Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Melawan dengan berani


__ADS_3

Xavier tersenyum mendengar jawaban Keysha, dia merasa beruntung karena Keysha adalah orang yang dijodohkan dengannya. Karena Xavier berpikir bisa saja jika orang lain yang menikah dengannya, mungkin mereka akan langsung mengadu pada bundanya.


"Terimakasih ya, kamu memang adik ku yang paling pengertian," ucap Xavier seraya mengelus puncak kepala Keysha dengan sayang. Keysha yang mendengar ucapan Xavier, bahwa dirinya hanya dianggap sebagai seorang adik, mencoba sekuat tenaga menahan sesak di dadanya. Hatinya terasa di remas dengan begitu kencang.


"Kak, aku sudah selesai makan," Keysha ingin segera menghindar dari Xavier.


"Ya sudah, kalau begitu aku ke kamar dulu ya? Kamu juga jangan lupa istirahat," Xavier mengingatkan.


"Iya Kak," jawab Keysha, Keysha masih menatap punggung Xavier yang mulai menjauh darinya. Tatapan mata kecewa, karena Keysha merasa, apa yang dilakukan oleh Xavier bukan murni karena perasaannya, melainkan kerena Xavier merasa bersalah sudah membuat Keysha merasa kesepian.


"Kapan semuanya akan kamu lakukan demi aku Kak? Kapan kamu akan menganggap aku sebagai wanita spesial mu, kapan kamu akan menganggap aku sebagai seorang istri?" gumam Keysha, dia menggenggam tangannya dan meremasnya kuat. Keysha mencoba menahan gejolak sakit hati itu.


.


.


Kini, Xavier tengah berbaring di di ranjang king size nya, menerawang jauh mengingat semua perbincangan dengan Keysha barusan. Xavier menghela napas berat.


'Maafkan aku sayang, sepertinya kita akan jarang bertemu,' batin Xavier.


Namun Xavier juga menyadari dengan posisinya sekarang, dia sudah menjadi seorang suami, dan yang orang-orang tahu sekarang ini, dia adalah suami dari Keysha. Keysha sendiri, yang seorang pemilik agensi, yang menaungi beberapa aktris/aktor juga model ternama, tentu saja pernikahan Keysha akan menghebohkan dikalangan pengusaha, karena Keysha juga putri tunggal dari Farhan Jovanka.


Xavier, tidak mungkin menghancurkan nama besar keluarganya, bahkan lebih parahnya lagi, bukan hanya dia dan keluarganya yang terkenal imbas, namun juga keluarga Keysha. Jadi sekarang ini, Xavier memang harus berhati-hati dalam bertindak.


.


.

__ADS_1


Pagi ini, Keysha dan Xavier menghabiskan sarapan pagi bersama, hari ini mereka sudah mulai bekerja satu sama lain. Kenapa tidak bulan madu? Sebelumnya kedua orangtua Xavier sudah menawarkan, namun ditolak secara langsung oleh Xavier, dengan alasan bahwa dia tengah banyak pekerjaan. Demi mendapatkan simpati dari Xavier, Keysha pun ikut membantu, dia mengatakan bahwa beberapa bulan ini, dia tengah mendapatkan client yang penting. Jadi, Adelle pun memaklumi.


"Aku berangkat ke kantor dulu ya," Xavier berpamitan kepada Keysha.


"Iya Kak hati-hati," jawab Keysha sembari melemparkan senyum manisnya.


"Kak, tunggu!" seru Keysha menghentikan langkah Xavier.


"Ada apa Key?" tanya Xavier bingung.


Keysha mendekat dan mengambil tangan Xavier, dia mencium perlahan punggung tangan suaminya.


"Nggak apa-apa kan?" tanya Keysha meminta persetujuan. Namun, Xavier yang baru pertama kali diperlakukan seperti itu, hanya bisa tertegun dengan apa yang Keysha lakukan. Rasanya, ada hal yang berbeda yang Xavier rasakan.


"Nggak apa-apa," jawab Xavier sambil menatap Keysha dengan senyum tulusnya.


"Kalau begitu, aku pamit dulu ... kamu nanti hati-hati ya? " Xavier juga tahu, kalau hari ini Keysha akan mulai berangkat kerja. Keysha mengangguk, dan terus menatap mobil milik suaminya.


.


.


