
"Iya Bu, memang ada hal yang sangat penting yang ingin saya bicarakan," ucap Lita dengan serius.
"Soal apa?" kali ini Reyhan yang bertanya.
"Maksud Bu Lita apa ya?" tanya Reyhan bingung, namun Lita justru masih menunjukkan senyumannya.
"Saya tahu, Xavier sudah menikah dengan Keysha, dan saya juga tahu bahwa pernikahan mereka adalah suatu keterpaksaan. Karena saat Xavier akan menikah, dia sempat meminta izin pada saya, dia menikah dengan Keysha hanya semata-mata untuk melanjutkan acara yang sudah direncanakan, dan menghindari keluarga dari cemoohan orang di luaran sana," ungkap Lita panjang lebar.
"Tapi, Xavier sempat berjanji, bahwa dia akan kembali pada putri saya, Aira. Jika, Aira sudah siuman. Ya, Xavier memang masih bersama anak saya, namun dia masih dalam ikatan pernikahan." terang Lita.
"Mereka berdua saling mencintai, saya merasa nggak bisa memisahkan mereka, karena saya tahu bagaimana perjuangan hubungan mereka. Tapi, di luar dugaan saya," Lita menghela napasnya dan menjeda kalimatnya, membuat Adelle dan Reyhan semakin penasaran.
"Ada apa, Bu Lita?" tanya Adelle dengan tegas, dia semakin penasaran akan apa yang dikatakan oleh Lita selanjutnya.
"Xavier dan Aira sudah melakukan hal yang tidak seharusnya," ucap Lita dengan memasang wajah sendu.
"Apa?" Reyhan dan Adelle jelas sangat terkejut, mereka sangat tidak menyangka jika Xavier bisa berbuat di luar batas seperti itu.
"Saya datang ke sini, untuk meminta pertanggung jawaban dari Xavier, karena jelas di sini, anak saya yang paling dirugikan," Lita semakin membuat Adelle dan Reyhan terdesak.
"Saya belum bisa percaya, kalau belum mendengar penjelasan dari mereka berdua," Adelle masih berusaha untuk berpikir dengan jernih, dia tidak mau langsung mengambil keputusan dan berakibat fatal.
"Panggil Aira sekarang, Bu Lita," pinta Adelle, dan dengan gerakan cepat, Lita segera menghubungi putrinya. Sedangkan Reyhan, juga tidak diam, dia langsung menghubungi Xavier memintanya datang ke rumah.
Baik Xavier maupun Aira, mereka sedang tidak bersama, namun mereka berdua sama-sama bingung, kenapa tiba-tiba datang ke kediaman Xavier.
"Apa yang mamah lakukan? Sampai-sampai meminta aku datang ke sana?" Aira was-was, dia takut kalau ibunya melakukan hal yang nantinya justru membuat mereka malu.
"Nggak mungkin, kan kalau mamah datang ke sana dan menceritakan bahwa aku dan Xavier pernah tidur bersama? Karena itu nggak pernah terjadi, tapi mamah nggak tahu," Aira mulai was-was, namun dia juga tidak bisa berpikir seperti itu, karena belum tentu yang dipikirkannya benar.
"Aira, kamu harus tenang, dan nggak usah parno. Bisa aja, kedatangan mamah ke sana, cuman untuk memperbaiki hubungan mereka," Aira mencoba menenangkan dirinya dan masih terus berpikit positif. Dia pun segera melajukan mobilnya menuju kediaman kedua orang tua Xavier.
Xavier sendiri, juga kini tengah dalam perjalanan ke sana, dia terus berpikir kira-kira apa yang membuat kedua orang tuanya, meminta Xavier segera datang ke sana? Xavier yakini, bahwa ada hal yang begitu penting.
-//-
Di sisi lain, Keysha hendak makan siang, namun dia mendengar Viona dan rekan kerjanya yang lain, ingin makan di salah satu cafe yang baru di depan kantor.
"Bu Keysha beneran mau ikut?" tanya Viona memastikan, sebab cafe yang akan mereka datangi, bukan Cafe kelas bintang lima yang mungkin biasa Keysha datangi.
"Iya, selagi makanannya bersih, dan aku suka makanannya, kenapa enggak? Yuk." Keysha pun akhirnya pergi makan siang dengan Viona dan karyawannya yang lain. Semua karyawan Keysha, nampak tidak menyangka bisa makan siang dengan atasan mereka, bahkan Keysha terlihat sangat ramah dengan mereka.
