Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Kehancuran Aira?


__ADS_3

"Arrgghhh!" Aira menghancurkan semua barang yang ada di kamarnya, dia begitu kesal dan marah mendengar kabar kehamilan Keysha, ditambah dengan  sikap Xavier yang mengusirnya bahkan mengakhiri hubungan mereka begitu saja.


Aira menatap dirinya di pantulan cermin, saat ini keadaannya sangat buruk. "Aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja Xavier," ucap Aira dengan emosi yang tertahan.


"Aira!" Lita,  menatap kamar putrinya yang begitu berantakan akibat amukan Aira. Diayakin sesuatu sudah terjadi, yaitu soal hubungan Aira dan Xavier.


"Apa-apaan sih kamu," ucap Lita dengan emosi yang tertahan.


"Ini semua gara-gara, Mamah!" Aira menyalahkan Lita, "andai Mamah nggak ikut campur, pasti semua nggak akan begini, aku nggak akan kehilangan Xavier!" raung Aira, pupus sudah harapannya bisa lepas dari jerat ibunya, karena pekerjaan yang sudah sangat ingin dia tinggalkan. Kini, Xavier sudah tidak mau lagi bertemu apalagi berurusan dengan Aira lagi.


"Cukup Aira, jangan bodoh kamu. Xavier sudah nggak mau sama kamu, dan lupakan Xavier," ucap Lita.

__ADS_1


"Enggak, aku mau sama Xavier, Mah. Harusnya aku sudah menikah sama dia, kalau aja aku nggak hamil dulu!" raung Aira. Ya, Aira pernah hamil, beberapa minggu sebelum dia menikah, dia memutuskan untuk mengugurkan kandungannya, tapi ternyata hal lain justru terjadi, saat Aira mencoba pergi ke rumah sakit, karena efek obat yang dia konsumsi, dia justru terjatuh dari tangga. Kandungannya tidak bisa selamat, dan Aira koma, tapi Lita menutupi itu semua dari Xavier, dengan mengatakan bahwa Lita tergelincir dari tangga dan jatuh.


"Sekarang, Xavier sudah bersama dengan Keysha! Bahkan Keysha hamil, Mah!" raung Aira, membuat Lita terkejut, Aira begitu patah hati mendengar kehamilan Keysha.


"Aira, sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Xavier mungkin memang sudah nggak cinta sama kamu, dan alasan kamu telah mencoba menjebaknya dijadikan sebagai alasan. Masih banyak lelaki di luaran sana," LIta mencoa membujuk Aira supaya tidak begitu berlarut dengan Xavier.


"Mamah nggak bisa ngertiin kondisi aku. Andai Mamah nggak jadiin aku sebagai seorang pelacur, mungkin aku bisa berjuang dengan kuat supaya aku bisa bersama dengan Xavier! Aku nggak akan hamil dan nggak akan minum obat aborsi itu! Ini semua salah Mamah. Aku dituntut memenuhi kehidupan mewah Mamah, sebenarnya aku anak Mamah atau bukan?" tanya Aira menatap Lita dengan penuh kecewa.


"Kenapa, bukannya semua yang aku katakan benar. Aku dijadakan pelacur sama Mamah, aku muak dengan semua ini!" Aira mengambil tas dan juga kunci mobilnya, lalu bergegas keluar dari rumah. Lia mengejar Aira dan mencoba menghentikannya.


"Aira, kamu mau ke mana? Ini sudah malam!" Lita mencoba mengetuk pintu mobil Aira, tapi Aira tida meresponnya sama sekali.

__ADS_1


"Aira, buka!" seru Lita lagi, dan Aira justru benar-benar pergi meninggalkan rumah.


"Aira!" seru Lita, akan tetapi mobil Aira sudah melaju meningglkan pekarangan rumah, "sial," kata Lita, dia hanya bisa menatap mobil Aira yang semakin menjauh, dia tidak mau mengejarnya karena takut justru Aira akan ngebut dan membahayakan keadaannya.


'Keysha hamil? Kalau begini, sudah nggak ada kesempatan bagi Aira untuk kembali pada Xaver,' batin Lita, dia begitu pusing dengan kejadian hari ini.


Di sisi lain, keluarga Keysha dan Xavier sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Keysha. Semua menantikan kelahiran calon cucu mereka, yang di mana ini adalah penerus keluarga mereka.


"Pokoknya Keysha nggak boleh capek, ya. Kalau capek langsung istirahat," kata Adelle, memberikan pesan.


"Iya sayang, nanti Mamah akan hubungi Daniel supaya dia bisa cepat pulang," ujar Lailla. Keysha sangat bahagia, bak orang tua kandung, mau pun mertuanya, mereka memberikan perhatian yang besar untuk Keysha. Keysha yakin, jika anaknya nanti lahir, pasti akan sangat bahagia karena bisa hadir di tengah keluarga yang begitu menantikannya.

__ADS_1


'Kamu dengar nggak sayang, kamu sangat dinantikan oleh nenek dan juga kakek kamu, bahkan papah kamu juga sangat bahagia. Kamu harus sehat ya, Nak. Terimakasih, karena kehadiran kamu, Mamah jadi dicintai oleh papah,' batin Keysha. Dia merasa beruntung, karena kehamilannya, Xavier menunjukkan rasa perdulinya bahkan menjaga Keysha dengan baik.


__ADS_2