Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Amarah Aira


__ADS_3

Setelah mendengar semua pengakuan Keysha, Aira langsung melempar ponselnya ke sembarang arah, untung saja ponsel itu tahan banting. Tidak sampai di situ, dia juga hendak melempar vas bunga, beruntung masih bisa dihentikan oleh ibunya.


"Aira!" seru Lita mencegah putrinya melemparkan vas bunga miliknya.


"Mau apa sih kamu," Lita langsung merebut vas bunga itu da menjauhkan dari Aira.


"Kamu itu sebenarnya kenapa? Bukannya tadi kamu habis telepon sama Xavier, kenapa kamu jadi marah-marah begini?" tanya Lita, dia bingung menatap sikap Aira/


"Gimana aku nggak marah, Bu. Tadi aku coba hubungin Xavier, tapi Ibu tahu, aku justru mendengar hal yang sangat membuat aku kesal." ujar Aira dengan menggebu-menggebu.


"Apa yang terjadi? Kamu dengar apa?" Lita pun dibuat penasaran.


'Keysha yang terima telepon aku, dan dia mengatakan bahwa wanita itu dan Xavier, sudah berhubungan. Bahkan, mereka melakukannya di kamar Xavier, Bu. Kamar yang sudah disiapakan Xavier, untuk nantinya digunakan oleh aku dan Xavier." jelas Aira.


"Apa? Xavier sudah melakukan itu?" Lita hampir tidak percaya, kini dia merasa posisi putrinya tidak lagi aman.


"Kok bisa sih, padahal Ibu sudah mewanti-wanti Xavier supaya jaga jarak dengan Keysha, tapi kenapa jadi begini sih," Lita tidak mau, kalau sampai keinginan putrinya, untuk menikah dengan Xavier gagal.


"Ya mana ku tahu, Bu." jawab Aira.

__ADS_1


Di saat Aira tengah kesal, Keysha justru sangat bahagia, dia membayakan bagaimana dengan keadaan Aira saat ini, setelah mendengar semua pengakuan Keysha. Keysha terus saja tersenyum, sampai dia tidak menyadari kalau  Xavier sudah menuruni tangga.


"Kamu kenapa?" tanya Xavier tiba-tiba, membuat Keysha terkejut dan terus terbatuk.


"Kak Xavier?" lirih Keysha. "Kakak udah selesai mandinya?" tanya Aira dengan hati-hati.


"Udah dong." jawab Xavier seraya mengibaskan rambutnya.


Xavier terus melangkah, sampai di kursi sofa di mana Keysha tengah duduk. "Kamu lihat ponsel ku nggak?" tanya Xavier, manik matanya terus mencari ponselnya.


"Itu." Keysha menunjuk letak ponsel Xavier.


"Kamu mau kemana Kak?" tanya Keysha sekedar basa-basi.


"Ketemu Aira dong," jawab Xavier dengan begitu bangga. Namun, Keysha hanya menatap Xavier dengan tatapan meledek.


Keysha, hanya menatap kepergian Xavier dengan tatapan yang bahagia. Karena Keysha benar-benar percaya, pertemuan mereka hanya akan diwarnai dengan pertengkaran.


'Aku harap, hari ini akan menjadi hari terakhir kamu bertemu dengan Aira, Kak.' batin Keysha seraya tersenyum.

__ADS_1


.


.


Xavier sudah sangat percaya diri, dia membawa sebuket bunga di tangannya yang akan dipersembahkan untuk sang pujaan hati.  Xavier menekan bel rumah Aira, namun saat Aira keluar. Bukan senyuman yang didapat oleh Raffael, justru tamparan yang Raffael dapat dari sang kekasih.


Plaakkk!! suara tamparan itu terdengar begitu nyaring.


"Sayang? Kamu kenapa sih?" tanya Xavier dengan raut wajah bingung, dia juga memegang pipinya yang terasa panas.


"Kenapa? Kamu tanya kenapa? Harusnya ku yang tanya ke kamu!" seru Aira dengan nada emosi yang menggebu-gebu.


"Aku? Memangnya aku kenapa sih?" tanya Xavier bingung.


"Nggak usah munafik Xavier, aku tahu kamu sudah melakukan hubungan itu dengan Keysha," Aira menahan suaranya, agar hanya dia dan Xavier yang mendengar.


"Me-melakukan hubungan?" tanya Xavier masih belum mengerti.


"Iya, hubungan suami istri," lirih Aira.

__ADS_1


"Bukankah kamu sudah berjanji bahwa kamu tidak akan melakukan hubungan itu? Bahkan kamu sudah berjanji akan meninggalkan dia, lalu kenapa kamu lakukan ini Xavier!"


__ADS_2