
Hari ini seperti biasa aisah masih mengikuti kegiatan sekolah walau sebenarnya dia sudah mengerti semua pelajaran yang diterangkan guru, tapi dia ingin terlihat normal dan biasa saja Dimata semua orang, karna dia tidak mau mengundang masalah baru, dengan menunjukkan kelebihannnya karna itu bisa membuat dia diburu oleh orang-orang yang memiliki obsesi yang merugikan banyak orang.
Sepulang sekolah, aisah akan bekerja di restoran baru yang dia buka, dia juga kadang pergi ke toko miliknya, dengan penampilan seperti biasa setelan formal dan juga topeng khas dirinya, itulah kenapa saat ini dia disebut sebagai nona AS, karna belum ada yang mengenal wajah aslinya, bahkan orang kepercayaannya.
Semua orang setia bekerja padanya dan tidak ada yang berani berhianat, dengan alasan bisa saja bos ada disana dengan penampilan biasa Tampa topeng dan mengetahui penghianatan mereka, y, dulu pernah ada salah satu karyawan toko yang mencuri uang dengan cara membuat harga naik dari harga barang biasanya, dan tepat saat itu aisahlah pembeli yang kesekian, dan hal itu langsung dilaporkan pada penanggung jawab toko.
Dengan bukti rekaman, dan karyawan itu pun mendekam dipenjara karna dia sudah banyak menipu orang, sesuai dengan laporan keuangan dan jumlah dari harga yang dia buat, dia telah meraup keuntungan sebesar lima puluh delapan juta rupiah dalam satu bulan, sementara perbuatannya telah berjalan hampir dua tahun, itulah sebabnya dia diseret ke kamar tiga belas atau penjara.
Sejak saat itu, tidak ada yang berani berbuat curang karna takut ketanggap langsung sama bos, setelah aisah selesai dari restoran juga toko dan beberapa usaha miliknya, dia pun mencoba mencari tau kenapa Heru mengambil kotak milik ayah kandungnya, aisah sampai disana, dan melihat ada banyak mobil berjejer seperti sedang ada acara, dengan itu aisah pun memiliki ide untuk masuk dan mencari kotak milik ayahnya.
Aisah yang memang ahli dalam bidang IT langsung menyabotase CCTV dirumah itu, setelah berhasil dia masuk dengan santai, dan menyelinap ke dapur, tidak ada yang curiga padanya karna penampilannya yang sekarang, dia melihat seorang pelayan wanita yang masih muda sedang memeriksa sesuatu di ruang samping dapur, dia menghampiri pelayan itu dan buk.
Aisah berjalan dengan tampilan pelayan yang sudah dia urus tadi, dan kebetulan Dinda menyuruhnya mengambilkan ponselnya dikamar, dengan cepat aisah pergi dan mencari ponsel tersebut, setelah menemukannya dia memberikannya pada Dinda.
Setelah aisah memberikan ponsel itu, dia kembali ke kamar itu, dan mencari keberadaan kotak itu, dia mencari semua sudut tapi tidak ditemukannya keberadaan kotak itu, tapi aisah tidak langsung menyerah, dia masuk kamar opa Baskoro dan mencarinya tapi juga tidak menemukannya.
Aisah duduk didapur mencoba berpikir dimana kotak itu disimpan, dan tiba-tiba dia ingat bahwa dulu dia pernah melihat Heru pergi ke taman belakang dan kembali malam hari, dia berpikir mungkinkah Heru memiliki tempat rahasia disana? Untuk menjawab pertanyaannya dia pun ketan belakang, dan dia melihat Heru bersama beberapa orang sedang pergi entah kemana, tapi itu sepertinya ketempat yang dicari aisah.
__ADS_1
Aisah mengikuti mereka dengan pelan supaya tidak menimbulkan suara, dan ya aisah melihat Heru membuka sebuah pintu, yang menyatu dengan tembok, dia berpikir jika dia tidak masuk sekarang maka pintu akan tertutup dan dua tidak bisa masuk, aisah melihat kesekelilingnya dan melihat ada kayu disana.
