
Adelle yang mendengar bahwa putanya juga tengah terpukul mendadak diam. Entahlah dia merasa bersyukur karena ternyata Xavier memiliki sedikit rasa untuk Keysha, tapi di sisi lain, saat ini kabar soal jatuhnya pesawat yang ditumpangi oleh Keysha, juga sangat menyakiti hatinya.
Adelle langsung menutup teleponnya, dia juga terisak sangat terpukul. Apalagi satu jam lalu, Keysha menghubunginya, bahwa Keysha sudah berada di Bandara, bahkan memberi tahukan pesawat apa yang dia tumpangi.
"Ayo, Bun. Kita ke Bandara, semoga saja Keysha selamat," Reyhan terus menenangkan istrinya.
"Xavier, bagaimana dengan putra kita, Yah?" Adelle yakin, saat ini Xavier tidak akan mampu datang ke Bandara sendirian.
"Tenang saja, Ayah sudah minta Leo untuk menjemput Xavier," Reyhan cukup cepat tanggap, dia mengirimkan Leo, asisten pribadi Xavier, untuk datang membawa Xavier ke Bandara.
Di sisi lain, keadaan kediaman kedua orang tua Keysha, juga tidak jauh beda dengan Adelle dan Reyhan. Laila sampai jatuh pingsan, saat Daniel memintanya menonton berita di layar televisi. Farhan terus mendampingi istrinya, yang saat ini tengah lemah.
"Keysha," lirih Lailla terus memanggil nama Keysha.
"Sayang," Farhan menggenggam jemari Lailla, dan mengusap dahinya, perlahan mata Lailla sedikit demi sedikit mulai terbuka.
"Keysha!" Lailla langsung bangkit dan duduk, dia teringat dengan Keysha, putrinya.
"Sabar, sekarang kita tunggu Daniel, dia tengah mencari infomarsi di Bandara," Farhan memang meminta Daniel mengurus semuanya, Farhan yakin, dirinya tidak akan bisa datang ke sana. Karena keadaan Lailla yang namnpak hancur.
Danile, Leo, Xavier dan kedua orang tuanya, sudah berada di Bandara, mencari informasi, dan berharap Keysha tidak ada dalam pesawat itu. Saat ini Xavier tengah melihat di daftar nama penumpang pesawat.
"Cari nama siapa?" tanya seseorang di balik punggung Xavier.
"Istri saya," jawab Xavier tanpa menoleh.
"Udahlah, anda masih muda, bisa cari istri lain," seseorang itu berbicara dengan nada santai, Xavier terdiam, dan mengepalkan tangannya kuat.
"Jaga bicara anda!" sentak Xavier, dia membentak seseorang yang ada di belakangnya, tapi saat dia berbalik arah, Xavier benar-benar terkejut.
__ADS_1
"Keysha?" lirih Xavier.
"Iya, ini aku," jawab Keysha dengan santai. Mata Xavier nampak berkaca-kaca, dia tanpa sungkan langsung memeluk Keysha. Keysha hanpir tidak percayam Xavier memeluknya, bahkan di tempat ramai.
"Aku khawatir dengan kamu, Key. AKu takut sesuatu hal terjadi pada kamu," Xavier benar-benar bahagia, saat ini Keysha ada di hadapannya.
"Apa yang Kak Xavier takutkan, bukankah kalau aku benar-benar pergi, Kak Xavier bisa menikahi Aira?" sindir Keysha.
"Sudahlah, jangan bahas itu. Ayo, ayah dan bunda pasti sangat senang melihat kamu." Xavier membawa Keysha menuju ruang tunggu, di mana kedua orang tuanya juga ada di sana.
"Keysha?" Adelle menatap tidk percaya, kondisi menantunya sangat baik-baik saja.
"Bunda?" Keysha memeluk ibu mertuanya, melihat bagaimana Adelle yang terus saja terisak, Keysha menjadi ingat dengan bagaimana keadaan kedua orang tuanya juga.
"Syukurlah, Nak. Kamu baik-baik saja," Adelle dan Reyhan mengucapkan syukur tiada henti. Karena Keysha masih diberikan kesehatan dan keselamatan.
"Tapi, bagaimana ceritanya, Nona?" Daniel nampak heran karena seharusnya Keysha memang lepas landas dengan pesawat nahas itu.
"Nggak, kamu nggak boleh pergi," larang Xavier, dia tidak mau kalau Keysha sampai pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.
