
Xavier, sudah berada di kantornya. Namun, bayang-bayang semalam masih belum bisa lepas dari ngatannya. Xavier merutuki kebodohannya, dia berniat suatu saat akan meninggalkan Keysha, namun nyatanya, dia justru sudah merenggut kesucian Keysha.
'Ini gara-gara ayah sama bunda,' batin Xavier kesal. Xavier pun mencoba untuk menghubungi kedua orangtuanya, dia yakin semalam ada hubungannya dengan mereka.
["Ada apa Xavier?"] suara Adelle terdengar begitu lembut.
["Bunda kasih aku minuman apa semalam?"] tanya Xavier to the point.
["Kenapa memangnya Xavier sayang? Berhasil ya?"] Adelle tidak merasa bersalah sedikitpun, dia justru merasa sangat senang.
["Bunda stop ya, tolong jawab pertanyaan aku, semalam Bunda kasih minuman apa ke aku?"] kembali, Xavier menanyakan hal itu.
["Oh tenang Xavier, itu bukan minuman yang berbahay kok, cuman ramuan supaya Bunda cepet punya cucu,"] jawab Adelle.
["Apa?!"] seru Xavier, mendengar kata cucu, membuat Xavier teringat, kalau Keysha bisa saja hamil, karena kejadian semalam.
["Kenapa sih, kok kaget gitu? Bunda berhasil ya?"] tanya Adelle penasaran, namun dia tidak mendapatkan jawaban apapun, karena Xavier langsung memutus sambungan telepon mereka.
__ADS_1
Xavier mengacak rambutnya frustasi, dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Xavier takut semua rencananya dengan Aira, untuk bisa hidup bersama menjadi pasangan suami dan istri, hanya tinggal angan belaka.
"Gimana Bun?" ternyata sedari tadi, Reyhan mendengarkan perbincangan mereka.
"Aman Yah, Bunda yakin rencana kita berhasil," jawab Adelle dengan yakin. Sebenarnya, Adele tidak akan memberikan obat perangsang itu untuk Xavier, karena dia berpikir bahwa hubungan Xavier dan Keysha sudah benar-benar baik-baik saja, dan mungkin bisa dibilang sangat baik. Namun, setelah mendengar kabar bahwa Xavier marah karena tahu Keysha meminta dijodohkan dengan Xavier, baik Adelle maupun Reyhan meyakini, berati hubungan mereka sedang tidak baik, menurut orang suruhan Adelle, Aira juga sudah sadarkan diri. Adele dan Reyhan tidak mau, kalau sampai putra mereka berpikir untuk menceraikan Keysha demi untuk menikahi Aira.
.
.
"Ayah sama bunda udah jelas dukung aku, jadi buat apa aku takut, kalau aku justru mendapatkan dukungan besar dari orang-orang yang begitu penting dalam hidup ka Xavier," gumam Keysha. Saat Keysha tengah teringat dengan kejadian semalam, dia dikejutkan dengan suara dering telepon.
"Bunda?" lirih Keysha, dia pun segera menerima panggilan telepon itu.
["Keysha? Kamu sedang apa, Nak?] suara lembut Adele langsung menyapa pendengaran Keysha.
["Keysha lagi santai Bunda, di rumah,"] jawab Keysha, dengan nada suara yang terdengar begitu halus.
__ADS_1
["Loh, Keysha nggak ke kantor? Kenapa, Nak?] suara Adelle terdengar khawatir.
["Keysha nggak apa-apa kok, Bun. Cuman lagi capek aja,"] jawab Keysha.
["Apa gara-gara Xavier?"] tanya Adelle dengan hati-hati. Keysha pun menjawab dengan suara senyum yang malu-malu.
["Maafin Bunda ya, Nak? Ini semua gara-gara Bunda juga. Bunda nggak mau kalian berantem, dan Bunda mau kamu dan Xavier menjadi pasangan selamanya, Bunda nggak mau kalau sampai Xavier kembali sama Aira,"] Adelle mengatakn yang sejujurnya kepada Keysha.
["Iya Bunda, nggak apa-apa kok. Justru Keysha juga mau mengucapkan terimakasih, karena dengan begini kak Xavier nggak aan bisa ninggalin Keysha,"] jawab Keysah. Ternyata, Keysha dan Adelle memiliki pemikiran yang sama, yaitu mempertahankan rumah tangga Keysha dan Xavier. Adelle berjanji dengan Keysha, bahwa dia akan selalu mendukung Keysha dan akan membantu Keysha, untuk bisa menjauhkan Xavier dari Aira. Keysha benar-benar merasa bahagia, karena dia benar-benar diterima oleh kedua orang tua Xavier, dan Keysha berharap suatu saat Xavier juga bisa menerimanya dengan penuh cinta.
Oh iya, aku mau dong follow akun sosial media kalian, entah itu facebook atau IG. Kalau mau, kalian tinggal tulis aja akun sosial media kalian di komen, nanti aku follow.
Nah, ini akun sosial media aku:
Facebook : Ajeng Larasati
IG : ajenglarasati5927
__ADS_1