"Viona, apa saja jadwal saya hari ini?" tanya Keysha, kepada sekretaris nya.


Viona, yang menjadi sekretaris dari Keysha pun, membacakan dan menjelaskan secara jelas dan rinci.


"Ada lagi yang bisa saya bantu, Bu?" tanya Viona dengan sopan.

__ADS_1


"Tidak ada, kamu bisa pergi sekarang," jawab Keysha sembari membaca beberapa tumpukan dokumen.


"Selamat pagi, Bu Keysha," seorang lelaki masuk ke dalam ruangan Keysha, dan dia adalah Daniel Mahardika.


"Pagi, Daniel," jawab Keysha, masih sibuk mengamati dan membaca satu persatu dokumen di tangannya.


"Maaf Bu, saya pikir Ibu tidak masuk kantor hari ini, jadi saya tidak jemput Ibu," ucap Daniel tidak enak, karena biasanya memang dia akan menjemput Keysha.


Keysha tersenyum maklum, "nggak apa-apa, saya juga kan belum kasih tahu kamu, alamat saya sekarang," ujar Keysha.


"Oh iya, nanti kamu ikut saya ya, ketemu pak Edgar, saya agak malas ketemu dia," ujar Keysha, karena client yang akan bertemu dengan Keysha hari ini, tipikal orang yang mata keranjang.


"Baik, Bu." jawab Daniel dengan siap siaga.


Salah satu alasan Keysha memilih Daniel, karena Daniel adalah putra dari mendiang asisten pribadi Reyhan dulu. Namun, ayah Daniel meninggal satu tahun lalu, karena penyakit diabetes yang dideritanya. Reyhan, selaku atasan sudah memberikan pengobatan terbaik, namun Yang Maha Kuasa memang berkehendak lain. Pada akhirnya, karena Daniel ingin terus mengabdi pada keluarga Keysha, Daniel juga menggantikan ayahnya untuk menjadi asisten pribadi, Daniel pernah menjadi asisten pribadi Farhan, namun hanya beberapa bulan, karena akhirnya Keysha menggantikan posisi Farhan.


Daniel cukup nyaman bekerja dengan Keysha, karena Keysha tipikal wanita tegas dan lagi, Keysha juga wanita yang memiliki pendirian dan prinsip. Saat bekerja, Keysha selalu to the point, mengatakan apa yang tidak dia suka dan apa yang dia suka. Di kantor, Keysha menjadi pemimpin yang tegas juga selalu memperhatikan semua karyawannya, bahkan sampai karyawan bawah sekalipun.


Pukul 10 siang, Keysha dan Daniel menuju tempat di mana mereka akan bertemu dengan client, mereka akan bertemu di salah satu restauran bintang 5, biasanya restauran ini harus di booking jauh-jauh hari, karena memang tempat yang terbatas, karena memang banyak peminatnya.


Keysha dan Daniel memasuki restauran tersebut, mereka sudah disambut oleh pelayan dan diarahkan menuju meja yang sudah dipesan, ternyata client mereka sudah sampai lebih dulu.


"Selamat siang, Ibu Keysha," sapa pak Edgar, lelaki berusia 30 tahun, yang sudah lama mengincar Keysha, namun sayang, harapannya pupus setelah dia mendapat undangan pernikahan dari Keysha.


"Siang Pak Edgar," Keysha menjabat tangan Edgar dengan sopan.


"Saya tidak menyangka, bisa bertemu dengan Ibu setelah 3 hari pernikahan Ibu," ujar Edgar, seolah menekankan, bahwa Keysha nampak tidak seperti pengantin lainnya, yang akan pergi bulan madu.

__ADS_1


"Saya dan suami saya, pasangan yang sama-sama sibuk Pak Edgar, jadi wajar kalau kami tidak pergi bulan madu lebih dulu, mungkin lebih tepatnya, menunda bulan madu kami," ucap Keysha, dia harus berani menjawab semua tuduhan Edgar dan mengelak, karena jika tidak, maka Edgar akan besar kepala, dan bisa-bisa kembali mengejar Keysha.


"Benarkah? tapi saya tidak melihat adanya perubahan pada cara jalan, Ibu Keysha," ucapan Edgar kali ini, memang bisa di pahami oleh Keysha, namun dia juga merasa, bahwa kali ini Edgar sudah melebihi batas.


__ADS_2