"Tapi aku harus pergi, Kak. Ini urusan pekerjaan," jelas Keysha, meskipun baru saja ada kecelakaan pesawat, tapi Keysha benar-benar tidak bisa mengundurkan jadwalnya lagi.
"Sudahlah, Nona. Untuk urusan itu, biar saya yang gantikan," Daniel, bersedia untuk menggantikan Keysha. Karena Daniel juga yakin, semua keluarga Keysha tidak akan setuju jika Keysha pergi ke luar negeri dalam waktu dekat ini.
"Tapi Daniel," Keysha tidak enak jika haru selalu Daniel, yang menggantikan dirinya. Keysha yakin, Daniel juga ingin fokus pada dirinya sendiri, apalagi diusianya yang sekarang ini, Daniel masih betah melajang.
"Tidak apa-apa, Nona." Daniel menunjukkan raut wajahnya yang terlihat biasa, dia terlihat baik-baik saja dengan pekerjaannya yang harus menggantikan Keysha.
"Kita ke rumah mamah dan papah kamu ya, Nak. Pasti mereka sangat khawatir," saran Adelle, dan langsung di setuji oleh Keysha, dia juga meminta Leo untuk menghubungi kedua orang tuanya, sebab ponsel Keysha rusak. Karena terjatuh saat dia berlarian.
__ADS_1
-//-
"Keysha?" Lailla dan Farhan memeluk putri tunggal mereka, sujud syukur mereka panjatkan, saat mendengar kabar bahwa Keysha baik-baik saja.
"Kami sangat khawatir, Nak." Lailla terus menatap wajah putrinya dengan raut wajah bahagia, bahkan sampai dia terisak.
"Ini berkat doa Mamah dan Papah, jadi aku bisa terhindar dari musibah," ujar Keysha, dia yakin bahwa kekuatan doa orang tua itu sangat kuat. Keysha bahagia dan bersyukur karena dia masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dengan keluarganya, Keysha tahu dibalik semua cobaan yang dia alami, pasti akan ada hikmah yang bisa dia petik. Yang Maha Kuasa sudah menyelamatkannya, dengan cara paspor Keysha yang ketinggalan.
"Ya sudah, ini hampir jam makan siang, ayo kita ke meja makan, jarang-jarang, kan kita berkumpul," Lailla langsung menjamu besannya, dia sudah meminta pelayan di rumah memasak cukup banyak supaya bisa menjamu besan dan menantunya, tidak lupa Leo dan Daniel.
Di sisi lain, saat ini Aira tengah uring-uringan. Dia tengah menghubungi Xavier, tapi sedari tadi tidak ada jawaban sama sekali. Aira sudah habis kesabaran, dia hendak pergi ke kediaman Xavier, untuk memastikan bahwa semalam Xavier tidak menyentuh siapa pun. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, Aira sudah tidak sabar mendapat informasi penting dari Xavier.
Tok ... Tok ... Aira mengetuk pintu kediaman Xavier bebedapa kali, sampai akhirnya seornag pelayan dan menyambutnya dengan sangat ramah.
"Apa Xavier ada?" tanya Aira.
"Maaf, dengan siapa?" tanya pelayan, sebab dia belum sempat bertanya kepada Aira soal siapa dirinya, tapi Aira tanpa sopan santun, langsung bertanya keberadaan Xavier.
"Saya Aira, kekasih Xavier," jawab Aira dengan sangat sombong.
'Jadi ini, wanita yang Tuan Xavier sukai? Lebih berkelas NOn Keysha,' batin pelayan.
"Hei, aku tahu aku cantik. Tapi bisa kamu jawab, apa Xavier di dalam?" dengan sombongnya, Aira memuji kecantikan dirinya.
"Maaf Nona Aira, kebetulan Tuan Xavier tidak berada di rumah," jawab pelayan dengan jujur.
"Loh, dia ke mana?" tanya Aira yang merasa heran, sebab ini weekend, jadi dia bisa pastikan bahwa Xavier seharusnya ada di rumah.
"Di Bandara, sedang mencari informasi soal Nona Keysha," pelayan tersebut, benar-benar tidak bisa menyembunyikan informasi. Karena dia berpikir yang ada di hadapannya adalah wanita yang dicintai Xavier.
__ADS_1
"Apa, mencari tahu soal Keysha?" Aira terdengar tidak suka dengan jawaban pelayan Xavier.