
"Kak Xavier, jangan begini, ayo kita pulang. Nanti Kakak sakit," Keysha mencoba mengajak suaminya untuk pulang bersama dengannya, dia khawatir jika Xavier akan sakit jika terus hujan-hujanan begini.
"Kamu pulanglah dulu, aku masih mau di sini," tolak Xavier.
"Kalau aku pulang sendirian, berarti aku harus jalan kaki dong, Kak," kata Keysha seraya menjebikkan bibirnya kesal. Mendengar perkataan Keysha, Xavier pun tersadar, bahwa tadi pagi dia mengantarkan Keysha.
"Ya sudah, ayo pulang ." akhirnya Xavier memutuskan pulang, karena dia tidak tega jika harus membiarkan Keysha pulang sendirian. Xavier berpikir, bahwa Keysha pasti akan kesulitan mendapatkan taksi, karena ini tengah hujan.
Sepanjang perjalanan, baik Keysha maupun Devan sama-sama diam, Devan masih memikirkan tentang Aira, karena dia benar-benar kecewa dengan Aira. Sedangkan Keysha, jelas dia tengah memikirkan tentang kenapa Xavier sebenarnya.
Sesampainya di rumah tanpa sepatah kata pun, Xavier langsung masuk ke dalam kamar, dan di luar kamar, Keysha meminta kepada Xavier untuk mandi, karena baju Xavier sudah sangat basah dan takut kalau nanti Xavier sakit. Hujan deras sore itu benar-benar menggambarkan perasaan Xavier, yang tengah dilanda kekecewaan.
-//-
Malam sudah tiba, Keysha tebgah mengecek apakah makan malam sudah siap atau belum. Tapi pada saat itu, Keysha mendengar suara bel. Keysha pun memutuskan untuk melihat siapakah tamu yang datang.
"Aira?" Keysha begitu terkejut melihat Aira datang dengan keadaan yang tidak cukup baik. Aira jelas terlihat kalau dia tengah kacau sekarang.
"Apa Xavier ada? Aku mau bertemu dengan dia," jawab Aira dengan nada memohon.
Keysha tidak tega melihat keadaan Aira, melihat Aira yang sampai datang ke rumah, membuat Keysha semakin yakin bahwa memang ada yang terjadi anatar Xavier dan Aira.
"Baiklah, masuklah dulu biar aku tanya kak Xavier," Keysha meminta Aira untuk masuk dan duduk di ruang tamu. Kesysha sendiri tidak cukup yakin, apakah Xavier mau bertemu dengan AIra, sedangkan perasaan Xavier saat ini saja belum terlalu baik. Tapi setidaknya Keysha akan bertanya lebih dulu, dari pada nanti dia mengambil keputusan salah, justru nanti dia dianggap semakin membuat hubungan Aira dan Xavier merenggang.
"Kak Xavier, jangan begini, ayo kita pulang. Nanti Kakak sakit," Keysha mencoba mengajak suaminya untuk pulang bersama dengannya, dia khawatir jika Xavier akan sakit jika terus hujan-hujanan begini.
"Kamu pulanglah dulu, aku masih mau di sini," tolak Xavier.
"Kalau aku pulang sendirian, berarti aku harus jalan kaki dong, Kak," kata Keysha seraya menjebikkan bibirnya kesal. Mendengar perkataan Keysha, Xavier pun tersadar, bahwa tadi pagi dia mengantarkan Keysha.
"Ya sudah, ayo pulang ." akhirnya Xavier memutuskan pulang, karena dia tidak tega jika harus membiarkan Keysha pulang sendirian. Xavier berpikir, bahwa Keysha pasti akan kesulitan mendapatkan taksi, karena ini tengah hujan.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, baik Keysha maupun Devan sama-sama diam, Devan masih memikirkan tentang Aira, karena dia benar-benar kecewa dengan Aira. Sedangkan Keysha, jelas dia tengah memikirkan tentang kenapa Xavier sebenarnya.
Sesampainya di rumah tanpa sepatah kata pun, Xavier langsung masuk ke dalam kamar, dan di luar kamar, Keysha meminta kepada Xavier untuk mandi, karena baju Xavier sudah sangat basah dan takut kalau nanti Xavier sakit. Hujan deras sore itu benar-benar menggambarkan perasaan Xavier, yang tengah dilanda kekecewaan.
-//-
Malam sudah tiba, Keysha tebgah mengecek apakah makan malam sudah siap atau belum. Tapi pada saat itu, Keysha mendengar suara bel. Keysha pun memutuskan untuk melihat siapakah tamu yang datang.
"Aira?" Keysha begitu terkejut melihat Aira datang dengan keadaan yang tidak cukup baik. Aira jelas terlihat kalau dia tengah kacau sekarang.
"Apa Xavier ada? Aku mau bertemu dengan dia," jawab Aira dengan nada memohon.
Keysha tidak tega melihat keadaan Aira, melihat Aira yang sampai datang ke rumah, membuat Keysha semakin yakin bahwa memang ada yang terjadi anatar Xavier dan Aira.
"Baiklah, masuklah dulu biar aku tanya kak Xavier," Keysha meminta Aira untuk masuk dan duduk di ruang tamu. Kesysha sendiri tidak cukup yakin, apakah Xavier mau bertemu dengan AIra, sedangkan perasaan Xavier saat ini saja belum terlalu baik. Tapi setidaknya Keysha akan bertanya lebih dulu, dari pada nanti dia mengambil keputusan salah, justru nanti dia dianggap semakin membuat hubungan Aira dan Xavier merenggang.
