Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Salah paham


__ADS_3

Keesokan harinya, Keysha sudah kembali masuk kantor, kesehetannya sudah lebih baik, meski sebenarnya Xavier sempat meminta Keysha untuk tetap berada di rumah, akan tetapi Keysha terus meyakinkan Xavier, bahwa dia akan jauh lebih baik jika bekerja.


Saat Keysha tengah berkutat dengan berkas di mejanya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


"Perkenalkan Ibu Keysha, saya Adam," Pak Adam, pria paruh baya pemilik restaurant itu memperkenalkan diri dengan sopan.


"Selamat datang Pak Adam, saya Keysha," Keysha menyambut kedatangan Adam dengan ramah. "Ngomong-ngomong, ada perihal apaa ya Bapak datang? Apa ada masalah dengan salah satu karyawan saya?" tanya Keysha cemas.


"Oh bukan, Bu. Justru kedatangan saya ke sini, karena kemarin saya melihat Ibu sepertinya mual setelah makan di restaurant saya," terang Adam, "saya takut, makanan di resto saya tidak sesuai selera Ibu, atau mungkin ada kesalahan," jelas terlihat kalau Adam merasa tidak enak dengan apa yang terjadi pada Keysha, hal ini membuat Keysha menyimpulkan bahwa Adam adalah orang yang baik.


"Pak Adam, saya minta maaf atas apa yang terjadi, tapi sungguh makanan di resto Bapak semuanya sangat enak, dan saya sangat suka. Hanya saja, kemarin kenapa saya mual, karena ternyata saya sedang hamil, Pak," ujar Keysha menjelaskan, supaya Adam tidak salah paham.


"Jadi, Bu Keysha hamil?" Adam nampak senang mendengar kehamilan Keysha.


"Iya Pak, ini adalah kehamilan pertama saya, bahkan niatnya siang ini saya akan ajak semua karyawan saya makan di resto Bapak, saya sudah pesan baru saja ke Viona, kok," terang Keysha. Memang benar, Keysha baru saja memberikan pesan kepada Viona, tapi tidak lama Adam datang, membuat Viona belum menghubungi restorant.


"Syukurlah, jika ternyata bukan karena hal buruk, Bu. Saya ikut senang, dan selamat atas kehamilan Ibu," Adam nampak berkaca-kaca dan itu membuat Keysha bingung.


"Bapak kenapa?" tanya Keysha dengan lembut.


"Saya hanya ingat dengan anak saya yang hilang, andai dia ada di samping saya, mungkin anak saya juga sekarang sudah menikah dan umurnya seperti Ibu Keysha," terang Adam, ternyata pria paruh baya pemilik restaurant itu memiliki kisah yang cukup kelam, membuat Keysha dan Viona yang mendengarnya juga merasa iba.


"Pak Adam, saya turut sedih atas apa yang menimpa Bapak, saya harap semoga anak Pak Adam dalam keadaan baik dan Bapak bisa bertemu kembali denan anak Bapak," harap Keysha dan diamini oleh Adam.


"Pak, jangan panggil saya terlalu formal begitu, panggil saja saya, Keysha," pinta Keysha, sebab dia seumuran dengan anak Adam, tidak ena rasanya Adam memanggilnya begitu formal.


"Saya tidak enak jika harus memanggil nama, bagaimana kalau Nak, Keysha?" tanya Adam, Keysha pun setuju, setidaknya itu jauh lebih baik.


Setelah kesalah pahaman Adam diluruskan, dia segera menuju ke restaurantnya dan memberikan pengumuman kepada pegawainya, bahwa siang nanti restaurant sudah di booking oleh Keysha. Semua karyawan yang mendengar soal kehamilan Keysha, juga sangat senang, apalagi Keysha membuat acara syukuran dengan mengaajak semua karyawan di perusahaan makan siang bersama, tanpa terkecuali.


Doa dan harapan terus dilatunkan untuk Keysha, bagi semua karyawan, Keysha adalah pemimpin yang sangat baik dan bertanggung jawab, kepemimpinannya tidak kalah dengan sang ayah, Farhan Jovanka.


