Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Rencana yang menguntungkan


__ADS_3

Danie menajamkan penglihatannya, dia mencari dengan jeli ke sekeliling. Baginya tempat ini tidak asing, jadi cukup mudah untuk melihat sekeliling, tapi berbeda dengan Keysha yang baru di tempat seperti ini. Dia beringsut seolah mencari perlindungan kepada Daniel, Keysha nampaknya cukup ketakutan melihat banyak orang yang nampak mabuk. Namun, Keysha juga beruntung karena Daniel, sempat memberinya masker tadi, jadi bau alkohol yang begitu mendominasi tidak langsung menusuk indra penciumannya.


"Nona, ada di sana." Daniel membawa Keyhsa ke tempat yang lebih aman, saat ini Aira terlihat mendekat ke arah bartender.


"Dia sedang memesan minuman, Nona," ucap Daniel memberi tahu.


"Coba kamu dekati, dia memesan apa," titah Keysha, dan Daniel pun menganggukkan kepalanya, dia berjalan lebih dekat, untuk mendengar perbicangan Aira.


"Masukkan ini, ke dalam minuman itu, dan pastikan kamu memberikan pada kekasih ku," titah Aira, dia memberikan botol kecil kepada bartender tadi, juga uang dengan jumlah cukup banyak. Setelah memesan minuman, dan memberikan uang sebagai bayaran, Aira pun pergi.


"Berikan ini dalam minuman wanita itu," titah Daniel.


"Maaf, saya tidak bisa," bartender itu menolak perintah Daniel.


"Yakin?" tanya Daniel setelah dia memberikan jumlah uang yang 5x lipat lebih banyak, dibandingkan dengan uang yang Aira berikan. Tidak menunggu lama, bartender tadi langsung merubah keputusannya.


"Sudah, Nona." setelah menyelesaikan pekerjaanya, Daniel segera menemui Keyhsa dan melaporkan hasilnya.


"Apa yang dia lakukan?" tanya Keysha.


"Intinya semua sudah beres, Nona tinggal mengikuti rencana selanjutnya," Daniel tidak menjelaskan secara rinci, rencana apa yang dia maksud. Tapi Keysha juga tidak berani bertanya banyak. Karena Danile bilang, mereka harus mengawasi Aira dan Xavier.


Tidak butuhw waktu lama, bartender tadi sudah menyelesaikan minumannya dan dibawakan oleh waiters. Daniel mengamati semuanya dari mulai Aira yang terus memaksa Daniel meminum minumannya, sampai Aira sendiri meminum miliknya hingga tandas. Tidak lama, tanda-tanda Xavier dengan Aira mulai terpengaruh efek minuman mulai terlihat.


"Ayo, Non." Daniel menarik Keysha keluar dari persembunyian, Daniel meminta beberapa orang membawa Xavier dan Aira keluar dari bar, sedangkan tagihah sudah dibayar cash oleh Daniel.


"Nona, bawa mobil pak Xavier, sebentar lagi mereka akan membawanya ke sini," Daniel memberikan arahan kepada Keysha.

__ADS_1


"Lalu, Aira?" tanya Keysha, pasalnya Keysha melihat Aira yang benar-benar sudah mabuk berat.


"Itu akan jadi urusan saya, Nona tenang saja, orang-orang saya akan mengantarkan, Nona. Mereka kan berjaga dari arah belakang," Daniel sudah mempersiapkan semuanya.


Keysha tersneyum, dia beruntung memiliki asisten yang bisa diandalkan. "Makasih Daniel, seperti biasa, kamu selalu bisa diandalkan. Dan kali ini kamu sudah sangat membantu ku," Keysha tidak tahu, jika dia tidak memiliki Daniel di sisinya, akan seperti apa dia.


"Sudah tugas saya, Nona." jawab Daniel, tidak lama orang surhan Daniel membawa Xavier keluar dari bar, dan membawa Xavier ke dalam mobil.


"Nona hati-hati," pesan Daniel.


"Kamu juga," jawab Keysha, dia segera berpamitan dan melajukan mobil menuju kediamannya.


'Semoga, dengan begini hubungan anda dan suami anda bisa semakin lebih baik, Nona,' batin Daniel, sekarang dia harus mengurus satu masalah lagi.


-//-


"Aneh, padahal di kamar ini dingin, kenapa Kak Xavier justru berkeringat?" gumam Keysha, dia menempelkan punggung tangannya ke dahi Xavier, guna mengecek apakah Xavier demam.


