Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Bertamu


__ADS_3

"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.


"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,


"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.


'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.


-//-


Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.


"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.


"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.


"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.


"Kak Xavier, maka dari itu, karena berita tentang aku sudah sangat menyebar kemarin, jadi hari ini aku harus ke kantor dan menunjukkan pada semua orang bahwa aku baik-baik aja. Aku nggak mau seperti kemarin, ada orang yang mengira bahwa aku adalah arwah," sindir Keysha, dia membahas soal sikap Aira kemarin. Namun, Xavier tidak menggubrisnya sama sekali.


"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.


"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.


"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.


"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.


"Iya, karena aku tahu sekarang Danie sedang ada di luar negeri, sedangkan kamu juga biasanya dijemput oleh dia," terang Xavier, mulai memperhatikan hal yang biasanya dilakukan oleh Daniel.


"Tapi, kamu juga, kan mau ke kantor, apa nggak ganggu kamu?" tanya Keysha memastikan.


"Enggak sama sekali," jawab Xavier, akhirnya pagi itu untuk pertama kalinya, Xavier mengantarkan Keysha ke kantornya, meskipun Xavier tidak turun dari mobil.


"Makasih ya Kak, karena udah nganterin aku, oh iya Kak Xavier semangat ya kerjanya," pesan Keysha sebelum dia turun dari mobil.


-//-


Sedangkan saat ini, Lita tengah berkunjung ke salah satu rumah mewah, matanya menatap rumah itu dengan senyum smirk. Dia melangkah semakin dekat, dan menyampaikan maksudnya untuk bertemu dengan tuan rumah.


"Anda sudah membuat janji?" tanya satpam yang bertugas.


"Belum, saya datang karena ada hal penting." dengan tegas Lita mengatakan hal tersebut, akhirnya satpam pun menghubungi sang tuan rumah, dan mengatakan maksud kedatangan Lita.


"SIlahkan, Ibu bisa masuk." Satpam membukakan gerbang untuk Lita, tidak lama ada pelayan yang sudah berdiri di ambang pintu, seolah menyambut kedatangannya.


"Tuan dan Nyonya sudah menunggu anda di ruang tamu," ujar pelayan, dia pun mengiring Lita untuk masuk ke dalam rumah.


"Tuan, Nyonya," pelayan sedikit membungkukkan tubuhnya, dan di sampingnya ada Lita yang juga menyapa sang pemilik rumah tersebut.


"Silahkan duduk Ibu Lita."


"Terimakasih, Bu Adelle, dan Pak Reyhan, karena bersedia menemui saya," ya, rumah yang Lita datangi adalah kediaman keluarga Alexander.


"Tidak masalaha, tapi saya yakin ada hal penting yang sangat penting, sampai ibu mau datang ke sini," kata Adelle, sedangkan Reyhan masih menyimak akann hal apa yang dikatakan oleh Lita nantinya.


"Iya Bu, memang ada hal yang sangat penting yang ingin saya bicarakan," ucap Lita dengan serius.


"Soal apa?" kali ini Reyhan yang bertanya.


"Soal hubungan anak-anak kita."


"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.


"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,


"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.


'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.


-//-


Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.


"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.


"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.


"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.


"Kak Xavier, maka dari itu, karena berita tentang aku sudah sangat menyebar kemarin, jadi hari ini aku harus ke kantor dan menunjukkan pada semua orang bahwa aku baik-baik aja. Aku nggak mau seperti kemarin, ada orang yang mengira bahwa aku adalah arwah," sindir Keysha, dia membahas soal sikap Aira kemarin. Namun, Xavier tidak menggubrisnya sama sekali.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.


"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.


"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.


"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.


"Iya, karena aku tahu sekarang Danie sedang ada di luar negeri, sedangkan kamu juga biasanya dijemput oleh dia," terang Xavier, mulai memperhatikan hal yang biasanya dilakukan oleh Daniel.


"Tapi, kamu juga, kan mau ke kantor, apa nggak ganggu kamu?" tanya Keysha memastikan.


"Enggak sama sekali," jawab Xavier, akhirnya pagi itu untuk pertama kalinya, Xavier mengantarkan Keysha ke kantornya, meskipun Xavier tidak turun dari mobil.


"Makasih ya Kak, karena udah nganterin aku, oh iya Kak Xavier semangat ya kerjanya," pesan Keysha sebelum dia turun dari mobil.


