
Seseorang terkadang memiliki firasat yang kuat akan sesuatu yang akan terjadi, itulah yang dirasakan ibu yang satu ini,entah kenapa dia menyusun baju baju bagus dan yang masih baru, milik putrinya yang masih berusia lima tahun empat bulan,dia juga memindahkan uang dari tabungannya di BANK dan memasukkan kesetiap lipatan baju milik putrinya.
Dia juga menulis sebuah surat, dan setelahnya dia merobek jaket putrinya dan memasukkan surat dan sisa uang yang sudah dia tarik dari Bank, setelahnya dia jahit balik sobekan yang dia buat tadi.
Dia juga memasukkan surat surat penting ketas putrinya, setelah dirasa cukup,dia memanggil putrinya dan mengantarkannya secara diam-diam kesuatu tempat, sepanjang perjalanan dia membicarakan banyak hal pada putrinya, dan berpesan hal hal baik,dan gadis kecil itu hanya mengangguk tanda mengerti semua pesan sang ibu.
Setelah sampai ditujuan,si ibu meminta anaknya untuk tinggal disana,dan mengatakan bahwa keperluannya sudah ada disana baik makanan ringan roti juga makanan instan, setelahnya ibu itu pulang kerumahnya dan mendapati sang suami sudah dirumah.
Sang suami bertanya tentang putrinya,karna belum melihatnya sejak ia pulang kerja, tapi si ibu hanya bilang menginap dirumah teman,Tampa curiga suaminya hanya mengangguk, sementara yang dibicarakan sedang menguping dari tempat persembunyiannya disamping rumah.
Dia tidak mengerti kenapa ibunya berbohong, tapi dia hanya diam saja,menunggu apa lagi yang mau ibunya sembunyikan dari sang ayah,karna saat ini ayah dan ibu sedang duduk di kursi plastik yang ada diruang tamu kecil rumah mereka, sampai dia melihat kedatangan nenek, paman-pamannya juga bibi beserta saudara saudara sepupunya.
Dia melihat sepertinya mereka berdebat tentang warisan,dia terus melihat semua orang yang sedang ribut itu,tetangga tetangga rumahnya juga berdatangan karna mendengar suara yang begitu kuat,karna terdengar seperti pertengkaran,gadis kecil itu tetap melihat perdebatan sang nenek, paman paman juga bibinya.
Sampai dia terkaget melihat ayahnya ditampar paman pertamanya, ayahnya terjatuh akibat tamparan sang paman, bukan hanya itu saja, dia juga melihat sang ibu yang dijambak sang nenek, ibunya berteriak kesakitan karna rambut panjangnya ditarik begitu kuat membuat kepalanya mendongak.
Para tetangga masuk kedalam dan melihat kejadian tersebut, tapi sang bibi langsung mengancam mereka.
"Jika ada yang ikut campur urusan kami, kalian akan terima akibatnya"
Mendengar ancaman itu, semua orang terdiam dan tidak ada yang melerai, sementara sigadis yang masih berada dipersembunyiannya, sudah menangis sesenggukan, dia berusaha untuk tidak mengeluarkan suaranya.
Sekarang dia sudah tau, kenapa sang ibu menyuruhnya untuk tinggal ditempat tadi sang ibu mengantarnya.
Dia melihat semua perlakuan seluruh keluarga dari neneknya yang begitu kejam, tapi semua orang yang ada disana cuma menonton, seakan semua itu adalah film yang sedang ditayangkan dilayar tancap,suara teriakan ayah dan ibunya seperti musik yang begitu menghibur mereka.
__ADS_1
"Tolong hentikan adik, kenapa kalian tega pada kami seperti ini?"
"Itu karna kau terlahir dari ibumu itu"
Jawab adik pertamanya sambil terus menendangi perut dan tubuh yang lain miliki kakanya.
"Ibu, jangan Bu, aku....aku tidak kuat lagi, tolong hentikan bu"
Sang ibu juga memohon kepada mertuanya karna saat ini kening dan wajahnya sudah penuh dengan darah begitu juga ************ kakinya,karna sepertinya dia sedang hamil muda, tapi sang mertua dan adik iparnya menendangi perutnya,juga membenturkan kepalanya kedingding.
Sementara semua keluarganya yang tidak punya hati dan kasih itu,hanya tertawa seakan mereka begitu menikmati perbuatan bi......p mereka, setelah melihat kedua orang yang mereka siksa sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, mereka menghentikannya, dan keluar begitu saja diikuti seluruh penduduk setempat yang juga menyaksikan kejadian itu.
