Aku Menantimu: Cinta

Aku Menantimu: Cinta
A ZX M,C#25


__ADS_3

"Aduh...sakit sekali bokongku, huh aku memang selalu menjadi tempat paling disukai masalah."


Aisah sibuk memperbaiki dirinya juga terus menggerutu karna selalu merasa dirinya ditakdirkan untuk tempat masalah, dan juga penderitaan Tampa melihat bahwa seseorang yang dia tabrak sedang menatapnya dengan pandangan yang sulit dimengerti, tapi dia tersadar setelah ditegur pasangannya.


"Kel, kamu ko bengong gitu, dan juga kenapa kamu menatapnya begitu? apa kamu mengenalnya?"


"Mendengar nama yang sepertinya familiar ditelinganya, Aisah mengangkat wajahnya dan melihat bahwa benar nama itu adalah milik seseorang yang pernah dia kenal, dan mengatakan cinta padanya.


Kelvin menatap aisah dengan tatapan kerinduan tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena saat ini dia sedang bersama kekasihnya, jadi dia hanya menatapnya Aisah dengan pandangan rasa bersalah juga menyesal karna mengingat bahwa dia pernah mengucapkan cinta pada gadis itu, tapi dengan mudah dia berpaling pada wanita lain.


"Hai Aisah apa kabar? sudah lama ya kita tidak ketemu lagi, tapi hari ini kita ketemu disini?"


Kelvin mencoba berbasa-basi dengan gadis yang dulu begitu dia gulai itu, walau suaranya terdengar serak karna sejujurnya Kelvin sedang berusaha menahan sesuatu yang ingin dia tumpahkan, ya Kelvin begitu tidak sanggup melihat tatapan mata yang selalu menyimpan luka dan kesedihan milik aisah, dia selalu merasa kalau dia juga ikut merasakan beban gadis itu.


"Aku baik, seperti yang anda lihat sekarang."


"Ah hahaha ya kau benar, em kau datang dengan siapa?"


Kelvin mencoba mencari alasan supaya dia bisa melihat gadis itu lebih lama, jadi dia bertanya ini dan itu, tapi Aisah yang memang memiliki insting kuat jadi dia tau kalau Kelvin hanya sedang mencari kesempatan untuk bicara dengannya.

__ADS_1


"Aku selalu sendiri dari dulu sampai sekarang jika anda lupa hal itu, karna aku memang ditakdirkan untuk sendirikan? apa perlu aku ingatkan kisahku yang dulu pada anda tuan Kelvin?"


"Maaf, boleh aku tau kau siapa dan apa hubungan kalian sebelumnya? dengar aku yakin kau sudah tau kalau aku ini adalah."


"Ya aku tau kau adalah kekasihnya dan sebentar lagi akan menjadi tunangannya, anda tidak perlu pamer padaku. kau bertanya apa hubungan kami maka aku akan jawab, kami tidak memiliki hubungan apapun dan kami juga tidak terlalu dekat dari dulu juga, walaupun dulu ada orang yang mengatakan menginginkan aku menjadi kekasihnya juga wanita pendampingnya sampai seumur hidupnya. tapi itu semua hanyalah angin lalu."


Setelah mengatakan itu, Aisah berlalu begitu saja meninggalkan dua orang tersebut, Kelvin yang mendengar kata-kata Aisah tanpa sadar meneteskan air matanya, dia merasa begitu sakit dan dadanya begitu sesak, dia tau bagaimana rasanya dipermainkan dan itu sangat sakit.


Sementara Aisah, dia juga tidak tau kenapa dia bisa menangis karna melihat Kelvin bersama wanita lain, apa lagi, mengingat wanita itu adalah kekasih Kelvin dan yang akan menjadi tunangannya dalam waktu dekat ini.


Aisah pergi meninggalkan tempat tersebut dan kini dia duduk ditempat pertama kali ia dan Kelvin bertemu, dia duduk dengan posisi kaki ditekuk, dan kepala dia telungkup kan dilututnya, dia menikmati rasa sakit dan sesak yang menjalar didalam tubuhnya.


"Ibu apa kau tau, setelah sekian lama, aku tidak lagi menangis, hari ini aku kembali mengeluarkan air mata ini bu, aku...aku ga tau kenapa, ibu apa yang terjadi padaku bu? aku ga ngerti tapi kenapa mata ini tidak mau berhenti mengeluarkan airnya? huhuhuhu hiks... hiks ibu aku rindu ibu huhuhu."


Aisah menangis dalam kesendiriannya dan tanpa dia sadari ada seseorang yang melihat dirinya dari pinggir jalan tempat aisah menyendiri, ya Kelvin juga datang ketempat itu, untuk mengenang pertemuan konyol mereka dulu, tapi dia tidak pernah menduga kalau Aisah juga akan datang kesana.


