Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Memulai dari awal


__ADS_3

Aira sudah pergi, kini hanya ada Xavier dan juga Keysha. Xavier menatap Keysha dengan lamat, membuat Keysha meneguk salivanya degan kasar, jantungnya berdebar karena takut jika Xavier akan marah padanya.


"Apa yang aku dengar itu semua benar?" tanya Xavier kepada Keysha, "apa benar kamu hamil?" Xavier kembali mendesak Keysha untuk memberikan jawabannya.


"I-iya Kak, aku hamil," jawab Keysha jujur.


"Apa buktinya," Xavier tidak mau begitu saja percaya, dia mau bukti dari Keysha, karena dia berpikir bisa saja Keysha berbohong padanya.


"Oke, aku bakalan tunjukkin ke kamu buktinya, ikut aku." Keysha mengajak Xavier menuju ke kamarnya, Xavier pun mengikuti Keysha, karena dia penasaran apaka benar yang Keysha katakan itu?


Keysha mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Lalu diberikannya kepada Xavier. Ternyata, itu adalah surat keterangan dokter, dan Xavier membacanya dengan perlahan.


"Jadi kamu benar hamil?" Xavier sampai berkaca-kaca membaca hasil pemeriksaan Keysha.


"Iya Kak, aku hamil. Setelah makan siang, entah kenapa aku merasa ada yang aneh, aku terus merasa mual. Akhirnya kau coba memeriksakan diri, aku pikir mungkin saja aku keracunan makanan, tapi aku salah. Aku dinyatakan hamil 3 minggu oleh Dokter," jawab Keysha seraya tersenyum manis, awalnya dia juga tidak begitu percaya dengan apa yang dia alami sekarang.


"Kalau Kak Xavier tidak suka aku hamil, tidak apa-apa, aku bisa mengurus anak aku sendiri," ucap Keysha seraya menundukkan wajahnya, dia tahu Xavier tidak pernah memiliki perasaan untuknya, bisa saja Xavier akan merasa terbebani dengan kondisi kehamilan Keysha sekarang.


Xavier memeluk Keysha, membuat Keysha terkejut, ini adalah kali pertama bagi Keysha, Xavier memeluknya secara sadar.


"Jangan bilang begitu, aku justru sangat bahagia mendengar kehamilan kamu, aku sangat senang," ucap Xavier dengan perasaan penuh bahagia, dia begitu terharu dengan apa yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Sebuah hadiah yang begitu besar.


Xavier melepas pelukannya, dan menatap Keysha. "Kita akan jaga anak kita dengan baik, menjadi orang tua yang baik untuk dia, kita akan sama-sama belajar mengasuhnya," kata Xavier, membuta Keysha menatap tak percaya. Apakah ini suatu pertanda bahwa hubungan mereka berdua akan dimulai di sini?


"Kak, apakah Kak Xavier sadar, dengan menerima anak ini, bagaimana dengan hubungan Kak Xavier dan juga Aira?" tanya Keysha.


"Jangan memikirkan hal itu, aku sama sekali sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan dia, aku benar-benar sudah mengakhirinya," kata Xavier dengan tegas.


"Baiklah, jika itu memang sudah menjadi keputusan Kak Xavier," Keysha cukup senang, akhirnya dia bisa memiliki Xavier.


'Kita mulai hubungan kita sedari awal," perasaan bahagia Keysha semakin bertambah ketika dia mendengar secara langsung, bahwa Xavier mau memulai hubungan mereka sedari awal, itu artinya Xavier mulai mau membangun hubungan suami istri yang baik.


"Iya Kak," Keysha mengangguk antusia.


"Oh iya Kak Xavier harus lihat ini." Keysha memberikan foto hasil usgnya, belum terlihat jelas janinya, karena usia kandungan Keysha yang masih muda, tapi Xavier sudah sangat terharu melihatnya, bulan-bulan berikutnya dia akan semakin jelas melihat calon buah hatinya. Lantas, apakah akan semudah itu Xavier dan juga Keysha menjalani biduk rumah tangga mereka, apakah Aira benar-benar mau melepaskan Xavier begitu saja?