Keesokan harinya, Keysha sudah kembali masuk kantor, kesehetannya sudah lebih baik, meski sebenarnya Xavier sempat meminta Keysha untuk tetap berada di rumah, akan tetapi Keysha terus meyakinkan Xavier, bahwa dia akan jauh lebih baik jika bekerja.


Saat Keysha tengah berkutat dengan berkas di mejanya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


"Perkenalkan Ibu Keysha, saya Adam," Pak Adam, pria paruh baya pemilik restaurant itu memperkenalkan diri dengan sopan.


"Selamat datang Pak Adam, saya Keysha," Keysha menyambut kedatangan Adam dengan ramah. "Ngomong-ngomong, ada perihal apaa ya Bapak datang? Apa ada masalah dengan salah satu karyawan saya?" tanya Keysha cemas.


"Oh bukan, Bu. Justru kedatangan saya ke sini, karena kemarin saya melihat Ibu sepertinya mual setelah makan di restaurant saya," terang Adam, "saya takut, makanan di resto saya tidak sesuai selera Ibu, atau mungkin ada kesalahan," jelas terlihat kalau Adam merasa tidak enak dengan apa yang terjadi pada Keysha, hal ini membuat Keysha menyimpulkan bahwa Adam adalah orang yang baik.

__ADS_1


"Pak Adam, saya minta maaf atas apa yang terjadi, tapi sungguh makanan di resto Bapak semuanya sangat enak, dan saya sangat suka. Hanya saja, kemarin kenapa saya mual, karena ternyata saya sedang hamil, Pak," ujar Keysha menjelaskan, supaya Adam tidak salah paham.


"Jadi, Bu Keysha hamil?" Adam nampak senang mendengar kehamilan Keysha.


"Iya Pak, ini adalah kehamilan pertama saya, bahkan niatnya siang ini saya akan ajak semua karyawan saya makan di resto Bapak, saya sudah pesan baru saja ke Viona, kok," terang Keysha. Memang benar, Keysha baru saja memberikan pesan kepada Viona, tapi tidak lama Adam datang, membuat Viona belum menghubungi restorant.


"Syukurlah, jika ternyata bukan karena hal buruk, Bu. Saya ikut senang, dan selamat atas kehamilan Ibu," Adam nampak berkaca-kaca dan itu membuat Keysha bingung.


"Bapak kenapa?" tanya Keysha dengan lembut.


"Saya hanya ingat dengan anak saya yang hilang, andai dia ada di samping saya, mungkin anak saya juga sekarang sudah menikah dan umurnya seperti Ibu Keysha," terang Adam, ternyata pria paruh baya pemilik restaurant itu memiliki kisah yang cukup kelam, membuat Keysha dan Viona yang mendengarnya juga merasa iba.


"Pak Adam, saya turut sedih atas apa yang menimpa Bapak, saya harap semoga anak Pak Adam dalam keadaan baik dan Bapak bisa bertemu kembali denan anak Bapak," harap Keysha dan diamini oleh Adam.


"Pak, jangan panggil saya terlalu formal begitu, panggil saja saya, Keysha," pinta Keysha, sebab dia seumuran dengan anak Adam, tidak ena rasanya Adam memanggilnya begitu formal.


"Saya tidak enak jika harus memanggil nama, bagaimana kalau Nak, Keysha?" tanya Adam, Keysha pun setuju, setidaknya itu jauh lebih baik.


Setelah kesalah pahaman Adam diluruskan, dia segera menuju ke restaurantnya dan memberikan pengumuman kepada pegawainya, bahwa siang nanti restaurant sudah di booking oleh Keysha. Semua karyawan yang mendengar soal kehamilan Keysha, juga sangat senang, apalagi Keysha membuat acara syukuran dengan mengaajak semua karyawan di perusahaan makan siang bersama, tanpa terkecuali.


Doa dan harapan terus dilatunkan untuk Keysha, bagi semua karyawan, Keysha adalah pemimpin yang sangat baik dan bertanggung jawab, kepemimpinannya tidak kalah dengan sang ayah, Farhan Jovanka.


