
Saat Heru sedang berusaha mencari siapa yang telah mengambil kotak milik ayah kandung aisah, Dinda datang menemuinya dan melihat ruangan itu begitu berantakan karna ulah Heru yang menghempaskan semua barang yang diatas mejanya karna kemarahannya.
Dinda tidak mengerti apa yang terjadi, dia pikir mungkin ada masalah dengan kantor sehingga membuat suaminya marah, Dinda berjalan menghampiri Heru dan berkata.
"Mas, apa semua ini tidak penting makanya di buang dilantai? dengar mas sebesar apapun masalah hadapi dengan tenang maka akan mudah mencari solusinya y!"
Setelah mengatakan itu, Dinda keluar dari ruang kerja Heru, dan Heru yang mendengar ucapan istrinya hanya diam, dia tidak bisa memberitahukan kepada Dinda tentang perbuatannya tersebut, karna dia bisa kehilangan istrinya karna kecewa padanya.
Sehingga dia hanya bisa merahasiakan perbuatannya tersebut, Dinda berjalan menuruni tangga dan berpapas-papasan dengan mertuanya, yaitu Baskoro, Baskoro bertanya tentang keberadaan Heru dan dijawab Dinda bahwa Heru sedang diruang kerjanya.
Sementara itu, Kelvin yang sedang menuju perusahaan tidak sengaja melihat aisah dilampu merah tepat disebelahnya, dia membuka kaca mobilnya dan tiba-tiba jantungnya berdetak sangat kuat, karna melihat kecantikan aisah yang sangat berbeda dengan aisah yang memakai krudung.
Dia menatap lekat wajah gadis pujaannya yang masih masuk remaja itu dengan tatapan yang penuh cinta dan kerinduan, dia tersenyum saat melihat aisah tersenyum pada orang yang berjalan dicebra didepannya, dan sungguh menurut Kelvin senyuman aisah begitu memabukkan.
Aisah yang merasa seperti ada yang memperhatikannya, mengendarakan pandangannya ke sekeliling, dan dia mendapati Kelvin yang masih menatapnya dengan senyuman mautnya, tapi sayang aisah tidak terpesona sama sekali.
Aisah menatap Kelvin dengan datar dan dingin, seakan mereka tidak saling mengenal, itu semua aisah lakukan karna dia harus waspada terhadap semua orang yang dekat dan yang pernah berinteraksi dengan dirinya.
Setelah lampu berganti aisah menancap gas motornya ke sekolahnya, dan seperti biasa, dia akan selalu menyendiri, dan aisah dikenal sebagai kulkas dua pintu disekolah karna dia cuek dan dingin pada semua orang.
Tapi walaupun aisah dingin dan seperti tidak peduli sekelilingnya, dia diam-diam selalu memperhatikan seorang gadis cupu dan juga bisa dikatakan miskin di sekolahnya, gadis cupu itu selalu diperlakukan buruk oleh saudara tiri dan gengnya.
Itulah mengapa aisah selalu melindunginya dengan cara dia sendiri, seperti sekarang ini, gadis cupu itu sedang dipaksa ngerjain tugas PRnya karna sebentar lagi jam masuk, dan aisah yang melihat itu pergi ke toilet dan tidak lama keluarlah seorang pria menghampiri kerumunan itu.
__ADS_1
Dan disana gadis cupu itu sudah acak-acakan dengan rambut berantakan dan air mata yang mengalir juga tangan yang gemetar sedang mengerjakan soal-soal, dan tiba-tiba srek.....buku itu terkoyak dan dilempar ketempat sampah.
Semua orang yang ada disana hanya melongo melihat kejadian itu, dan y, ini bukan yang pertama terjadi tapi sudah yang kesekian kalinya, tapi dasar orang yang tidak pernah kapok selalu mengulangi kesalahan yang membuat dia rugi sendiri.
"Kalian masih belum berhenti juga membuat keonaran disekolah ini? aku sudah melarang kalian tapi masih diulangi, apa perlu aku buat kalian tidak punya tangan hah?"
"Sis, ayo kita pergi sebelum kita dapat masalah dari pria itu!"
"Ingat nisa, aku akan laporin kamu sama mama y, liat aja nanti."
"Kau baik-baik saja?"