"Nggak panas kok," gumam Keysha lagi, dia menyeka keringat Xavier menggunakan tissu, saat tangan Keysha terangkat untuk menjauh, tangan kekar Xavier justru mencekalnya.


"Kak, a-aku," Keysha gelagapan, dia takut Xavier salah paham karena dirinya masuk ke dalam kamar milik Xavier.


"Panas," lirih Xavier, dia mengibaskan bajunya seolah kepanasan.


"A-apa? Ini sudah dingin kok, Kak," Keysha heran dengan sikap Xavier yang menurutnya aneh.


'Jangan-jangan, gara-gara Kak Xavier jalan sama Aira, terus dia langsung diberi teguran sama Yang Maha Kuasa,' batin Keysha. Keysha menatap Xavier, yang ternyata saat ini Xavier juga tengah menatapnya, entah kenapa, Keysha merasa tatapan Xavier sangat berbeda.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Kak?" tanya Keysha heran.


"Kamu cantik," jawab Xavier, membuat alis Keysha berkerut.


"Kak, ini Keysha bukan Aira," Keysha menyangka kalau Xavier tengah mengigau, atau mingkin karena efek minuman tadi, jadi Xavier berpikir bahwa Keysha adalah Aira.


"Iya, kamu Keysha istriku," jawab Xavier sembari tersenyum dengan begitu manis.


'Hah, Kak Xavier tahu ini aku?' batin Keysha heran, sekarang jarak Keyhsa dan Xavier sudah sangat dekat, Keysha jadi teringat dengan malam pertama mereka, di mana Xavier meminum obat perangsang.


'Ini, cirinya sepertinya sama dengan apa yang di alami oleh Kak Xavier waktu itu," batin Keysha, dia ingat dengan malam itu. Keysha ingin pergi. Karena bisa saja, Xavier akan kembali menyesali yang terjadi di antara mereka berdua. Tapi, Keysha sudah kehabisan waktu, sekarang Xavier sudah berada di atas tubuh Keysha, mengunci pergerakan Keysha.


"Kak, apa yang Kak Xavier lakukan?" tanya Keysha nampak gugup.


"Apa yang aku lakukan? Melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri," jawab Xavier dengan santai, dia segera menyerang Keysha, dimulai dari bibirnya, memberikan kecupan lembut sampai pagutan. Keysha tidak bisa menolak karen dia tahu, ini hak Xavier. Keysha mulai terbuai dengan permainan Xavier, yang begitu lembut. Keysha hanya berharap besok Xavier tidak akan menyesal dan semoga Xavier juga bisa melakukannya dengan cinta.


Xavier benar-benar melakukannnya dengan sangat lembut, sampai-sampai Keysha begitu terbuai dengan permainan yang Xavier lakukan. Tidak ada perlawanan dari Keysha, yang ada Keysha justru memasrahkan semuanya. Malam ini menjadi malam yang panas bagi Keysha dan Xavier, kembali mereguk nikmatnya bertarung di atas ranjang.


-//-


Xavier mengerjapkan matanya, suara alarm mengusik tidurnya, mau tidak mau Xavier membuka mata. Dia langsung mematikan alarm, dan duduk bersandar di kepala ranjang. Kepalanya masih berdenyut, sedikit pusing karena efek semalam. Xavier menatap tubuhnya yang polos, dia yakin semalam dia hanya bermimpi.


"Jangan-jangan, aku kembali melakukannya dengan Keysha?" gumam Xavier. Sebab, Keysha tidak akan mungkin membiarkan Aira masuk ke dalam kamar ini, jangankan kamar ini, masuk ke rumah ini pun tidak akan bisa. Tapi anehnya, Xavier tidak merasa panik, dia menunjukkan sikap yang biasa saja.


"Jadi, semalam aku tidak mimpi? Dan semua perkataan ku, Keysha juga pasti dengar?" Xavier mengingat perkataan apa saja yang semalam dia ucapkan, dia pikir semalam hanyalah mimpi, tapi ternyata itu benar terjadi.


"Lalu ke mana Keysha?" manik mata Xavier menyapu seluruh kamarnya, dia tidak mendapati keberadaan Keysha, bahkan kamar mandi terdengar senyap.

__ADS_1


"Ah, mungkin Keysha berada di kamarnya," pikir Xavier, dia pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


__ADS_2