggunakan taksi.


"Mah, ada yang harus aku jelaskan," Aira mencoba mengiba pada ibunya, berharap Lita memberikannya waktu, supaya bisa menperbaiki hubungannya dengan Xavier. Akan tetapi, rupanya Lita sedang tidak berbelas kasih, dia terus memaksa Aira untuk ikut pergi dengannya. Xavier melihat dengan jelas, bagaimana perlakuan LIta pad Aira, dan baru kali ini Xavier melihat sisi lain dari ibu kekasihnya itu.


Xavier menghela napasnya, dia tidak mau ikut campur, biar bagaimanapun Aira sudah salah karena berniat menjebaknya, dan permainan Aira jelas sudah terbaca sekarang. Xavier, segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.


"Iya Xavier, Tante harap kamu tidak mengelak dan berkilah, bagaimanapun anak Tante, Aira yang akan menanggung semuanya, kamu lelaki nggak punya bekas, sedangkan Aira?" kali ini Lita ikut angkat bicara, sedangkan Aira justru ketakutakan, dia tidak menyangka kalau Lita akan nekat datang menemui kedua orang tua Xavier, dan menceritakan hal itu.


"Kapan aku dan Aira melakukannya?" tanya Xavier, dia merasa tidak pernah melakukan apapun kepada Aira, karena selama ini Xavier selalu berusaha menjaga Aira.


"Tunggu, maksud Tante malam waktu aku dan Aira pergi?" Xavier mulai mengingat sesuatu, saat dia pergi ke club malam dan berakhir dia merasakan hal yang aneh pad tubuhnya.


"Aira, kamu jangan cuman diam aja dong, kamu harus membela diri kamu sendiri," Lita mendesak Aira untuk membuat pengakuan bahwa dia dan Xavier sudah pernah melakukan hubungan itu.


"Aira tidak akan mengakui apapun, karena tidak ada hal terjadi pada kami," ucap Xavier dengan penuh percaya diri.


"Kami memang pergi ke club, dan aku merasakan ada hal aneh pada tubuhku, sampai aku hampir kehilangan kesadaran. Tapi, saat itu jelas aku melihat Keysha dan asistennya menjemput kami, dan aku di bawa pulang" terang Xavier, membuat Adelle dan juga Reyhan bernapas lega, tapi tidak dengan Aira dan Lita.


"Sekarang aku tahu, ternyata ini rencana kamu Aira, kamu ingin menjebakku?" tanya Xavier menyudutkan Aira.


"Aira, ada apa ini?" bisik Lita dengan nada amarah yang tertahan.


"Tidak ada masalah Ibu Lita, yang jadi masalah rencana kalian gagal, kalian tidak berhasil menipu anak saya," kata Adelle.


"Xavier, jadi malam itu, kamu dan Keysha?" Aira menatap Xavier dengan tatapan tidak percaya, dia jelas tahu kejadian apa selanjutnya yang terjadi antara Xavier dan Keysha.


"Iya, kamu jelas tahu yang terjadi antara suami dan istri, itu lebih baik dari pada aku melakukannya sama kamu. Aku nggak menyangka Aira, bahwa kamu punya pikiran selicik itu," terang Xavier, mengungkapkan kekecewaannya. Xavier pun memilih pergi, karena dia merasa sudah tidak ada hal yang harus dijelaskannya lagi.


"Xavier, tunggu!" Aira mengejar Xavier, dia tidak mau kehilangan kekasihnya, orang yang Aira yakini bisa menyelamatkan hidupnya.


"Bagaimana, Bu Lita? Apa ada yang perlu dijelaskan lagi?" Adelle dengan santainya bertanya demikian, dia yakin saat ini Lita tengah menanggung malu.


"Tidak, terimakasih. Kalau begitu saya permisi," Lita pun pamit, dia merasa malu atas apa yang terjadi tadi.


Sedangkan kini, Aira mencoba mengetuk pintu mobil Xavier, dia berusaha menjelaskan kepada Xavier, tapi sepertinya Xavier tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Aira.


"Aira hentikan!" Plakkk! suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Aira, Lita menarik Aira dan menampar wajah putrinya yang tengah memohon kepada Xavier.


"Cukup! Ayo pulang!" Lita menarik paksa Aira menuju mobil, kebetulan tadi dia datang ke sini menggunakan taksi.


"Mah, ada yang harus aku jelaskan," Aira mencoba mengiba pada ibunya, berharap Lita memberikannya waktu, supaya bisa menperbaiki hubungannya dengan Xavier. Akan tetapi, rupanya Lita sedang tidak berbelas kasih, dia terus memaksa Aira untuk ikut pergi dengannya. Xavier melihat dengan jelas, bagaimana perlakuan LIta pad Aira, dan baru kali ini Xavier melihat sisi lain dari ibu kekasihnya itu.