"Iya Bu, memang ada hal yang sangat penting yang ingin saya bicarakan," ucap Lita dengan serius.
"Soal apa?" kali ini Reyhan yang bertanya.
"Maksud Bu Lita apa ya?" tanya Reyhan bingung, namun Lita justru masih menunjukkan senyumannya.
"Saya tahu, Xavier sudah menikah dengan Keysha, dan saya juga tahu bahwa pernikahan mereka adalah suatu keterpaksaan. Karena saat Xavier akan menikah, dia sempat meminta izin pada saya, dia menikah dengan Keysha hanya semata-mata untuk melanjutkan acara yang sudah direncanakan, dan menghindari keluarga dari cemoohan orang di luaran sana," ungkap Lita panjang lebar.
"Tapi, Xavier sempat berjanji, bahwa dia akan kembali pada putri saya, Aira. Jika, Aira sudah siuman. Ya, Xavier memang masih bersama anak saya, namun dia masih dalam ikatan pernikahan." terang Lita.
"Mereka berdua saling mencintai, saya merasa nggak bisa memisahkan mereka, karena saya tahu bagaimana perjuangan hubungan mereka. Tapi, di luar dugaan saya," Lita menghela napasnya dan menjeda kalimatnya, membuat Adelle dan Reyhan semakin penasaran.
"Ada apa, Bu Lita?" tanya Adelle dengan tegas, dia semakin penasaran akan apa yang dikatakan oleh Lita selanjutnya.
__ADS_1
"Xavier dan Aira sudah melakukan hal yang tidak seharusnya," ucap Lita dengan memasang wajah sendu.
"Apa?" Reyhan dan Adelle jelas sangat terkejut, mereka sangat tidak menyangka jika Xavier bisa berbuat di luar batas seperti itu.
"Saya datang ke sini, untuk meminta pertanggung jawaban dari Xavier, karena jelas di sini, anak saya yang paling dirugikan," Lita semakin membuat Adelle dan Reyhan terdesak.
"Saya belum bisa percaya, kalau belum mendengar penjelasan dari mereka berdua," Adelle masih berusaha untuk berpikir dengan jernih, dia tidak mau langsung mengambil keputusan dan berakibat fatal.
"Panggil Aira sekarang, Bu Lita," pinta Adelle, dan dengan gerakan cepat, Lita segera menghubungi putrinya. Sedangkan Reyhan, juga tidak diam, dia langsung menghubungi Xavier memintanya datang ke rumah.
Baik Xavier maupun Aira, mereka sedang tidak bersama, namun mereka berdua sama-sama bingung, kenapa tiba-tiba datang ke kediaman Xavier.
"Apa yang mamah lakukan? Sampai-sampai meminta aku datang ke sana?" Aira was-was, dia takut kalau ibunya melakukan hal yang nantinya justru membuat mereka malu.
"Nggak mungkin, kan kalau mamah datang ke sana dan menceritakan bahwa aku dan Xavier pernah tidur bersama? Karena itu nggak pernah terjadi, tapi mamah nggak tahu," Aira mulai was-was, namun dia juga tidak bisa berpikir seperti itu, karena belum tentu yang dipikirkannya benar.
"Aira, kamu harus tenang, dan nggak usah parno. Bisa aja, kedatangan mamah ke sana, cuman untuk memperbaiki hubungan mereka," Aira mencoba menenangkan dirinya dan masih terus berpikit positif. Dia pun segera melajukan mobilnya menuju kediaman kedua orang tua Xavier.
Xavier sendiri, juga kini tengah dalam perjalanan ke sana, dia terus berpikir kira-kira apa yang membuat kedua orang tuanya, meminta Xavier segera datang ke sana? Xavier yakini, bahwa ada hal yang begitu penting.
-//-
Di sisi lain, Keysha hendak makan siang, namun dia mendengar Viona dan rekan kerjanya yang lain, ingin makan di salah satu cafe yang baru di depan kantor.
"Bu Keysha beneran mau ikut?" tanya Viona memastikan, sebab cafe yang akan mereka datangi, bukan Cafe kelas bintang lima yang mungkin biasa Keysha datangi.
"Iya, selagi makanannya bersih, dan aku suka makanannya, kenapa enggak? Yuk." Keysha pun akhirnya pergi makan siang dengan Viona dan karyawannya yang lain. Semua karyawan Keysha, nampak tidak menyangka bisa makan siang dengan atasan mereka, bahkan Keysha terlihat sangat ramah dengan mereka.
