
Setelah lama berdiam diri dikamar, kini Aisah sudah kembali keaktivitas biasanya yaitu kekantor, dan Mona tetap setia mendampinginya, dan Mona sudah bertekad akan memilih-milih perintah mana yang harus dia patuhi dan harus dia langgar dengan cara halus demi kebaikan sang nona.
Aisah masuk keruang kerjanya diikuti oleh mona, dan seperti biasa dia membacakan jadwal setelahnya dia memberitahu kalau sudah beberapa hari ini, pemimpin perusahaan ABRAHAM meminta untuk bertemu dan Aisah menyanggupinya karna dia juga ingin tau ada perlu apa Kelvin meminta bertemu.
"Nona, ada permintaan dari pemimpin ABRAHAM untuk bertemu dan itu sudah beberapa hari ini, apa nona ada waktu?"
"Ya, britau dia, aku akan menemuinya jam makan siang di restoran kita!"
"Baik nona, kalau begitu saya keruang kerja saya dulu."
"Ya dan ingat pesan ruang VIP direstoran karna aku ingin tempat privasi!"
"Baik nona."
Setelah itu, Mona keluar dan mengabari Kelvin jam temunya dan dimana tempatnya, setelah itu, dia pokus pada pekerjaan, setelah jam makan siang, Aisah dan Mona berangkat menuju restoran milik aisah dan langsung masuk ruang VIP yang sudah dipesan, dan setelah Kelvin tiba Mona meminta izin keluar dan membiarkan dua orang tersebut didalam.
Abdi dan Mona duduk dimeja dekat pintu masuk ruang tempat Aisah dan Kelvin berada, Mona yang bnr memang tidak terlalu suka berbicara dengan orang lain, lebih memilih memesan makanan, minuman untuknya dan setelah itu menikmatinya, dan Abdi tidak percaya melihat sipat wanita cantik didepannya yang memang begitu cuek dengan siapapun.
Abdi pun terpaksa memesan sendiri makanannya juga minumannya dan mereka berdua makan dalam diam, persis seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar, tapi Mona yang selalu merasa bodo dengan apapun sangat santai, berbeda dengan abdi, dia rasanya ingin sekali meneriaki wanita didepannya karna telah mengabaikannya.
Keadaan didalam ruangan VIP, Kelvin duduk sambil memperhatikan gadis yang saat ini duduk didepannya, tapi ada yang berbeda, Aisah begitu dingin dan seakan menganggap tidak mengenal Kelvin dan hal itu, membuat ulu hati Kelvin serasa diremas dan itu sangat sakit.
Aisah yang memang sudah mantap untuk tidak mau berurusan dengan siapapun apa lagi itu menyangkut perasaan, kini terlihat seperti orang lain, dan dia sama sekali tidak terganggu dengan tatapan mata Kelvin yang terus menatapnya.
__ADS_1
Kelvin yang merasa situasi semakin janggung dan aneh karna ada dua orang tapi serasa tidak ada orang, dia memulai pembicaraan dengan kata maaf.
"Maaf."
Aisah masih belum berkutik, dia masih terlihat santai seakan tidak mendengar apa-apa, walau sebenarnya dia mendengar kata maaf dari Kelvin, tapi dia diam saja karna ingin tau, apa tujuan Kelvin menemuinya.
"Aisah, aku...aku tau, aku salah dan mungkin tidak dapat dimaafkan, tapi aku tetap minta maaf. Dan aku harap kamu bisa memberi maafmu untukku dan kita lupakan semua yang terjadi malam itu."
Aisah yang mendengar permintaan Kelvin tersenyum miring, dia merasa pria didepannya ini sangat langka, dimana kejadian yang begitu menyakitkan diminta dilupakan seakan itu hanya sebuah kecelakaan yang tidak disengaja dan hanya sebuah senggolan.
