Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Malam panas


__ADS_3

Keysha, melangkah mundur saat Xavier justru menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Keysha hendak pergi, namun pergelangan tangannya sudah dicekal oleh Xavier.


"Kak, Kak Xavier kenapa?" tanya Keysha dengan risau, dia takut kalau Xavier marah padanya dan akan melakukan sesuatu hal yang tidak diinginkan.


Xavier semakin mendekat, dan menangkup pipi Keysha.


Cup, satu kecupan mendarat di bibir Keysha, membuat sang empu terkejut. Belum selesai keterkejutan Keysha, justru Xavier kembali mempertemukan bibir mereka, kali ini Xavier ******* nya dengan lembut. Mendapat serangan dari Xavier, tentu Keysha tidak mau menyia-nyiakan nya. Dia membelas lumayan itu, dan merega berpagutan cukup lama.


Xavier, membawa Keysha ke atas ranjangnya, yang selama ini sudah dia jaga karena akan ditempati olehnya dan juga sang kekasih, yaitu Aira. Namun, malam ini semuanya berubah. Dengan tatapan lapar, dia menyambar tumbuh Keysha. Malam ini, mereka melakukan permainan panas di ranjang, saling memuaskan satu sama lain. Keysha tak menyangka, malam ini akan menjadi malam panjang baginya, dia bahagia karena sudah menyerahkan mahkota nya untuk suaminya tercinta. Keysha dan Xavier sama-sama kelelahan dengan permainan mereka, dan terlelap saling memeluk.


Disisi lain, Adel dan Reyhan tengah membicarakan rencana merek. Ternyata, minuman yang dihidangkan untuk Xavier, diberikan obat perangsang.


"Bun, tapi seriusan nggak apa-apa?" tanya Reyhan kembali memastikan.


"Bunda udah pastikan, itu aman kok Yah." jawab Adel dengan begitu yakin.


"Baiklah, semoga saja rencana kita berhasil. Semoga dengan begini hubungan mereka semakin dekat, dan syukur kalau Keysha bisa hamil dan memberikan kita cucu," ucap Reyhan penuh harap.

__ADS_1


.


.


Xavier, mengerjakan matanya. Dia merasa kepalanya sangat pusing dan berdenyut. Namun, saat dia tengah mencoba untuk bangun, dia mengedarkan pandangannya, menatap ada jas yang semalam dia pakai, tergelatak sembarangan di lantai, ditambah ada gaun yang sangat Xavier kenal, itu adalah gaun yang dikenal Keysha semalam.


"Pagi sayang," Xavier menoleh di samping ranjang, menatap Keysha yang juga baru saja bangun.


"Apa yang kamu lakukan di sini?!" seru Xavier terkejut.


"Ngapain? Kan kamu yang samalam nahan aku di sini," jawab Keysha.


"Apa yang terjadi diantara kita?" tanya Xavier lirih.


"Ya kamu pikir lah, kan kamu semalam yang memulai. Masa kamu nggak ingat?" Keysha kesal, karena Xavier seolah sudah lupa dengan malam panas mereka.


"Arrgghhhh!!" Xavier mengacak rambutnya frustasi.

__ADS_1


"Kamu pasti jebak aku, kan?" tuduh Xavier pada Keysha.


"Ngomong apa sih kamu? Aku yang kamu tahan waktu aku mau pergi dan sekarang kamu tuduh aku? Gila ya?" Keysha benar-benar tidak terima atas tuduhan yang diberikan oleh Xavier.


Xavier ingat, semalam mereka hadir memenuhi undangan makan malam kedua orang tuanya, dan Xavier langsung curiga pada mereka


'Ini pasti ulah mereka,' batin Xavier.


.


.


Keysha turun ke lantai satu, dengan jalan yang nampak sulit dan tertaih, dia juga terlihat kesulitan menuruni anak tangga. Xavier yang ternyata berada di belakang Keysha, menatap Keysha dengan iba.


"Kamu kenapa?" tanya Xavier.


"Nggak usah nanya, kamu jelas tahu gara-gara siapa aku begini," ketus Keysha.

__ADS_1


'Apa aku sekasar itu?' batin Xavier. Dia tidak menyalahkan Keysha sepenuhnya, karena di sini Keysha juga korban.


"Ayo aku bantu." Xavier, langsung menggendong Keysha ala bridal, dia tidak tega melihat Keysha yang nampak meringis kesakitan. Dalam hati, Keysha diam-diam tersenyum, dia bahagia karena akhirnya Xavier mau perduli padanya.


__ADS_2