Keesokan harinya, Keysha sudah kembali masuk kantor, kesehetannya sudah lebih baik, meski sebenarnya Xavier sempat meminta Keysha untuk tetap berada di rumah, akan tetapi Keysha terus meyakinkan Xavier, bahwa dia akan jauh lebih baik jika bekerja.


Saat Keysha tengah berkutat dengan berkas di mejanya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


"Perkenalkan Ibu Keysha, saya Adam," Pak Adam, pria paruh baya pemilik restaurant itu memperkenalkan diri dengan sopan.


"Selamat datang Pak Adam, saya Keysha," Keysha menyambut kedatangan Adam dengan ramah. "Ngomong-ngomong, ada perihal apaa ya Bapak datang? Apa ada masalah dengan salah satu karyawan saya?" tanya Keysha cemas.


"Oh bukan, Bu. Justru kedatangan saya ke sini, karena kemarin saya melihat Ibu sepertinya mual setelah makan di restaurant saya," terang Adam, "saya takut, makanan di resto saya tidak sesuai selera Ibu, atau mungkin ada kesalahan," jelas terlihat kalau Adam merasa tidak enak dengan apa yang terjadi pada Keysha, hal ini membuat Keysha menyimpulkan bahwa Adam adalah orang yang baik.


"Pak Adam, saya minta maaf atas apa yang terjadi, tapi sungguh makanan di resto Bapak semuanya sangat enak, dan saya sangat suka. Hanya saja, kemarin kenapa saya mual, karena ternyata saya sedang hamil, Pak," ujar Keysha menjelaskan, supaya Adam tidak salah paham.


"Jadi, Bu Keysha hamil?" Adam nampak senang mendengar kehamilan Keysha.


"Iya Pak, ini adalah kehamilan pertama saya, bahkan niatnya siang ini saya akan ajak semua karyawan saya makan di resto Bapak, saya sudah pesan baru saja ke Viona, kok," terang Keysha. Memang benar, Keysha baru saja memberikan pesan kepada Viona, tapi tidak lama Adam datang, membuat Viona belum menghubungi restorant.


"Syukurlah, jika ternyata bukan karena hal buruk, Bu. Saya ikut senang, dan selamat atas kehamilan Ibu," Adam nampak berkaca-kaca dan itu membuat Keysha bingung.


"Bapak kenapa?" tanya Keysha dengan lembut.

__ADS_1


"Saya hanya ingat dengan anak saya yang hilang, andai dia ada di samping saya, mungkin anak saya juga sekarang sudah menikah dan umurnya seperti Ibu Keysha," terang Adam, ternyata pria paruh baya pemilik restaurant itu memiliki kisah yang cukup kelam, membuat Keysha dan Viona yang mendengarnya juga merasa iba.


"Pak Adam, saya turut sedih atas apa yang menimpa Bapak, saya harap semoga anak Pak Adam dalam keadaan baik dan Bapak bisa bertemu kembali denan anak Bapak," harap Keysha dan diamini oleh Adam.


"Pak, jangan panggil saya terlalu formal begitu, panggil saja saya, Keysha," pinta Keysha, sebab dia seumuran dengan anak Adam, tidak ena rasanya Adam memanggilnya begitu formal.


"Saya tidak enak jika harus memanggil nama, bagaimana kalau Nak, Keysha?" tanya Adam, Keysha pun setuju, setidaknya itu jauh lebih baik.


Setelah kesalah pahaman Adam diluruskan, dia segera menuju ke restaurantnya dan memberikan pengumuman kepada pegawainya, bahwa siang nanti restaurant sudah di booking oleh Keysha. Semua karyawan yang mendengar soal kehamilan Keysha, juga sangat senang, apalagi Keysha membuat acara syukuran dengan mengaajak semua karyawan di perusahaan makan siang bersama, tanpa terkecuali.


Doa dan harapan terus dilatunkan untuk Keysha, bagi semua karyawan, Keysha adalah pemimpin yang sangat baik dan bertanggung jawab, kepemimpinannya tidak kalah dengan sang ayah, Farhan Jovanka.


