Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Arwah?


__ADS_3

Xavier terus menatap Keysha, yang saat ini sudah terpejam, tapi kemudian dia justru teringat dengan kejadian malam panas mereka. Xavier menggelengkan kepalanya, dia merasa ada yang salah pada dirinya karena hanya melihat Keysha tertidur, bisa membangunkan sesuatu pada dirinya.


'Gila, ada apa sama aku,' batin Xavier, dia memalingkan wajahnya. Kemudian, Xavier teringat, kalau semalam dia datang dengan Aira, dan Xavier juga merasakan keanehan pada tubuhnya, setelah dia meminum air yang dipesan oleh Aira.


"Minuman apa yang Aira berikan padaku?" gumam Xavier, dia tidak bisa menghubungi Aira karena, ponsel Xavier tertinggal di rumahnya.


-//-


"Loh Aira, kamu mau ke mana?" Lita menatap putrinya, dan memandang heran penampilan Aira dari atas sampai bawah, "sore-sore begini, pakai baju serba hitam," ujar Lita.


"Aku mau berbela sungkawa, Mah ke rumah Xavier," jawab Aira dengan santai.

__ADS_1


"Siapa yang meninggal?" tanya Lita dengan penasaran.


"Keysha, dia menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat, aku yakin dia nggak akan semangat," jawab Aira dengan penuh keyakinan.


Lita tertawa, jelas dia sangat senang mendengar kabar kematian Keysha. Karena itu berarti, jalan Aira menjadi istri Xavier semakin dekat. "Bagus, datanglah ke sana, dan jangan lupa kamu juga harus membuat keluarga Xavier yakin, bahwa kamu adalah calon menantu yang terbaik untuk mereka," Lita menyemangati putri semata wayangnya.


"Jelas dong, Mah. Ini kesempatan aku untuk menunjukkan betapa baiknya aku, dan mereka tidak akan menyesal memiliki menantu seperti ku," jawab Aira dengan bangga.


"Ya sudah, Aira pergi dulu," Aira tidak mau menyia-nyiakan waktunya, dia ingin segera bertemu dengan Xavier, sekaligus memastikan sesuatu.


''Mungkin, belum banyak yang tahu kali ya? Atau jenazah Keysha belum ditemukan?' batin Aira, dia pun kembali melangkah, dan mengetuk pintu rumah Xavier. Xavier yang kebetulan tengah berada di ruang tamu bergegas membukanya.

__ADS_1


"Aira?" Xavier menatap Aira dengan heran karena, Aira datang ke kediamannya, hal yang dia larang, "ngapain kamu di sini?" tanya Xavier.


"Aku mau ketemu kamu, aku juga mau mengucapkan belasungkawa," Aira menjukkan wajah sendunya.


"Belasungkawa?" Xavier bingung dengan perkataan Aira barusan.


"Iya, kan kamu baru aja kehilangan Keysha," ujar Aira, "aku sudah dengar kabar soal kecelakaan pesawat, dan yang aku tahu itu juga pesawat yang Keysha tumpangi, kan? Aku turut sedih ya?" Aira mengambil kesempatan ini untuk memeluk Xavier, dia seolah menenangkan Xavier, yang sebenarnya nampak biasa saja. Keysha yang mendengar ada suara ketukan pintu mencoba mengecek, apalagi setelah salah satu pelayan bilang, ada tamu Xavier, tapi Xavier tidak kunjung masuk. Keysha pun semakin penasaran.


'Aira?' batin Keysha, dia mendengar soal Aira yang mengira dirinya menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat, menjadi memiliki ide. Dia muncul di belakang tubuh Xavier yang mememang membelakangi pintu, sedangkan Aira yang tangah memeluk Xavier, melihat Keysha. Keysha tersenyum, dan sengaja menampilkan senyum yang menyeramkan.


"Akkkhhh!!" Aira terkejut, dan berteriak, bahkan dia sampai melepaskan pelukannya dan menjauh dari tubuh Xavier.

__ADS_1


"Ra, kamu kenapa?" Xavier yang heran dengan sikap Aira mencoba mendekatinya.


"I-itu, a-arwah Keysha," ucap Aira sembari menutup wajahnya, tangan Aira juga menunjuk ke arah Keysha, sedangkan Keysha justru tertawa tanpa bersuara.


__ADS_2