Aisah melihat pintu perlahan lahan tertutup, dan semua orang sudah masuk, dia berjalan cepat dan menahan pintu, dia melihat semua orang seperti turun dengan tangga kebawah tanah, aisah yang melihat itu bingung karna jika dia ikut, takut tertutup dan tidak bisa keluar.
Aisah seperti prustasi karna tidak tau bagaimana untuk bisa masuk dan keluar dari tempat itu nanti, dia mencari apa yang bisa dilakukan nanti, tapi tidak juga membuahkan hasil.
"Apa yang kau pikirkan hum?"
Deg..., aisah terkejut karna ada yang bertanya padanya, dia memutar tubuhnya dan melongo karna mendapati Kelvin yang berdiri disana sambil menatapnya disertai senyuman mautnya, tapi tidak mempan pada aisah saat ini.
"Lupakan itu, jawab dulu pertanyaanku tadi, apa yang sedang kau pikirkan dan kenapa kau disini, ini ruang apa sih?"
"Sssssst, kakak jangan berisik nanti ketahuan"
"Mmmm"
Kelvin hanya mengangguk mengiyakan permintaan gadis kecilnya, dia menikmati sentuhan lembut dari tangan gadis pujaannya itu.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak ambil saja satu kunci ini, dengan begitu kau bisa keluar masuk ruangan ini, gampang kan!"
Kelvin memberi saran yang begitu mudah karna melihat ada kunci yang tergantung disana, dan aisah tidak menyadari hal itu sama sekali.
Aisah melihat jika kunci itu menempel maka pintu tidak akan tertutup, yang berarti dia bisa mengambil satu, aisah tidak menyia nyiakan waktu, dia mengambil satu kunci itu, dan mengantonginya, setelah itu dia menarik Kelvin untuk bersembunyi karna mendengar suara orang yang semakin mendekat dari bawah.
Aisah melepas sarung tangannya karna tadi dia memakainya saat masuk kamar dan mengacak acak isinya, dia tidak mau jika jejak jarinya tertinggal disana, jadi dia menyiapkan semuanya dari awal dia mau ketempat ini.
Heru dan beberapa orang keluar dari sana, dan mereka membicarakan tentang isi kotak milik ayah aisah juga buku-buku yang membuat mereka bingung karna semua buku itu kosong, tapi kenapa setiap buku paket kunci, aisah yang mendengar itu, Tampa sadar meremas kuat tangan Kelvin yang masih dipegangnya, dan Kelvin meringis menahan remasan tangan mungil milik gadisnya.
Setelah semua orang pergi dia dan Kelvin mendekati pintu, dan Kelvin memberi saran biar aisah masuk dan dia tinggal untuk berjaga-jaga mana tau ada orang yang datang, aisah pun menyetujuinya, dia masuk dengan berlari menuruni tangga, dan akhirnya dia sampai disebuah ruangan.
Aisah memeriksa setiap sudut mencari kotak milik ayahnya dan dia melihat kotak itu masih diatas meja dia membukanya dan mencoba mencari tau apa ada yang hilang atau tidak, dia melihat buku-buku itu berserakan diatas meja karna memang setiap lembarnya kosong.
Aisah mengepak semuanya dan mengunci kotak itu, tapi sebelum itu dia mencari tau kenapa Heru membuat ruang rahasia ini, tapi dia tidak menemukan apapun, selain foto-foto yang sepertinya sudah lama dan itu sepertinya orang-orang yang sudah tiada, tapi ada satu foto yang membuat dia tertarik foto seoarang bayi yang sepertinya baru lahir.
Aisah yang merasa itu tidak penting pun langsung keluar dan melihat Kelvin masih disana, dia pun menutup pintu itu dan pergi dari sana, setelah itu dia memasukkan kotak tersebut ke kantong sampah kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian yang pertama, dia keluar sambil membawa kantong sampah itu dan meninggalkan kediaman Heru juga Kelvin yang berdiri disana melihat kepergiannya.
__ADS_1