
Sesampainya dirumah, aisah langsung membawa kotak itu kelantai dua dibawah tanah, dia menyimpan kotak tersebut dikamarnya yang ada dilantai bawah tanah itu.
Dia keluar dan langsung membersihkan badan, setelah dirasa sudah segar dia pun mengenakan pakaiannya dan turun untuk makan malam, dia makan seperti biasa yang ditemani paman dan bibi yang bekerja disana.
Selama kegiatan makan malam berlangsung, Aisah memikirkan tentang alasan Heru mengambil kotak milik ayah kandungnya itu, aisah juga berpikir kenapa Heru bisa melakukan itu Tampa sepengetahuan aisah sendiri dan ditambah kapan Heru mengambilnya.
Pertanyaan demi pertanyaan muncul di pikiran aisah dan hal itu membuat dia tidak bernafsu makan, bibi NINDI yang melihat itu merasa heran karna aisah tidak pernah seperti itu sebelumnya.
Aisah yang merasa pusing dan juga kesal dengan perbuatan dan pertanyaan yang menumpuk dipikirannya, akhirnya mengakhiri acara makannya dan menyuruh paman DANUNG dan bibi NINDI makan berdua.
Aisah masuk ke kamar dan duduk disofa yang menghadap keluar, dia menatap halaman samping sambil mencoba menerka nerka tentang pengambilan kotak yang dilakukan Heru.
"Apa mereka mengambil kotak itu saat aku masih ada disana atau setelah aku pergi? hah....... kenapa aku merasa jadi seperti dihianati saja sih?"
Aisah juga mengingat kehadiran Kelvin yang secara tiba-tiba dihalaman belakang rumah Heru, dia juga merasa kalau pria itu adalah seseorang yang perlu diwaspadai.
Mengingat orang-orang yang dekat dengannya akhir-akhir ini membuat dia sedih, karna merasa mereka semua adalah orang-orang yang memang dikirim untuk menyiksa mentalnya perlahan-lahan dengan berpura-pura baik setelahnya membuang dia dengan tega.
Memikirkan semua itu, aisah kembali merasa kalau penderitaannya belum berakhir tapi seakan baru dimulai, hal itu membuat dia merindukan kedua orangtuanya yang selalu memberi dia kehangatan dan pelukan, bahkan sang ibu menyembunyikan dia supaya tidak ikut dalam pembantaian yang dilakukan oleh keluarga mereka malam itu.
Ditempat Kelvin, saat ini dia sedang bersiap untuk pergi ke suatu tempat, dimana tempat itu tidak diketahui oleh siapapun baik papa dan mamanya juga adik kecilnya, selain Abdi sepupu sekaligus asisten yang merangkap tangan kanannya sendiri.
Kelvin berjalan santai seperti biasa seakan dia bahagia dengan apa pun yang ada disekelilingnya, dia menghampiri mamanya dan mencium pipinya, dan itu membuat dia mendapat tatapan membunuh dari papanya yang menandakan bahwa dia tidak terima istrinya dicium.
Kelvin hanya tersenyum pada sang papa yang memolototinya, dia berjalan menghampiri sang adik yang sedang asik main game di ponselnya dan mengacak acak rambut adik kecilnya, dan tentu saja sang adik menarik tangan kakaknya dan menggigitnya karna tidak suka diperlakukan seperti anak kecil walaupun sebenarnya dia masih kecil.
__ADS_1
"Mau kemana boy jam segini?"
"Biasa pa mau cari mantu Klian lah."
Sambil cengengesan melihat dengan ujung matanya kearah sang mama tercinta.
"Nak, kalau mau cari mantu y jangan ketempat remang remang ya! seram itu!"
Nasehat sekaligus ancaman besar dengan cara halus dari mama mantan preman tersebut.
"Ih...mama mana mungkin aku cari mantu ditempat begituan, mama tenang aja dia sudah ditemukan tapi mama harus menunggu sekitar....enam sampai tujuh tahun lagi karna dia sedang menyelesaikan pendidikannya. tapi mama tenang aja dia adalah mantu idaman mama."