"Ia ka, maaf selalu membuat kakak repot."
Sudahlah, oh ia apa kau sudah ngomong Ama papamu tentang perbuatan Siska?"
"Lalu setelah ini, apa yang akan kau lakukan?"
"Ka aisah, maukah kakak membawaku pergi dari rumah itu? jujur aku sudah tidak sanggup lagi ka."
"HM... baiklah, kau bisa tinggal bersamaku dan kita akan pindah sekolah, bagaimana?"
"Ia aku setuju ka Aisah."
__ADS_1
Ya pria itu adalah aisah yang menyamar dengan mengganti seragam dengan baju biasa dengan kaos oblong kebesaran dan juga jins dengan sobekan dilutut disempurnakan dengan topi Ciput, dan rambut yang dimasukin kedalam topi, membuat tidak ada yang mengenalinya, karna Aisah bisa menirukan suara orang, baik pria, wanita, nenek dan kakek, juga anak-anak.
Sepulang sekolah, aisah membawa nisa kesuatu tempat, dan saat makam hari mereka berdua keluar dengan penampilan berbeda, mereka pergi kerumah nisa dan melihat, diluar rumah ada papa dan mama tirinya juga Siska yang sepertinya mereka semua sedang menahan kemarahan, karna nisa belum juga kembali.
Aisah yang melihat itu berpikir sebentar lalu menoleh pada nisa yang sepertinya sedang ketakutan, aisah membisikkan sesuatu kepada nisa dan Nisa setuju walau mungkin kali ini dia akan mendapat siksaan yang lebih menyakitkan dari yang biasa dia dapat.
Demi kebebasan dan pembalasan nisa bersiap dengan siksaan yang sedang menantinya, setelah dia rapi dengan seragam sekolahnya, Nisa pun keluar dari persembunyian dan berjalan kearah papa dan semua orang.
"Dari mana saja kau baru pulang jam segini ha?"
Papanya bertanya dengan nada tinggi juga penuh kemarahan.
"Aku baru pulang kerja pa."
"Bohong pa, dia tadi pergi Ama seorang pria, aku liat sendiri ko, aku malah ajak dia pulang tapi apa dia malah menamparku dan mendorongku pa, makanya wajahku lebam juga tanganku lecet."
Siska dengan hebatnya mengarang cerita dan menfitnah Nisa, dan papanya Nisa marah dan akhirnya menyeret Nisa masuk diikuti mama tiri juga Siska, didalam rumah, papanya melepaskan gespernya, Nisa yang melihat itu hanya menggeleng kepala tanda meminta jangan pada papanya.
Tapi karna papanya yang sudah terhasut oleh Siska dan istrinya mengabaikan gelengan kepala putri kandungnya tersebut, dia mengayun tangannya dan srek, srek, srek suara cambukan gesper yang mengenai kulit punggung Nisa, Aisah yang melihat itu menangis dengan menutup mulutnya, dia semakin merasa bahwa hati manusia telah tiada sehingga tega menyiksa darah dagingnya sendiri.
Aisah teringat tentang neneknya yang juga dengan tega menganiaya putranya sendiri, sungguh Aisah bingung kenapa orang-orang bisa lupa akan cinta dan kasih sayang, apa yang terjadi sehingga hal itu terjadi? bertanya hanya itu yang bisa dilakukan Tampa mendapat jawaban.
Aisah masih melihat Nisa yang masih dicambuk ayahnya, dan aisah baru menyadari kalau Nisa sudah tidak sadarkan diri, tapi kenapa papanya masih mencambuknya, setelah dirasa cukup untuk hukuman Nisa, pria yang adalah ayah kandung Nisa itu pergi begitu saja tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
Siska dan mamanya tos karna Telah berhasil memberi siksaan pada nisa, mama tirinya memanggil sappam untuk mengangkat Nisa dan membawanya ke kamarnya, sappam tersebut menitikkan air matanya melihat luka dan darah ditubuh nona mudanya itu, ya Nisa sebenarnya adalah putri seorang pengusaha tapi dia tidak diizinkan memiliki barang mewah.
Dan semua barang miliknya dirampas oleh Siska, dan papanya sama sekali tidak pernah protes atau menegur mereka, itulah kenapa semua orang menganggap bahwa Nisa adalah anak miskin.