Keesokan harinya, Keysha sudah kembali masuk kantor, kesehetannya sudah lebih baik, meski sebenarnya Xavier sempat meminta Keysha untuk tetap berada di rumah, akan tetapi Keysha terus meyakinkan Xavier, bahwa dia akan jauh lebih baik jika bekerja.


Saat Keysha tengah berkutat dengan berkas di mejanya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


"Perkenalkan Ibu Keysha, saya Adam," Pak Adam, pria paruh baya pemilik restaurant itu memperkenalkan diri dengan sopan.


"Selamat datang Pak Adam, saya Keysha," Keysha menyambut kedatangan Adam dengan ramah. "Ngomong-ngomong, ada perihal apaa ya Bapak datang? Apa ada masalah dengan salah satu karyawan saya?" tanya Keysha cemas.


"Oh bukan, Bu. Justru kedatangan saya ke sini, karena kemarin saya melihat Ibu sepertinya mual setelah makan di restaurant saya," terang Adam, "saya takut, makanan di resto saya tidak sesuai selera Ibu, atau mungkin ada kesalahan," jelas terlihat kalau Adam merasa tidak enak dengan apa yang terjadi pada Keysha, hal ini membuat Keysha menyimpulkan bahwa Adam adalah orang yang baik.


"Pak Adam, saya minta maaf atas apa yang terjadi, tapi sungguh makanan di resto Bapak semuanya sangat enak, dan saya sangat suka. Hanya saja, kemarin kenapa saya mual, karena ternyata saya sedang hamil, Pak," ujar Keysha menjelaskan, supaya Adam tidak salah paham.


"Jadi, Bu Keysha hamil?" Adam nampak senang mendengar kehamilan Keysha.


"Iya Pak, ini adalah kehamilan pertama saya, bahkan niatnya siang ini saya akan ajak semua karyawan saya makan di resto Bapak, saya sudah pesan baru saja ke Viona, kok," terang Keysha. Memang benar, Keysha baru saja memberikan pesan kepada Viona, tapi tidak lama Adam datang, membuat Viona belum menghubungi restorant.


"Syukurlah, jika ternyata bukan karena hal buruk, Bu. Saya ikut senang, dan selamat atas kehamilan Ibu," Adam nampak berkaca-kaca dan itu membuat Keysha bingung.


"Bapak kenapa?" tanya Keysha dengan lembut.


"Saya hanya ingat dengan anak saya yang hilang, andai dia ada di samping saya, mungkin anak saya juga sekarang sudah menikah dan umurnya seperti Ibu Keysha," terang Adam, ternyata pria paruh baya pemilik restaurant itu memiliki kisah yang cukup kelam, membuat Keysha dan Viona yang mendengarnya juga merasa iba.


"Pak Adam, saya turut sedih atas apa yang menimpa Bapak, saya harap semoga anak Pak Adam dalam keadaan baik dan Bapak bisa bertemu kembali denan anak Bapak," harap Keysha dan diamini oleh Adam.


"Pak, jangan panggil saya terlalu formal begitu, panggil saja saya, Keysha," pinta Keysha, sebab dia seumuran dengan anak Adam, tidak ena rasanya Adam memanggilnya begitu formal.


"Saya tidak enak jika harus memanggil nama, bagaimana kalau Nak, Keysha?" tanya Adam, Keysha pun setuju, setidaknya itu jauh lebih baik.


Setelah kesalah pahaman Adam diluruskan, dia segera menuju ke restaurantnya dan memberikan pengumuman kepada pegawainya, bahwa siang nanti restaurant sudah di booking oleh Keysha. Semua karyawan yang mendengar soal kehamilan Keysha, juga sangat senang, apalagi Keysha membuat acara syukuran dengan mengaajak semua karyawan di perusahaan makan siang bersama, tanpa terkecuali.

__ADS_1


Doa dan harapan terus dilatunkan untuk Keysha, bagi semua karyawan, Keysha adalah pemimpin yang sangat baik dan bertanggung jawab, kepemimpinannya tidak kalah dengan sang ayah, Farhan Jovanka.


__ADS_2