"Kak Xavier, jangan begini, ayo kita pulang. Nanti Kakak sakit," Keysha mencoba mengajak suaminya untuk pulang bersama dengannya, dia khawatir jika Xavier akan sakit jika terus hujan-hujanan begini.
"Kamu pulanglah dulu, aku masih mau di sini," tolak Xavier.
"Kalau aku pulang sendirian, berarti aku harus jalan kaki dong, Kak," kata Keysha seraya menjebikkan bibirnya kesal. Mendengar perkataan Keysha, Xavier pun tersadar, bahwa tadi pagi dia mengantarkan Keysha.
"Ya sudah, ayo pulang ." akhirnya Xavier memutuskan pulang, karena dia tidak tega jika harus membiarkan Keysha pulang sendirian. Xavier berpikir, bahwa Keysha pasti akan kesulitan mendapatkan taksi, karena ini tengah hujan.
Sepanjang perjalanan, baik Keysha maupun Devan sama-sama diam, Devan masih memikirkan tentang Aira, karena dia benar-benar kecewa dengan Aira. Sedangkan Keysha, jelas dia tengah memikirkan tentang kenapa Xavier sebenarnya.
Sesampainya di rumah tanpa sepatah kata pun, Xavier langsung masuk ke dalam kamar, dan di luar kamar, Keysha meminta kepada Xavier untuk mandi, karena baju Xavier sudah sangat basah dan takut kalau nanti Xavier sakit. Hujan deras sore itu benar-benar menggambarkan perasaan Xavier, yang tengah dilanda kekecewaan.
-//-
Malam sudah tiba, Keysha tebgah mengecek apakah makan malam sudah siap atau belum. Tapi pada saat itu, Keysha mendengar suara bel. Keysha pun memutuskan untuk melihat siapakah tamu yang datang.
__ADS_1
"Aira?" Keysha begitu terkejut melihat Aira datang dengan keadaan yang tidak cukup baik. Aira jelas terlihat kalau dia tengah kacau sekarang.
"Apa Xavier ada? Aku mau bertemu dengan dia," jawab Aira dengan nada memohon.
Keysha tidak tega melihat keadaan Aira, melihat Aira yang sampai datang ke rumah, membuat Keysha semakin yakin bahwa memang ada yang terjadi anatar Xavier dan Aira.
"Baiklah, masuklah dulu biar aku tanya kak Xavier," Keysha meminta Aira untuk masuk dan duduk di ruang tamu. Kesysha sendiri tidak cukup yakin, apakah Xavier mau bertemu dengan AIra, sedangkan perasaan Xavier saat ini saja belum terlalu baik. Tapi setidaknya Keysha akan bertanya lebih dulu, dari pada nanti dia mengambil keputusan salah, justru nanti dia dianggap semakin membuat hubungan Aira dan Xavier merenggang.
"Kak Xavier, jangan begini, ayo kita pulang. Nanti Kakak sakit," Keysha mencoba mengajak suaminya untuk pulang bersama dengannya, dia khawatir jika Xavier akan sakit jika terus hujan-hujanan begini.
"Kamu pulanglah dulu, aku masih mau di sini," tolak Xavier.
"Kalau aku pulang sendirian, berarti aku harus jalan kaki dong, Kak," kata Keysha seraya menjebikkan bibirnya kesal. Mendengar perkataan Keysha, Xavier pun tersadar, bahwa tadi pagi dia mengantarkan Keysha.
"Ya sudah, ayo pulang ." akhirnya Xavier memutuskan pulang, karena dia tidak tega jika harus membiarkan Keysha pulang sendirian. Xavier berpikir, bahwa Keysha pasti akan kesulitan mendapatkan taksi, karena ini tengah hujan.
Sepanjang perjalanan, baik Keysha maupun Devan sama-sama diam, Devan masih memikirkan tentang Aira, karena dia benar-benar kecewa dengan Aira. Sedangkan Keysha, jelas dia tengah memikirkan tentang kenapa Xavier sebenarnya.
Sesampainya di rumah tanpa sepatah kata pun, Xavier langsung masuk ke dalam kamar, dan di luar kamar, Keysha meminta kepada Xavier untuk mandi, karena baju Xavier sudah sangat basah dan takut kalau nanti Xavier sakit. Hujan deras sore itu benar-benar menggambarkan perasaan Xavier, yang tengah dilanda kekecewaan.
-//-
Malam sudah tiba, Keysha tebgah mengecek apakah makan malam sudah siap atau belum. Tapi pada saat itu, Keysha mendengar suara bel. Keysha pun memutuskan untuk melihat siapakah tamu yang datang.
"Aira?" Keysha begitu terkejut melihat Aira datang dengan keadaan yang tidak cukup baik. Aira jelas terlihat kalau dia tengah kacau sekarang.
"Apa Xavier ada? Aku mau bertemu dengan dia," jawab Aira dengan nada memohon.
Keysha tidak tega melihat keadaan Aira, melihat Aira yang sampai datang ke rumah, membuat Keysha semakin yakin bahwa memang ada yang terjadi anatar Xavier dan Aira.
"Baiklah, masuklah dulu biar aku tanya kak Xavier," Keysha meminta Aira untuk masuk dan duduk di ruang tamu. Kesysha sendiri tidak cukup yakin, apakah Xavier mau bertemu dengan AIra, sedangkan perasaan Xavier saat ini saja belum terlalu baik. Tapi setidaknya Keysha akan bertanya lebih dulu, dari pada nanti dia mengambil keputusan salah, justru nanti dia dianggap semakin membuat hubungan Aira dan Xavier merenggang.
__ADS_1