"Wah, benarkah ummm kalau tujuh tahun lagi berarti kamu umur berapa nak?"
"Mungkin sekitar tiga puluh sembilan mungkin."
"Ah,,itu tidak masalah yang penting mama harus kau kenalkan secepatnya ok!"
"Nanti y ma, aku harus membuat dia nyaman dulu dengan Kelvin barulah aku ajak dia ketemu mama y!"
"Siap komandan."
Semua orang tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan wanita kesayangan mereka tersebut, walaupun sudah melewati kepala empat tapi kecantikan wanita tersebut tidak luntur, justru terlihat semakin cantik dengan gamis juga kerudung yang menutupi kepalanya.
Setelah berbasa-basi Kelvin pergi, dia mengirim pesan pada Abdi bahwa dia sudah dijalan menuju tempat tujuan mereka, setelah satu jam perjalanan, mereka sampai disebuah rumah megah yang dijaga dengan ketat oleh orang-orang yang berbadan kekar dan berotot.
__ADS_1
Kelvin dan Abdi masuk dan disambut oleh orang-orang disana, mereka mengarahkan Kelvin dan Abdi ketempat dibawah tanah, dan disana sudah ada yang menunggu mereka berdua, tentunya dengan berita yang diperlukan dan diperintahkan untuk dicari selama beberapa bulan terakhir ini.
"Bagaimana? apa yang kalian bawa untuk disampaikan?"
"Tuan, kami sudah mencari tau keberadaan keluarga itu, tampi tidak ada yang tau dimana mereka juga seperti apa wajah mereka."
"Hum, sebenarnya dimana keberadaan mereka, kenapa mereka seperti mahluk tak kasat mata saja?"
"Apa kalian sudah bertanya pada orang-orang tertentu, yang mungkin mengenal salah satu dari mereka atau bawahannya mungkin?"
"Tuan Abdi, itu sangat sulit tuan, karna kita tidak tau dimana mereka pernah tinggal, jika ada tempat yang pernah mereka tinggali mungkin kita bisaendapat info tuan."
"Ia juga sih, lalu apa lagi yang ingin kalian sampaikan?"
"Tuan, kami tidak menemukan apapun ditempat yang dibakar oleh nona itu tuan. semua hangus menjadi abu dan tidak menyisakan apapun tuan."
"Benarkah, lalu apa yang membuat dia membakar tempat itu? dan siapa sebenarnya dia, identitasnya juga tidak bisa ditemukan. ada rahasia apa sebenarnya yang dia simpan?"
Kelvin memang sudah mencari tau tentang aisah, gadis yang membuat dia seperti orang gila karna tidak bisa melupakan wajah juga tatapan kesedihan gadis itu.
Tapi sampai sekarang dia tidak bisa menemukan identitas asli gadis itu, juga dia tidak bisa mendapat tempat kelahiran juga siapa orang tua gadis itu.
Dia juga mencari tau tentang kejadian yang sesuai dengan cerita gadis itu, tapi dia tidak mendapatkan dimana ada kejadian seperti itu sepuluh tahun belakangan ini, itu yang membuat Kelvin semakin penasaran tentang gadis itu.
Apa lagi saat dia melihat waktu aisah membawa kotak dari ruang bawah tanah dirumah Heru, dia juga penasaran apa hubungan aisah dengan Heru sekeluarga, sampai aisah seperti itu malam itu, apalagi dengan kepergian aisah yang terburu-buru malam itu, sebenarnya mengundang banyak tanya baginya, tapi dia tidak bisa dapat jawabannya sampai saat ini.
__ADS_1
Sementara Heru, dia marah besar setelah dia tau kalau kotak yang dia curi dari tempat aisah hilang, dan tidak tau siapa yang mencuri dan siapa yang tau tentang ruangan itu.
Dia juga melihat dari CCTV tapi tidak ada yang aneh, semua orang sibuk dengan pekerjaan mereka semua, lalu siapa pelakunya, Heru tidak mengetahui tapi dia merasa jika buku itu jatuh pada orang lain, maka orang tersebut lah yang akan mendapat keuntungan dari semua usahanya yang mencuri buku tersebut.