-//-


Sedangkan saat ini, Lita tengah berkunjung ke salah satu rumah mewah, matanya menatap rumah itu dengan senyum smirk. Dia melangkah semakin dekat, dan menyampaikan maksudnya untuk bertemu dengan tuan rumah.


"Anda sudah membuat janji?" tanya satpam yang bertugas.


"Belum, saya datang karena ada hal penting." dengan tegas Lita mengatakan hal tersebut, akhirnya satpam pun menghubungi sang tuan rumah, dan mengatakan maksud kedatangan Lita.


"SIlahkan, Ibu bisa masuk." Satpam membukakan gerbang untuk Lita, tidak lama ada pelayan yang sudah berdiri di ambang pintu, seolah menyambut kedatangannya.


"Tuan dan Nyonya sudah menunggu anda di ruang tamu," ujar pelayan, dia pun mengiring Lita untuk masuk ke dalam rumah.


"Tuan, Nyonya," pelayan sedikit membungkukkan tubuhnya, dan di sampingnya ada Lita yang juga menyapa sang pemilik rumah tersebut.


"Silahkan duduk Ibu Lita."


"Terimakasih, Bu Adelle, dan Pak Reyhan, karena bersedia menemui saya," ya, rumah yang Lita datangi adalah kediaman keluarga Alexander.


"Tidak masalaha, tapi saya yakin ada hal penting yang sangat penting, sampai ibu mau datang ke sini," kata Adelle, sedangkan Reyhan masih menyimak akann hal apa yang dikatakan oleh Lita nantinya.


"Iya Bu, memang ada hal yang sangat penting yang ingin saya bicarakan," ucap Lita dengan serius.


"Soal apa?" kali ini Reyhan yang bertanya.


"Soal hubungan anak-anak kita."


"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.


"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,


"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.


'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.


-//-


Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.


"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.


"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.


"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.


"Kak Xavier, maka dari itu, karena berita tentang aku sudah sangat menyebar kemarin, jadi hari ini aku harus ke kantor dan menunjukkan pada semua orang bahwa aku baik-baik aja. Aku nggak mau seperti kemarin, ada orang yang mengira bahwa aku adalah arwah," sindir Keysha, dia membahas soal sikap Aira kemarin. Namun, Xavier tidak menggubrisnya sama sekali.


"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.


"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.


"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.


"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.


"Iya, karena aku tahu sekarang Danie sedang ada di luar negeri, sedangkan kamu juga biasanya dijemput oleh dia," terang Xavier, mulai memperhatikan hal yang biasanya dilakukan oleh Daniel.


"Tapi, kamu juga, kan mau ke kantor, apa nggak ganggu kamu?" tanya Keysha memastikan.


"Enggak sama sekali," jawab Xavier, akhirnya pagi itu untuk pertama kalinya, Xavier mengantarkan Keysha ke kantornya, meskipun Xavier tidak turun dari mobil.


"Makasih ya Kak, karena udah nganterin aku, oh iya Kak Xavier semangat ya kerjanya," pesan Keysha sebelum dia turun dari mobil.


-//-


Sedangkan saat ini, Lita tengah berkunjung ke salah satu rumah mewah, matanya menatap rumah itu dengan senyum smirk. Dia melangkah semakin dekat, dan menyampaikan maksudnya untuk bertemu dengan tuan rumah.

__ADS_1


"Anda sudah membuat janji?" tanya satpam yang bertugas.


"Belum, saya datang karena ada hal penting." dengan tegas Lita mengatakan hal tersebut, akhirnya satpam pun menghubungi sang tuan rumah, dan mengatakan maksud kedatangan Lita.


"SIlahkan, Ibu bisa masuk." Satpam membukakan gerbang untuk Lita, tidak lama ada pelayan yang sudah berdiri di ambang pintu, seolah menyambut kedatangannya.


"Tuan dan Nyonya sudah menunggu anda di ruang tamu," ujar pelayan, dia pun mengiring Lita untuk masuk ke dalam rumah.


"Tuan, Nyonya," pelayan sedikit membungkukkan tubuhnya, dan di sampingnya ada Lita yang juga menyapa sang pemilik rumah tersebut.


"Silahkan duduk Ibu Lita."


"Terimakasih, Bu Adelle, dan Pak Reyhan, karena bersedia menemui saya," ya, rumah yang Lita datangi adalah kediaman keluarga Alexander.


"Tidak masalaha, tapi saya yakin ada hal penting yang sangat penting, sampai ibu mau datang ke sini," kata Adelle, sedangkan Reyhan masih menyimak akann hal apa yang dikatakan oleh Lita nantinya.


