Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
melihat di tengah hujan


__ADS_3

Sedangkan kini, Daniel tengah menikmati satu hari terakhirnya Amerika, ya perjalanan dinas yang seharusnya dilakukan oleh Keysha, akhirnya digantikan oleh Daniel. Sebenarnya, ada seseorang juga yang tengah Daniel tunggu, yaitu kawan lamanya.


"Hai Daniel," seorang lelaki dengan rambut dikuncir satu, mendatangi Daniel.


"Jadi, lo lagi ada kerjaan di sini?" tanya Ben, seraya menyesap kopi pesanannya.


"Iya, dan besok gue mau balik, soalnya tugas udah selesai. Ya, sebenarnya dari pihak atasan memberikan gue waktu beberapa hari supaya gue bisa liburan di sini, tapi rasanya nggak enak ninggalin kerjaan lama-lama," terang Felix seraya terkekeh.


"Lo masih nggak berubah, masih sama seperti Felix yang dulu, ulet dan tekun. Gue yakin, atasan loe pasti bangga punya karyawan kaya lo," kata Daniel.


"Ya, rasanya cukup berat mengemban tugas yang di mana kita sudah menajadi keprcayaan," Daniel memang menjadi kepercayaan Farhan, dan Keysha, jadi sebisa mungkin Daniel bekerja dengan sungguh-sungguh. Daniel juga bertugas untuk menjaga Keysha, karena Farhan tahu, Xavier tidak mencintai Keysha.


"Oh iya, lo kenal model yang di Indonesia, namanya Aira?" tanya Ben tiba-tiba, membuat Daniel mengernyit heran.


"Kenal, kok lo tahu dia?" tanya Daniel heran.


"Ceritanya panjang, yang jelas dia itu dulu salah satu model gue, ada pekerjaan yang melibatkan antara kita berdua, di sini. Dan selama di sini, gue tertarik sama dia dan kita menjalin hubungan. Selang satu bulan, Aira pulang ke Indonesia, dan setibanya di sana, gue baru tahu kalau Aira hamil. Gue udah coba hubungin Aira tapi dia bilang dia akan gugurin kandungannya, gue minta dia untuk bersabar sebentar, sampai kerjaan gue di sini selesai dan gue bakalan tanggung jawab, tapi dia nggak mau," terang Ben, terlihat di mata Ben, betapa dia merasa bersalah atas apa yang terjadi, andai saja dia tidak terikat dengan kontrak, mungkin Ben akan pergi dan menyusul Aira.


Daniel yang mendengar semua penuturan Ben, merasa mendapat jackpot, Daniel pun menanyakan kapan kehamilan Aira terjadi. Daniel mencoba mencocokan dengan hari di mana Aira masuk rumah sakit, ternytaa tepat.


"Lo ada bukti, kalau Aira hamil bulan itu?" tanya Daniel menyelidik.


"Ada, gue masih punya chat dia," Ben menunjukkan bukti chat tersebut, dan benar semua yang dikatakan oleh Ben, bukti sudah menunjukkan semuanya.


"Oke, lo ikut gue besok," ucap Daniel. Danie begitu sendang mendapat bukti besar itu, karena itu juga berarti Daniel membantu hubungan Keysha dan Xavier, menjadi terselamatkan.


-//-


Keysha mendesah pelan, sore hari langit begitu mendung, bahkan hujan deras mulai turun. Keysha diantarkan oleh sopir kantor, karena tadi pagi dia diantar oleh Xavier. Saat melewati taman, entah kenapa Keysha seperti melihat seseorang yang sangat mirip dengan Xavier, tengah diguyur oleh derasnya hujan.


'Itu beneran kak Xavier,' batin Keysha.


"Pak tolong berhenti," ucap Keysha.


"Bapak langsung pulang aja, saya ada urusan soalnya," ucap Keysha, seraya keluar dengan menggunakan payung. Keysha mendekati sosok lelaki yang dia yakini adalah Xavier.


Keysha berdiri di samping Xavier dan memayungi tubuh Xavier yang sudah begitu basah. Xavier menyadari kedatangan seseorang, dia pun menoleh dan mendapati sang istri yang tengah tersenyum ke padanya.


"Jangan hujan-hujanan nanti sakit," ucap Keysha.


