Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Pertengkaran


__ADS_3

Xavier, yang melihat bagaimana Aira begitu marah padanya, karena tahu bahwa dia sudah melakukan hubungan itu dengan Keysha. Akhirnya memaksa Aira untuk masuk ke dalam rumah, karena takut dilihat tetangga Aira.


"Aira, tolong dengarkan penjelasan ku dulu, aku mohon tenangakan diri kamu." Raffael terus mencoba menenangkan Aira dengan cara memeluknya, meskipun Aira terus berontak.


Aira terus meronta, dan dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Xavier. "Bagaimana mungkin aku bisa tenang, sedangkan kamu sudah mengkhianati aku Xavier!" seru Aira.


"Aku tahu, kamu pasti kecewa, tapi aku bisa jelaskan bahwa ini semua bukan keinginan ku. Itu semua terjadi bukan karena ingin ku, tapi karena obat perangsang," ujar Xavier.


"Obat perangsang?" beo Aira.


"Iya, malam itu ayah dan bunda mengundang aku dan Keysha untuk makan malam di rumah. Akua sengaja mengatakan semua yang Keysha lakukan untuk bisa menikah dengan ku, tapi ternyata, bunda justru memberikan aku obat perangsang lewat minuman ku," jelas Xavier.


"Ayah sama bunda? Kamu yakin itu karena perbuatan merekea?" tanya Aira, sebab Aira masih ragu.


"Aku sudah tanyakan secara langsung sama bunda, dan dia mengakuinya," jawab Xavier.

__ADS_1


Aira yang mendengar jawaban Xavier, sontak kaget. "Apa itu berarti, sekarang kedua orang tua kamu lebih setuju jika kamu sama Keysha? Bisa saja, mereka nggak mau kalau aku dan kamu kembali," lirih Aira.


Xavier mendekati Aira, dan menangkup kedua pipinya dengan lembut. "Sayang, aku sangat mencintai kamu, dan aku janji akan terus memperjuangkan cinta kita."


"Lalu bagaimana dengan Keysha? Bisa saja dia hamil, dan bisa saja dia menuntut pertanggung jawaban kamu, dia nggak akan pernah mau pisah sama kamu, karena kamu sudah merenggut mahkotanya." Aira mulai terisak, membayangkan nasib hubungannya dengan Xavier.


"Aku sudah minta Keysha untuk meminum pil penunda kehamilan," ujar Xavier.


Mendengar perkataan Xavier, yang meminta Keysha meminum pil itu, membuat Aira merasa lega.


"Maka dia harus siap dimadu, aku janji meskipun kamu menjadi istri kedua, tapi aku akan selalu memprioritaskan kamu, sampai Keysha menyerah dan memilih pergi." Xavier sudah memikirkan hal ini, dia tahu mungkin Keysha akan sulit jika diajak kerja sama untuk mereka mengakhiri pernikahan mereka. Apalagi Keysha juga menaruh hati pada Xavier, jadi Xavier harus membuat Keysha tidak nyaman, dan akhirnya menyerah.


Aira memeluk Xavier. "Maafkan aku ya, aku terlalu takut kehilangan kamu sayang. Karena aku cuman punya kamu," ucap Aira.


Xavier mempalas pelukan Aira dengan erat. "Aku juga minta maaf, sekarang hubungan kita menjadi serba sulit. Tapi aku janji, aku akan selalu bersama kamu," janji Xavier,

__ADS_1


.


.


Hari ini, keadaan Keysha sudah lebih baik, dia pun akan ke kantor hari ini. Keysha menuruni anak tangga dan berpapasan dengan Xavier yang juga akan menuju ke ruang makan.


'Aneh, kenapa wajah Kak Xavier terlihat baik-baik saja, nggak ada murungnya sama sekali,' batin Keysha heran.


"Kenapa ngeliatin aku gitu banget? Kaget karena rencana kamu gagal?" tanya Xavier, seraya bersedekap dada. Dia sudah mendengar penjelasan dari Aira, tentang siapa yang memberitahukannya soal kejadian Xavier dan Keysha.


"Maksud Kak Xavier apa?" tanya Keysha, dia pura-pura tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Xavier.


"Nggak usah mengelak, aku udah tahu semuanya, kalau kamu yang sudah menceritakan semuanya kepada Aira. Pasti kamu berharap kalau aku dan Aira akan bertengkar hebat dan akhirnya putus, kan? Tapi kamu salah besar, aku dan Aira baik-baik saja," jelas Xavier dengan senyum bangganya.


"Aku nggak perduli, aku yakin doa istri sah yang tersakiti, pasti akan terkabul. Bagaimanapun caranya, kalian berdua pasti akan berpisah," Keysha juga tidak mau kalah.

__ADS_1


__ADS_2