Aku, Mendapatkan Mu

Aku, Mendapatkan Mu
Ketahuan


__ADS_3

Hari ini, Xavier mengajak Aira makan siang, hal ini juga sebagai tanda permintaan maaf dari Xavier, karena keributan kemarin.


"Ayo sayang." Xavier menggandeng tangan Aira begitu lembut. Mereka berdua memasuki restaurant dengan berjalan beriringan.


"Yah, stop deh." Adelle meminta suaminya untuk menghentikkan laju mobil.


"Kenapa Bun?" tanya Rio kepada sang istri.


"Itu bukannya mobil Xavier?" tanya Adelle seraya menunjuk ke arah mobil.


"Iya Bun, berarti Xavier lagi sama Keysha dong," ujar Rio. Mereka pun segera mencari tempat parkir. Rio dan Adelle memang berniat makan siang di restaurant yang sama dengan Xavier, dan mereka tidak menyangka bisa bertemu dengan putra mereka. Namun ada yang mungkin akan membuat mereka terkejut nantinya.


"Itu Xavier, Bun." Rio menunjuk Xavier yang tengah duduk bersama dengan seorang perempuan.


"Oh iya, tapi kok sepertinya bukan Keysha," ucap Adelle, dia nampak memperhatikan wanita yang tengah bersama putranya, karena wanita itu duduk membelakangi Rio dan Adelle.

__ADS_1


"Ayo Yah, kita ke sana." Adelle segera mendekati meja Xavier, dia sangat yakin kalau sang putra bukan bersama dengan Keysha, menantunya.


"Ayah, Bunda?" Xavier nampak terkejut dengan kedatangan kedua orang tuanya, begitu juga dengan Aira.


"Ayah, Bunda?" Aira mengulurkan tangannya bermaksud untuk mencium tangan kedua orang tua Xavier. Namun, sikap ketus yang Aira dapatkan.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Rio dengan ketus.


"Ka-kami sedang ...." Xavier nampaknya sangat sulit untuk menjelaskan apa yang tengah dia lakukan di sini.


"Kenapa, kamu nggak suka atau nggak terima saya bilang kamu selingkuhan? Bukankah itu kenyataannya." ketus Adelle, membuat Xavier dan Aira sontak terdiam.


"Wanita macam apa kamu, yang masih mau menjalin hubungan dengan pria yang sudah memiliki istri!" bentak Adelle.


"Tapi dulu kami saling mencintai, Bunda." Aira mencoba mengelak dari tuduhan itu.

__ADS_1


Adelle tersenyum meremehkan. "Kamu sadarkan, itu dulu Aira. Dan jangan pernah panggil saya Bunda, karena kamu bukan anak saya, apalagi menantu." Adelle menekan kata menantu, membuat Aira semakin menunduk dalam.


Adelle langsung membalikkan badannya setelah sebelumnya dia melemparkan tatapan tajam ke arah Xavier.


"Ayah tunggu kamu di rumah, kalau kamu tidak datang setelah 5 menit Ayah sampai rumah, maka harta warisan akan Ayah atas namakan pada Keysha." Agam memberikan ancamanĀ  serta tatapan tajam ke arah Xavier.


Xavier dan Aira terus menatap Adelle dan Rio yang terus melangkah meninggalkan restaurant. Aira bernapas lega, karena Adelle tidak memukulnya atau memperlmalukannya. Namuun Aira juga merasa sedih, sebab Adele sudah tidak lagi menyayanginya seperti dulu. Aira menundukkan wajahnya sedih, lalu tatapannya beralih ke arah avier, yang justru tengah sibuk mengutak-atik ponselnya.


"Kamu ngapain?" tanya Aira herab.


"Pesan taksi online buat kamu," jawab Xavier.


"Kamu nggak nganterin aku pulang?" Aira menatap wajah Xavier, dia tidak percaya kalau Xavier benar-benar mengabaikannya.


"Sayang, tadi kamu dengerkan ayah bilang apa? Sekarang mereka lagi marah banget sama aku. Aku harus ke rumah ayah sama bunda, dan aku cuman punya waktu sebentar. Kamu pulang pakai taksi online ya, aku udah pesan dan aku udah bayar." Xavier mencium kening Aira sebelum pergi, dia benar-benar berlari dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


__ADS_2