Sedangkan kini, Daniel tengah menikmati satu hari terakhirnya Amerika, ya perjalanan dinas yang seharusnya dilakukan oleh Keysha, akhirnya digantikan oleh Daniel. Sebenarnya, ada seseorang juga yang tengah Daniel tunggu, yaitu kawan lamanya.


"Hai Daniel," seorang lelaki dengan rambut dikuncir satu, mendatangi Daniel.


"Jadi, lo lagi ada kerjaan di sini?" tanya Ben, seraya menyesap kopi pesanannya.


"Iya, dan besok gue mau balik, soalnya tugas udah selesai. Ya, sebenarnya dari pihak atasan memberikan gue waktu beberapa hari supaya gue bisa liburan di sini, tapi rasanya nggak enak ninggalin kerjaan lama-lama," terang Felix seraya terkekeh.


"Lo masih nggak berubah, masih sama seperti Felix yang dulu, ulet dan tekun. Gue yakin, atasan loe pasti bangga punya karyawan kaya lo," kata Daniel.


"Ya, rasanya cukup berat mengemban tugas yang di mana kita sudah menajadi keprcayaan," Daniel memang menjadi kepercayaan Farhan, dan Keysha, jadi sebisa mungkin Daniel bekerja dengan sungguh-sungguh. Daniel juga bertugas untuk menjaga Keysha, karena Farhan tahu, Xavier tidak mencintai Keysha.

__ADS_1


"Oh iya, lo kenal model yang di Indonesia, namanya Aira?" tanya Ben tiba-tiba, membuat Daniel mengernyit heran.


"Kenal, kok lo tahu dia?" tanya Daniel heran.


"Ceritanya panjang, yang jelas dia itu dulu salah satu model gue, ada pekerjaan yang melibatkan antara kita berdua, di sini. Dan selama di sini, gue tertarik sama dia dan kita menjalin hubungan. Selang satu bulan, Aira pulang ke Indonesia, dan setibanya di sana, gue baru tahu kalau Aira hamil. Gue udah coba hubungin Aira tapi dia bilang dia akan gugurin kandungannya, gue minta dia untuk bersabar sebentar, sampai kerjaan gue di sini selesai dan gue bakalan tanggung jawab, tapi dia nggak mau," terang Ben, terlihat di mata Ben, betapa dia merasa bersalah atas apa yang terjadi, andai saja dia tidak terikat dengan kontrak, mungkin Ben akan pergi dan menyusul Aira.


Daniel yang mendengar semua penuturan Ben, merasa mendapat jackpot, Daniel pun menanyakan kapan kehamilan Aira terjadi. Daniel mencoba mencocokan dengan hari di mana Aira masuk rumah sakit, ternytaa tepat.


"Lo ada bukti, kalau Aira hamil bulan itu?" tanya Daniel menyelidik.


"Ada, gue masih punya chat dia," Ben menunjukkan bukti chat tersebut, dan benar semua yang dikatakan oleh Ben, bukti sudah menunjukkan semuanya.


"Oke, lo ikut gue besok," ucap Daniel. Danie begitu sendang mendapat bukti besar itu, karena itu juga berarti Daniel membantu hubungan Keysha dan Xavier, menjadi terselamatkan.


-//-


Keysha mendesah pelan, sore hari langit begitu mendung, bahkan hujan deras mulai turun. Keysha diantarkan oleh sopir kantor, karena tadi pagi dia diantar oleh Xavier. Saat melewati taman, entah kenapa Keysha seperti melihat seseorang yang sangat mirip dengan Xavier, tengah diguyur oleh derasnya hujan.


'Itu beneran kak Xavier,' batin Keysha.


"Pak tolong berhenti," ucap Keysha.


"Bapak langsung pulang aja, saya ada urusan soalnya," ucap Keysha, seraya keluar dengan menggunakan payung. Keysha mendekati sosok lelaki yang dia yakini adalah Xavier.


Keysha berdiri di samping Xavier dan memayungi tubuh Xavier yang sudah begitu basah. Xavier menyadari kedatangan seseorang, dia pun menoleh dan mendapati sang istri yang tengah tersenyum ke padanya.


"Jangan hujan-hujanan nanti sakit," ucap Keysha.