Aira sudah pergi, kini hanya ada Xavier dan juga Keysha. Xavier menatap Keysha dengan lamat, membuat Keysha meneguk salivanya degan kasar, jantungnya berdebar karena takut jika Xavier akan marah padanya.


"Apa yang aku dengar itu semua benar?" tanya Xavier kepada Keysha, "apa benar kamu hamil?" Xavier kembali mendesak Keysha untuk memberikan jawabannya.


"I-iya Kak, aku hamil," jawab Keysha jujur.


"Apa buktinya," Xavier tidak mau begitu saja percaya, dia mau bukti dari Keysha, karena dia berpikir bisa saja Keysha berbohong padanya.


"Oke, aku bakalan tunjukkin ke kamu buktinya, ikut aku." Keysha mengajak Xavier menuju ke kamarnya, Xavier pun mengikuti Keysha, karena dia penasaran apaka benar yang Keysha katakan itu?


Keysha mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Lalu diberikannya kepada Xavier. Ternyata, itu adalah surat keterangan dokter, dan Xavier membacanya dengan perlahan.


"Jadi kamu benar hamil?" Xavier sampai berkaca-kaca membaca hasil pemeriksaan Keysha.


"Iya Kak, aku hamil. Setelah makan siang, entah kenapa aku merasa ada yang aneh, aku terus merasa mual. Akhirnya kau coba memeriksakan diri, aku pikir mungkin saja aku keracunan makanan, tapi aku salah. Aku dinyatakan hamil 3 minggu oleh Dokter," jawab Keysha seraya tersenyum manis, awalnya dia juga tidak begitu percaya dengan apa yang dia alami sekarang.


"Kalau Kak Xavier tidak suka aku hamil, tidak apa-apa, aku bisa mengurus anak aku sendiri," ucap Keysha seraya menundukkan wajahnya, dia tahu Xavier tidak pernah memiliki perasaan untuknya, bisa saja Xavier akan merasa terbebani dengan kondisi kehamilan Keysha sekarang.


Xavier memeluk Keysha, membuat Keysha terkejut, ini adalah kali pertama bagi Keysha, Xavier memeluknya secara sadar.


"Jangan bilang begitu, aku justru sangat bahagia mendengar kehamilan kamu, aku sangat senang," ucap Xavier dengan perasaan penuh bahagia, dia begitu terharu dengan apa yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Sebuah hadiah yang begitu besar.


Xavier melepas pelukannya, dan menatap Keysha. "Kita akan jaga anak kita dengan baik, menjadi orang tua yang baik untuk dia, kita akan sama-sama belajar mengasuhnya," kata Xavier, membuta Keysha menatap tak percaya. Apakah ini suatu pertanda bahwa hubungan mereka berdua akan dimulai di sini?

__ADS_1


"Kak, apakah Kak Xavier sadar, dengan menerima anak ini, bagaimana dengan hubungan Kak Xavier dan juga Aira?" tanya Keysha.


"Jangan memikirkan hal itu, aku sama sekali sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan dia, aku benar-benar sudah mengakhirinya," kata Xavier dengan tegas.


"Baiklah, jika itu memang sudah menjadi keputusan Kak Xavier," Keysha cukup senang, akhirnya dia bisa memiliki Xavier.


'Kita mulai hubungan kita sedari awal," perasaan bahagia Keysha semakin bertambah ketika dia mendengar secara langsung, bahwa Xavier mau memulai hubungan mereka sedari awal, itu artinya Xavier mulai mau membangun hubungan suami istri yang baik.


"Iya Kak," Keysha mengangguk antusia.


"Oh iya Kak Xavier harus lihat ini." Keysha memberikan foto hasil usgnya, belum terlihat jelas janinya, karena usia kandungan Keysha yang masih muda, tapi Xavier sudah sangat terharu melihatnya, bulan-bulan berikutnya dia akan semakin jelas melihat calon buah hatinya. Lantas, apakah akan semudah itu Xavier dan juga Keysha menjalani biduk rumah tangga mereka, apakah Aira benar-benar mau melepaskan Xavier begitu saja?