"Iya Bu, memang ada hal yang sangat penting yang ingin saya bicarakan," ucap Lita dengan serius.
"Soal apa?" kali ini Reyhan yang bertanya.
"Maksud Bu Lita apa ya?" tanya Reyhan bingung, namun Lita justru masih menunjukkan senyumannya.
"Saya tahu, Xavier sudah menikah dengan Keysha, dan saya juga tahu bahwa pernikahan mereka adalah suatu keterpaksaan. Karena saat Xavier akan menikah, dia sempat meminta izin pada saya, dia menikah dengan Keysha hanya semata-mata untuk melanjutkan acara yang sudah direncanakan, dan menghindari keluarga dari cemoohan orang di luaran sana," ungkap Lita panjang lebar.
"Tapi, Xavier sempat berjanji, bahwa dia akan kembali pada putri saya, Aira. Jika, Aira sudah siuman. Ya, Xavier memang masih bersama anak saya, namun dia masih dalam ikatan pernikahan." terang Lita.
"Mereka berdua saling mencintai, saya merasa nggak bisa memisahkan mereka, karena saya tahu bagaimana perjuangan hubungan mereka. Tapi, di luar dugaan saya," Lita menghela napasnya dan menjeda kalimatnya, membuat Adelle dan Reyhan semakin penasaran.
"Ada apa, Bu Lita?" tanya Adelle dengan tegas, dia semakin penasaran akan apa yang dikatakan oleh Lita selanjutnya.
"Xavier dan Aira sudah melakukan hal yang tidak seharusnya," ucap Lita dengan memasang wajah sendu.
"Apa?" Reyhan dan Adelle jelas sangat terkejut, mereka sangat tidak menyangka jika Xavier bisa berbuat di luar batas seperti itu.
"Saya datang ke sini, untuk meminta pertanggung jawaban dari Xavier, karena jelas di sini, anak saya yang paling dirugikan," Lita semakin membuat Adelle dan Reyhan terdesak.
"Saya belum bisa percaya, kalau belum mendengar penjelasan dari mereka berdua," Adelle masih berusaha untuk berpikir dengan jernih, dia tidak mau langsung mengambil keputusan dan berakibat fatal.
"Panggil Aira sekarang, Bu Lita," pinta Adelle, dan dengan gerakan cepat, Lita segera menghubungi putrinya. Sedangkan Reyhan, juga tidak diam, dia langsung menghubungi Xavier memintanya datang ke rumah.
Baik Xavier maupun Aira, mereka sedang tidak bersama, namun mereka berdua sama-sama bingung, kenapa tiba-tiba datang ke kediaman Xavier.
"Apa yang mamah lakukan? Sampai-sampai meminta aku datang ke sana?" Aira was-was, dia takut kalau ibunya melakukan hal yang nantinya justru membuat mereka malu.
__ADS_1
"Nggak mungkin, kan kalau mamah datang ke sana dan menceritakan bahwa aku dan Xavier pernah tidur bersama? Karena itu nggak pernah terjadi, tapi mamah nggak tahu," Aira mulai was-was, namun dia juga tidak bisa berpikir seperti itu, karena belum tentu yang dipikirkannya benar.
"Aira, kamu harus tenang, dan nggak usah parno. Bisa aja, kedatangan mamah ke sana, cuman untuk memperbaiki hubungan mereka," Aira mencoba menenangkan dirinya dan masih terus berpikit positif. Dia pun segera melajukan mobilnya menuju kediaman kedua orang tua Xavier.
Xavier sendiri, juga kini tengah dalam perjalanan ke sana, dia terus berpikir kira-kira apa yang membuat kedua orang tuanya, meminta Xavier segera datang ke sana? Xavier yakini, bahwa ada hal yang begitu penting.
-//-
Di sisi lain, Keysha hendak makan siang, namun dia mendengar Viona dan rekan kerjanya yang lain, ingin makan di salah satu cafe yang baru di depan kantor.
"Bu Keysha beneran mau ikut?" tanya Viona memastikan, sebab cafe yang akan mereka datangi, bukan Cafe kelas bintang lima yang mungkin biasa Keysha datangi.
"Iya, selagi makanannya bersih, dan aku suka makanannya, kenapa enggak? Yuk." Keysha pun akhirnya pergi makan siang dengan Viona dan karyawannya yang lain. Semua karyawan Keysha, nampak tidak menyangka bisa makan siang dengan atasan mereka, bahkan Keysha terlihat sangat ramah dengan mereka.