Sedangkan kini, Daniel tengah menikmati satu hari terakhirnya Amerika, ya perjalanan dinas yang seharusnya dilakukan oleh Keysha, akhirnya digantikan oleh Daniel. Sebenarnya, ada seseorang juga yang tengah Daniel tunggu, yaitu kawan lamanya.


"Hai Daniel," seorang lelaki dengan rambut dikuncir satu, mendatangi Daniel.


"Jadi, lo lagi ada kerjaan di sini?" tanya Ben, seraya menyesap kopi pesanannya.


"Iya, dan besok gue mau balik, soalnya tugas udah selesai. Ya, sebenarnya dari pihak atasan memberikan gue waktu beberapa hari supaya gue bisa liburan di sini, tapi rasanya nggak enak ninggalin kerjaan lama-lama," terang Felix seraya terkekeh.


"Lo masih nggak berubah, masih sama seperti Felix yang dulu, ulet dan tekun. Gue yakin, atasan loe pasti bangga punya karyawan kaya lo," kata Daniel.


"Ya, rasanya cukup berat mengemban tugas yang di mana kita sudah menajadi keprcayaan," Daniel memang menjadi kepercayaan Farhan, dan Keysha, jadi sebisa mungkin Daniel bekerja dengan sungguh-sungguh. Daniel juga bertugas untuk menjaga Keysha, karena Farhan tahu, Xavier tidak mencintai Keysha.


"Oh iya, lo kenal model yang di Indonesia, namanya Aira?" tanya Ben tiba-tiba, membuat Daniel mengernyit heran.


"Kenal, kok lo tahu dia?" tanya Daniel heran.


"Ceritanya panjang, yang jelas dia itu dulu salah satu model gue, ada pekerjaan yang melibatkan antara kita berdua, di sini. Dan selama di sini, gue tertarik sama dia dan kita menjalin hubungan. Selang satu bulan, Aira pulang ke Indonesia, dan setibanya di sana, gue baru tahu kalau Aira hamil. Gue udah coba hubungin Aira tapi dia bilang dia akan gugurin kandungannya, gue minta dia untuk bersabar sebentar, sampai kerjaan gue di sini selesai dan gue bakalan tanggung jawab, tapi dia nggak mau," terang Ben, terlihat di mata Ben, betapa dia merasa bersalah atas apa yang terjadi, andai saja dia tidak terikat dengan kontrak, mungkin Ben akan pergi dan menyusul Aira.


Daniel yang mendengar semua penuturan Ben, merasa mendapat jackpot, Daniel pun menanyakan kapan kehamilan Aira terjadi. Daniel mencoba mencocokan dengan hari di mana Aira masuk rumah sakit, ternytaa tepat.


"Lo ada bukti, kalau Aira hamil bulan itu?" tanya Daniel menyelidik.


"Ada, gue masih punya chat dia," Ben menunjukkan bukti chat tersebut, dan benar semua yang dikatakan oleh Ben, bukti sudah menunjukkan semuanya.

__ADS_1


"Oke, lo ikut gue besok," ucap Daniel. Danie begitu sendang mendapat bukti besar itu, karena itu juga berarti Daniel membantu hubungan Keysha dan Xavier, menjadi terselamatkan.


-//-


Keysha mendesah pelan, sore hari langit begitu mendung, bahkan hujan deras mulai turun. Keysha diantarkan oleh sopir kantor, karena tadi pagi dia diantar oleh Xavier. Saat melewati taman, entah kenapa Keysha seperti melihat seseorang yang sangat mirip dengan Xavier, tengah diguyur oleh derasnya hujan.


'Itu beneran kak Xavier,' batin Keysha.


"Pak tolong berhenti," ucap Keysha.


"Bapak langsung pulang aja, saya ada urusan soalnya," ucap Keysha, seraya keluar dengan menggunakan payung. Keysha mendekati sosok lelaki yang dia yakini adalah Xavier.


Keysha berdiri di samping Xavier dan memayungi tubuh Xavier yang sudah begitu basah. Xavier menyadari kedatangan seseorang, dia pun menoleh dan mendapati sang istri yang tengah tersenyum ke padanya.


"Jangan hujan-hujanan nanti sakit," ucap Keysha.


