Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Penjelasan


__ADS_3

Keysha menatap sekeliling, restorant yang nyaman dan bersih, ada beberapa pilihan untuk pelanggan. Mereka bisa makan dengan suasana lesehan atau mungkin dengan kursi, tergantung selera. Seperti saat ini, Keysha memilih duduk lesehan, dia bahkan memesan menu rumahan.


"Bu, tempatnya rekomendasi banget ya, apalagi harga makanannya juga murah," kata Viona.


"Iya, tempatnya juga luas," Keysha membenarkan apa yang dikatakan oleh Viona, tempat resto ini juga cukup strategis, karena tidak jauh dari sini, ada tempat wisata, jadi para wisatawan bisa singgah ke sini untuk berisitrahat setelah lelah berpariwisata.


-//-


Aira akhirnya sampai di kediaman kedua orang tua Xavier, saat dia keluar dari mobil, dia melihat Xavier yang juga baru saja sampai.


"Aira, kamu ngapain di sini?" tanya Xavier, pasalnya dia tidak tahu kalau ternyata Aira juga diminta datang.

__ADS_1


"Aku nggak tahu, tadi aku cuman di hubungi sama mamah buat ke sini," jawab Aira, membuat Xavier semakin bertanya-tanya, ada apa sebenarnya.


Aira tersenyum, kemudian semakin mendekati Xavier, tidak lupa dia juga melingkarkan tangannya di lengan Xavier.


"Sayang, mungkin mamah ku datang ke sini, dan menjelaskan semuanya, soal hubungan kita, soal perasaan kita yang saling mencintai. Mungkin, akhirnya kedua orang tua kamu sadar, bahwa aku dan kamu tidak akan bisa dipisahkan, jadi mereka akan merestui hubungan kita," pikir Aira, entah kenapa perasaan Xavier sedikit terganggu dengan kalimat yang diucapkan oleh Aira, dia tidak setuju dengan apa yang Aira pikirkan.


"Sudahlah Aira, sebaiknya kita masuk dulu dan lihat apa yang akan ayah dan bundaku katakan," Xavier melepaskan tangan Aira dari lengannya, lalu berjalan mendahului Aira.


"Xavier, tunggu!" Aira berlari kecil menyusul Xavier yang melangkah dengan langkah lebarnya.


"Akhirnya kalian datang juga, duduklah," tita Adelle.

__ADS_1


"Ada apa ini, Bunda?" tanya Xavier yang begitu penasaran dengan tujuannya dikumpulkannya dia dengan Aira di sini.


"Iya, Tante, kok kami dipanggil ke sini ya?"" tanya Aira, terus tersenyum, karena dia berpikir bahwa kedua orang tua Xavier mulai memberikan restunya untuk mereka.


"Tadi, Ibu kamu sudah mengatakan semuanya kepada kami, Aira. Bahwa kalian masih menjalin hubungan, padahal jelas, Xavier sudah memiliki istri. Dengan dalih saling cinta, kalian seolah membenarkan perselingkuhan itu, bukankah kamu sama-sama wanita Aira? Bukankah seharusnya kamu sadarm bahwa Xavier bukan jodoh kamu?" ucap Adelle seraya menatap Aira dengan intens. Aira yang semula sudah tersenyum sumringah, tiba-tiba saja senyumnya perlahan memudar.


"Dan, ada hal yang lebih mencengangkan, Ibu Lita mengatakan bahwa hubungan kalian sudah sangat jauh, bahkan kalian sudah melakukan hubungan  yang tidak seharusnya kalian lakukan. Saya yakin kalian paham, karena kalian sudah dewasa, seharusnya kalian sudah bisa mencerna kalimat saya," terang Reyhan.


"Maksut Ayah, aku dan Aira sudah melakukan hubungan suami dan istri?" tanya Xavier memastikan.


"Iya Xavier, Tante harap kamu tidak mengelak dan berkilah, bagaimanapun anak Tante, Aira yang akan menanggung semuanya, kamu lelaki nggak punya bekas, sedangkan Aira?" kali ini Lita ikut angkat bicara, sedangkan Aira justru ketakutakan, dia tidak menyangka kalau Lita akan nekat datang menemui kedua orang tua Xavier, dan menceritakan hal itu.

__ADS_1


"Kapan aku dan Aira melakukannya?" tanya Xavier, dia merasa tidak pernah melakukan apapun kepada Aira, karena selama ini Xavier selalu berusaha menjaga Aira.


"Waktu malam kamu dengan Aira pergi ke club malam, iya kan, Aira?" Lita bertanya kepada Aira, meminta jawabannya, tapi Aira masih diam, dia bingung harus menjawab apa.


__ADS_2