
"Aku ini, anak satu-satunya, Ayah dan Bunda. Tapi kenapa kalian sangat tega?" tanya Xavier dengan raut wajah sendu.
"Kamu apa tidak sadar, tingkah kamu itu bisa membuat malu nama baik keluarga kita. Kamu berkencan dengan wanita lain, sedangkan kamu sendiri sudah terikat pernikahan," pungkas Reyhan.
"Itu karena aku sangat mencintainya, Yah," lagi dan lagi, Xavier memberikan alasan tentang perasaannya.
Reyhan tertawa hambar. "Kalau begitu, sudah Ayah dan Bunda berikan jawaban dan solusi bukan? Kamu silahkan kejar wanita itu, dengan syarat kamu tinggalkan semua kemewahan yang sudah kamu miliki, dan kamu juga tidak akan menjadi pemimpin di perusahaan."
Xavier menatap kedua orang tuanya dengan tatapan kecewa, dia tidak menyangka, kalau kedua orang tuanya benar-benar rela melepaskannya hanya demi membela Keysha.
"Kenapa sih, Ayah dan Bunda nggak bisa memberikan restu lagi kepada Aira? Apakah Ayah dan Bunda lupa, kalau dulu kalian bisa menerima Aira dengan sangat baik," Xavier mengingatkan kepada Adelle dan Reyhan, bagaimana dulu Xavier bisa menjalin hubungan dengan Aira dengan begitu bahagia. Karena restu sudah berpihak pada mereka berdua.
"Tidak, lebih tepatnya kami terpaksa memberikan restu itu. Karena kamu melihat bagaimana kamu, yang begitu mencintai Aira," sanggah Reyhan, membuat Xavier cukup terkejut dengan pengakuan sang Ayah.
"Kami sebenarnya ingin menentang hubungan kamu dengan Aira. Kamu pasti paham betul bagaimana Aira, memang banyak model di dunia ini, tapi apakah seperti Aira? Yang sepertinya sangat sering menjadi model majalah dewasa, apa kamu benar-benar tidak malu Xavier?" tanya Adelle.
__ADS_1
Xavier terdiam, dia tahu pekerjaan Aira yang menjadi seorang model terkadang harus berswafoto dengan lawan jenis, tapi setahu Xavier, hal itu juga dikembalikan kepada sang model, apakah mereka mau menerima pekerjaan itu atau tidak. Selama ini Xavier juga selalu mewanti-wanti Aira, agar mengurangi pekerjaannya dan tidak lagi mengambil job yang terkesan mengumbar tubuh Aira. Akan tetapi, Aira selalu beralasan, bahwa dia sangat dipercaya oleh agensi, jadi dia tidak bisa menolak begitu saja.
"Kamu harusnya bersyukur, Xavier, Keysha mau menikah dengan kamu, menjadi pengantin pengganti. Bayangkan, kalau kamu bukan menikah dengan Keysha. Bisa saja, Ayah dan Bunda mencari wanita lain, tanpa tahu asal dan usul mereka," ungkap Adelle.
"Tapi mungkin itu akan jauh lebih baik, setidaknya hubungan kami akan sesuai perjanjian, aku akan menikah dengan Aira setelah dia siuman. Tapi sekarang, aku nggak bisa menepati janji ku," ujar Xavier dengan amarah yang menggebu.
"Kami sudah mempersilahkan kamu, untuk mengejar dia Xavier, tapi kembali lagi, apakah kamu siap kehilangan semuanya?" tanya Adelle menatap putranya dengan sinis. Xavier diam tidak berkutik, dia segera berbalik dan melangkah keluar dari kediaman kedua orang tuanya.
"Yah?" Adelle menatap sang suami dengan tatapan sendu, sebagai seorang ibu, dia jelas tidak tega melihat keadaan Xavier, apalagi kalau sampai benar akan melepaskan jabatannya danĀ meninggalkan semua yang dia miliki, demi menikahi Aira.
-//-
Keysha tengah berkutat dengan pekerjaannya, tiba-tiba saja dering ponsel Keysha terdengar, dan mengalihkan perhatiannya. Apalagi, saat Keysha juga membaca nama yang tertera di ponselnya.
"Bunda?" gumam Keysha. Keysha segera menggeser layar hijau di ponselnya, saat itu juga terdengar suara Adelle yang menanyakan apakah Keysha sedang sibuk atau tidak.
__ADS_1
["Enggak kok Bunda, memang kenapa, Bun?"] tanya Keysha, dia yakin ada hal yang ingin dibicarakan oleh ibu mertuanya itu.
["Tadi, waktu makan siang, ayah dan Bunda nggak sengaja ketemu Xavier,"] Adelle mulai menceritakan, bagaimana awa pertemuan mereka dan juga keributan yang terjadi di rumah. Keysha menutup mulutnya, saat Adelle bercerita bahwa Xavier ditampar sampai dua kali. Dan, yang membuat Keysha lebih tercengang lagi, saat Adelle menceritakan, bahwa Xavier diberi pilihan.
["Sekarang, Bunda jadi takut. Bunda takut, kalau Xavier akan mau melakukan itu Keysha,"] terdengar suara isakan dari Adelle, hal itu membuat Keysha juga tidak tega.
["Bunda tenang aja, Keysha yakin, Aira juga nggak akan pernah mau hidup susah, jadi kalau sampai Xavier melepaskan semuanya, maka dia juga akan kehilangan Aira,"] ucap Kesha, menenangkan ibu mertuanya.
["Baiklah, Bunda percaya, dan sekarang Bunda bia lebih tenang setelah bercerita dengan kamu, sayang. Bunda juga mau minta maaf, kalau Xavier, belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu,"] suara Adelle terdxengar melemah, menandakan bahwa dia merasa malu atas sikap Xavier.
["Udah Bunda, jangan berpikir seperti itu, yang Keysha mau, sekarang Bunda doakan Keysha dan kak Xavier, supaya hubungan kamu bisa semakin membaik, dan kak Xavier bisa mencintai Keysha,"] harap Keysha.
Keysha menghembuskan napasnya, setelah panggilan telepon bersama dengan ibu mertuanya berakhir. Pandangan Keysha menerawang jauh, dia teringat kembali bagaimana perasaan Xavier sekarang.
"Pasti, Xavier sedang sangat sedih sekarang," gumam Keysha, "tapi biar bagaimanapun, tindakan ayah dan bunda memang benar, Xavier tidak seharusnya masih bersama dengan Aira," ucap Keysha bermonolog sendiri.
__ADS_1
"Aira," lirih Keysha, dia menyebut nama itu seraya tersenyum sinis, "aku akan buktikan kepada Xavier, betapa rendahannya dirimu," ucap Keysha.