Sesampainya diluar, sang nenek tersenyum, kemudian menyuruh anak bungsunya dan anak pertamanya menyiram rumah itu dengan bensin dan membakarnya,dan kedua anaknya pun melakukan perintah sang ibu, gadis yang masih bersembunyi itu,ketakutan dan melihat kedua orangtuanya yang sudah tidak bergerak sama sekali, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Dia melihat rumahnya sudah disiram dan mulai dibakar, dia melihat orang-orang yang ada disana berpikir kalau ada yang membantu kedua orangtuanya, tapi nihil, mereka semua hanya diam saja, sementara keluarga neneknya tertawa, kemudian mereka pergi begitu saja, tapi sebelum pergi mereka kembali mengingatkan orang-orang untuk tidak mencoba membantu kedua orang yang ada didalam rumah tersebut.
"Lihat itukan?"
"Ia,dari mana dia keluar,ko dia diluar?"
Semua itu saling bertanya satu sama lain, tapi tidak ada yang mendekatinya, mereka semua hanya menatapnya dengan pikiran masing-masing.
"Paman, paman tolong, tolong ayah dan ibuku,kumohon, siapa saja tolong orang tuaku"
"Maaf, tapi kami tidak bisa membantumu, kami masih ingin hidup"
__ADS_1
"Kenapa kalian semua jahat, padahal ayah dan ibuku selalu baik pada kalian, tolong lah aku mohon"
Melihat gadis kecil itu menangis memohon mohon, tidak ada satu pun yang mau menolongnya, justru mereka pergi begitu saja, sungguh hati mereka, tertutup oleh ketakutan akan ancaman bibi gadis tadi,sehingga membuat mereka buta dan tuli akan tangisan dan jeritan pertolongan gadis kecil itu.
Melihat tidak ada yang bisa membantunya, gadis kecil itu berusaha masuk kedalam rumah,dia tidak menghiraukan nyala api yang semakin membesar, disana dia melihat sang ayah yang berusaha mendekati sang ibu yang sama sekali tidak bisa bergerak,dia menghampiri kedua orangtuanya.
"Nak,,,, kenapa kau ada disini, kenapa kau tidak tetap disana hah?"
Sang ibu berusaha bertanya pada putri mereka, dia tidak menyangka kalau putri mereka akan melihat kejadian menyedihkan seperti ini.
"Ibu, aku akan membantu kalian keluar, aku akan menarik kalian, tenanglah"
"Nak, pergilah nak, hiduplah baik dan bahagia kelak, ingatlah bahwa kami sangat menyayangimu"
"Tidak yah, aku akan mengeluarkan kalian, aku pasti bisa, ayah harus bertahan"
"Nak, pergilah, ikhlaskan kepergian kami, kami sangat, sangat menyayangimu"
Setelah mengatakan itu, nafas sang ayah pun berhenti, ibu yang melihat itu, hanya bisa meneteskan air matanya, lalu menatap sang putri yang melihat ayahnya yang sudah tiada, sang ibu pun memegang tangan putrinya dan berkata.
"Nak, jadilah anak yang baik dan kuat, berjanjilah kau tidak akan pernah membenci ibu karna tadi mengantarmu ketempat itu, itu ibu lakukan demi kebaikanmu, ingat kau harus menjadi gadis yang kuat, supaya nanti bisa membantu yang lemah, ibu sangat menyayangimu, sesudah mengatakan dan berpesan pada putrinya, sang ibu pun juga menyusul sang ayah menghadap sang pencipta.
"Ibu........., ayah........, huhuhuhu......., kenapa kalian meninggalkan aku, aku mau ikut bu........,"Saat gadis itu masih menangis sambil memeluk tubuh kedua orangtuanya, tiba-tiba saja dia mendengar ada yang datang, dan tiba-tiba dia ingat kalau tetangga tau dia hidup, dan pasti ada yang mengadu, dia menatap ayah dan ibunya yang sudah tidak bernyawa lagi, lalu ingat pesan kedua orangtuanya, diapun keluar dari jendela yang sudah terbakar.
Dia tidak merasa sakit saat nyala api membakar tangannya dan punggungnya,dia melihat siapa yang datang dan benar saja itu adalah pamannya,dia pun bersembunyi ditempat tadi dia pertama bersembunyi, sampai dia melihat dan mendengar perkataan pamannya.
__ADS_1
Lagi saya hadir membuat cerita baru, dan kali ini, saya mengajak kalian semua untuk bermewek mewekan denganku dalam cerita yang satu ini, karna itu, beri dukungan kalian serta tanggapan kalian tentang karya saya yang ini y🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🌹🌹🌹🌹🌹😜😜😜😜😜