"Iya Bu, memang ada hal yang sangat penting yang ingin saya bicarakan," ucap Lita dengan serius.
"Soal apa?" kali ini Reyhan yang bertanya.
"Maksud Bu Lita apa ya?" tanya Reyhan bingung, namun Lita justru masih menunjukkan senyumannya.
"Saya tahu, Xavier sudah menikah dengan Keysha, dan saya juga tahu bahwa pernikahan mereka adalah suatu keterpaksaan. Karena saat Xavier akan menikah, dia sempat meminta izin pada saya, dia menikah dengan Keysha hanya semata-mata untuk melanjutkan acara yang sudah direncanakan, dan menghindari keluarga dari cemoohan orang di luaran sana," ungkap Lita panjang lebar.
"Tapi, Xavier sempat berjanji, bahwa dia akan kembali pada putri saya, Aira. Jika, Aira sudah siuman. Ya, Xavier memang masih bersama anak saya, namun dia masih dalam ikatan pernikahan." terang Lita.
"Mereka berdua saling mencintai, saya merasa nggak bisa memisahkan mereka, karena saya tahu bagaimana perjuangan hubungan mereka. Tapi, di luar dugaan saya," Lita menghela napasnya dan menjeda kalimatnya, membuat Adelle dan Reyhan semakin penasaran.
"Ada apa, Bu Lita?" tanya Adelle dengan tegas, dia semakin penasaran akan apa yang dikatakan oleh Lita selanjutnya.
"Xavier dan Aira sudah melakukan hal yang tidak seharusnya," ucap Lita dengan memasang wajah sendu.
"Apa?" Reyhan dan Adelle jelas sangat terkejut, mereka sangat tidak menyangka jika Xavier bisa berbuat di luar batas seperti itu.
"Saya datang ke sini, untuk meminta pertanggung jawaban dari Xavier, karena jelas di sini, anak saya yang paling dirugikan," Lita semakin membuat Adelle dan Reyhan terdesak.
"Saya belum bisa percaya, kalau belum mendengar penjelasan dari mereka berdua," Adelle masih berusaha untuk berpikir dengan jernih, dia tidak mau langsung mengambil keputusan dan berakibat fatal.
"Panggil Aira sekarang, Bu Lita," pinta Adelle, dan dengan gerakan cepat, Lita segera menghubungi putrinya. Sedangkan Reyhan, juga tidak diam, dia langsung menghubungi Xavier memintanya datang ke rumah.
Baik Xavier maupun Aira, mereka sedang tidak bersama, namun mereka berdua sama-sama bingung, kenapa tiba-tiba datang ke kediaman Xavier.
"Apa yang mamah lakukan? Sampai-sampai meminta aku datang ke sana?" Aira was-was, dia takut kalau ibunya melakukan hal yang nantinya justru membuat mereka malu.
"Nggak mungkin, kan kalau mamah datang ke sana dan menceritakan bahwa aku dan Xavier pernah tidur bersama? Karena itu nggak pernah terjadi, tapi mamah nggak tahu," Aira mulai was-was, namun dia juga tidak bisa berpikir seperti itu, karena belum tentu yang dipikirkannya benar.
"Aira, kamu harus tenang, dan nggak usah parno. Bisa aja, kedatangan mamah ke sana, cuman untuk memperbaiki hubungan mereka," Aira mencoba menenangkan dirinya dan masih terus berpikit positif. Dia pun segera melajukan mobilnya menuju kediaman kedua orang tua Xavier.
Xavier sendiri, juga kini tengah dalam perjalanan ke sana, dia terus berpikir kira-kira apa yang membuat kedua orang tuanya, meminta Xavier segera datang ke sana? Xavier yakini, bahwa ada hal yang begitu penting.
-//-
Di sisi lain, Keysha hendak makan siang, namun dia mendengar Viona dan rekan kerjanya yang lain, ingin makan di salah satu cafe yang baru di depan kantor.
"Bu Keysha beneran mau ikut?" tanya Viona memastikan, sebab cafe yang akan mereka datangi, bukan Cafe kelas bintang lima yang mungkin biasa Keysha datangi.
"Iya, selagi makanannya bersih, dan aku suka makanannya, kenapa enggak? Yuk." Keysha pun akhirnya pergi makan siang dengan Viona dan karyawannya yang lain. Semua karyawan Keysha, nampak tidak menyangka bisa makan siang dengan atasan mereka, bahkan Keysha terlihat sangat ramah dengan mereka.
__ADS_1