Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Dukungan Daniel


__ADS_3

Xavier mendekati Aira, dan menangkup kedua pipinya dengan lembut. "Sayang, aku sangat mencintai kamu, dan aku janji akan terus memperjuangkan cinta kita."


"Lalu bagaimana dengan Keysha? Bisa saja dia hamil, dan bisa saja dia menuntut pertanggung jawaban kamu, dia nggak akan pernah mau pisah sama kamu, karena kamu sudah merenggut mahkotanya." Aira mulai terisak, membayangkan nasib hubungannya dengan Xavier.


"Aku sudah minta Keysha untuk meminum pil penunda kehamilan," ujar Xavier.


Mendengar perkataan Xavier, yang meminta Keysha meminum pil itu, membuat Aira merasa lega.


"Tapi, bagaimana kalau dia nggak mau pisah sama kamu?" tanya Aira lagi dengan cemas.


"Maka dia harus siap dimadu, aku janji meskipun kamu menjadi istri kedua, tapi aku akan selalu memprioritaskan kamu, sampai Keysha menyerah dan memilih pergi." Xavier sudah memikirkan hal ini, dia tahu mungkin Keysha akan sulit jika diajak kerja sama untuk mereka mengakhiri pernikahan mereka. Apalagi Keysha juga menaruh hati pada Xavier, jadi Xavier harus membuat Keysha tidak nyaman, dan akhirnya menyerah.


Aira memeluk Xavier. "Maafkan aku ya, aku terlalu takut kehilangan kamu sayang. Karena aku cuman punya kamu," ucap Aira.


Xavier mempalas pelukan Aira dengan erat. "Aku juga minta maaf, sekarang hubungan kita menjadi serba sulit. Tapi aku janji, aku akan selalu bersama kamu," janji Xavier,

__ADS_1


.


.


Hari ini, keadaan Keysha sudah lebih baik, dia pun akan ke kantor hari ini. Keysha menuruni anak tangga dan berpapasan dengan Xavier yang juga akan menuju ke ruang makan.


'Aneh, kenapa wajah Kak Xavier terlihat baik-baik saja, nggak ada murungnya sama sekali,' batin Keysha heran.


"Kenapa ngeliatin aku gitu banget? Kaget karena rencana kamu gagal?" tanya Xavier, seraya bersedekap dada. Dia sudah mendengar penjelasan dari Aira, tentang siapa yang memberitahukannya soal kejadian Xavier dan Keysha.


"Maksud Kak Xavier apa?" tanya Keysha, dia pura-pura tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Xavier.


"Aku nggak perduli, aku yakin doa istri sah yang tersakiti, pasti akan terkabul. Bagaimanapun caranya, kalian berdua pasti akan berpisah," Keysha juga tidak mau kalah.


Setelah perdebatannya dengan Keysha, Xavier memutuskan untuk langsung berangkat ke kantor. Jika Xavier terus meladeni Keysha, dia yakin pasti tidak akan selesai. Keysha yang langsung ditinggalkan begitu saja oleh Xavier, benar-benar langsung berubah mood. Selama perjalanan ke kantornya, dia terus saja berwajah masam.

__ADS_1


"Anda baik-baik saja, Bu?" Daniel yang sedari tadi menyadari bahwa Keysha tengah kesal, mencoba bertanya.


"Aku sedang kesal, Daniel." Keysha masih saja berbicara dengan nada ketus, namun Daniel memaklumi.


"Apa yang membuat anda begitu marah?" tanya Daniel lagi.


"Siapa lagi kalau bukan suamiku dan juga kekasihnya itu," jawab Keysha dengan ketus.


"Daniel, hubungan perselingkuhan itu, bisa dipidanakan nggak sih?" Keysha menatap Daniel dengan serius.


"Bisa, Bu. Bahkan keduanya bisa dipidanakan," jawab Daniel.


"Benarkah?" Keysha nampak terkejut sekaligus senang.


"Ibu kenapa bertanya begini? Jangan bilang Ibu merencanakan sesuatu, apalagi ingin melaporkan pak Xavier dan pacaranya." Daniel takut, kalau Keysha akan bertindak gegabah.

__ADS_1


"Kamu tenang aja, aku nggak akan melakukan tindakan yang hanya akan merugikan aku. Aku akan ancam wanita itu, supaya dia tidak bisa lagi mendekati Raffael." Nadine, sudah menemukan cara, untuk menjauhkan Aira dari Xavier." Keysha sudah bertekad untuk memisahkan dua pasangan sejoli itu dengan caranya.


"Baiklah, saya yakin apapun yang akan Ibu lakukan, pasti sudah dipikirkan matang terlebih dahulu," ujar Daniel.


__ADS_2