Xavier menghela napasnya, dia tidak mau ikut campur, biar bagaimanapun Aira sudah salah karena berniat menjebaknya, dan permainan Aira jelas sudah terbaca sekarang. Xavier, segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.


"Iya Xavier, Tante harap kamu tidak mengelak dan berkilah, bagaimanapun anak Tante, Aira yang akan menanggung semuanya, kamu lelaki nggak punya bekas, sedangkan Aira?" kali ini Lita ikut angkat bicara, sedangkan Aira justru ketakutakan, dia tidak menyangka kalau Lita akan nekat datang menemui kedua orang tua Xavier, dan menceritakan hal itu.


"Kapan aku dan Aira melakukannya?" tanya Xavier, dia merasa tidak pernah melakukan apapun kepada Aira, karena selama ini Xavier selalu berusaha menjaga Aira.


"Tunggu, maksud Tante malam waktu aku dan Aira pergi?" Xavier mulai mengingat sesuatu, saat dia pergi ke club malam dan berakhir dia merasakan hal yang aneh pad tubuhnya.


"Aira, kamu jangan cuman diam aja dong, kamu harus membela diri kamu sendiri," Lita mendesak Aira untuk membuat pengakuan bahwa dia dan Xavier sudah pernah melakukan hubungan itu.


"Aira tidak akan mengakui apapun, karena tidak ada hal terjadi pada kami," ucap Xavier dengan penuh percaya diri.


"Kami memang pergi ke club, dan aku merasakan ada hal aneh pada tubuhku, sampai aku hampir kehilangan kesadaran. Tapi, saat itu jelas aku melihat Keysha dan asistennya menjemput kami, dan aku di bawa pulang" terang Xavier, membuat Adelle dan juga Reyhan bernapas lega, tapi tidak dengan Aira dan Lita.


"Sekarang aku tahu, ternyata ini rencana kamu Aira, kamu ingin menjebakku?" tanya Xavier menyudutkan Aira.


"Aira, ada apa ini?" bisik Lita dengan nada amarah yang tertahan.


"Tidak ada masalah Ibu Lita, yang jadi masalah rencana kalian gagal, kalian tidak berhasil menipu anak saya," kata Adelle.


"Xavier, jadi malam itu, kamu dan Keysha?" Aira menatap Xavier dengan tatapan tidak percaya, dia jelas tahu kejadian apa selanjutnya yang terjadi antara Xavier dan Keysha.


"Iya, kamu jelas tahu yang terjadi antara suami dan istri, itu lebih baik dari pada aku melakukannya sama kamu. Aku nggak menyangka Aira, bahwa kamu punya pikiran selicik itu," terang Xavier, mengungkapkan kekecewaannya. Xavier pun memilih pergi, karena dia merasa sudah tidak ada hal yang harus dijelaskannya lagi.


"Xavier, tunggu!" Aira mengejar Xavier, dia tidak mau kehilangan kekasihnya, orang yang Aira yakini bisa menyelamatkan hidupnya.


"Bagaimana, Bu Lita? Apa ada yang perlu dijelaskan lagi?" Adelle dengan santainya bertanya demikian, dia yakin saat ini Lita tengah menanggung malu.


"Tidak, terimakasih. Kalau begitu saya permisi," Lita pun pamit, dia merasa malu atas apa yang terjadi tadi.


Sedangkan kini, Aira mencoba mengetuk pintu mobil Xavier, dia berusaha menjelaskan kepada Xavier, tapi sepertinya Xavier tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Aira.


"Aira hentikan!" Plakkk! suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Aira, Lita menarik Aira dan menampar wajah putrinya yang tengah memohon kepada Xavier.


"Cukup! Ayo pulang!" Lita menarik paksa Aira menuju mobil, kebetulan tadi dia datang ke sini menggunakan taksi.

__ADS_1


"Mah, ada yang harus aku jelaskan," Aira mencoba mengiba pada ibunya, berharap Lita memberikannya waktu, supaya bisa menperbaiki hubungannya dengan Xavier. Akan tetapi, rupanya Lita sedang tidak berbelas kasih, dia terus memaksa Aira untuk ikut pergi dengannya. Xavier melihat dengan jelas, bagaimana perlakuan LIta pad Aira, dan baru kali ini Xavier melihat sisi lain dari ibu kekasihnya itu.


Xavier menghela napasnya, dia tidak mau ikut campur, biar bagaimanapun Aira sudah salah karena berniat menjebaknya, dan permainan Aira jelas sudah terbaca sekarang. Xavier, segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.


__ADS_2