
Aira menghentakkan kakinya kesal, dia tidak menyangka, acara makan siangnya hancur berantakan, dan lagi Aira juga harus pulang sendirian karena ditingal oleh Xavier.
"Sial, ini semua gara-gara Keysha, seandainya dia nggak muncul dalam hidup aku, pasti semuanya nggak akan seperti ini," gumam Aira terus mengepalkan tangannya.
'Xavier jelas terlihat masih sangat ketakutan dengan semua keputusan kedua orang tuanya, lalu kalau kedua orang tua Xavier meminta Xavier meninggalkan aku, bagaimana?' batin Aira, mulai was-was.
"Nggak, aku nggak bisa berpikir macam-macam, aku harus bisa membuat kedua orang tua Xavier membenci Keysha," gumam Aira bermonolog sendiri, 'tapi, bagaiman caranya?' lagi-lagi Aira harus gigit jari, dia tidak tahu keputsan apa yang harus dia ambil.
Berbeda dengan Aira yang saat ini tengah kesal, Xavier justru datang ke kediaman kedua orang tuanya dengan perasaan was-was dan cemas.
"Ayah, Bunda," gumam Xavier, Reyhan yang melihat ayahnya datang mendekat, hanya bisa menatapnya dengan takut-takut.
__ADS_1
Plaakkk!!! Suara tamparan yang begitu nyaring terdengar, tangan Reryhan mendarat sempurna di pipi Xavier. Tapi Xavier tidak bergeming, dia tahu dirinya sudah salah jadi dia sama sekali tidak akan melawan ayahnya. Dia hanya diam, berharap ayahnya atau bundanya akan buka suara.
"Bunda?" Xavier mencoba mendekati Adelle, tapi Adelle justru membuang muka, dia tidak mau disentuh oleh Xavier apalagi berbicara dengan Xavier.
"Bunda, Xavier minta maaf," lirih Xavier dengan nada sendu.
"Maaf kamu bilang?" Adelle langsung menatap Xavier dengan tajam.
"Bun, Xavier sangat mencintai Aira," Xavier semakin menundukkan wajahnya dalam, dia tahu saat ini dirinya terlalu berani mengakui semua itu dihadapan kedua orang tuanya yang jelas tengah marah dengannya.
"Diam kamu!" seru Adelle dengan tatapan mata kecewa, "kamu nggak malu mengakui itu di hadapan kami?" tanya Adelle.
__ADS_1
"Bunda, bukankah Bunda yang memaksa Xavier menikahi Keysha, sedangkan Bunda sendiri tahu bahwa Xavier tidak mencintai Keysha, tapi Xavier mencintai Aira," Xavier mulai berani menjawab perkataan bundanya, dia mulai berani membela diri.
"Oh, baiklah kamu menyalahkan Bunda? Baik, Bunda akui seharusnya Bunda tidak memaksa kamu menikahi Keysha," ujar Adelle, membuat perasaan Xavier sedikit lega. Xavier berpikir mungkin Bundanya mulai menyadarinya.
"Bunda merasa kasihan kepada Keysha karena memiliki suami pengecut seperti kamu!" seru Adelle.
"Ayah tidak tahu, kamu mendapatkan sifat itu dari mana. Karena Ayah sendiri bisa setia dengan satu wanita, tapi kamu? Justru kamu bangga bisa menjalin hubungan dengan wanita lain, tanpa berpikir bagaimana nama baik keluarga yang dipertaruhkan," geram Reyhan.
"Yah, sedari awal Xavier hanya mencintai Aira," Xavier masih saja kekeuh, dia mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai Aira, berharap kedua orang tuanya bisa mengerti.
"Baik, kalau kamu memang sangat mencintai dia, maka kejar saja cinta kamu itu," ucap Reyhan, membuat Adelle menatap Reyhan dengan tatapan tidak setuju, tetapi berbeda dengan Xavier yang justru terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
"Tapi, dengan syarat, kamu tidak boleh membawa apapun, datanglah pada wanita itu, tanpa sepeserpun uang dari kami, lepas jabatan kamu dan tinggalkan kantor, laihat apakah dia masih mau menerima kamu?" lanjut Reyhan, membuat senyum Xavier seketika luntur.
"Aku ini, anak satu-satunya, Ayah dan Bunda. Tapi kenapa kalian sangat tega?" tanya Xavier dengan raut wajah sendu.