Aisah sedang berpikir, apakah Kelvin tidak punya mata untuk melihat bahwa akibat kejadian itu, Aisah harus menginap dirumah sakit selama seminggu akibat luka-luka yang dia alami, baik di bibir juga wajah yang babak belur serta tulang pergelangan tangan yang retak, dan sekarang dengan mudah meminta melupakan sungguh pria ini maha benar sendiri.
"Apa anda jadi buta akibat drama malam itu tuan Kelvin? kejadian seperti itu, anda minta dilupakan seakan malam itu, tidak terjadi hal yang fatal begitu?"
"Tuan Kelvin, bagaimana anda bisa jadi pemimpin mafia yang begitu kuat dan ditakuti di dunia jika hal seperti itu saja, anda sudah langsung terprovokasi?"
Deg.....jantung Kelvin berdetak dengan cepat, dia tentu sangat kaget mendengar perkataan Aisah, dia bertanya-tanya darimana gadis itu bisa tau kalau dia seorang pemimpin Mafia, lalu apa Aisah juga tau jika selama ini, dia juga sudah mencari tau latar belakang gadis itu atau tidak.
"Tidak perlu kaget begitu tuan Kelvin, aku juga baru tau siapa anda yang sebenarnya, dan aku juga tau kalau ayah anda adalah seorang pembunuh bayaran yang bersembunyi di balik nama pebisnis atau pengusaha, jadi anda tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak perlu dilakukan lagi ok!"
"Tunggu, apa maksudmu? kamu bilang papaku adalah seorang pembunuh bayaran. dengar Aisah, aku memang mencintaimu dan bahkan sampai saat inipun cintaku tidak bisa aku hapus setelah semua kejadian waktu itu, tapi jika kau mencoba menjelekkan papaku aku pun akan melupakan jika kau wanita yang telah menguasai hidupku!"
"Hahaha, apa kau tidak tahu atau berpura-pura tidak tahu tentang papamu? kalau begitu anda bisa pulang dan tanyakan sendiri langsung pada ayah dan ibumu, dan apa kau juga tau jika ibumu juga seorang preman jalan atau tidak? ah...lebih baik anda tanya saja y pada kedua orang tua anda itu."
__ADS_1
Aisah berdiri bermaksud mau meninggalkan tempat tersebut, tapi dia berhenti saat mendengar perkataan Kelvin.
"Aisah, apa aku masih orang yang kau cintai? apa cintamu masih ada untukku? apa namaku masih ada di hatimu?"
"Apa anda ingin jawaban jujur atau bohong?"
"Jujur, aku ingin kejujuranmu?"
"Tidak, aku bahkan tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, bagiku anda adalah luka dan deritaku, jadi apa mungkin itu masih disebut cinta? anda simpulkan saja sendiri permisi."
Setelah kepergian aisah, Kelvin merenungkan kata-kata gadis itu yang berkata bahwa tidak akan pernah membiarkan namanya masuk kedalam hati gadis itu, Kelvin begitu terkejut dan seakan tidak percaya, cinta yang baru saja tumbuh harus sirna dengan sekejap mata, dan kini Kelvin hanya akan menikmati kegagalannya sendiri dan mungkin akan menderita sendiri karna wanita yang masih bertahta dihatinya telah melupakan dirinya.
"Aisah, kenapa.. kenapa begitu cepat kau menjabut nama cinta yang baru saja tumbuh itu? kenapa... kenapa begitu sakit saat kau mengabaikanku, apa yang akan aku lakukan sekarang? bagaimana caraku untuk melupakanmu? Aisah hiks... hiks...Aisah...aku..aku...masih sangat mencintaimu apa kau tau itu?"
"Hei, ada apa? apa yang terjadi, kenapa kau menangis begitu, apa ada masalah serius?"
"Kita pulang sekarang!"
"Hah, pulang kemana? kekantor atau kemana?"
"Pulang kerumah, ada hal penting yang ingin aku tanyakan pada papa dan mama cepatlah!"
"Oh ok."
__ADS_1