Sedangkan kini, Daniel tengah menikmati satu hari terakhirnya Amerika, ya perjalanan dinas yang seharusnya dilakukan oleh Keysha, akhirnya digantikan oleh Daniel. Sebenarnya, ada seseorang juga yang tengah Daniel tunggu, yaitu kawan lamanya.


"Hai Daniel," seorang lelaki dengan rambut dikuncir satu, mendatangi Daniel.


"Jadi, lo lagi ada kerjaan di sini?" tanya Ben, seraya menyesap kopi pesanannya.


"Iya, dan besok gue mau balik, soalnya tugas udah selesai. Ya, sebenarnya dari pihak atasan memberikan gue waktu beberapa hari supaya gue bisa liburan di sini, tapi rasanya nggak enak ninggalin kerjaan lama-lama," terang Felix seraya terkekeh.


"Lo masih nggak berubah, masih sama seperti Felix yang dulu, ulet dan tekun. Gue yakin, atasan loe pasti bangga punya karyawan kaya lo," kata Daniel.


"Ya, rasanya cukup berat mengemban tugas yang di mana kita sudah menajadi keprcayaan," Daniel memang menjadi kepercayaan Farhan, dan Keysha, jadi sebisa mungkin Daniel bekerja dengan sungguh-sungguh. Daniel juga bertugas untuk menjaga Keysha, karena Farhan tahu, Xavier tidak mencintai Keysha.


"Oh iya, lo kenal model yang di Indonesia, namanya Aira?" tanya Ben tiba-tiba, membuat Daniel mengernyit heran.


"Kenal, kok lo tahu dia?" tanya Daniel heran.


"Ceritanya panjang, yang jelas dia itu dulu salah satu model gue, ada pekerjaan yang melibatkan antara kita berdua, di sini. Dan selama di sini, gue tertarik sama dia dan kita menjalin hubungan. Selang satu bulan, Aira pulang ke Indonesia, dan setibanya di sana, gue baru tahu kalau Aira hamil. Gue udah coba hubungin Aira tapi dia bilang dia akan gugurin kandungannya, gue minta dia untuk bersabar sebentar, sampai kerjaan gue di sini selesai dan gue bakalan tanggung jawab, tapi dia nggak mau," terang Ben, terlihat di mata Ben, betapa dia merasa bersalah atas apa yang terjadi, andai saja dia tidak terikat dengan kontrak, mungkin Ben akan pergi dan menyusul Aira.


Daniel yang mendengar semua penuturan Ben, merasa mendapat jackpot, Daniel pun menanyakan kapan kehamilan Aira terjadi. Daniel mencoba mencocokan dengan hari di mana Aira masuk rumah sakit, ternytaa tepat.


"Lo ada bukti, kalau Aira hamil bulan itu?" tanya Daniel menyelidik.


"Ada, gue masih punya chat dia," Ben menunjukkan bukti chat tersebut, dan benar semua yang dikatakan oleh Ben, bukti sudah menunjukkan semuanya.


"Oke, lo ikut gue besok," ucap Daniel. Danie begitu sendang mendapat bukti besar itu, karena itu juga berarti Daniel membantu hubungan Keysha dan Xavier, menjadi terselamatkan.


-//-


Keysha mendesah pelan, sore hari langit begitu mendung, bahkan hujan deras mulai turun. Keysha diantarkan oleh sopir kantor, karena tadi pagi dia diantar oleh Xavier. Saat melewati taman, entah kenapa Keysha seperti melihat seseorang yang sangat mirip dengan Xavier, tengah diguyur oleh derasnya hujan.


'Itu beneran kak Xavier,' batin Keysha.


"Pak tolong berhenti," ucap Keysha.


"Bapak langsung pulang aja, saya ada urusan soalnya," ucap Keysha, seraya keluar dengan menggunakan payung. Keysha mendekati sosok lelaki yang dia yakini adalah Xavier.

__ADS_1


Keysha berdiri di samping Xavier dan memayungi tubuh Xavier yang sudah begitu basah. Xavier menyadari kedatangan seseorang, dia pun menoleh dan mendapati sang istri yang tengah tersenyum ke padanya.


"Jangan hujan-hujanan nanti sakit," ucap Keysha.


__ADS_2