Kelvin duduk dibalik batu besar tempat dia berteriak dulu dan dia hanya bisa menutup mulutnya supaya Aisah tidak mendengar suara tangisnya, ya Kelvin menangis karna mendengar curhatan Aisah pada sang ibu yang dia tau kalau ibu kandung aisah sudah tiada.


Lama kelamaan Kelvin mendengar curhatan Aisah yang semakin merambat kemana-mana bahkan kini gadis itu mulai bicara soal penganiayaan ayah ibunya juga perbuatan keluarga Heru semua diungkapkan Aisah dalam tangisnya.

__ADS_1


Kelvin semakin tidak sanggup lagi mendengar unek unek gadis tersebut, membuat dia keluar dan menghampiri Aisah, Kelvin berlutut dan langsung memeluk tubuh gadis yang terlihat kuat itu tapi pada kenyataannya begitu rapuh.


"Maaf....maafkan aku aisah, aku tau kau kecewa tapi aku juga kecewa, kau pergi begitu saja tanpa jawaban padahal aku..aku berharap kau mengerti kalau aku benar-benar serius waktu itu, tapi apa kau mengabaikanku begitu saja dan berpikir mungkin kau belum paham ditambah saat itu kau masih beranjak remaja jadi aku...aku pikir nanti saat kau dewasa baru aku akan kembali tanpa tau kalau aku akan bertemu dengan seorang wanita yang membuatku melupakanmu."


Aisah yang mendapat pelukan dari Kelvin langsung berontak tapi Kelvin tidak melepaskannya, Aisah yang mendengar perkataan Kelvin juga pengakuannya membuat rontaannnya berhenti ia membiarkan Kelvin memeluknya sampai Kelvin selesai bicara, Kelvin mengapit kedua sisi wajah Aisah dengan lembut menggunakan kedua telapak tangannyanya, dia menatap wajah yang begitu cantik dan sudah dewasa tersebut.


Kelvin menyeka sisa air mata yang masih tertinggal diwajah Aisah menggunakan jempolnya, dia menyadari dan mengakui kecantikan aisah tidak bisa dibandingkan dengan wajah kekasihnya.


"Aisah, andai waktu bisa diulang kembali, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan menunggumu tapi sekarang aku sudah tidak sendiri lagi dan mungkin tidak akan bisa melihatmu seperti dulu lagi, maaf..maaf Aisah."


Kelvin berlalu meninggalkan Aisah setelah selesai mengucapkan kata-kata yang begitu menyakitkan hati Aisah, Kelvin masuk ke mobil dan melakukannya dengan kecepatan tinggi, sambil berteriak untuk meluangkan rasa sesak didadanya, Kelvin berhenti ditepi jalan sepi dan dia mengisi keadaan yang dialami oleh dirinya dan juga Aisah.


Setelah kejadian pertemuan antara Kelvin dan aisah, hari ini akan diadakan pertunangan antara Kelvin dan saya kekasih, sebagai pengusaha Aisah tentu mendapat undangan dan dia datang dengan asisten sekaligus tangan kanannya, dia adalah MONA sang asisten yang dulu adalah mantan anggota INTEL yang bertugas didua benua yaitu ASIA dan EROPA.


Aisah datang dengan ciri khas miliknya yang misterius, yaitu dengan dandanan yang membuat dia berubah 180% dari aslinya, ya Aisah datang dengan stelan formal yaitu celana kulot yang dipadukan dengan kemeja pas body, rambut digerai indah ditambah tas tangan kecil, membuat dia begitu cantik dan dewasa bahkan wajahnya jauh dari aslinya hanya dengan hasil tangan sang ahli di bidang tata rias wajah.


Tapi ada seseorang yang bisa mengenal Aisah hanya dari matanya saja, siapa lagi kalau bukan Kelvin, dia begitu terkejut saat dia melihat Aisah yang berjalan dengan Mona yang diketahui adalah tangan kanan dari pemilik perusahaan yang sudah merajai beberapa negara dalam tiga tahun terakhir ini, dan memang orang-orang tau jika pemimpin perusahaan itu adalah wanita dewasa yang masih single.


Kelvin bahkan melihat Aisah duduk di kursi yang seharusnya ditempati pemilik perusahaan tersebut, yaitu perusahaan AINES W,R,J.

__ADS_1


Kelvin menebak-nebak mungkin kah Aisah adalah pemilik perusahaan itu, dia mencoba melupakan semua itu, dan kini fokusnya adalah menatap gadis yang telah dia tinggalkan dengan harapan palsu tersebut.


__ADS_2