Aira sudah pergi, kini hanya ada Xavier dan juga Keysha. Xavier menatap Keysha dengan lamat, membuat Keysha meneguk salivanya degan kasar, jantungnya berdebar karena takut jika Xavier akan marah padanya.


"Apa yang aku dengar itu semua benar?" tanya Xavier kepada Keysha, "apa benar kamu hamil?" Xavier kembali mendesak Keysha untuk memberikan jawabannya.


"I-iya Kak, aku hamil," jawab Keysha jujur.


"Apa buktinya," Xavier tidak mau begitu saja percaya, dia mau bukti dari Keysha, karena dia berpikir bisa saja Keysha berbohong padanya.


"Oke, aku bakalan tunjukkin ke kamu buktinya, ikut aku." Keysha mengajak Xavier menuju ke kamarnya, Xavier pun mengikuti Keysha, karena dia penasaran apaka benar yang Keysha katakan itu?


Keysha mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Lalu diberikannya kepada Xavier. Ternyata, itu adalah surat keterangan dokter, dan Xavier membacanya dengan perlahan.


"Jadi kamu benar hamil?" Xavier sampai berkaca-kaca membaca hasil pemeriksaan Keysha.


"Iya Kak, aku hamil. Setelah makan siang, entah kenapa aku merasa ada yang aneh, aku terus merasa mual. Akhirnya kau coba memeriksakan diri, aku pikir mungkin saja aku keracunan makanan, tapi aku salah. Aku dinyatakan hamil 3 minggu oleh Dokter," jawab Keysha seraya tersenyum manis, awalnya dia juga tidak begitu percaya dengan apa yang dia alami sekarang.


"Kalau Kak Xavier tidak suka aku hamil, tidak apa-apa, aku bisa mengurus anak aku sendiri," ucap Keysha seraya menundukkan wajahnya, dia tahu Xavier tidak pernah memiliki perasaan untuknya, bisa saja Xavier akan merasa terbebani dengan kondisi kehamilan Keysha sekarang.


Xavier memeluk Keysha, membuat Keysha terkejut, ini adalah kali pertama bagi Keysha, Xavier memeluknya secara sadar.


"Jangan bilang begitu, aku justru sangat bahagia mendengar kehamilan kamu, aku sangat senang," ucap Xavier dengan perasaan penuh bahagia, dia begitu terharu dengan apa yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Sebuah hadiah yang begitu besar.


Xavier melepas pelukannya, dan menatap Keysha. "Kita akan jaga anak kita dengan baik, menjadi orang tua yang baik untuk dia, kita akan sama-sama belajar mengasuhnya," kata Xavier, membuta Keysha menatap tak percaya. Apakah ini suatu pertanda bahwa hubungan mereka berdua akan dimulai di sini?


"Kak, apakah Kak Xavier sadar, dengan menerima anak ini, bagaimana dengan hubungan Kak Xavier dan juga Aira?" tanya Keysha.


"Jangan memikirkan hal itu, aku sama sekali sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan dia, aku benar-benar sudah mengakhirinya," kata Xavier dengan tegas.


"Baiklah, jika itu memang sudah menjadi keputusan Kak Xavier," Keysha cukup senang, akhirnya dia bisa memiliki Xavier.


'Kita mulai hubungan kita sedari awal," perasaan bahagia Keysha semakin bertambah ketika dia mendengar secara langsung, bahwa Xavier mau memulai hubungan mereka sedari awal, itu artinya Xavier mulai mau membangun hubungan suami istri yang baik.


"Iya Kak," Keysha mengangguk antusia.


"Oh iya Kak Xavier harus lihat ini." Keysha memberikan foto hasil usgnya, belum terlihat jelas janinya, karena usia kandungan Keysha yang masih muda, tapi Xavier sudah sangat terharu melihatnya, bulan-bulan berikutnya dia akan semakin jelas melihat calon buah hatinya. Lantas, apakah akan semudah itu Xavier dan juga Keysha menjalani biduk rumah tangga mereka, apakah Aira benar-benar mau melepaskan Xavier begitu saja?