"Iya Bu, memang ada hal yang sangat penting yang ingin saya bicarakan," ucap Lita dengan serius.


"Soal apa?" kali ini Reyhan yang bertanya.


"Soal hubungan anak-anak kita."


"Aira, kenapa sih kamu nggak mau menikah dengan, Om?" tanya Harun, setelah mereka berdua menyelesaikan permainan panas mereka.


"Om, Aira masih mau berkarir, kalau Aira menikah maka Aira yakin, Aira nggak bisa fokus dengan karir Aira," jawabnya berlasana,


"Bukan dong, Om," jawab Aira meyakinkan.


'Aku muak jika harus terus begini, aku ingin Xavier cepat menikahi ku,' batin Aira.


-//-


Pagi ini, Keysha sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, karena dia akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klient. Biasa Keysha akan berbagi tugas dengan Daniel.


"Kamu mau ke mana?" pertanyaan yang terlontar dari Xavier, membuat Keysha mengernyitkan dahinya.


"Ke kantor, memangnya mau ke mana lagi," jawab Keysha dengan santai.


"Kamu nggak mau istirahat dulu di rumah, kemarin berita tentang kamu sudah sangat menyebar loh," ujar Xavier memberikan saran.


"Kak Xavier, maka dari itu, karena berita tentang aku sudah sangat menyebar kemarin, jadi hari ini aku harus ke kantor dan menunjukkan pada semua orang bahwa aku baik-baik aja. Aku nggak mau seperti kemarin, ada orang yang mengira bahwa aku adalah arwah," sindir Keysha, dia membahas soal sikap Aira kemarin. Namun, Xavier tidak menggubrisnya sama sekali.


"Ya sudah, ayo aku antar." Keysha yang hendak berjalan melewati Xavier, justru terdiam, mendengar ajakan Xavier.


"Kakak ngajak aku?" tanya Keysha memastikan.


"Iya, terus siapa lagi?" jawab Xavier santai.


"Tumben banget," Keysha tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.


"Iya, karena aku tahu sekarang Danie sedang ada di luar negeri, sedangkan kamu juga biasanya dijemput oleh dia," terang Xavier, mulai memperhatikan hal yang biasanya dilakukan oleh Daniel.


"Tapi, kamu juga, kan mau ke kantor, apa nggak ganggu kamu?" tanya Keysha memastikan.


"Enggak sama sekali," jawab Xavier, akhirnya pagi itu untuk pertama kalinya, Xavier mengantarkan Keysha ke kantornya, meskipun Xavier tidak turun dari mobil.


"Makasih ya Kak, karena udah nganterin aku, oh iya Kak Xavier semangat ya kerjanya," pesan Keysha sebelum dia turun dari mobil.


-//-


Sedangkan saat ini, Lita tengah berkunjung ke salah satu rumah mewah, matanya menatap rumah itu dengan senyum smirk. Dia melangkah semakin dekat, dan menyampaikan maksudnya untuk bertemu dengan tuan rumah.


"Anda sudah membuat janji?" tanya satpam yang bertugas.


"Belum, saya datang karena ada hal penting." dengan tegas Lita mengatakan hal tersebut, akhirnya satpam pun menghubungi sang tuan rumah, dan mengatakan maksud kedatangan Lita.


"SIlahkan, Ibu bisa masuk." Satpam membukakan gerbang untuk Lita, tidak lama ada pelayan yang sudah berdiri di ambang pintu, seolah menyambut kedatangannya.


"Tuan dan Nyonya sudah menunggu anda di ruang tamu," ujar pelayan, dia pun mengiring Lita untuk masuk ke dalam rumah.


"Tuan, Nyonya," pelayan sedikit membungkukkan tubuhnya, dan di sampingnya ada Lita yang juga menyapa sang pemilik rumah tersebut.


"Silahkan duduk Ibu Lita."


"Terimakasih, Bu Adelle, dan Pak Reyhan, karena bersedia menemui saya," ya, rumah yang Lita datangi adalah kediaman keluarga Alexander.


"Tidak masalaha, tapi saya yakin ada hal penting yang sangat penting, sampai ibu mau datang ke sini," kata Adelle, sedangkan Reyhan masih menyimak akann hal apa yang dikatakan oleh Lita nantinya.


"Iya Bu, memang ada hal yang sangat penting yang ingin saya bicarakan," ucap Lita dengan serius.


"Soal apa?" kali ini Reyhan yang bertanya.

__ADS_1


"Soal hubungan anak-anak kita."


__ADS_2