Aira sudah pergi, kini hanya ada Xavier dan juga Keysha. Xavier menatap Keysha dengan lamat, membuat Keysha meneguk salivanya degan kasar, jantungnya berdebar karena takut jika Xavier akan marah padanya.


"Apa yang aku dengar itu semua benar?" tanya Xavier kepada Keysha, "apa benar kamu hamil?" Xavier kembali mendesak Keysha untuk memberikan jawabannya.


"I-iya Kak, aku hamil," jawab Keysha jujur.


"Apa buktinya," Xavier tidak mau begitu saja percaya, dia mau bukti dari Keysha, karena dia berpikir bisa saja Keysha berbohong padanya.


"Oke, aku bakalan tunjukkin ke kamu buktinya, ikut aku." Keysha mengajak Xavier menuju ke kamarnya, Xavier pun mengikuti Keysha, karena dia penasaran apaka benar yang Keysha katakan itu?


Keysha mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Lalu diberikannya kepada Xavier. Ternyata, itu adalah surat keterangan dokter, dan Xavier membacanya dengan perlahan.

__ADS_1


"Jadi kamu benar hamil?" Xavier sampai berkaca-kaca membaca hasil pemeriksaan Keysha.


"Iya Kak, aku hamil. Setelah makan siang, entah kenapa aku merasa ada yang aneh, aku terus merasa mual. Akhirnya kau coba memeriksakan diri, aku pikir mungkin saja aku keracunan makanan, tapi aku salah. Aku dinyatakan hamil 3 minggu oleh Dokter," jawab Keysha seraya tersenyum manis, awalnya dia juga tidak begitu percaya dengan apa yang dia alami sekarang.


"Kalau Kak Xavier tidak suka aku hamil, tidak apa-apa, aku bisa mengurus anak aku sendiri," ucap Keysha seraya menundukkan wajahnya, dia tahu Xavier tidak pernah memiliki perasaan untuknya, bisa saja Xavier akan merasa terbebani dengan kondisi kehamilan Keysha sekarang.


Xavier memeluk Keysha, membuat Keysha terkejut, ini adalah kali pertama bagi Keysha, Xavier memeluknya secara sadar.


"Jangan bilang begitu, aku justru sangat bahagia mendengar kehamilan kamu, aku sangat senang," ucap Xavier dengan perasaan penuh bahagia, dia begitu terharu dengan apa yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Sebuah hadiah yang begitu besar.


Xavier melepas pelukannya, dan menatap Keysha. "Kita akan jaga anak kita dengan baik, menjadi orang tua yang baik untuk dia, kita akan sama-sama belajar mengasuhnya," kata Xavier, membuta Keysha menatap tak percaya. Apakah ini suatu pertanda bahwa hubungan mereka berdua akan dimulai di sini?


"Kak, apakah Kak Xavier sadar, dengan menerima anak ini, bagaimana dengan hubungan Kak Xavier dan juga Aira?" tanya Keysha.


"Jangan memikirkan hal itu, aku sama sekali sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan dia, aku benar-benar sudah mengakhirinya," kata Xavier dengan tegas.


"Baiklah, jika itu memang sudah menjadi keputusan Kak Xavier," Keysha cukup senang, akhirnya dia bisa memiliki Xavier.


'Kita mulai hubungan kita sedari awal," perasaan bahagia Keysha semakin bertambah ketika dia mendengar secara langsung, bahwa Xavier mau memulai hubungan mereka sedari awal, itu artinya Xavier mulai mau membangun hubungan suami istri yang baik.


"Iya Kak," Keysha mengangguk antusia.


"Oh iya Kak Xavier harus lihat ini." Keysha memberikan foto hasil usgnya, belum terlihat jelas janinya, karena usia kandungan Keysha yang masih muda, tapi Xavier sudah sangat terharu melihatnya, bulan-bulan berikutnya dia akan semakin jelas melihat calon buah hatinya. Lantas, apakah akan semudah itu Xavier dan juga Keysha menjalani biduk rumah tangga mereka, apakah Aira benar-benar mau melepaskan Xavier begitu saja?


Aira sudah pergi, kini hanya ada Xavier dan juga Keysha. Xavier menatap Keysha dengan lamat, membuat Keysha meneguk salivanya degan kasar, jantungnya berdebar karena takut jika Xavier akan marah padanya.


"Apa yang aku dengar itu semua benar?" tanya Xavier kepada Keysha, "apa benar kamu hamil?" Xavier kembali mendesak Keysha untuk memberikan jawabannya.


"I-iya Kak, aku hamil," jawab Keysha jujur.


"Apa buktinya," Xavier tidak mau begitu saja percaya, dia mau bukti dari Keysha, karena dia berpikir bisa saja Keysha berbohong padanya.


"Oke, aku bakalan tunjukkin ke kamu buktinya, ikut aku." Keysha mengajak Xavier menuju ke kamarnya, Xavier pun mengikuti Keysha, karena dia penasaran apaka benar yang Keysha katakan itu?


Keysha mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Lalu diberikannya kepada Xavier. Ternyata, itu adalah surat keterangan dokter, dan Xavier membacanya dengan perlahan.


"Jadi kamu benar hamil?" Xavier sampai berkaca-kaca membaca hasil pemeriksaan Keysha.


"Iya Kak, aku hamil. Setelah makan siang, entah kenapa aku merasa ada yang aneh, aku terus merasa mual. Akhirnya kau coba memeriksakan diri, aku pikir mungkin saja aku keracunan makanan, tapi aku salah. Aku dinyatakan hamil 3 minggu oleh Dokter," jawab Keysha seraya tersenyum manis, awalnya dia juga tidak begitu percaya dengan apa yang dia alami sekarang.


"Kalau Kak Xavier tidak suka aku hamil, tidak apa-apa, aku bisa mengurus anak aku sendiri," ucap Keysha seraya menundukkan wajahnya, dia tahu Xavier tidak pernah memiliki perasaan untuknya, bisa saja Xavier akan merasa terbebani dengan kondisi kehamilan Keysha sekarang.


Xavier memeluk Keysha, membuat Keysha terkejut, ini adalah kali pertama bagi Keysha, Xavier memeluknya secara sadar.


"Jangan bilang begitu, aku justru sangat bahagia mendengar kehamilan kamu, aku sangat senang," ucap Xavier dengan perasaan penuh bahagia, dia begitu terharu dengan apa yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Sebuah hadiah yang begitu besar.


Xavier melepas pelukannya, dan menatap Keysha. "Kita akan jaga anak kita dengan baik, menjadi orang tua yang baik untuk dia, kita akan sama-sama belajar mengasuhnya," kata Xavier, membuta Keysha menatap tak percaya. Apakah ini suatu pertanda bahwa hubungan mereka berdua akan dimulai di sini?


"Kak, apakah Kak Xavier sadar, dengan menerima anak ini, bagaimana dengan hubungan Kak Xavier dan juga Aira?" tanya Keysha.


"Jangan memikirkan hal itu, aku sama sekali sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan dia, aku benar-benar sudah mengakhirinya," kata Xavier dengan tegas.


"Baiklah, jika itu memang sudah menjadi keputusan Kak Xavier," Keysha cukup senang, akhirnya dia bisa memiliki Xavier.


'Kita mulai hubungan kita sedari awal," perasaan bahagia Keysha semakin bertambah ketika dia mendengar secara langsung, bahwa Xavier mau memulai hubungan mereka sedari awal, itu artinya Xavier mulai mau membangun hubungan suami istri yang baik.


"Iya Kak," Keysha mengangguk antusia.


"Oh iya Kak Xavier harus lihat ini." Keysha memberikan foto hasil usgnya, belum terlihat jelas janinya, karena usia kandungan Keysha yang masih muda, tapi Xavier sudah sangat terharu melihatnya, bulan-bulan berikutnya dia akan semakin jelas melihat calon buah hatinya. Lantas, apakah akan semudah itu Xavier dan juga Keysha menjalani biduk rumah tangga mereka, apakah Aira benar-benar mau melepaskan Xavier begitu saja?

__ADS_1


__ADS_2